Neuropati Diabetik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/08/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu neuropati diabetik?

Neuropati diabetik adalah kerusakan saraf serius yang terjadi akibat penyakit diabetes melitus. Kondisi ini menandakan telah terjadinya komplikasi diabetes lebih lanjut.

Kondisi ini umumnya terjadi pada penderita diabetes yang tidak menjaga gula darahnya tetap normal dan membiarkannya tetap tinggi selama bertahun-tahun. Kadar gula darah yang tinggi inilah yang akhirnya merusak saraf dari tangan dan kaki.

Neuropati diabetik adalah komplikasi diabetes dengan gejala yang cukup mengganggu. Semakin lama, kondisi ini bisa menghambat aktivitas penderita diabetes dan menurunkan kualitas hidupnya.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Neuropati diabetik adalah komplikasi yang umum terjadi pada pasien diabetes. Menurut American Academy of Family Physicians, diperkirakan 30-50% orang dengan diabetes mengalami neuropati diabetik.

Komplikasi diabetes ini kemungkinan besar terjadi pada pasien diabetes yang sudah lama memiliki penyakit atau pasien yang tidak mengikuti perawatan dengan baik.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala neuropati diabetik?

Neuropati adalah komplikasi diabetes yang terdiri dari berbagai jenis. Setiap jenisnya menunjukkan gejala yang berbeda.

Di samping gejala diabetes umum, gejala yang menunjukkan neuropati diabetik pada pasien diabetes adalah:

Gejala neuropati perifer

Neuropati perifer adalah jenis neuropati diabetik yang paling umum. Kondisi ini lebih dulu memengaruhi saraf di kaki kemudian menjalar ke tangan dan lengan.

Gejalanya meliputi:

  • Mati rasa dan berkurangnya kemampuan untuk merasakan sakit maupun perubahan suhu
  • Muncul sensasi panas terbakar atau kesemutan
  • Kram parah
  • Otot menjadi lemah dan nyeri serta hilangnya refleks, terutama di pergelangan tangan
  • Muncul luka diabetes, seperti bisul dan infeksi
  • Keseimbangan dan koordinasi tubuh memburuk
  • Pada sebagian orang, kaki atau tangan jadi lebih peka dengan sentuhan, bahkan bisa menimbulkan rasa nyeri

Gejala neuropati perifer yang disebutkan di atas biasanya memburuk ketika di malam hari. Hal ini menyebabkan pasien diabetes jadi susah tidur dengan nyenyak.

Gejala neuropati otonom

Neuropati otonom adalah jenis neuropati diabetik yang memengaruhi respon saraf “otomatis” dari organ internal tubuh (saraf otonom). Sistem saraf otonom mengendalikan fungsi jantung, kandung kemih, lambung, organ seks, dan mata.

Gejala yang ditimbulkan dari neuropati otonom ini adalah:

  • Masalah kandung kemih, baik itu infeksi saluran kemih atau inkontinensia (tidak bisa menahan desakan buang air kecil)
  • Sembelit, diare, atau keduanya
  • Pengosongan lambung yang lambat (gastroparesis) sehingga menimbulkan mual, muntah, kembung, dan kehilangan nafsu makan
  • Kesulitan untuk menelan
  • Sering berkeringat atau sebaliknya jarang berkeringat karena tubuh bermasalah dalam mengontrol suhu tubuh
  • Denyut jantung meningkat saat beristirahat
  • Mata kesulitan menyesuaikan pencahayaan ruangan dari terang ke gelap
  • Gairah seksual menurun karena disfungsi ereksi akibat diabetes atau vagina yang kering
  • Tekanan darah menurun tajam setelah duduk atau berdiri yang menimbulkan rasa pusing bahkan hilang kesadaran.

Gejala neuropati radiculoplexus (diabetic amyotrophy)

Neuropati radiculoplexus adalah jenis neuropati diabetik yang memengaruhi saraf di sekitar paha, pinggul, bokong, dan kaki. Kondisi ini sangat umum terjadi pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang usianya lebih tua.

Neuropati radiculoplexus memiliki banyak nama lain, yakni amyotrophy diabetik, neuropati femoral, atau neuropati proksimal. Gejala yang umum dari kondisi ini adalah:

  • Nyeri parah di pinggul, paha, atau bokong yang berlangsung dalam sehari atau lebih
  • Otot paha yang menyusut dan melemah
  • Kesulitan untuk bangun dari posisi duduk
  • Terjadi pembengkakan pada perut dan nafsu makan menurun

Gejala dapat membaik secara perlahan dapat juga memburuk. Awalnya, gejala menyerang satu sisi tubuh, bila memburuk ke sisi lain.

Gejala neuropati fokal

Neuropati fokal atau dikenal juga dengan mononeuropati adalah jenis neuropati diabetik yang menyerang saraf wajah, bagian tengah tubuh, dan kaki. Komplikasi ini sangat umum terjadi pada lansia.

Gejala dari neuropati fokal meliputi:

  • Muncul rasa nyeri pada kaki, punggung bawah, depan paha, dada, atau perut
  • Kesulitan untuk melihat suatu objek dengan fokus
  • Penglihatan jadi berbayang
  • Nyeri di belakang mata, biasanya pada satu sisi
  • Saraf wajah mengalami kelumpuhan (Bell’s palsy)
  • Mengalami sindrom carpal tunnel, yakni mati rasa atau kesemutan parah pada jari dan pergelangan tangan

Gejala neuropati fokal sering terjadi secara tiba-tiba dan parah. Anda mungkin bisa saja tidak bisa memegang suatu benda atau menjatuhkannya.

Gejala akan hilang selama beberapa minggu atau bulan tanpa pengobatan, tapi tidak menimbulkan masalah jangka panjang.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera kunjungi dokter bila Anda merasakan gejala neuropati diabetik yang telah dijelaskan seperti di atas. Terutama jika Anda mengalami kondisi berikut ini:

  • Luka tidak sembuh-sembuh dan menimbulkan nanah
  • Muncul rasa kesemutan, mati rasa, sensasi terbakar pada tangan dan kaki yang mengganggu aktivitas
  • Merasa pusing disertai masalah pencernaan dan fungsi seksual

Tanda dan gejala yang muncul tidak selalu berarti Anda mengalami neuropati diabetik. Akan tetapi, bisa menjadi tanda kondisi lain yang membutuhkan perawatan medis.

Diagnosis dini dan perawatan kondisi kesehatan memberi peluang terbaik untuk mengendalikan diabetes dan mencegah komplikasi ini di masa depan.

Penyebab

Penyebab neuropati diabetik adalah kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol. Seiring waktu, kondisi ini akan merusak saraf dan mengganggu kemampuan tubuh untuk mengirimkan sinyal.

Selain itu, gula darah yang tinggi juga melemahkan dinding pembuluh darah kapiler yang memasok saraf dengan oksigen dan nutrisi.

Dikutip dari Mayo Clinic, para ahli kesehatan juga menyebutkan bahwa neuropati diabetik dapat disebabkan oleh kombinasi faktor, seperti:

  • Peradangan saraf akibat sistem imun yang salah mengira saraf sebagai zat asing yang membahayakan tubuh
  • Faktor genetik
  • Kebiasaan merokok dan minum alkohol tanpa aturan bisa merusak saraf dan pembuluh darah

Faktor-Faktor Risiko

Siapa saja dapat mengalami neuropati diabetik. Namun, adanya faktor risiko tertentu dapat membuat seseorang jadi lebih mudah terkena neuropati diabetik, di antaranya adalah:

  • Pasien diabetes yang tidak mengontrol kadar gula darah dalam tubuhnya dengan baik, seperti pola makan buruk atau tidak mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes gestasional atau diabetes saat hamil
  • Pasien diabetes memiliki masalah pada ginjal
  • Pasien diabetes masih saja merokok, minum alkohol, dan memiliki berat badan yang tidak ideal

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Sebelum menentukan diagnosis neuropati diabetik, dokter akan meninjau kembali gejala dan riwayat medis Anda. Kemudian, dokter akan memeriksa kekuatan otot tubuh secara keseluruhan, sensitivitas tubuh terhadap sentuhan dan getaran, serta refleks tendon.

Selain pemeriksaan fisik, dokter akan merekomendasikan tes kesehatan untuk membantu diagnosis neuropati diabetik, seperti:

  • Tes filamen (menggosokkan serat nilon lembut pada kulit untuk menguji sensitivitas)
  • Pengujian sensorik kuantitatif untuk mengetahui kondisi saraf dalam merespons getaran dan perubahan suhu
  • Elektromiografi (EMG) dan konduksi saraf untuk mengukur pelepasan listrik yang dihasilkan oleh otot
  • Pengujian otonom untuk menentukan perubahan tekanan darah pada posisi tubuh tertentu

Pengobatan

Apa saja pilihan obat untuk neuropati diabetik?

Pengobatan utama untuk neuropati diabetik ini adalah mencoba obat pereda nyeri, seperti acetaminophen, aspirin, atau ibuprofen. Coba gunakan dosis rendah dalam waktu yang singkat untuk mengontrol gejalanya.

Ada pilihan lain jika Anda perlu pereda nyeri jangka panjang atau pereda nyeri yang lebih kuat, seperti:

1. Obat antidepresan

Selain mengobati depresi, antidepresen adalah obat yang sering diresepkan untuk mengobati nyeri saraf akibat neuropati diabetik. Obat ini dapat mempengaruhi bahan kimia dalam otak Anda yang menyebabkan Anda merasa sakit.

Dokter mungkin merekomendasikan antidepresan trisiklik, seperti:

  • Amitriptyline (Elavil)
  • Imipramine (Tofranil)
  • Desipramine (Norpramin)
  • Venlafaxine (Effexor)
  • Duloxetine (Cymbalta)

2. Obat antikejang

Selain antidepresan, obat yang digunakan sebagai pengobatan neuropati diabetik adalah obat antikejang. Obat antikejang memiliki fungsi lain sebagai obat anti-nyeri yang diakibatkan oleh gangguan sarafObat yang dapat mengurangi rasa sakit ini dapat membuat pasien diabetes tidur lebih nyenyak.

Obat antikejang yang biasanya digunakan adalah:

3. Obat nyeri opioid

Obat yang lebih kuat mengatasi nyeri saraf akibat neuropati diabetik adalah obat golongan opioid. Ini menjadi pilihan terakhir, jika obat sebelumnya tidak ampuh dalam mengatasi gejala.

Obat opioid yang biasanya diresepkan adalah oxycodone (Oxycontin) dan tramadol (Conzip, Ultram).

4. Penghilang rasa sakit topikal

Tidak hanya obat minum, nyeri akibat neuropati diabetik juga bisa diringankan dengan obat tempel atau koyo yang dapat membantu meringankan nyeri. Pilihan obat topikal untuk penyakit ini adalah lidocaine yang ditempelkan pada kulit.

5. Pengobatan alternatif

Beberapa terapi alternatif telah dipelajari untuk mengatasi nyeri akibat neuropati diabetes, meskipun terapi tersebut belum terbukti ampuh. Pengobatan alternatif yang bisa Anda coba untuk mengurangi sakit gejala neuropati diabetik adalah:

  • Suplemen seperti asam alpha lipoic dan asetil-L-karnitin
  • Biofeedback (terapi sensori untuk tubuh)
  • Meditasi
  • Akupunktur
  • Hipnosis

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Kerusakan saraf akibat neuropati diabetik dapat menyebabkan rasa sakit, tapijuga dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk merasakan sakit. Selain pengobatan dokter, Anda juga perlu melakukan perawatan di rumah.

Perawatan neuropati diabetik yang bisa Anda terapkan di rumah adalah:

1. Melakukan perawatan kaki

  • Periksa kaki Anda setiap hari untuk melihat luka, bengkak, dan masalah lainnya. Anda mungkin tidak akan mengetahui masalah ini sampai kaki benar-benar terinfeksi. 
  • Cuci kaki Anda setiap hari dengan air hangat dan keringkan setelahnya. Kemudian oleskan lotion untuk menjaga mereka tetap lembap. Jangan mengoleskan lotion di antara jari-jari kaki Anda.
  • Memakai sepatu yang nyaman, fleksibel, dan sesuai dengan kaki Anda dan beri ruang untuk bergerak. Pakai sepatu khusus jika sepatu biasa tidak cocok.
  • Selalu tutupi kaki Anda dengan sepatu, sandal, atau kaus kaki tebal untuk melindungi kaki dan mencegah cedera.

2. Menjaga kadar gula darah tetap normal

Langkah pertama untuk mengobati rasa sakit akibat neuropati diabetik Anda adalah dengan mengendalikan gula darah normal. Perawatan ini dapat menghambat kerusakan supaya tidak menyebar dan bertambah parah.

Anda mungkin diminta oleh dokter untuk menurunkan gula darah sebesar 70-130 mg/dL  sebelum makan dan kurang dari 180 mg/dL gula darah setelah makan.

3. Menjalani pola hidup sehat

Pengobatan dokter harus dikombinasikan dengan penerapan gaya hidup sehat untuk mengatasi gejala neuropati diabetik. Anda perlu mengatur kembali pilihan makanan untuk diabetes, porsi, dan waktu makan.

Selain itu, lakukan olahraga untuk diabetes secara rutin. Aktivitas fisik ini adalah metode ampuh untuk mengendalikan gula darah sekaligus berat badan.

Sangat ditekankan bagi penderita diabetes untuk berhenti merokok. Jika Anda kesulitan, jangan sungkan untuk minta bantuan dokter.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah neuropati diabetik?

Cara terbaik untuk mencegah neuropati diabetik adalah dengan menjaga gula darah di bawah kontrol untuk mencegah kerusakan saraf sejak dini. Ikuti saran dokter Anda untuk diet, olahraga, dan perawatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko penderita COVID-19 meninggal dunia. Ini kata penelitian terbaru tentang diabetes dan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Risiko penyakit dan kanker hati meningkat beberapa kali lipat pada penderita diabetes. Ini yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Hati, Health Centers 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
diabetesi
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Diabetes, Health Centers 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit
sering buang air kecil

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit