Mioma Uteri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu mioma uteri (fibroid rahim)?

Mioma uteri atau juga dikenal sebagai fibroid rahim adalah tumor (atau miom) jinak yang tidak memiliki sifat kanker. Kondisi ini bisa digambarkan sebagai sel otot rahim yang tumbuh secara abnormal. Kisaran ukuran tumor berbeda-beda, bisa kecil atau bahkan besar hingga memengaruhi rahim.

Beberapa orang mungkin memiliki beberapa miom sekaligus pada rahimnya. Namun, ada pula yang hanya memiliki satu. Dalam kasus ekstrem tertentu, beberapa fibroid dapat memperluas rahim sehingga mencapai tulang rusuk.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Banyak wanita yang memiliki mioma uteri. Akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui bahwa memiliki kondisi ini karena sering kali tidak menimbulkan gejala. Dokter Anda mungkin menemukan miom secara tidak sengaja selama pemeriksaan panggul atau USG prenatal.

Tanda dan Gejala

Apa saja tanda dan gejala mioma uteri?

Banyak wanita yang tidak sadar memiliki mioma uteri (fibroid rahim) karena tidak ada gejala apa pun. Bila Anda didiagnosis mengalami miom pada rahim, biasanya gejala yang muncul bisa dipengaruhi oleh lokasi, ukuran, dan jumlah miom.

Umumnya, gejala mioma uteri (fibroid rahim) dapat ditandai dengan kondisi berikut:

  • Perdarahan menstruasi yang berat
  • Periode menstruasi yang berlangsung lebih dari seminggu
  • Tekanan panggul atau nyeri
  • Sering buang air kecil
  • Kesulitan mengosongkan kandung kemih
  • Sembelit
  • Sakit punggung atau nyeri kaki

Miom di rahim ini biasanya dikategorikan berdasarkan lokasinya. Ada jenis yang disebut dengan miom intramural, yaotu miom yang tumbuh di dalam otot dinding rahim. Fibroid atau miom submucosal biasanya terjadi akibat pembengkakan ke dalam rongga rahim. Sementara itu, miom subserosal terdeteteksi tumbuh ke bagian luar uterus.

Kapan harus ke dokter?

Baiknya, segera temui dan konsultasikan dengan dokter apabila memiliki:

Penyebab

Apa penyebab mioma uteri (fibroid rahim)?

Belum diketahui penyebab terjadinya mioma uteri. Namun, beberapa hal yang menyebabkan kondisi ini terjadi, antara lain:

  • Perubahan genetik. Banyak miom yang terjadi akibat perubahan genetik yang terjadi pada sel otot rahim normal.
  • Hormon. Estrogen dan progesteron adalah dua hormon yang merangsang perkembangan lapisan dinding rahim setiap siklus menstruasi untuk mempersiapkan kehamilan. Ini bisa berisiko meningkatkan munculnya miom atau sel abnormal dalam dinding rahim. Mioma uteri umumnya cenderung menyusut atau jarang terjadi setelah wanita mengalami menopause karena penurunan produksi hormon.
  • Faktor zat asing lainnya. Zat yang membantu tubuh mempertahankan jaringan, seperti insulin dapat memengaruhi pertumbuhan fibroid atau miom.

Para dokter meyakini bahwa mioma uteri berkembang dari sel induk di jaringan otot polos rahim (miometrium). Hal ini disebabkan karena satu sel membelah berulang kali sehingga menciptakan massa atau tumor.

Pertumbuhan mioma uteri ini berbeda-beda, ada yang tumbuh dengan cepat dan ada yang lambat. Meski begitu, tumor atau miom bisa menyusut dengan sendirinya.

Dalam beberapa kasus, ada mioma uteri yang menghilang setelah kehamilan.

Faktor Risiko

Apa yang membuat saya berisiko lebih tinggi terkena kondisi ini?

Ada beberapa hal yang meningkatkan risiko Anda kena fibroid rahim atau mioma uteri. Salah satunya adalah sedang berada dalam usia reproduktif atau belum menopause.

Terdapat pula beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan Anda kena kondisi ini, yaitu:

  • Keturunan. Jika ibu atau saudara perempuan Anda memiliki kondisi miom di rahim, kemungkinan Anda juga berisiko terkena penyakit ini
  • Ras. Perempuan kulit hitam cenderung memiliki fibroid rahim dibandingkan wanita dari kelompok ras lainnya. Selain itu, wanita kulit hitam juga cenderung mengalami mioma yang lebih banyak atau besar di usia muda.
  • Faktor lingkungan. Penggunaan alat kontrasepsi,  kegemukan, kekurangan vitamin, diet tinggi daging merah dan rendah sayuran hijau, serta gemar konsumsi minum alkohol, termasuk bir dapat meningkatkan risiko mengembangkan miom pada rahim.

Diagnosis dan Pengobatan

Apa saja pilihan pengobatan untuk mioma uteri (fibroid rahim)?

Kebanyakan mioma uteri tidak membutuhkan pengobatan. Anda hanya perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan tumor atau miom tidak berkembang terlalu besar atau menimbulkan masalah lain.

Selain itu, minum obat-obatan yang diresepkan dokter juga dapat digunakan sebagai penghambat kinerja hormon. Jika gejala terus terjadi, dokter dapat menyarankan operasi pengangkatan rahim atau mungkin miomnya saja. Terlebih jika Anda masih berencana untuk memiliki anak.

Metode baru untuk mengatasi kondisi ini adalah embolisasi arteri rahim, yaitu pemotongan pembuluh darah di sekitar rahim. Kemungkinan dokter juga akan menggunakan metode lisis mekanik dengan menggunakan arus listrik untuk menghancurkan fibroid dan mengecilkan pembuluh darah yang memasok vitamin menuju fibroid.

Selain itu, terdapat juga metode cryogenic yang menggunakan nitrogen cair.

Meski telah dilakukan pembersihan atau pengangkatan terhadap miom, mioma uteri bisa kambuh kembali dan pasien harus menjalani operasi lagi. Obat bisa saja menghambat pertumbuhan fibroid tapi sifatnya hanya sementara.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk fibroid rahim?

Untuk memeriksa mioma uteri (fibroid rahim), dokter akan melakukan pemeriksaan panggul. Jika Anda memiliki gejala mioma, dokter dapat menyarankan tes berikut:

  1. USG: Jika perlu, dokter akan memindai Anda dengan USG. Metode ini menggunakan gelombang suara untuk mengonfirmasi diagnosis serta mencari dan mengetahui ukuran tumor. USG yang dilakukan biasanya mirip dengan USG kehamilan biasa atau menggunakan USG intravaginal.
  2. Tes darah: Jika Anda memiliki perdarahan vagina yang tidak normal, dokter akan memeriksa kemungkinan penyebabnya, termasuk jumlah darah (CBC) untuk mengetahui adanya anemia kronis serta tes darah lainnya untuk menyingkirkan koagulopati atau tiroid penyakit.

Jika USG konvensional tidak memberikan informasi yang cukup jelas, maka dokter akan merekomendasikan fasilitas penggambaran yang lebih jelas, seperti:

  1. Magnetic Resonance Imaging (MRI). Metode ini dapat menunjukkan ukuran, lokasi miom, mengenali jenis tumor yang berbeda, dan memilih perawatan yang tepat.
  2. USG dengan menggunakan air garam. Metode ini menggunakan air garam steril yang disuntikkan ke dalam rahim untuk membuka rongga uterus sehingga mempermudah proses perekaman rahim dan endometrium. Tes ini dapat berguna jika Anda mengalami menorrhagia parah.
  3. Menggunakan pewarna untuk menyoroti rahim dan saluran telur melalui metode X-ray. Metode ini tidak dapat dilakukan jika Anda memiliki masalah ketidaksuburan (infertilitas). Selain mendeteksi fibroid, metode ini juga membantu dokter melihat apakah tuba fallopi terhalang atau tidak.
  4. Histeroskopi. Teknik ini dilakukan dengan menempatkan sebuah tabung kecil berisi detektor cahaya melalui serviks dan masuk ke uterus. Dokter akan menyuntikkan cairan garam ke dalam rahim untuk memperbesar rongga uterus untuk memungkinkan pengamatan ke dalam rahim dan tuba fallopi.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi mioma uteri?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit ini.

  • Lakukan pemeriksaan rutin untuk memantau perkembangan tumor dan adanya komplikasi jika Anda memiliki tumor besar.
  • Katakan kepada dokter tentang kekhawatiran Anda serta gejala yang dirasakan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

    Sudah olahraga mati-matian tapi otot tak juga terbentuk? Mungkin karena Anda mengikuti aturan membentuk otot yang hanya mitos belaka.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Kebugaran, Hidup Sehat 12/06/2020 . 4 menit baca

    Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

    Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2020 . 6 menit baca

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . 6 menit baca

    Apa Bedanya Fibroid Rahim dan Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)?

    Fibroid rahim dan PCOS sama-sama menyebabkan gangguan saat menstruasi, tapi keduanya memiliki beberapa perbedaan. Apa saja contohnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Fibroid Rahim, Health Centers 08/04/2020 . 4 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kebersihan diri

    Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
    frozen yogurt vs es krim sehat mana

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca
    bau kaki

    Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca