Mata Ikan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi mata ikan

Apa itu mata ikan (klavus)?

Mata ikan atau disebut juga klavus merupakan istilah untuk menggambarkan benjolan keras yang umumnya muncul di telapak kaki. Bentuknya biasanya kecil dengan titik di tengahnya.

Terdapat dua jenis mata ikan, yaitu yang disebabkan oleh virus dan gesekan. Mata ikan yang disebabkan oleh virus disebut dengan plantar warts (kutil plantar). Sementara, plantar warts yang disebabkan oleh gesekan serta tekanan disebut dengan corn.

Klavus atau mata ikan akibat kedua sebab tersebut memiliki tampilan yang serupa. Anda dapat mengenalinya dengan benjolan keras, kasar, dan menebal.

Mata ikan yang disebabkan oleh virus (plantar warts) biasanya muncul pada tumit dan area penopang kaki lainnya. Tekanan ini juga bisa menyebabkan kutil tumbuh ke dalam di bawah lapisan kulit yang keras dan tebal.

Dilansir dari laman Foot Health Facts, ada dua jenis plantar warts, yaitu:

  • Soliter warts atau kutil tunggal, kutil jenis ini biasanya hanya muncul satu tetapi sering kali semakin membesar.
  • Mozaic warts atau kutil mosaik, terdiri dari sekelompok kutil kecil yang tumbuh berdekatan dan lebih susah diobati.

Sementara itu, klavus yang disebabkan oleh tekanan dan gesekan biasanya muncul di area kaki yang tidak menahan berat, seperti bagian atas, samping, bahkan di antara jari kaki. Umumnya berbentuk kecil, bundar, dengan bagian tengah yang keras. Corn atau klavus biasanya cenderung sakit saat ditekan.

Umumnya, klavus bukanlah suatu masalah kesehatan serius, tetapi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri. Jika obat-obatan yang dijual bebas tidak bisa mengatasi mata ikan, Anda mungkin perlu meminta dokter untuk mengangkatnya lewat operasi ringan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kondisi ini sangat umum terjadi. Biasanya, klavus menyerang anak-anak (usia 12-16 tahun). Namun, kondisi ini bisa menyerang siapa pun dalam rentang usia berapa saja.

Mata ikan sangat bisa dicegah dan dikendalikan. Caranya tentu saja dengan menghindari berbagai faktor yang bisa meningkatkan risikonya. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Gejala mata ikan

Apa saja tanda-tanda dan gejala mata ikan (klavus)?

Berikut berbagai ciri dan gejala mata ikan (klavus), yaitu:

  • Tumbuhnya benjolan kecil, berdaging, dan kasar. Biasanya di pangkal jari kaki, kaki bagian depan, dan tumit.
  • Kulit yang keras dan menebal (kalus) yang terbentuk pada kulit, di mana mata ikan telah tumbuh ke dalam
  • Bintik-bintik hitam yang biasanya disebut biji kutil, tetapi sebenarnya merupakan gumpalan pembuluh darah beku.
  • Benjolan keras yang kasar dan terangkat.
  • Benjolan yang mengganggu garis dan gundukan normal di kulit telapak kaki.
  • Rasa nyeri atau sakit ketika berjalan atau berdiri.

Kemungkinan ada beberapa tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika mengalami satu atau berbagai gejala berikut, seperti:

  • Benjolan terasa sakit dan mengalami perubahan warna atau tampilan seperti meradang.
  • Benjolan berdarah.
  • Jumlahnya justru bertambah banyak meski diobati.
  • Tak kunjung hilang dalam waktu lebih dari tiga minggu sekalipun sambil diobati.
  • Bagian kaki yang mengalami klavus mati rasa.

Penyebab mata ikan

Apa penyebab mata ikan?

Penyebab mata ikan terbagi menjadi dua, yaitu:

Human papillomavirus

Mata ikan yang disebabkan oleh infeksi human papilomavirus (HPV) memiliki istilah medis plantar warts. Virus ini menyerang tubuh melalui:

  • Luka terbuka di tubuh
  • Lingkungan yang hangat dan lembap, seperti di lantai kamar mandi
  • Lantai permukaan kolam renang
  • Kaus kaki dan sepatu yang dipakai bergantian dengan orang terinfeksi

Anda juga dapat terkena virus ini melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Setelah masuk ke dalam kulit, virus dapat tumbuh dan menyebar serta merangsang pertumbuhan sel yang cepat di permukaan kulit.

Pada umumnya, sulit untuk mengetahui kapan atau di mana Anda terpapar virus tersebut. Pasalnya, periode inkubasi HPV (mulai dari masuk sampai munculnya gejala) bisa mencapai tiga bulan. Apalagi, kutilnya itu sendiri dapat tertidur selama bertahun-tahun.

Ada lebih dari 60 jenis HPV yang berbeda. Secara teknis, kutil dapat muncul di bagian kulit mana pun. Kondisi yang disebabkan oleh HPV ini juga memiliki nama yang beragam, seperti kutil yang umum, kutil datar, kutil filiform, dan kutil periungual. Di antara semua nama itu, hanya kutil yang muncul di tumit telapak kakilah yang disebut sebagai mata ikan.

Tekanan dan gesekan

Mata ikan juga bisa disebabkan karena tekanan dan gesekan. Kondisi ini biasanya disebut dengan istilah corn atau klavus. Biasanya kondisi ini muncul akibat tekanan dan gesekan yang berulang.

Memakai sepatu yang salah, seperti ukuran yang tidak pas bisa menekan kaki hingga menyebabkan gesekan. Jika dibiarkan terus-menerus, mata ikan pun bisa muncul.

Sementara itu, alas kaki yang terlalu longgar juga membuat kaki kerap bergeser dan bergesekan dengan sepatu. Akibatnya, mata ikan bisa muncul dan berkembang di kaki. Itu sebabnya, penting untuk Anda menggunakan sepatu yang pas.

Faktor risiko mata ikan

Faktor apa saja yang membuat saya berisiko terkena kondisi ini?

Mata ikan yang disebabkan oleh HPV, biasanya lebih berisiko pada:

  • Anak-anak dan remaja
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah
  • Orang yang pernah terkena mata ikan sebelumnya
  • Berjalan tanpa alas dengan kaki pecah-pecah di kamar mandi umum atau ruang loker pusat kebugaran

Sementara itu, mata ikan yang disebabkan oleh tekanan atau gesekan akan meningkat risikonya jika Anda:

  • Memakai sepatu yang terlalu ketat atau hak tinggi
  • Menggunakan sepatu yang terlalu longgar
  • Kaus kaki yang tidak sesuai ukuran
  • Tidak pakai kaus kaki
  • Sering jalan tanpa alas kaki
  • Melakukan gerakan berulang seperti joging atau berjalan dengan cara tertentu
  • Usia tua, karena jaringan lemak di kulit lebih sedikit sehingga bantalan pada kaki berkurang

Diagnosis dan pengobatan mata ikan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Dalam kebanyakan kasus, dokter dapat mendiagnosis mata ikan dengan beberapa cara berikut:

  • Memeriksa benjolan dari penampakan luarnya.
  • Mengikis benjolan dengan pisau bedah dan memeriksa tanda-tanda bintik kecil yang gelap (gumpalan pembuluh darah kecil).
  • Mengambil sebagian kecil dari benjolan (biopsi) dan membawanya ke laboratorium untuk dianalisis.

Mengobati mata ikan (klavus)

Kebanyakan mata ikan akan hilang tanpa pengobatan, meskipun mungkin memerlukan waktu satu hingga dua tahun. Jika pengobatan yang Anda lakukan sendiri (atau obat-obatan warung) tidak membantu, dokter akan memberikan beberapa pengobatan untuk mata ikan seperti:

Asam salisilat

Asam salisilat bekerja dengan menghilangkan lapisan kulit sedikit demi sedikit seiring waktu. Obat ini juga dapat merangsang kemampuan sistem kekebalan tubuh Anda untuk melawan klavus. Biasanya pengobatan dengan asam salisilat bisa dilakukan di rumah sesuai petunjuk dokter.

Asam trikloroasetat

Selain asam salisilat, asam kuat lainnya yang digunakan, yaitu trikloroaseat. Biasanya jenis asam yang satu ini akan diberikan setelah permukaan kutil dihilangkan.

Cryotherapy

Pengobatan ini dilakukan dengan mengoleskan nitrogen cair di sekitar kutil. Setelah itu, jaringan mati yang telah diberikan nitrogen cair ini akan mengelupas dalam waktu satu minggu atau lebih.

Prosedur medis ini harus dilakukan oleh dokter. Biasanya perawatan perlu dilakukan dua hingga empat minggu sampai benjolan menghilang.

Cryotherapy juga akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus penyebab kondisi ini. Beberapa studi menunjukkan bahwa pengobatan ini lebih efektif jika dikombinasikan dengan pengobatan asam salisilat.

Operasi kecil

Dokter akan memotong atau menghancurkan benjolan dengan menggunakan jarum listrik (elektrodesik dan kuretase). Prosedur ini akan terasa menyakitkan. Untuk itu, dokter akan memberikan bius lokal terlebih dahulu untuk membuat Anda mati rasa di bagian tubuh tersebut.

Namun, karena operasi ini memiliki risiko jaringan parut yang cukup besar, biasanya langkah ini ditempuh apabila perawatan lain yang telah dicoba tidak membuahkan hasil.

Pengobatan laser

Pengobatan laser pulsed-dye membantu membakar gumpalan pembuluh darah kecil yang tertutup. Jaringan yang terinfeksi pada akhirnya mati, dan kutil akan terlepas.

Namun, metode ini membutuhkan perawatan berulang setiap tiga hingga empat minggu. Akan tetapi, belum cukup bukti yang menunjukkan bahwa metode ini efektif.

Terapi kekebalan tubuh

Metode ini dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus. Umumnya, dokter akan menyuntikkan benjolan dengan antigen atau mengoleskan larutan dan krim ke bagian kulit yang mengalami masalah.

Vaksin HPV

Vaksin human papillomavirus (HPV) termasuk salah satu pengobatan yang biasanya disarankan. Namun, tetap ikuti saran dokter kira-kira mana pengobatan yang paling tepat untuk Anda.

Jika Anda memiliki diabetes, konsultasikanlah pada dokter podiatri (ahli bedah kaki) saat masalah ini pertama kali muncul dan menunjukkan gejalanya di kaki.

Pengobatan rumahan

Apa yang bisa saya lakukan untuk mengatasi mata ikan di rumah?

Berikut adalah perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi mata ikan.

Menjaga kebersihan kaki

Kondisi ini bisa disebabkan oleh virus HPV. Itu sebabnya penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kaki. Lakukan hal ini terutama ketika Anda habis berenang di kolam umum atau mandi di pusat kebugaran.

Pasalnya, tak menutup kemungkinan virus HPV ada dan berkembang di daerah tersebut. Untuk itu, cucilah kaki dengan sabun dan air mengalir setelah berkegiatan di luar ruangan.

Jangan malas untuk melakukannnya agar Anda terhindari dari risiko mata ikan, terutama yang disebabkan oleh virus HPV.

Menggunakan alas kaki

Berjalan tanpa alas kaki bisa meningkatkan risiko Anda terkena plantar warts. Oleh  karena itu, usahakan untuk selalu menggunakan sandal, sepatu, atau alas kaki lainnya saat terutama di kolam renang, ruang loker pusat kebugaran, dan tempat-tempat hangat serta lembap lainnya. Selain itu, berjalan tanpa alas kaki juga meningkatkan risiko kaki pecah-pecah.

Rutin ganti sepatu dan kaus kaki

Anda wajib mengganti sepatu dan kaus kaki setiap hari jika tidak ingin terkena masalah kulit yang satu ini. Jangan pernah menggunakan sepatu atau kaus kaki dalam keadaan lembap.

Biarkan keduanya kering sempurna baru sebelum menggunakannya kembali untuk beraktivitas guna menghindarkan Anda dari mata ikan.

Menggunakan kaus kaki dan sepatu sesuai ukuran

Penting bagi Anda untuk memakai kaus kaki dan sepatu yang pas, tidak kekecilan, atau kebesaran. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gesekan dan tekanan berlebih bisa menjadi salah satu penyebab mata ikan.

Jika kaus kaki atau sepatu sudah mulai mengencang, sebaiknya gantilah dengan yang lebih nyaman dipakai. Selain meningkatkan risiko, hal ini juga bisa membuat peredaran darah di kaki tidak lancar.

Jangan bertukar sepatu dan kaus kaki

Kaus kaki dan sepatu adalah barang pribadi yang sebaiknya tidak dipinjamkan. Pasalnya, bertukar kaus kaki dan sepatu, terutama yang bekas pakai, meningkatkan risiko Anda terkena masalah kulit yang satu ini.

Sepatu dan kaus kaki bisa membawa virus termasuk HPV. Pasalnya, tak menutup kemungkinan bahwa orang yang Anda pinjami ini memiliki virus tersebut.

Tak hanya itu, bertukar sepatu dan kaus kaki yang ukurannya tidak pas juga bisa membuat gesekan dan tekanan berlebih pada kaki. Akibatnya, risiko terkena mata ikan jenis corn meningkat.

Jangan memencet kulit yang bermasalah

Meski terkadang keinginan memegang dan memencet/mengelupasi bagian kulit yang terkena mata ikan muncul, Anda sebaiknya menahan diri. Memencet klavus tidak akan membuatnnya jauh lebih baik. Malah, hal ini bisa membuat kondisi yang Anda alami semakin parah.

Selain itu, jangan coba-coba untuk menghilangkan masalah kulit ini sendiri tanpa bantuan dokter. Apalagi sampai mengelupas dan mengeluarkan benjolan sendiri dengan gunting. Bukannya sembuh, Anda jusru bisa terkena infeksi yang jauh lebih parah.

Menggunakan bantalan tambahan

Bantalan sepatu tambahan bisa melindungi kaki dari gesekan dan tekanan berlebih. Dengan begitu, risiko Anda untuk terkena klavus pun menjadi berkurang.

Rutin mencuci tangan

Biasakan untuk mencuci tangan dengan benar setelah mengobati atau memegang bagian yang terinfeksi. Pasalnya, menyentuh bagian tubuh lainnya tanpa mencuci tangan justru bisa menyebarkan virus penyebab penyakit.

Merendam kaki

Merendam kaki memiliki berbagai manfaat, khususnya untuk bagian yang bermasalaj. Merendam kaki dengan air hangat akan membantu melunakkan permukaannya yang kasar dan keras.

Cara ini terkadang membantu mata ikan melunak dan terlepas dengan sendirinya jika dilakukan secara rutin.

Menggunakan pelembap

Bagian kulit yang terkena mata ikan biasanya cenderung keras, kasar, dan kering. Untuk itu, sebaiknya oleskan pelembap di sekitar bagian tersebut.

Jika memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Pilihan Obat Dermatitis Seboroik Secara Medis dan Alami

    Ada berbagai jenis obat dermatitis seboroik yang bisa Anda gunakan, mulai dari krim hingga sampo. Apa yang paling tepat untuk Anda?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Kesehatan Kulit, Dermatitis 11 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

    Dermatitis Perioral

    Dermatitis perioral adalah peradangan kulit yang terjadi di sekitar mulut. Ketahui gejala, penyebab, dan cara pengobatannya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Penyebab Dermatitis Beserta Pemicunya di Lingkungan Sekitar

    Dermatitis menimbulkan peradangan pada kulit. Berbagai faktor yang berasal dari dalam dan luar tubuh diketahui berkaitan dengan penyebab dermatitis.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Dermatitis Stasis

    Dermatitis stasis adalah peradangan yang disebabkan oleh penyumbatan aliran darah di jaringan kulit. Ketahui gejala, penyebab, dan perawatannya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    intertrigo dermatitis intertriginosa

    Dermatitis Intertriginosa (Intertrigo)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    Dermatitis herpetiformis

    Dermatitis Herpetiformis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    pelembab kulit eksim

    Pilihan Obat dan Terapi untuk Mengatasi Eksim yang Kambuh

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 11 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
    dermatitis

    Dermatitis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 11 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit