Infeksi Bakteri E.Coli

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu infeksi bakteri E.coli?

Bakteri Escherichia coli (E.coli) adalah bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Walau kebanyakan jenis escherichia coli hanya menyebabkan diare ringan, beberapa jenis tertentu seperti E. coli O157:H7 dapat menyebabkan infeksi usus serius yang mengakibatkan diare, sakit perut, dan demam.

Infeksi bakteri Escherichia coli adalah infeksi yang dapat terjadi akibat air atau makanan yang terkontaminasi, terutama sayuran mentah dan daging yang tidak matang. 

Orang dewasa yang sehat biasanya pulih dari infeksi bakteri E. coli O157:H7 dalam seminggu, namun anak-anak dan lansia, orang dengan sistem imun yang lemah, serta wanita hamil, memiliki risiko yang lebih tinggi dalam mengalami gagal ginjal yang mengancam nyawa, atau dikenal sebagai hemolytic uremic syndrome. Banyak kasus dari infeksi bakteri E.coli dapat ditangani di rumah.

Seberapa umum kondisi ini?

Infeksi bakteri Escherichia coli sangat umum ditemui dan biasanya lebih banyak terjadi pada wanita dibanding dengan pria. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun.

Infeksi E. coli dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri E. coli

Penyakit apa saja yang disebabkan oleh bakteri E. coli?

Berikut adalah jenis-jenis penyakit yang paling umum disebabkan oleh bakteri Escherichia coli:

  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi enterik 
  • Infeksi invasif

Penyakit paling umum yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli adalah infeksi saluran kemih. Escherichia coli juga dapat menyebabkan prostatitis dan penyakit radang panggul (PID)

Bakteri escherichia coli biasanya menghuni saluran pencernaan. Namun, beberapa strain E.coli juga menjadi salah satu penyebab diare. Pada bayi, terutama yang lahir prematur, bakteri E. coli dapat menyebabkan meningitis.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala infeksi bakteri E. coli?

Gejala umum dari infeksi bakteri E. coli adalah:

  • Diare yang mendadak, parah, dan berair atau berdarah
  • Kram, nyeri pada perut
  • Mual dan muntah, kehilangan napsu makan
  • Kelelahan
  • Demam.

Gejala serius dari infeksi bakteri E. coli dapat meliputi:

  • Urin berdarah
  • Berkurangnya jumlah urin
  • Kulit pucat
  • Memar
  • Dehidrasi.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Diare tidak membaik setelah 4 hari, atau 2 hari pada bayi atau anak-anak
  • Demam yang terkait dengan diare
  • Sakit perut tidak berkurang setelah buang air besar
  • Adanya nanah atau darah pada tinja
  • Muntah selama lebih dari 12 jam
  • Gejala infeksi usus dan baru saja makan makanan yang tidak higienis
  • Gejala dehidrasi, seperti sedikitnya urin, rasa haus berlebih, atau pusing.

Penyebab

Apa penyebab infeksi bakteri E. coli?

Hanya beberapa strain bakteri Escherichia coli yang memicu diare. Satu kelompok Escherichia coli yang termasuk O157: H7 menghasilkan racun kuat yang merusak lapisan usus halus. Ini dapat menyebabkan diare berdarah. Anda mengalami infeksi E. coli ketika Anda menelan jenis bakteri ini.

Tidak seperti banyak bakteri penyebab penyakit lainnya, Escherichia coli dapat menyebabkan infeksi walaupun Anda hanya menelan sedikit. Karena itu, Anda bisa sakit akibat bakteri E. coli hanya karena makan daging yang setengah matang atau karena menelan air kolam yang terkontaminasi. 

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini hal-hal yang dapat memicu atau memperparah kondisi Anda:

Makanan yang terkontaminasi

Makanan yang terkontaminasi adalah penyebab paling umum. Makanan dapat terkontaminasi akibat persiapan yang tidak tepat, sebagai contoh:

  • Tidak mencuci tangan dengan bersih sebelum mempersiapkan atau mengonsumsi makanan.
  • Menggunakan peralatan, talenan, atau piring yang tidak bersih.
  • Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi akibat kondisi yang tidak memadai (suhu dan kelembapan).
  • Mengonsumsi makanan yang belum matang.
  • Mengonsumsi produk makanan laut mentah atau produk lainnya yang belum dicuci dengan bersih.
  • Mengonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi.
  • Proses pemotongan: produk unggas dan daging terkontaminasi bakteri dari usus hewan.

Air yang terkontaminasi

Kotoran manusia dan hewan dapat mencemari air tanah dan permukaan, termasuk sungai dan danau yang digunakan untuk mengairi tanaman. Keberadaan bakteri E. coli tetap ditemukan di perkotaan, meskipun sinar ultraviolet atau ozon disebut mampu membunuh bakteri tersebut.

Sumur pribadi menjadi penyebab utama infeksi E. coli karena pasokan air tidak memiliki sistem desinfektan. Beberapa orang juga dapat terinfeksi karena berenang di kolam atau danau yang terkontaminasi tinja. 

Penyebaran dari manusia ke manusia

Bakteri mudah tersebar apabila orang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan bersih dan menyentuh orang lain atau sesuatu, seperti makanan.

Penyebaran dari hewan

Orang yang bekerja dengan hewan, seperti sapi, kambing, dan domba dapat terinfeksi bakteri yang hidup di dalam tubuh hewan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena infeksi bakteri E. coli?

Ada banyak faktor risiko untuk infeksi bakteri E. coli, yaitu:

  • Usia. Anak-anak kecil serta lansia memiliki risiko yang lebih tinggi terkena bakteri E.coli.
  • Sistem imun yang melemah, seperti penderita AIDS atau orang yang menggunakan pengobatan kanker, atau obat untuk mencegah penolakan transplantasi organ.
  • Mengonsumsi jenis makanan tertentu, sebagai contoh: daging yang tidak matang, susu yang tidak terpasteurisasi, jus atau cuka apel, keju lembut yang terbuat dari susu mentah.
  • Bulan Juni hingga September adalah waktu di mana kasus infeksi E. coli paling banyak terjadi.
  • Menurunnya kadar asam lambung saat menggunakan obat-obatan untuk mengurangi kadar asam lambung, seperti esomeprazole (Nexium), pantoprazole (Protonix), lansoprazole (Prevacid), dan omeprazole (Prilosec).

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Infeksi bakteri E. coli dapat didiagnosis melalui laboratorium untuk menguji adanya bakteri E. coli.

Bagaimana cara menangani infeksi bakteri E. coli?

Penanganan infeksi Escherichia coli pada banyak kasus meliputi:

  • Istirahat yang banyak.
  • Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan. Pada kasus tertentu, rawat inap di rumah sakit diperlukan agar pasien bisa diinfus.
  • Mengonsumsi pengobatan anti diare. Periksakan dengan dokter sebelum menggunakan obat diare.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi bakteri E. coli?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi infeksi bakteri E.coli:

  • Mencuci buah dan sayuran serta makanan lain dengan bersih
  • Mencuci tangan dengan bersih sebelum makan, setelah ke toilet, setelah kontak dengan hewan
  • Menggunakan peralatan, panci, dan piring yang bersih
  • Menjauhkan daging mentah dari benda atau makanan yang bersih
  • Menurunkan suhu daging beku di kulkas atau microwave dan tidak pada meja
  • Segera memasukkan makanan sisa ke kulkas
  • Hanya mengonsumsi susu yang terpasteurisasi
  • Minum air matang
  • Jangan memasak dan menyiapkan makanan jika Anda sedang diare

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Ancaman Kesehatan Selain COVID-19 Saat Masuk ke Gedung yang Lama Tak Dihuni

    Kembali bekerja di gedung perkantoran yang telah lama ditinggal kosong ternyata masyarakat perlu menghadapi ancaman kesehatan baru. Apa itu?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

    Mengingat sakit perut cukup sering terjadi, ketahui gejala lain yang menyertainya sebagai tanda bahwa sudah waktunya anak untuk mendapat pertolongan dokter.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 29/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

    Banyak wanita mengalami gangguan pencernaan seperti diare pada awal masa kehamilan. Namun, benarkah diare adalah tanda hamil muda?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bakteri pada uang kertas

    Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    cara cuci tangan dengan benar

    Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    penyebab vagina bau

    Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    bau kaki

    Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit