Neuropati Diabetik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu neuropati diabetik?

Neuropati diabetik adalah kerusakan saraf serius yang terjadi akibat penyakit diabetes melitus. Kondisi ini menandakan telah terjadinya komplikasi diabetes lebih lanjut.

Biasanya, neuropati diabetik terjadi pada penderita diabetes yang tidak menjaga gula darahnya tetap normal dan membiarkannya tetap tinggi selama bertahun-tahun. Kadar gula darah yang tinggi inilah yang akhirnya merusak saraf dari tangan dan kaki.

Neuropati diabetik adalah komplikasi diabetes yang gejalanya cukup, bahkan bisa mengganggu tidur. Semakin lama, kondisi ini bisa menghambat aktivitas penderita diabetes dan menurunkan kualitas hidupnya.

Seberapa umumkah neuropati diabetik?

Neuropati diabetik adalah komplikasi yang umum terjadi pada pasien diabetes. Menurut American Academy of Family Physicians, diperkirakan 30 hingga 50% orang dengan diabetes mengalami neuropati diabetik.

Neuropati diabetik kemungkinan besar terjadi pada pasien diabetes yang sudah lama memiliki penyakit atau pasien yang tidak mengikuti perawatan dengan baik.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala neuropati diabetik?

Neuropati adalah komplikasi diabetes yang terdiri dari berbagai jenis. Setiap jenisnya menunjukkan gejala yang berbeda.

Di samping gejala diabetes umum, gejala yang menunjukkan neuropati diabetik pada pasien diabetes adalah:

Gejala neuropati perifer

Neuropati perifer adalah jenis neuropati diabetik yang paling umum. Kondisi ini lebih dulu memengaruhi saraf di kaki kemudian menjalar ke tangan dan lengan.

Gejala neuropati diabetik jenis ini adalah:

  • Mati rasa dan berkurangnya kemampuan untuk merasakan sakit maupun perubahan suhu
  • Muncul sensasi panas terbakar atau kesemutan
  • Kram parah
  • Otot menjadi lemah dan nyeri serta hilangnya refleks, terutama di pergelangan tangan
  • Muncul luka diabetes, seperti bisul dan infeksi
  • Keseimbangan dan koordinasi tubuh memburuk
  • Pada sebagian orang, kaki atau tangan jadi lebih peka dengan sentuhan, bahkan bisa menimbulkan rasa nyeri

Gejala neuropati perifer yang disebutkan di atas biasanya memburuk ketika di malam hari. Hal ini menyebabkan pasien diabetes jadi susah tidur dengan nyenyak.

Gejala neuropati otonom

Neuropati otonom adalah jenis neuropati diabetik yang memengaruhi respon saraf “otomatis” dari organ internal tubuh (saraf otonom). Sistem saraf otonom mengendalikan fungsi jantung, kandung kemih, lambung, organ seks, dan mata.

Gejala yang ditimbulkan dari jenis neuropati diabetik ini adalah:

  • Masalah kandung kemih, baik itu infeksi saluran kemih atau inkontinensia (tidak bisa menahan desakan buang air kecil)
  • Sembelit, diare, atau keduanya
  • Pengosongan lambung yang lambat (gastroparesis) sehingga menimbulkan mual, muntah, kembung, dan kehilangan nafsu makan
  • Kesulitan untuk menelan
  • Sering berkeringat atau sebaliknya jarang berkeringat karena tubuh bermasalah dalam mengontrol suhu tubuh
  • Denyut jantung meningkat saat beristirahat
  • Mata kesulitan menyesuaikan pencahayaan ruangan dari terang ke gelap
  • Gairah seksual menurun karena disfungsi ereksi atau vagina yang kering
  • Tekanan darah menurun tajam setelah duduk atau berdiri yang menimbulkan rasa pusing bahkan hilang kesadaran.

Gejala neuropati radiculoplexus (diabetic amyotrophy)

Neuropati radiculoplexus adalah jenis neuropati diabetik yang memengaruhi saraf di sekitar paha, pinggul, bokong, dan kaki. Kondisi ini sangat umum terjadi pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang usianya lebih tua.

Neuropati diabetik memiliki banyak nama lain, yakni amyotrophy diabetik, neuropati femoral, atau neuropati proksimal. Gejala yang umum dari jenis neuropati diabetik ini adalah:

  • Nyeri parah di pinggul, paha, atau bokong yang berlangsung dalam sehari atau lebih
  • Otot paha yang menyusut dan melemah
  • Kesulitan untuk bangun dari posisi duduk
  • Terjadi pembengkakan pada perut dan nafsu makan menurun

Gejala dapat membaik secara perlahan dapat juga memburuk. Awalnya, gejala menyerang satu sisi tubuh, bila memburuk ke sisi lain.

Gejala neuropati fokal

Neuropati fokal atau dikenal juga dengan mononeuropati adalah jenis neuropati diabetik yang menyerang saraf wajah, bagian tengah tubuh, dan kaki. Komplikasi ini sangat umum terjadi pada lansia.

Gejala dari jenis neuropati diabetik ini adalah:

  • Muncul rasa nyeri pada kaki, punggung bawah, depan paha, dada, atau perut
  • Kesulitan untuk melihat suatu objek dengan fokus
  • Penglihatan jadi berbayang
  • Nyeri di belakang mata, biasanya pada satu sisi
  • Saraf wajah mengalami kelumpuhan (Bell’s palsy)
  • Mengalami sindrom carpal tunnel, yakni mati rasa atau kesemutan parah pada jari dan pergelangan tangan

Gejala neuropati fokal sering terjadi secara tiba-tiba dan parah. Anda mungkin bisa saja tidak bisa memegang suatu benda atau menjatuhkannya.

Gejala akan hilang selama beberapa minggu atau bulan tanpa pengobatan, tapi tidak menimbulkan masalah jangka panjang.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera kunjungi dokter bila Anda merasakan gejala neuropati diabetik yang telah dijelaskan seperti di atas. Terutama jika Anda mengalami kondisi berikut ini:

  • Luka tidak sembuh-sembuh dan menimbulkan nanah
  • Muncul rasa kesemutan, mati rasa, sensasi terbakar pada tangan dan kaki yang mengganggu aktivitas
  • Merasa pusing disertai masalah pencernaan dan fungsi seksual

Tanda dan gejala yang muncul tidak selalu berarti Anda mengalami neuropati diabetik. Akan tetapi, bisa menjadi tanda kondisi lain yang membutuhkan perawatan medis.

Diagnosis dini dan perawatan kondisi kesehatan memberi peluang terbaik untuk mengendalikan diabetes dan mencegah neuropati diabetik di masa depan.

Penyebab

Penyebab neuropati diabetik adalah kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol. Seiring waktu, kondisi ini akan merusak saraf dan mengganggu kemampuan tubuh untuk mengirimkan sinyal.

Selain itu, gula darah yang tinggi juga melemahkan dinding pembuluh darah kapiler yang memasok saraf dengan oksigen dan nutrisi.

Dikutip dari Mayo Clinic, para ahli kesehatan juga menyebutkan bahwa neuropati diabetik dapat disebabkan oleh kombinasi faktor, seperti:

  • Peradangan saraf akibat sistem imun yang salah mengira saraf sebagai zat asing yang membahayakan tubuh
  • Faktor genetik
  • Kebiasaan merokok dan minum alkohol tanpa aturan bisa merusak saraf dan pembuluh darah

Faktor-Faktor Risiko

Siapa saja dapat mengalami neuropati diabetik. Namun, adanya faktor risiko tertentu dapat membuat seseorang jadi lebih mudah terkena neuropati diabetik, di antaranya adalah:

  • Pasien diabetes yang tidak mengontrol kadar gula darah dalam tubuhnya dengan baik, seperti pola makan buruk atau tidak mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes gestasional atau diabetes saat hamil
  • Pasien diabetes memiliki masalah pada ginjal
  • Pasien diabetes masih saja merokok, minum alkohol, dan memiliki berat badan yang tidak ideal

Diagnosis dan Pengobatan

Apa saja pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi neuropati diabetik?

Sebelum ditegakkan diagnosis neuropati diabetik, dokter akan meninjau kembali gejala dan riwayat medis Anda. Kemudian, dokter akan memeriksa kekuatan otot tubuh secara keseluruhan, sensitivitas tubuh terhadap sentuhan dan getaran, serta refleks tendon.

Selain pemeriksaan fisik, dokter akan merekomendasikan tes kesehatan untuk membantu diagnosis neuropati diabetik, seperti:

  • Tes filamen (menggosokkan serat nilon lembut pada kulit untuk menguji sensitivitas)
  • Pengujian sensorik kuantitatif untuk mengetahui kondisi saraf dalam merespons getaran dan perubahan suhu
  • Elektromiografi (EMG) dan konduksi saraf untuk mengukur pelepasan listrik yang dihasilkan oleh otot
  • Pengujian otonom untuk menentukan perubahan tekanan darah pada posisi tubuh tertentu

Apa saja pilihan obat untuk neuropati diabetik?

Pengobatan utama untuk neuropati diabetik ini adalah mencoba obat pereda nyeri, seperti acetaminophen, aspirin, atau ibuprofen. Coba gunakan dosis rendah dalam waktu yang singkat untuk mengontrol gejalanya.

Ada pilihan lain jika Anda perlu pereda nyeri jangka panjang atau pereda nyeri yang lebih kuat, seperti:

Obat Antidepresan

Selain mengobati depresi, antidepresen adalah obat yang sering diresepkan untuk mengobati nyeri saraf akibat neuropati diabetik. Obat ini dapat mempengaruhi bahan kimia dalam otak Anda yang menyebabkan Anda merasa sakit.

Dokter mungkin merekomendasikan antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline (Elavil), imipramine (Tofranil), dan desipramine (Norpramin). 

Namun, obat depresan dapat menyebabkan efek samping, seperti mulut kering, kelelahan, dan berkeringat. Anda mungkin tidak disarankan untuk mengonsumsi antidepresan trisiklik jika Anda memiliki riwayat jantung bermasalah.

Generasi terbaru serotonin dan norepinefrin reuptake inhibitor (SNRI) seperti venlafaxine (Effexor) dan duloxetine (Cymbalta) merupakan alternatif untuk trisiklik. Mereka cenderung memiliki lebih sedikit efek samping.

Obat anti-kejang

Selain antidepresan, obat yang digunakan sebagai pengobatan neuropati diabetik adalah obat antikejang. Obat anti-kejang memiliki fungsi lain sebagai obat anti-nyeri yang diakibatkan oleh gangguan saraf. Obat yang dapat mengurangi rasa sakit ini dapat membuat pasien diabetes tidur lebih nyenyak.

Obat antikejang yang biasanya digunakan adalah pregabalin, gabapentin, phenytoin, dan carbamazepine. Efek samping yang mungkin terjadi meliputi mengantuk, bengkak, dan pusing.

Obat nyeri opioid

Obat yang lebih kuat mengatasi nyeri saraf akibat neuropati diabetik adalah obat golongan opioid. Ini menjadi pilihan terakhir, jika obat sebelumnya tidak ampuh dalam mengatasi gejala.

Obat opioid yang biasanya diresepkan adalah oxycodone (Oxycontin) dan tramadol (Conzip, Ultram). Meski ampuh mengatasi nyeri, obat ini bisa tidak boleh digunakan dalam jangka panjang karena bisa menyebabkan kecanduan.

Penghilang rasa sakit topikal

Tidak hanya obat minum, nyeri akibat neuropati diabetik juga bisa diringankan dengan obat oles yang mengandung capsaicin.

Capsaicin dapat membantu mencegah sinyal nyeri, namun dapat menyebabkan iritasi kulit pada beberapa orang. Pilihan lainnya untuk mengatasi rasa nyeri adalah patch lidocaine yang ditempelkan pada kulit.

Pengobatan alternatif

Beberapa terapi alternatif telah dipelajari untuk mengatasi nyeri akibat neuropati diabetes, meskipun terapi tersebut belum terbukti ampuh. Pengobatan alternatif yang bisa Anda coba untuk mengurangi sakit gejala neuropati diabetik adalah:

  • suplemen seperti asam alpha lipoic dan asetil-L-karnitin
  • biofeedback
  • meditasi
  • akupunktur
  • hipnosis

Pengobatan di rumah

Kerusakan saraf akibat neuropati diabetik dapat menyebabkan rasa sakit, tetapi juga dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk merasakan sakit. Selain pengobatan dokter, Anda juga perlu melakukan perawatan di rumah.

Perawatan neuropati diabetik yang bisa Anda terapkan di rumah adalah:

Melakukan perawatan kaki

  • Periksa kaki Anda setiap hari untuk melihat luka, bengkak, dan masalah lainnya. Anda mungkin tidak akan mengetahui masalah ini sampai kaki benar-benar terinfeksi. Infeksi yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan amputasi.
  • Cuci kaki Anda setiap hari dengan air hangat dan keringkan setelahnya. Kemudian oleskan lotion untuk menjaga mereka tetap lembap. Jangan mengoleskan lotion di antara jari-jari kaki Anda.
  • Memakai sepatu yang nyaman, fleksibel, dan sesuai dengan kaki Anda dan beri ruang untuk bergerak. Pakai sepatu khusus jika sepatu biasa tidak cocok.
  • Selalu tutupi kaki Anda dengan sepatu, sandal, atau kaus kaki tebal untuk melindungi kaki dan mencegah cedera.

Menjaga kadar gula darah tetap normal

Langkah pertama untuk mengobati rasa sakit akibat neuropati diabetik Anda adalah dengan mengendalikan gula darah normal. Perawatan ini dapat menghambat kerusakan supaya tidak menyebar dan bertambah parah.

Bicarakan dengan dokter Anda tentang pengaturan gula darah Anda, dan belajar bagaimana menjaga agar tetap normal.

Anda mungkin diminta untuk menurunkan gula darah sebesar 70-130 mg/dL  sebelum makan dan kurang dari 180 mg/dL gula darah setelah makan.

Hidup sehat

Pengobatan dokter harus dikombinasikan dengan penerapan gaya hidup sehat untuk mengatasi gejala neuropati diabetik. Anda perlu mengatur kembali pilihan makanan, porsi, dan waktu makan.

Selain itu, lakukan olahraga secara rutin. Aktivitas fisik ini adalah metode ampuh untuk mengendalikan gula darah sekaligus berat badan.

Sangat ditekankan bagi penderita diabetes untuk berhenti merokok. Jika Anda kesulitan, jangan sungkan untuk minta bantuan dokter atau ahli gizi.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah neuropati diabetik?

Cara terbaik untuk mencegah neuropati diabetik adalah dengan menjaga gula darah di bawah kontrol untuk mencegah kerusakan saraf sejak dini. Ikuti saran dokter Anda untuk diet, olahraga, dan perawatan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Maret 4, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca