Phobia (Fobia)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu phobia?

Fobia atau phobia adalah ketakutan yang terus-menerus, berlebihan, tidak realistis terhadap suatu objek, orang, hewan, aktivitas, atau situasi. Kondisi ini adalah salah satu jenis gangguan kecemasan. 

Tidak seperti rasa cemas biasa yang bersifat sementara—seperti saat harus berbicara di depan umum atau menghadapi ujian—phobia adalah kondisi permanen, yang menyebabkan reaksi fisik dan stres psikologis. 

Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan bekerja atau dalam lingkungan sosial normal. Seseorang dengan fobia mencoba menghindari hal yang memicu rasa takut atau menahannya dengan kecemasan yang besar. 

Apa saja jenis-jenis phobia?

Dikutip dari Harvard Health Publishing, secara garis besar, jenis-jenis phobia adalah:

Specific phobia (fobia sederhana)

Pada jenis fobia ini, orang mungkin memiliki ketakutan terhadap hewan tertentu (seperti anjing, kucing, laba-laba, ular), orang (badut, dokter gigi, dokter), lingkungan (seperti tempat gelap, petir, tempat tinggi), atau situasi (seperti terbang di pesawat atau naik kereta). Sebagian kondisi ini bersifat genetis (diturunkan). 

Gangguan kecemasan sosial (sebelumnya disebut “fobia sosial”)

Orang dengan gangguan kecemasan sosial takut dengan situasi yang memungkinkan mereka mendapatkan penghinaan, dipermalukan, atau dihakimi oleh orang lain.

Mereka biasanya akan merasa cemas ketika berhubungan dengan orang yang tidak familier.

Ketakutan tersebut mungkin akan berpengaruh pada penampilan mereka di depan umum, seperti memberikan ceramah, konser, atau presentasi bisnis.

Umumnya, kondisi ini menyebabkan orang menghindari banyak situasi sosial, seperti makan di depan umum atau menggunakan toilet umum. 

Fobia sosial mungkin diturunkan dalam keluarga. Orang yang malu dan suka menyendiri saat masih kecil bisa mengalami gangguan ini. Pengalaman tidak menyenangkan atau negatif juga menambah risiko mengalami fobia sosial. 

Agorafobia

Agorafobia merupakan ketakutan berada di ruang publik. Penderitanya biasanya akan merasa kesulitan dan memalukan jika pergi atau meninggalkan tempat secara mendadak.

Seseorang dengan kondisi ini mungkin akan menghindari bioskop atau konser, atau bepergian dengan bus atau kereta. 

Banyak orang dengan agorafobia juga mengalami gejala gangguan panik. Gejala gangguan panik ini antara lain ketakutan terus-menerus dan gejala fisik tidak nyaman, seperti gemetar, jantung berdebar, dan berkeringat). 

Seberapa umumkah phobia?

Kebanyakan phobia dimulai saat pubertas, tetapi fobia binatang, darah, badai, dan air biasanya dimulai saat kanak-kanak.

Wanita lebih sering menderita phobia dibanding laki-laki. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Rentang usia anak-anak terkena phobia umumnya adalah sekitar usia 5 sampai 9 tahun, dan cenderung berlangsung sebentar.

Fobia yang lebih tahan lama muncul terutama pada orang dengan usia 20-an. 

Pada orang dewasa, kondisi ini cenderung bertahan selama bertahun-tahun, dan cenderung tidak bisa sembuh dengan sendirinya, kecuali dengan perawatan.

Phobia dapat meningkatkan risiko penyakit kejiwaan lain, seperti gangguan kecemasan, depresi, dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala phobia?

Phobia adalah salah satu tipe gangguan kecemasan. Anda mungkin tidak akan mengalami gejala apa pun sampai Anda melakukan kontak dengan objek phobia. 

Beberapa gejala dari phobia adalah perasaan cemas yang ringan hingga serangan panik yang menyeluruh. 

Umumnya, semakin dekat Anda dengan objek yang Anda takuti, semakin besar pula phobia yang Anda rasakan. 

Gejala-gejala dari phobia adalah:

Perasaan takut atau cemas yang berlebihan

Perasaan ini biasanya tidak masuk akal dan persisten. Takut dan cemas ini dipicu oleh objek, aktivitas, atau situasi tertentu. 

Perasaan tidak rasional atau tidak proporsional

Gejala phobia yang kedua adalah munculnya perasaan yang tidak sesuai dengan ancaman sebenarnya, alias tidak masuk akal.

Misalnya, Anda berlari melihat anjing yang diikat dengan tali. Sedangkan, orang lain yang mungkin juga takut dengan anjing tidak sampai berlari. 

Menghindari objek, aktivitas, atau situasi pemicu phobia

Phobia adalah ketakutan berlebihan yang dirasakan, dan orang yang mengalaminya mengetahui hal itu.

Tak jarang, mereka merasa malu dengan gejala yang dialami. Untuk menghindari gejala kecemasan atau perasaan malu, mereka akan berusaha menghindari pemicu phobia. 

Gejala fisik terkait kecemasan

Gejala-gejala fisik phobia akan muncul jika Anda berdekatan dengan pemicunya.

Gejala fisik phobia adalah berkeringat, pernapasan tidak normal, gemetar, menggigil, nyeri dada atau sesak, mulut kering, kebingungan, mual, pusing, dan sakit kepala. 

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Terkadang Anda memiliki phobia karena merasa tidak nyaman (misalnya, Anda lebih ingin naik tangga daripada lift). Keadaan ini bukanlah penyakit kecuali jika hal ini sampai memengaruhi hidup Anda. 

Jika Anda cemas berlebihan hingga mengganggu pekerjaan atau hubungan sosial, segeralah pergi ke dokter atau atau psikoterapis. Sebagian besar pasien dapat disembuhkan jika diterapi dengan benar.

Ketakutan masa kecil, seperti takut gelap, takut monster, atau takut sendirian, sangat umum terjadi dan biasanya akan hilang seiring berjalannya waktu.

Namun, jika Anda memiliki anak dan ketakutannya akan suatu hal terus muncul dan berlebihan, cobalah pergi menemui dokter. 

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing orang berbeda. Bisa jadi, gejala phobia yang muncul antara satu orang dengan yang lainnya adalah berbeda.

Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab phobia?

Saat ini, penyebabnya belum diketahui dengan pasti, tapi kondisi ini cenderung terjadi dalam keluarga dan biasanya terjadi setelah kejadian yang mengguncang. 

Awal muncul phobia dapat terjadi secara mendadak maupun bertahap.

Mayo Clinic menyebut, beberapa penyebab umum phobia adalah:

Pengalaman buruk

Banyak phobia yang muncul setelah mengalami pengalaman buruk atau serangan panik yang berhubungan dengan objek atau situasi.

Genetik atau lingkungan

Genetik atau lingkungan adalah penyebab phobia yang juga umum. Biasanya, ini mungkin berhubungan dengan ketakutan berlebihan yang dirasakan orangtua Anda.

Artinya, Kondisi ini bisa jadi karena genetik atau sikap yang dipelajari. 

Fungsi otak

Perubahan pada fungsi otak mungkin memegang peranan dalam kondisi phobia. 

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk phobia?

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena phobia adalah:

Usia

Phobia sosial sering terjadi saat Anda masih muda, biasanya pada usia 13 tahun. Phobia hal tertentu biasanya diawali saat kanak-kanak, biasanya pada usia 10 tahun.

Sementara itu, phobia pada tempat ramai biasanya terjadi sebelum 35 tahun.

Riwayat keluarga

Riwayat keluarga adalah salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena phobia. \

Jika Anda memiliki saudara dengan phobia tertentu, seperti laba-laba atau ular, Anda berisiko tinggi memiliki kondisi serupa. 

Para ilmuwan meyakini phobia disebabkan oleh faktor genetik.

Kemungkinan lainnya yang berhubungan dengan keluarga, seseorang dengan phobia di masa mudanya biasanya mepelajari tingkah laku orang dewasa yang tinggal bersamanya.

Akibatnya, mereka cenderung mengikuti hal-hal yang telah dilalui anggota keluarganya.

Karakteristik Anda

Anda mempunyai kemungkinan memiliki phobia jika Anda terlalu sensitif, terlalu pemalu, atau terlalu pesimis dalam hidup.

Cedera psikologis

Jika Anda pernah mengalami syok psikologis, seperti terjebak dalam lift atau dikejar binatang yang dapat membuat Anda phobia.

Diagnosis

Bagaimana dokter melakukan diagnosis terhadap phobia?

Tidak ada pemeriksaan medis seperti laboratorium untuk mendiagnosis kondisi ini.

Pemeriksaan yang kerap kali dijadikan acuan untuk mendiagnosis phobia adalah dengan melakukan wawancara klinis.

Anda akan ditanya perihal gejala dan riwayat kesehatan Anda. Dari sana, dokter kemudian akan menarik kesimpulan tentang kondisi Anda.

Dokter mungkin akan menggunakan kriteria Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM-5) yang diterbitkan American Psychiatric Association untuk menentukan kondisi Anda.

Psikiatri di Indonesia menggunakan kriteria tersebut yang juga dinamakan dengan PPDGJ (Pedoman Praktis Diagnosis Gangguan Jiwa).

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk phobia?

Kondisi ini sangat bisa diatasi dan kebanyakan orang dengan fobia sadar betul akan kondisinya. Hal tersebut dapat membantu dokter melakukan diagnosis. 

Pengobatan untuk kondisi phobia di antaranya adalah kombinasi obat-obatan dan psikoterapi yang tergantung pada jenis fobia yang dialami.

Beberapa pengobatan untuk mengatasi phobia adalah:

Specific phobia (fobia sederhana)

Terapi perilaku kognitif dapat membantu mengatasi kondisi ini, terutama melalui prosedur yang disebut terapi desensitisasi atau terapi paparan.

Teknik ini secara bertahap meningkatkan keterpaparan Anda terhadap hal yang Anda takuti, sesuai kecepatan Anda sendiri. 

Dengan terus terpapar objek tersebut, Anda akan diajarkan untuk menguasai rasa takut melalui relaksasi, kontrol pernapasan, atau strategi pengurangan kecemasan lainnya.

Selain itu, dokter mungkin akan meresepkan obat anti kecemasan untuk merawat fobia jangka pendek. 

Jika phobia yang dimiliki hanya sesekali seperti fobia terbang, obat-obatan dapat dibatasi sesuai kebutuhan. 

Gangguan kecemasan sosial (fobia sosial)

Jika fobia sosial yang Anda rasakan berpusat pada satu aktivitas tertentu (misalnya, berpidato di depan umum atau bernyanyi di atas panggung), dokter mungkin akan meresepkan obat yang disebut beta-blocker seperti propranolol (Inderal). 

Obat itu bisa dikonsumsi, sesaat sebelum Anda tampil. Obat tersebut dapat mengurangi efek fisik dari kecemasan (seperti jantung berdebar atau jari gemetar), tetapi biasanya tidak memengaruhi kekuatan mental yang diperlukan untuk berbicara atau ketangkasan fisik yang diperlukan untuk memainkan instrumen. 

Untuk bentuk phobia sosial yang lebih umum atau jangka panjang, obat yang mungkin diresepkan adalah antidepresan, biasanya SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor). 

Jika SSRI tidak efektif, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat antidepresan atau antiansietas alternatif.

Terapi perilaku kognitif juga bekerja dengan baik untuk orang dengan fobia sosial, baik dalam pengaturan individu dan kelompok. 

Agorafobia

Perawatan untuk fobia jenis ini mirip dengan perawatan untuk gangguan panik. Perawatan obat termasuk antidepresan SSRI dan berbagai jenis antidepresan lainnya, seperti mirtazapine, venlafaxine, clomipramine, dan imipramine. 

Dokter juga mungkin menyarankan obat-obatan anti-kecemasan benzodiazepine, seperti clonazepam, diazepam, dan lorazepam. Psikoterapi juga membantu, khususnya terapi perilaku-kognitif. 

Pencegahan

Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu diri saya sendiri?

Strategi dan terapi menolong diri sendiri bisa bekerja efektif untuk mengatasi fobia.

Perawatan yang tepat untuk Anda tergantung dari tingkat keparahan fobia, akses terhadap terapi profesional, dan jumlah dukungan yang Anda butuhkan. 

Laman Help Guide menyebut, membantu diri sendiri untuk mencegah atau mengatasi fobia patut dicoba. Hal ini karena semakin Anda mampu mengatasinya sendiri, semakin baik pula Anda mengontrol apa yang Anda rasakan.

Beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menolong diri sendiri akibat phobia antara lain adalah:

Hadapi ketakutan Anda, satu langkah dalam satu waktu

Menghindari situasi yang Anda takuti merupakan hal yang normal. Namun, jetika berbicara soal pengobatan phobia, menghadapi ketakutan adalah kuncinya. 

Menghindari hal yang Anda takuti mungkin membuat Anda merasa lebih baik dalam jangka pendek, tapi itu justru akan membuat Anda tidak bisa mengenali fobia Anda.

Phobia yang Anda rasakan mungkin tidak menakutkan atau berlebihan, seperti yang Anda pikirkan. 

Belajar untuk tenang dengan cepat

Ketika Anda merasa takut atau cemas, Anda akan mengalami beberapa macam gejala ketidaknyamanan fisik, seperti jantung berdebar dan perasaan tercekik.

Sensasi fisik ini dapat membuat phobia Anda semakin buruk. 

Namun, dengan belajar menenangkan diri dengan cepat, Anda bisa lebih percaya diri dengan kemampuan Anda untuk bertoleransi terhadap sensasi tidak nyaman dan menghadapi ketakutan Anda. 

Tantang pikiran negatif tentang fobia Anda

Ketika punya phobia, Anda cenderung memperkirakan dengan berlebihan tentang betapa buruknya situasi yang mungkin Anda hadapi.

Anda juga cenderung meremehkan kemampuan untuk bertahan. 

Biasanya, pikiran cemas yang memicu phobia adalah negatif dan tidak realistis.

Dengan menuliskan pikiran negatif yang Anda miliki ketika dihadapkan dengan fobia, Anda dapat mulai menantang cara berpikir tersebut. 

Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu anak saya menghadapi phobia?

Sebagai orangtua, pertolongan yang bisa dilakukan untuk mengatasi phobia pada anak Anda adalah:

Bicarakan ketakutan yang anak Anda rasakan

Berikan pemahaman kepada anak Anda bahwa semua orang punya ketakutan. Beberapa di antaranya mungkin memiliki ketakutan yang lebih banyak daripada yang lain. 

Jangan meremehkan masalah atau mengecilkan anak Anda karena ia merasa takut. Sebaliknya, bicarakan dengan anak Anda tentang pemikiran dan perasaannya dan pastikan Anda selalu ada untuk mendengar dan membantu. 

Jangan perkuat fobia

Ambil kesempatan untuk membantu anak Anda menghadapi rasa takutnya. Sebagai contoh, jika anak Anda takut pada anjing tetangga, jangan menghindari rumah untuk menuruti fobia anak Anda.

Sebaliknya, cara membantu anak Anda mengatasi phobia yang ia miliki justru adalah dengan berhadapan dengan anjing dan tunjukkan rasa berani. 

Contohkan sikap positif

Anda dapat mencontohkan bagaimana merespons ketakutan karena anak-anak belajar dengan mencontoh.

Pertama-tama Anda dapat menunjukkan rasa takut dan kemudian menunjukkan cara mengatasi rasa takut. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

    Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 21 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

    Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

    Selain itu studi terbaru menunjukkan bahwa berpikir negatif (negative thinking) terus menerus bisa meningkatkan risiko demensia. Apa bisa dicegah?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Hidup Sehat, Fakta Unik 20 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

    Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

    Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

    Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    melihat bullying

    5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    osteoporosis

    Osteoporosis

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 10 menit
    apa itu depresi

    Penyakit Mental

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
    melatih otak agar percaya diri

    3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit