MG (Myasthenia Gravis)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu miastenia gravis?

Myasthenia gravis atau miastenia gravis (MG) adalah sebuah penyakit autoimun yang menyebabkan gangguan neuromuskular. Itu membuat otot-otot di mata, wajah, tenggorokan, lengan, dan kaki melemah dan lelah. Kelemahan terburuk biasanya terjadi 3 tahun pertama lalu akan terus bertambah perlahan.

Myasthenia gravis adalah kondisi yang tidak memiliki obat sebagai penyembuhnya. Namun, perawatan dapat membantu meringankan tanda dan gejala, seperti kelemahan otot lengan dan kaki, penglihatan ganda, dan kesulitan berbicara, mengunyah, menelan, dan bernapas. 

Seberapa umumkah myasthenia gravis?

Myasthenia gravis adalah kondisi yang dapat dialami setiap orang. Namun, umumnya paling banyak menyerang wanita sebelum 40 tahun dan pria setelah 50 tahun. 

Anda bisa meminimalisir risiko mengidap penyakit ini dengan mengurangi beberapa faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala miastenia gravis?

Gejala utama dari myasthenia gravis adalah kelemahan pada otot rangka voluntary, yang merupakan otot di bawah kendali Anda. Kegagalan otot untuk berkontraksi secara normal terjadi karena mereka tidak dapat merespon impuls saraf. 

Ini menyebabkan komunikasi antara saraf dan otot tersumbat, sehingga menghasilkan kelemahan otot.  Otot lemah yang berhubungan dengan miastenia gravis dapat memburuk dengan aktivitas tertentu dan membaik dengan istirahat. Gejala myasthenia gravis adalah:

  • Kesulitan bernapas karena kelemahan otot-otot dinding dada
  • Kesulitan mengunyah atau menelan, menyebabkan sering tersedak
  • Kesulitan naik tangga, mengangkat barang, atau bangun dari tempat duduk
  • Sulit berbicara
  • Kepala terkulai
  • Wajah lumpuh atau otot wajah lemah
  • Kelelahan
  • Suara serak atau perubahan suara
  • Penglihatan ganda
  • Kesulitan menjaga tatapan
  • Kelopak mata terkulai

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya ke dokter?

Anda sebaiknya menghubungi dokter jika Anda sesak napas atau gejala Anda memburuk. Tubuh setiap orang bereaksi berbeda. Diskusi dengan dokter Anda adalah solusi terbaik untuk mengetahui situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab miastenia gravis?

Tidak ada penyebab pasti untuk myasthenia gravis. Namun, peneliti menduga ini ada kaitannya dengan gangguan antibodi dan kelenjar timus. Selain itu, faktor genetik juga bisa adalah penyebab myasthenia gravis. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut penjelasan lengkapnya. 

Antibodi

Saraf Anda berkomunikasi dengan otot-otot Anda dengan melepaskan bahan kimia (neurotransmitter) yang pas ke situs reseptor pada sel-sel otot persimpangan saraf otot. 

Dalam kondisi miastenia gravis, sistem kekebalan tubuh Anda menghasilkan antibodi yang justru menghalangi atau menghancurkan situs reseptor otot Anda. Dengan lebih sedikit tempat reseptor yang tersedia, otot Anda menerima lebih sedikit sinyal saraf, yang mengakibatkan kelemahan. 

Antibodi juga memblokir fungsi protein yang disebut reseptor tirosin kinase spesifik otot. Protein ini terlibat dalam membentuk saraf otot. Antibodi yang menghambat protein ini adalah kemungkinan penyebab miastenia gravis. 

Kelenjar timus

Kelenjar timus adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh Anda yang terletak di dada bagian atas, di bawah tulang dada Anda. Para peneliti percaya bahwa kelenjar timur memicu atau mempertahankan produksi antibodi yang memblokir asetilkolin. 

Kelenjar ini besar pada saat Anda masih bayi, tapi mengecil ketika Anda dewasa. Namun, beberapa orang dewasa dengan miastenia gravis, kelenjar timus berukuran sangat besar. 

Beberapa orang dengan miastenia gravis juga memiliki tumor kelenjar timus (timoma). Biasanya, timoma tidak bersifat kanker (ganas), tetapi dapat menjadi kanker

Penyebab lain

Beberapa orang mengidap miastenia gravis yang tidak disebabkan oleh antibodi. Myasthenia gravis ini adalah myasthenia gravis antibodi-negatif. Antibodi terhadap protein lain, yang disebut protein terkait lipoprotein 4, dapat berperan dalam kondisi ini. 

Dalam kasus langka, ibu dengan miastenia gravis memiliki anak yang dilahirkan dengan kondisi yang sama. Jika ditangani segera, anak-anak umumnya pulih dalam dua bulan setelah kelahiran. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko miastenia gravis?

Faktor-faktor tertentu mungkin meningkatkan risiko terjangkit myasthenia gravis.

  • Memiliki kelenjar timus yang tidak mengecil seperti pada normalnya orang dewasa
  • Memiliki penyakit menular
  • Dalam pengobatan penyakit jantung dan tekanan darah tinggi
  • Memiliki ayah atau ibu dengan myastenia gravis

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa terkena penyakit ini. Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukan pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk miastenia gravis?

Tidak ada obat untuk miastenia gravis. Pengobatan memungkinkan Anda untuk memiliki periode tanpa gejala (remisi). Obat-obatan yang mungkin diresepkan untuk mengatasi gejala myasthenia gravis adalah pyridostigmine, neostigmin, prednisone, azathioprine, cyclosporine, atau mycophenolate mofetil.

Jika miastenia gravis menyebabkan Anda kesulitan bernapas, Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit di mana Anda mungkin memerlukan bantuan pernapasan dengan ventilator.

Gejala lainnya adalah plasmapheresis dan immunoglobulin infus. Dalam plasmapheresis, bagian yang bening dari darah (plasma) yang berisi antibodi, akan dienyahkan, diganti dengan plasma yang didonorkan dan bebas dari antibodi atau dengan cairan lainnya. Dalam imunoglobulin infus, sejumlah besar antibodi diberikan langsung ke dalam aliran darah.

Jika muncul tumor timus (yang menyebabkan oleh myastenia gravis), dokter dapat melakukan operasi untuk mengangkat timus (thymectomy). Jika Anda memiliki masalah mata, dokter mungkin menyarankan kacamata prisma untuk meningkatkan visi. 

Operasi juga dapat dilakukan untuk mengobati otot mata Anda. Selain itu, terapi fisik dapat membantu mempertahankan kekuatan otot Anda. Hal ini sangat penting dilakukan jika yang terserang adalah otot yang mendukung pernapasan.

Apa tes yang umum dilakukan untuk miastenia gravis?

Para dokter akan membuat diagnosis dari pemeriksaan fisik lengkap, dengan tes paru-paru, refleks, dan kelemahan otot. Selain itu elektromiografi, uji tensilon, tes darah, dan CT scan juga dapat dilakukan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang membantu mengatasi miastenia gravis?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi Myasthenia gravis adalah:

  • Check up tepat waktu untuk melacak kemajuan penyakit dan kondisi kesehatan Anda
  • Ikuti instruksi dokter
  • Coba temukan keseimbangan antara istirahat dan aktivitas fisik untuk mencegah otot lemah
  • Lakukan terapi fisik untuk menjaga otot kuat
  • Untuk penglihatan ganda dan kondisi penglihatan kabur, Anda harus mengunjungi dokter mata, dan tidak mengemudi atau mengoperasikan mesin berat.
  • Jika Anda memiliki kesulitan menelan, coba makanan dengan tekstur yang bervariasi dan temukan satu yang paling cocok untuk Anda.
  • Hindari stres
  • Tidak merokok dan hindari debu.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Aturan Pola Makan yang Mampu Meringankan Gejala Penyakit Autoimun

    Demi memulihkan kondisi, kadang dibutuhkan pengaturan pola makan harian yang tepat. Salah satunya yakni diet penyakit autoimun. Bagaimana aturannya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 27/06/2019 . Waktu baca 5 menit

    Mengenali Penyakit Autoimun dari Gejala Hingga Cara Mencegahnya

    Jangan anggap sepele, penyakit autoimun bisa merusak organ tubuh secara perlahan. Oleh sebab itu, yuk cari tahu semua hal tentang penyakit ini dari ahlinya.

    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Fakta Unik 06/06/2019 . Waktu baca 6 menit

    7 Penyebab Utama Penyakit Kulit, Plus Hal-Hal yang Meningkatkan Risiko Anda

    Tiap penyakit kulit punya penyebab yang berbeda-beda. Untuk itu, penting mengetahui penyebab pastinya agar Anda bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Penyakit Kulit, Health Centers 08/05/2019 . Waktu baca 10 menit

    Apakah Penyakit Autoimun Itu Berbahaya dan Berakibat Fatal?

    Masih banyak orang yang merasa asing dengan efek penyakit autoimun pada tubuh. Bahkan, mayoritas orang belum terlalu paham seputar penyakit ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 03/01/2019 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    komplikasi lupus

    Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit
    kelainan kongenital cacat bawaan pada bayi baru lahir

    Mengulik Lebih Dalam Seputar Kelainan Kongenital pada Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . Waktu baca 11 menit
    meningitis adalah

    Meningitis (Radang Selaput Otak)

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . Waktu baca 9 menit
    mengalami penyakit autoimun

    Apakah Seseorang dengan Penyakit Autoimun Tertentu, Bisa Mengalami Penyakit Autoimun Lainnya?

    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 02/09/2019 . Waktu baca 6 menit