Spinal Stenosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi spinal stenosis

Apa itu penyakit spinal stenosis?

Spinal stenosis adalah kondisi penyempitan satu atau lebih ruang di dalam tulang belakang. Menyempitnya ruang di dalam tulang belakang  pada struktur tulang, dapat membatasi ruang yang tersedia untuk sumsum tulang belakang dan saraf yang bercabang dari sumsum tulang belakang.

Ruang yang sempit ini akan menyebabkan sumsum tulang belakang atau saraf menjadi tertekan (terjepit) dan akhirnya menjadi iritasi. Kondisi inilah yang nantinya akan menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu.

Jenis-jenis spinal stenosis

Penyempitan pada tulang belakang ini dapat terjadi di bagian tulang belakang mana pun. Akan tetapi, paling sering umum menyerang bagian atas dan bawah tubuh. Oleh karena itu, secara umum spinal stenosis terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Lumbar spinal stenosis

Lumbar spinal stenosis adalah penyempitan ruang pada tulang belakang bagian bawah, yang disebut lumbar. Orang dengan kondisi ini kemungkinan mengalami masalah pada anggota sistem gerak pada tubuh bagian bawah, seperti kaki.

  • Cervical spinal stenosis

Cervical spinal stenosis adalah penyempitan ruang pada tulang belakang bagian atas dekat leher. Orang dengan kondisi ini sangat mungkin mengalami masalah pada leher dan anggota sistem gerak pada tubuh bagian atas, seperti tangan.

Seberapa umum penyakit ini?

Spinal stenosis adalah gangguan muskuloskeletal yang umum terjadi. Pada kebanyakan kasus, penyakit ini lebih banyak menyerang seseorang yang berusia di atas 50 tahun.

Tanda & gejala spinal stenosis

Penyempitan ruang pada tulang belakang pada tahap awal perkembangan, kerap kali tidak menimbulkan tanda dan gejala. Proses penyempitan memang lambat sehingga akan memburuk dalam waktu yang lama.

Jadi, seseorang yang merasakan gejala ringan pada awalnya, tidak menyadari kondisi tersebut sebagai spinal stenosis dan membiarkannya, tentu gejalanya akan semakin memburuk seiring waktu.

Gejala spinal stenosis bervariasi dari satu orang ke orang lainnya. Ini juga bergantung dengan area tulang belakang mana yang terpengaruh.

Lebih jelasnya, berikut adalah gejala spinal stenosis yang mungkin terjadi bergantung dengan area tulang belakang yang terkena:

Nyeri punggung bawah, bokong hingga kaki

Rasa nyeri punggung yang umum dirasakan yaitu digambarkan seperti nyeri dialiri tekanan listrik, dicubit kecil, atau sensasi terbakar. Rasa nyeri dapat muncul secara mendadak dan menghilang dengan sendirinya, namun persisten.

Selain pada punggung, rasa nyeri juga muncul pada bokong dan dapat menyebar hingga ke kaki. Rasa nyeri pada punggung, bokong hingga ke kaki ini biasanya memburuk ketika Anda berdiri dalam waktu lama, berjalan, dan menuruni tangga.

Rasa nyeri akan sedikit membaik ketika Anda bersandar, berdiri sedikit membungkuk ke depan, berjalan menanjak atau menaiki tangga, dan duduk. Ini adalah gejala yang paling umum dari lumbar spinal stenosis.

Rasa nyeri juga menjadi gejala cervical spinal stenosis. Namun, area yang menimbulkan rasa nyeri atau sakit pada leher. Sementara penyempitan yang menyerang tulang belakang bagian tengah (toraks) akan menimbulkan nyeri di area punggung tengah.

Masalah otot dan saraf

Gejala spinal stenosis lain yang umumnya menyertai adalah mati rasa, kesemutan, dan kelemahan pada anggota gerak.

Jika cervical spinal stenosis menyerang tangan, sementara lumbar spinal stenosis menyerang kaki. Kelemahan pada kaki ini juga bisa membuat keseimbangan tubuh jadi terganggu.

Kondisi ini membuat penderitanya kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, contohnya susah untuk menulis, berjalan, atau mengancingkan kemeja.

Gejala spinal stenosis lainnya

Pada kasus parah, orang dengan kondisi ini juga mengalami masalah dalam mengendalikan kandung kemih dan libido menurun.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing orang berbeda. Gejala yang muncul antara Anda dengan orang lain bisa saja berbeda. Konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Penyebab spinal stenosis

Penyempitan ruang pada tulang belakang disebabkan oleh banyak hal. Meski begitu, kesemuanya memiliki kesamaan yakni mengubah struktur tulang belakang sehingga menyebabkan ruang di sekitar tulang belakang menyempit.

Berbagai penyebab spinal stenosis yang mungkin Anda miliki adalah:

Pertumbuhan tulang berlebihan

Peradangan pada tulang, seperti osteoarthritis dapat merusak tulang rawan di persendian termasuk tulang belakang Anda. Tulang rawan adalah pelindung yang menutupi sendi. Saat tulang rawan melemah, tulang mulai bergesekan satu sama lain sehingga tubuh merespons untuk menumbuhkan tulang baru.

Tulang baru ini tumbuh berlebihan (taji tulang) yang terjadi di sekitar tulang belakang dapat meluas dan mempersempit ruang pada tulang belakang dan menjepit saraf pada area tersebut.

Penyakit paget pada tulang juga dapat menyebabkan pertumbuhan berlebihan pada tulang belakang yang akhirnya bisa menekan saraf.

Penyakit Paget pada tulang juga dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih dari tulang di tulang belakang, menekan saraf.

Disk hernia

Di setiap vertebra (tulang yang membentuk punggung) terdapat bantalan bulat yang dapat dan ini disebut dengan disk vertebra.

Seiring bertambahnya usia, disk vertebra akan mengalami retakan di tepi luar yang menyebabkan cairan khusus dari disk ini menembus lapisan luar yang lemah. Disk akan menggembung, memakan ruang pada tulang belakang dan menekan saraf di dekat disk.

Penebalan ligamen

Ligamen adalah pita serat yang menahan tulang belakang. Arthritis dapat menyebabkan ligamen menebal dari waktu ke waktu sehingga memakan ruang sehingga penyempitan dapat terjadi.

Fraktur atau cedera pada tulang belakang

Tulang patah, terkilir (keseleo), atau peradangan yang terjadi di dekat tulang belakang dapat mempersempit ruang kanal dan memberi tekanan pada saraf tulang belakang.

Tumor

Pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam dan di antara di sumsum tulang belakang atau pada tulang belakang itu sendiri dapat mempersempit ruang dan mengiritasi saraf di sekitarnya.

Faktor risiko spinal stenosis

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyempitan ruang pada tulang belakang, di antaranya:

  • Terlahir dengan kanal tulang belakang yang sempit.
  • Penyakit ini sering menyerang wanita ketimbang pria.
  • Berusia lebih dari 50 tahun.
  • Pernah mengalami cedera atau menjalani operasi tulang belakang sebelumnya.
  • Terlahir dengan penyakit genetik yang bisa memengaruhi perkembangan tulang dan otot di seluruh tubuh.
  • Mengalami kelainan tulang belakang dari lahir, seperti skoliosis (tulang belakang yang melengkung ke arah samping membentuk huruf S atau C).

Diagnosis & pengobatan spinal stenosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Penyempitan ruang pada tulang belakang sulit diketahui karena gejala yang muncul bisa mirip dengan tanda dari masalah kesehatan lain. Untuk mendiagnosis spinal stenosis, dokter akan meminta Anda akan menjalani serangkaian tes kesehatan, seperti:

  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa area tulang belakang yang menimbulkan gejala dan mengecek riwayat kesehatan tubuh Anda.

  • Tes pencitraan dengan sinar X

Tes kesehatan ini dapat membantu dokter melihat perubahan tulang, seperti adanya taji tulang (pertumbuhan tulang abnormal) yang mempersempit ruang di dalam kanal tulang belakang.

  • Tes pencitraan MRI

Tes kesehatan menggunakan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar penampang tulang belakang. Dengan begitu, dapat mendeteksi kerusakan pada disk atau ligamen, serta menunjukkan area saraf yang mendapatkan tekanan berlebihan.

  • Tes CT myelogram

Jika Anda tidak dapat menjalani tes mRI, Anda akan diminta menjalani tes kesehatan ini. Anda disuntik dengan zat pewarna khusus yang kemudian mengalir ke sumsum tulang belakang dan saraf. Dengan zat pewarna ini, dokter dapat mendeteksi adanya hernia, taji tulang, dan tumor pada tulang belakang.

Bagaimana mengobati penyakit spinal stenosis?

Pengobatan untuk spinal stenosis akan disesuaikan dengan keparahan kondisi dan lokasi tulang yang terkena. Lebih jelas, cara mengobati penyakit spinal stenosis baik jenis lumbar atau cervical adalah:

Minum obat-obatan

Dilansir dari situs Mayo Clinic, beberapa obat yang diresepkan dokter untuk mengobati spinal stenosis adalah:

  • Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau acetaminophen. Jika tidak ampuh, dokter akan meresepkan obat lain yang lebih kuat efeknya, seperti obat antidepresan amitriptyline.
  • Obat antikejang seperti gabapentin (Neurontin) dan pregabalin (Lyrica) untuk mengurangi rasa nyeri akibat saraf yang rusak.
  • Obat opioid seperti (Oxycontin, Roxicodone) dan hydrocodone (Norco, Vicodin) dapat digunakan dalam jangka pendek untuk mengurangi rasa nyeri. Akan tetapi, penggunaanya harus berdasarkan resep dokter.

Terapi fisik

Gangguan muskuloskeletal ini dapat membuat tubuh menjadi tidak aktif. Alih-alih mencegah rasa nyeri kambuh, tidak aktif bergerak malah membuat otot jadi lebih lemah, bahkan memperparah rasa nyeri.

Oleh karena itu, terapi fisik diperlukan sebagai bagian pengobatan spinal stenosis. Tujuannya tidak hanya mengurangi gejala, tapi membantu membangun ketahan tulang, mempertahankan fleksibilitas dan stabilitas tulang.

Suntikan steroid

Akar saraf yang mengalami iritasi dan membengkak di bagian yang terjepit bisa menimbulkan rasa nyeri parah. Jika Anda mengalami, dokter mungkin akan menyuntikan steroid. Meskipun tidak menyembuhkan spinal stenosis, cara ini bisa membantu meringankan gejala.

Sayangnya, pengobatan ini tidak efektif untuk semua orang. Di samping itu, penyuntikan berulang dapat melemahkan tulang dan jaringan ikat di sekitarnya. Oleh sebab itu, Anda hanya bisa mendapatkan suntikan ini beberapa kali dalam setahun.

Prosedur dekompresi

Prosedur ini menggunakan jarum untuk menghilangkan sebagian ligamen yang menebal di bagian belakang tulang punggung untuk memberikan ruang tambahan dan menghilangkan tekanan pada akar saraf.

Namun, pengobatan ini lebih diperuntukkan pasien lumbar spinal stenosis yang berisiko tinggi menjalani operasi pembedahan.

Operasi

Jika pengobatan di atas tidak efektif dalam mengobati spinal stenosis, operasi akan dilakukan. Beberapa jenis operasi yang dilakukan untuk mengatasi gangguan pada tulang belakang ini antara lain:

  • Laminektomi. Prosedur medis ini menghilangkan bagian belakang (lamina) dari vertebra yang bermasalah. Kadang pengobatan ini disebut juga dengan operasi dekompresi karena bertujuan untuk mengurangi tekanan pada saraf.
  • Laminotomi. Prosedur ini hanya menghilangkan sebagian lamina, dengan cara membuat lubang yang cukup besar dan mengurangi tekanan pada titik area tertentu.
  • Laminoplasti. Prosedur ini dilakukan pada membuka ruang di dalam kanal tulang belakang di sekitar leher dengan membuat engsel pada lamina. Perangkat keras berupa logam akan ditempatkan di bagian tulang belakang yang terbuka.
  • Operasi invasif minimal. Pembedahan ini menghilangkan tulang atau lamina dengan cara yang mengurangi kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya.

Dalam kebanyakan kasus, operasi pembuatan ruang ini membantu mengurangi gejala stenosis tulang belakang. Akan tetapi, pada beberapa orang tetap merasakan gejala yang sama atau bahkan lebih buruk setelah operasi.

Efek samping dari pengobatan ini adalah infeksi, robekan pada membran yang menutupi sumsum tulang belakang, penggumpalan darah, atau kerusakan saraf.

Pengobatan di rumah untuk spinal stenosis

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi spinal stenosis?

Selain pengobatan dokter, spinal stenosis juga perlu perawatan rumahan untuk membantu meringankan gejala sekaligus mengurangi keparahannya, seperti:

  • Minum obat pereda nyeri

Rasa nyeri yang muncul bisa diredakan dengan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran, seperti paracetamol, ibuprofen, dan naproxen. Meski cukup aman, agar lebih aman penggunaannya, jangan ragu untuk konsultasi pada dokter.

  • Kompres es atau air panas

Selain minum obat pereda nyeri, Anda juga bisa menggunakan kompres es atau air panas untuk mengurangi rasa nyeri. Namun, pastikan tidak menempelkan kompres lebih dari 15 menit ke kulit.

  • Menurunkan berat badan

Jika Anda memiliki berat badan yang berlebihan, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengikuti diet agar berat badan jadi lebih ideal. Tujuannya untuk mengurangi stres dan tekanan di sekitar tulang belakang.

  • Pakai tongkat atau alat bantu jalan

Jika Anda mengalami masalah keseimbangan yang membuat Anda sulit berjalan dengan baik, memakai tongkat atau alat bantu jalan dapat mempermudah Anda untuk berpindah tempat.

  • Olahraga rutin

Gejala yang timbul bisa mengurangi mobilitas tubuh. Oleh karena itu, ikuti olahraga secara rutin yang dibimbing atau diarahkan terapis.

Pencegahan spinal stenosis

Sebagian besar kasus penyempitan ruang pada tulang belakang ini disebabkan oleh penurunan kesehatan tulang yang berkaitan menuanya usia. Oleh karena itu, tidak ada cara yang 100% dapat mencegah penyakit ini.

Meskipun tidak mencegah sepenuhnya, ada beberapa cara yang bisa membantu Anda menurunkan risiko atau memperlambat perkembangan penyakit spinal stenosis, yaitu:

  • Konsumsi makanan yang sehat dan menjaga berat badan tetap ideal.
  • Berhenti merokok dan menghindari asap rokok.
  • Biasakan postur tubuh yang baik, seperti duduk, berdiri, dan berjalan yang tegak.
  • Jalani olahraga untuk membantu menstabilkan berat badan ideal sekaligus menjaga otot dan tulang tetap sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Spondylolisthesis (Spondilolistesis)

Spondylolisthesis (spondilolistesis) merupakan salah satu jenis kelainan tulang belakang. Yuk, pelajari lebih dalam penyakit ini pada ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Kelainan Tulang Belakang 3 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Kenali Gejala Skoliosis pada Anak dan Orang Dewasa

Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang bisa menyerang anak dan orang dewasa. Lantas, bagaimana ciri-ciri atau gejala skoliosis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Kelainan Tulang Belakang 3 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Kifosis

Kifosis adalah kelainan tulang belakang menyebabkan punggung bagian atas melengkung berlebihan. Berikut informasi selengkapnya tentang kifosis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Kelainan Tulang Belakang 3 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Kelainan Tulang Belakang (Spinal Disorder)

Kelainan tulang belakang bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Kenali gejala, penyebab, dan cara mengatasinya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Kelainan Tulang Belakang 3 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

skoliosis adalah

Skoliosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 12 menit
lordosis adalah

Lordosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 9 menit
spondylosis adalah

Spondylosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2020 . Waktu baca 10 menit
pengobatan dan cara menyembuhkan skoliosis

Jenis-jenis Pengobatan untuk Skoliosis untuk Anak dan Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2020 . Waktu baca 7 menit