Praleukimia (Myelodysplastic Syndrome)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/08/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu myelodysplastic syndrome (MDS)?

Myelodysplastic syndrome (MDS) atau praleukimia adalah kelainan yang disebabkan oleh sel darah yang terbentuk tidak sempurna alias disfungsional. MDS adalah kondisi yang terjadi saat sumsum tulang mengalami gangguan. Akibat dari kondisi ini biasanya adalah penurunan jumlah sel darah putihsel darah merah,dan platelet dalam tubuh.

Dikutip dari American Cancer Society, MDS adalah kondisi yang mengarah pada jumlah rendah salah satu atau lebih jenis sel darah. Myelodysplastic syndrome dianggap sebagai jenis kanker.

MDS adalah penyakit yang dapat berkisar dari ringan ke serius. Kondisinya berbeda-beda pada masing-masing orang, tergantung pada jenis yang Anda miliki. Pada tahap awal MDS, tidak ada gejala apapun sama sekali, hingga Anda mulai merasa sangat lelah dan sesak napas.

Selain transplantasi stem cell (cangkok sel punca), tidak ada obat yang terbukti ampuh untuk praleukimia. Namun, ada beberapa beberapa pilihan perawatan untuk mengatasi gejala, mencegah komplikasi, membantu Anda hidup lebih panjang dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

Seberapa umum myelodysplastic syndrome (MDS)?

MDS adalah kondisi yang langka dan umumnya menyerang lebih banyak pria dibandingkan dengan wanita. Myelodysplastic syndrome dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun, terutama kebanyakan orang berusia 65 tahun atau lebih.

Praleukimia dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Ciri-ciri dan gejala

Apa saja ciri dan gejala myelodysplastic syndrome (MDS)?

Myelodysplastic syndrome jarang menyebabkan tanda-tanda atau gejala pada tahap awal penyakit. Gejala MDS yang sering terjadi adalah:

  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Pucat akibat anemia
  • Mudah memar atau berdarah yang tidak biasa
  • Bintik-bintik merah di bawah kulit yang disebabkan oleh perdarahan 
  • Sering kena infeksi

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera kunjungi dokter jika Anda khawatir tentang kondisi kesehatan Anda. Jangan tunda menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Sesak napas
  • Kelemahan atau merasa lelah
  • Kulit lebih pucat dari biasanya
  • Petechiae (bercak-bercak di bawah kulit yang disebabkan oleh perdarahan)

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab myelodysplastic syndrome (MDS)?

Myelodysplastic syndromes terjadi saat produksi sel darah terganggu dan tidak terkendali.

Penderita praleukimia memiliki sel darah yang belum matang dan cacat. Bukannya terbentuk dengan normal, sel akan mati dalam sumsum tulang atau sesaat setelah memasuki aliran darah.

Lama-lama, jumlah sel yang belum matang dan cacat mulai meningkat lebih banyak daripada sel darah yang sehat. Hal ini dapat menyebabkan masalah seperti anemia, infeksi, dan perdarahan berlebih.

Dokter menggolongkan MDS menjadi dua kategori berdasarkan penyebabnya.

1. MDS tanpa penyebab yang diketahui

Kondisi ini disebut de novo myelodysplastic syndrome, yaitu ketika dokter tidak mengetahui penyebabnya. De novo myelodysplastic syndrome biasanya lebih mudah diatasi dibandingkan dengan myelodysplastic syndrome dengan penyebab yang diketahui.

2. MDS disebabkan oleh zat kimia dan radiasi

Myelodysplastic syndrome yang terjadi sebagai respons terhadap perawatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi, atau paparan zat kimia disebut myelodysplastic syndrome sekunder. MDS jenis ini adalah kondisi yang seringkali lebih sulit ditangani.

Faktor pemicu

Apa yang membuat seseorang berisiko terkena myelodysplastic syndrome (MDS)?

Faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena MDS adalah:

  • Usia lanjut. Kebanyakan orang dengan myelodysplastic syndromes merupakan lansia di atas 60 tahun.
  • Perawatan dengan kemoterapi atau radiasi. Myelodysplastic syndromes dapat muncul apabila Anda menerima kemoterapi atau terapi radiasi, keduanya umum digunakan untuk mengatasi kanker.
  • Paparan terhadap zat kimia. Zat kimia yang terkait dengan myelodysplastic syndromes meliputi asap rokok, pestisida dan zat kimia industrial, seperti benzene.
  • Paparan terhadap logam berat. Logam berat yang berhubungan dengan MDS meliputi timah dan merkuri.

Diagnosis

Bagaimana myelodysplastic syndrome (MD) didiagnosis?

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki praleukimia, dokter akan menanyakan tentang gejala atau riwayat penyakit lain. Langkah-langkah lain yang mungkin dilakukan dokter untuk mendiagnosis MDS adalah:

  • Melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat kemungkinan lain dari gejala Anda
  • Mengambil sampel darah untuk menghitung berbagai tipe sel dalam darah
  • Mengambil sampel sumsum tulang untuk analisis. Dokter akan memasukkan jarum khusus ke dalam tulang pinggul atau tulang dada untuk mengambil sampel
  • Melakukan analisis genetik pada sel dari sumsum tulang

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pengobatan untuk myelodysplastic syndrome (MDS)?

MDS adalah kondisi yang dapat ditangani dengan beberapa pilihan pengobatan. Pilihan pengobatan untuk MDS adalah:

Pengobatan intensitas rendah

  • Obat kemoterapi. Obat juga digunakan untuk mengatasi leukemia,
  • Terapi imunosupresif. Perawatan ini bertujuan menghentikan sistem imun dari menyerang sumsum tulang. Terapi ini dapat membantu meningkatkan kembali jumlah darah.
  • Transfusi darah. Prosedur ini umum, aman dan dapat membantu beberapa orang dengan jumlah darah yang rendah.
  • Kelasi besi. Anda dapat memiliki terlalu banyak zat besi di dalam darah jika Anda melakukan terlalu banyak transfusi. Terapi ini dapat mengurangi jumlah mineral yang Anda miliki.
  • Terapi hormon. Hormon buatan ini “mendorong” sumsum tulang Anda untuk menghasilkan lebih banyak sel darah.

Perawatan intensitas tinggi

Anda juga mungkin akan memerlukan perawatan intensitas tinggi. Perawatan MDS intensitas tinggi ini adalah:

Perawatan sel punca (stem cell)

Perawatan ini satu-satunya yang dapat menyembuhkan MDS. Dokter akan melakukan rangkaian kemoterapi atau sesi radiasi untuk menghancurkan sel pada sumsum tulang. Anda kemudian akan mendapatkan sel punca dari pendonor.

Sel punca bisa diambil dari sumsum tulang atau dari darah. Sel-sel kemudian mulai membentuk sel darah baru pada tubuh.

Kemoterapi kombinasi

Prosedur ini dimana Anda mendapatkan beberapa tipe kemoterapi dan termasuk intensitas tinggi.

Apa saja perubahan gaya hidup yang harus dilakukan saat mengidap myelodysplastic syndrome (MDS)?

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah kebiasaan sehari-hari yang perlu Anda lakukan jika mengidap MDS:

  • Cuci tangan Anda dengan rutin. Kurangi risiko infeksi dengan mencuci tangan dengan sering. Cuci tangan dengan bersih dengan air hangat dan sabun, terutama sebelum makan atau mempersiapkanmakanan. Bawalah hand sanitizer berbahan dasar alkohol di saat air tidak tersedia.
  • Jaga kebersihan makanan. Masak seluruh daging dan ikan hingga matang. Hindari buah dan sayuran yang tidak dapat Anda kupas, seperti selada, dan cuci semua produk sebelum mengupas. Pastikan Anda menghindari makanan mentah.
  • Hindari orang yang sakit. Karena MDS dapat menyerang sistem imun, cobalah untuk menghindari kontak dekat dengan siapapun yang sedang sakit, termasuk anggota keluarga dan kolega.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyakit Kelainan Darah yang Paling Umum, Selain Anemia

Darah Anda tersusun dari empat komponen utama. Jika salah satu komponen tersebut mengalami gangguan, maka dapat menyebabkan penyakit kelainan darah.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 16/12/2018 . Waktu baca 9 menit

Berkenalan Dengan Spesialis Hematologi, Dokter yang Menangani Masalah Darah

Diagnosis kanker darah atau hemofilia biasanya dibuat oleh spesialis hematologi. Namun, lingkup pekerjaan hematolog tidak cuma itu, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 30/11/2018 . Waktu baca 6 menit

Apa yang Terjadi Bila Kadar Limfosit Tinggi?

Kadar limfosit yang tinggi bisa menjadi tanda bahwa Anda terkena penyakit tertentu, lho. Apa saja penyakit yang bisa sebabkan kadar limfosit melonjak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 06/11/2018 . Waktu baca 6 menit

Apa Saja Pilihan Pengobatan Kanker Darah yang Bisa Dijalani Pasien?

Meski sama-sama kanker darah, baik itu leukimia, limfoma, dan myeloma punya cara pengobatan yang berbeda-beda. Apa saja pengobatan kanker darah itu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/10/2018 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala kanker darah pada anak

Berbagai Gejala Kanker Darah Pada Anak yang Harus Diwaspadai Ortu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/09/2019 . Waktu baca 5 menit
Penyebab mata menonjol keluar

4 Penyakit yang Menyebabkan Mata Menonjol (Proptosis Mata)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2019 . Waktu baca 4 menit
cara mencegah dan pencegahan kanker darah leukemia

Jangan Cemas, Ini Cara Mencegah Kanker Darah Berdasarkan Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2019 . Waktu baca 4 menit
janis kanker darah paling umum

Mengenal 3 Jenis Kanker Darah yang Paling Umum: Leukimia, Limfoma, dan Myeloma

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 13/02/2019 . Waktu baca 5 menit