Apa Saja Pilihan Pengobatan Kanker Darah yang Bisa Dijalani Pasien?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Selama ini Anda mungkin sudah sering mendengar leukimia, salah satu jenis kanker darah yang paling sering terjadi di masyarakat. Padahal, ada dua jenis kanker darah lainnya yang juga patut untuk diwaspadai, yaitu limfoma dan myeloma. Setiap jenis kanker darah tersebut punya cara pengobatan yang berbeda-beda, lho. Jangan sampai pengobatan kanker darah limfoma disamakan dengan leukimia.

Pilihan pengobatan kanker darah leukimia

pengobatan kanker darah

Leukimia adalah jenis kanker darah yang memengaruhi produksi dan fungsi sel darah putih dalam melawan infeksi. Bila Anda menderita leukimia, tubuh akan membuat banyak sel darah putih abnormal (sel leukimia) dan menghancurkan sel darah putih normal dalam tubuh. Akibatnya, timbullah infeksi dan peradangan di sekujur tubuh.

Sebelum menjalani pengobatan leukimia, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan terlebih dahulu. Mulai dari tes kesehatan secara umum, tipe leukimia, dan seberapa besar dampak leukimia pada tubuh Anda. Setelah itu, dokter baru bisa menentukan pengobatan kanker darah leukimia yang tepat untuk Anda, di antaranya:

1. Kemoterapi

Kebanyakan kasus leukimia ditangani dengan kemoterapi untuk membunuh sel leukimia yang menggerogoti tubuh pasien. Tergantung tipe leukimianya, Anda mungkin akan diberikan obat dosis tunggal atau beberapa jenis obat sekaligus. Bentuknya pun bisa berupa obat kemoterapi minum atau disuntikkan lewat infus.

2. Terapi biologis

Terapi biologis berfungsi untuk membantu “memancing” sistem imun tubuh Anda untuk melawan sel leukimia. Mudahnya begini, Anda akan diberikan obat-obatan tertentu yang fungsinya untuk menguatkan sistem imun Anda. Begitu sistem imun “baru” Anda terbentuk dan lebih kuat, maka Anda akan lebih mampu memerangi sel kanker yang menggerogoti tubuh Anda.

3. Terapi target

Tidak jauh beda dengan kemoterapi, terapi target menggunakan obat tambahan lainnya untuk membantu tubuh menyerang sel leukimia. Bedanya, terapi ini lebih spesifik tertuju pada bagian tubuh yang banyak terdapat sel kanker. Salah satunya, obat imatinib (Gleevec) dapat menghentikan aktivitas protein pada sel leukimia sehingga penyebarannya dapat dicegah.

4. Terapi radiasi

Terapi radiasi umumnya menggunakan sinar-X atau sinar berenergi tinggi untuk merusak sel-sel leukimia dan menghentikan pertumbuhannya. Sebelum prosesnya dimulai, Anda akan diminta untuk berbaring di atas permukaan datar, kemudian sebuah mesin besar akan mengarahkan radiasi ke titik-titik tertentu pada tubuh Anda.

Tergantung dari seberapa luas penyebaran sel leukimia dalam tubuh, Anda mungkin hanya akan menerima radiasi di satu area tubuh tertentu atau mungkin juga di seluruh tubuh. Terapi ini biasanya menjadi salah satu syarat bagi Anda yang ingin menjalani transplantasi sel induk.

5. Transplantasi sel induk

Transplantasi sel induk adalah prosedur untuk mengganti sumsum tulang yang terinfeksi sel leukimia dengan sumsum tulang yang sehat. Jensi pengobatan ini biasanya dilakukan untuk pasien leukimia yang usianya di bawah 55 tahun.

Sebelum transplantasi sel induk dimulai, Anda akan diberikan obat kemoterapi dosis tinggi atau terapi radiasi terlebih dahulu. Tujuannya untuk membantu menghancurkan sumsum tulang Anda yang telah terinfeksi oleh sel leukimia. Sel induk yang digunakan umumnya berasal dari donor sumsum tulang belakang orang lain, tapi pada beberapa kasus bisa menggunakan sel induk pasiennya sendiri.

Pilihan pengobatan kanker darah limfoma

kanker darah limfoma leukimia

Limfoma sering kali disalahartikan dengan leukimia. Meskipun sama-sama kanker darah, limfoma bermula dari munculnya kanker pada kelenjar getah bening dan sel darah putih limfosit.

Pada dasarnya, pengobatan kanker darah limfoma juga tak jauh berbeda dengan leukimia. Berikut penjelasannya.

1. Surveilans aktif

Pertumbuhan sel kanker limfoma cenderung sangat lambat. Itulah mengapa, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan surveilans aktif. Maksudnya dokter akan menunggu dan memantau sejauh mana pertumbuhan sel limfoma dalam tubuh Anda sampai menimbulkan gejala.

2. Kemoterapi

Sama seperti sebelumnya, kemoterapi paling banyak dilakukan untuk mengobati kanker darah jenis apa pun. Pengobatan ini dilakukan untuk membunuh sel kanker yang bersarang dalam tubuh Anda, baik menggunakan obat kemoterapi minum maupun lewat infus.

3. Terapi obat

Selain dengan obat kemoterapi, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan lainnya yang lebih ampuh melawan sel kanker limfoma secara spesifik. Biasanya obat imunoterapi digunakan untuk memacu sistem imun Anda dalam memerangi sel kanker.

4. Terapi radiasi

Pengobatan kanker darah limfoma juga dapat dilakukan dengan terapi radiasi. Terapi ini menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar-X dan proton, untuk membunuh sel kanker.

5. Transplantasi sumsum tulang

Transplantasi sumsum tulang dilakukan dengan mengganti sumsum tulang yang terinfeksi sel kanker dengan sumsum tulang baru yang lebih sehat. Namun, biasanya Anda dianjurkan untuk menjalani kemoterapi dosis tinggi dan radiasi terlebih dahulu untuk membantu menghancurkan sumsum tulang yang telanjur rusak.

Pilihan pengobatan kanker darah myeloma

kanker darah myeloma

Myeloma atau multiple myeloma ternyata merupakan jenis kanker darah nomor dua paling umum. Myeloma itu sendiri adalah sejenis kanker yang terbentuk dari sel plasma ganas yang tumbuh tidak terkendali dalam tubuh.

Walaupun dianggap tidak dapat disembuhkan, penyakit ini masih bisa diobati berkat adanya kemajuan dalam penelitian kanker saat ini. Pilihan pengobatan kanker darah myeloma di antaranya:

1. Terapi target

Terapi target untuk mengobati myeloma sebetulnya tak jauh berbeda dengan terapi target pada leukimia maupun limfoma. Jenis obat yang sering digunakan pada terapi ini meliputi bortezomib (Velcade), calfilzomib (Kyprolis), dan ixazomib (Ninlaro). Fungsi obat-obatan ini sama, yaitu memblokir pemecahan protein pada sel-sel myeloma supaya sel kankernya tidak semakin menyebar dalam tubuh.

2. Terapi biologis

Terapi biologis mengandalkan sistem imun tubuh Anda sendiri untuk melawan sel kanker myeloma. Dokter biasanya menggunakan obat thalidomide (Thalomid), lenalidomide (Revlimid), dan pomalidomide (Promalyst) untuk menguatkan sistem imun Anda sebelum bertempur dengan sel kanker.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah jenis pengobatan yang paling sering diandalkan untuk membunuh sel kanker. Jelas saja, obat kemoterapi ampuh merusak sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya.

4. Kortikosteroid

Kortikosteroid, seperti prednisone dan dexamethasone, dapat membantu merangsang sistem imun tubuh untuk mengurangi peradangan. Obat yang tersedia dalam bentuk pil dan cairan infus ini juga dinilai ampuh melawan sel-sel myeloma dalam tubuh.

5. Transplantasi sel induk

Sama seperti pada leukimia dan limfoma, transplantasi sel induk dapat membantu menyediakan sumsum tulang yang lebih sehat untuk pasien kanker darah myeloma. Sel induk inilah yang akan membangun kembali sumsum tulang pasien yang sebelumnya rusak, sehingga dapat berfungsi dengan baik.

6. Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi, baik itu sinar-X maupun proton, untuk menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Terapi ini digunakan untuk membunuh sel myeloma secara spesifik dan lebih cepat. Contohnya saat sel myeloma menyerang plasma hingga merusak tulang, maka terapi radiasi akan dipusatkan pada plasma tulang.

Baca Juga: