Penyempitan Tulang Belakang (Spinal Stenosis)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu penyempitan tulang belakang (spinal stenosis)?

Penyempitan tulang belakang (spinal stenosis) adalah kelainan yang disebabkan oleh menyempitnya ruang pada tulang belakang. Penyempitan ini menyebabkan munculnya tekanan pada saraf tulang belakang dan saraf-saraf lain. 

Punggung bawah dan leher adalah bagian yang paling sering terpengaruh oleh spinal stenosis. Meski begitu, spinal stenosis adalah kondisi yang dapat terjadi di bagian tulang belakang mana pun.

Parah atau tidaknya gejala yang muncul biasanya akan bergantung pada seberapa cepat kerusakan terjadi dan seberapa parah penyempitan sampai menekan saraf.

Apa saja jenis-jenis penyempitan tulang belakang (spinal stenosis)?

Jenis-jenis penyempitan tulang belakang dibedakan berdasarkan lokasi terjadinya. Anda bisa saja mengalami lebih dari satu jenis kondisi ini. 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyempitan ruang di tulang belakang alias spinal stenosis ini bisa terjadi di bagian tulang belakang mana pun. Meski begitu, dua jenis spinal stenosis yang paling umum, yakni:

  • Stenosis serviks (cervical spinal stenosis): penyempitan terjadi pada bagian tulang belakang di leher. 
  • Stenosis lumbar (lumbar spinal stenosis): penyempitan terjadi pada bagian tulang belakang bagian punggung bawah. Ini adalah jenis spinal stenosis yang paling umum. 

Seberapa umum kondisi ini?

Penyempitan tulang belakang biasanya terjadi pada pria dan wanita di atas 50 tahun. Selain itu, orang yang lahir dengan penyempitan rongga tulang belakang atau menderita cedera tulang belakang juga dapat mengalami spinal stenosis.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyempitan tulang belakang (spinal stenosis)?

Gejala spinal steosis dapat muncul secara bertahap. Pada awalnya, mungkin Anda tidak merasakan gejala apa pun. Baru ketika penyempitan di ruang tulang belakang semakin memburuk hingga menekan saraf, kondisi Anda akan memburuk.

Gejala-gejala spinal stenosis yaitu:

  • Rasa sakit dan kram terus-menerus pada kaki dan punggung bawah saat berjalan, bersepeda atau berdiri tegak. Rasa sakit akan membaik jika Anda duduk atau bungkuk ke depan.
  • Mati rasa atau kesemutan pada kaki, telapak kaki, lengan, atau telapak tangan. Gejala ini dapat bervariasi pada masing-masing orang. Sensasi dapat berkisar dari ketidaknyamanan ringan hingga mati rasa total pada kaki ke bawah.
  • Kelemahan atau berat pada kaki yang memengaruhi pergerakan secara signifikan.
  • Tidak seimbang, mudah jatuh.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda.

Gejala yang muncul antara Anda dengan orang lain bisa saja berbeda. Konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Penyebab

Apa penyebab penyempitan tulang belakang (spinal stenosis)?

Tulang belakang merupakan tulang yang dimulai dari bagian leher hingga punggung bawah. Beberapa orang dilahirkan dengan kanal atau ruang tulang belakang yang kecil. 

Namun, kebanyakan spinal stenosis terjadi ketika ada hal yang memicu ruang terbuka di tulang belakang menjadi sempit.

Dikutip dari Mayo Clinic, penyebab spinal stenosis antara lain:

  • Penuaan. Saat orang menua, jaringan yang menyambung dan mendukung tulang belakang menebal dan menjadi keras, tulang dapat membesar dan permukaan tulang akan menonjol. Kondisi ini dapat mempersempit ruang pada tulang belakang.
  • Artritis. Ada 2 jenis artritis yang dapat memengaruhi tulang belakang, osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.
  • Keturunan. Beberapa orang lahir dengan rongga tulang belakang yang kecil, kondisi ini dapat menyebabkan spinal stenosis sejak muda.
  • Tumor pada tulang belakang. Kumpulan jaringan yang abnormal pada sekitar saraf tulang belakang dapat berkembang dengan tidak terkendali. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada tulang dan kolom tulang belakang, termasuk spinal stenosis.
  • Kerusakan tulang belakang. Kecelakaan mobil atau cedera major lainnya dapat mendislokasikan tulang dan patahan tulang dapat masuk ke dalam rongga tulang belakang. 

Selain itu, ada beberapa kondisi langka yang dapat menyebabkan spinal stenosis, seperti penyakit Paget pada tulang, achondroplasia, pembengkokan tulang belakang atau skoliosis

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko kena penyempitan tulang belakang (spinal stenosis)?

Jika Anda berusia di atas 50 tahun atau memiliki penyakit genetik yang memengaruhi perkembangan tulang dan otot pada tubuh, Anda berisiko mengalami spinal stenosis.

Meski begitu, bukan berarti hal tersebut pasti akan terjadi. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kekhawatiran tertentu.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Spinal stenosis sulit diketahui karena gejala yang muncul bisa mirip dengan tanda dari penyakit lain. Untuk mendiagnosis spinal stenosis, dokter akan menanyakan sejarah medis dan melakukan pemeriksaan fisik. 

Beberapa tes yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi spinal stenosis adalah:

  • Rontgen
  • Magnetic resonance imaging (MRI), tes dengan gelombang suara untuk melihat tulang belakang
  • Computerized axial tomography (CAT), rangkaian dari sinar X untuk menunjukkan gambar tulang belakang dengan detail
  • Myelogram, dokter akan menyuntikkan cairan pewarna ke ruas tulang belakang Anda. Pewarna akan menunjukkan saraf tulang belakang dan dapat menunjukkan cakram yang terkena hernia, taji tulang, dan tumor.
  • Scan tulang, di mana Anda akan diberi suntikan zat radioaktif yang menunjukkan tulang retak atau terbentuk.

Bagaimana mengobati penyempitan tulang belakang (spinal stenosis)?

Perawatan non-operasi untuk spinal stenosis selalu dilakukan terlebih dulu untuk mengobati kondisi ini, seperti:

  • Obat-obatan untuk mengurangi bengkak, suntikan kortison pada ruas tulang belakang.
  • Obat penawar rasa sakit. Dokter biasanya memberikan obat-obatan antinyeri nonteroid/NSAIDs (Nonsteroidal anti-inflammatory drugs), seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, dll) dan naproxen terlebih dulu, kemudian antidepresan seperti amitriptyline atau obat anti kejang seperti gabapentin dan pregabalin untuk rasa sakit yang tak kunjung hilang.
  • Membatasi aktivitas tertentu.
  • Latihan atau terapi fisik.
  • Penahan pada punggung bawah.

Apabila perawatan yang disebutkan di atas tidak berhasil, dokter akan mempertimbangkan operasi untuk meringankan tekanan pada saraf secara permanen. 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi penyempitan tulang belakang (spinal stenosis)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi penyempitan tulang belakang:

  • Penawar rasa sakit seperti ibuprofen dan naproxen dapat membantu meringankan rasa sakit dan peradangan.
  • Beberapa gejala spinal stenosis dapat diringankan dengan kompres hangat atau es pada leher/tulang punggung bawah Anda.
  • Diet dan nutrisi: menjaga tubuh tetap fit dan sehat dapat menurunkan tekanan pada tulang belakang.
  • Tongkat: selain mendukung stabilitas, alat ini dapat meringankan rasa sakit ketika Anda berjalan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: April 3, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca