Herniated Nucleus Pulposus (HNP)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hernia nukleus pulposus (HNP)?

Hernia nukleus pulposus atau herniated nucleus pulposus (HNP) adalah ketika diskus atau piringan sendi mengalami pergeseran dari posisi semula menyebabkan piringan merosot dan pecah. Biasanya hernia nukleus pulposus terjadi ketika seseorang mengalami cedera pada piringan sendi. Kondisi ini sering kali mengakibatkan kondisi yang disebut saraf terjepit. 

HNP dapat terjadi di setiap bagian dari tulang belakang. Namun, punggung bawah adalah salah satu bagian yang paling sering mengalami hernia nukleus pulposus. Akibatnya, seseorang akan lebih mungkin untuk mengalami nyeri punggung.

Ketika piringan sendi yang tergelincir menekan akar saraf, maka akan menyebabkan nyeri punggung yang menjalar ke kaki (juga dikenal sebagai linu panggul). Ketika terjadi di leher, akan menyebabkan sakit leher. Jika menekan akar saraf lengan, akan menyebabkan nyeri pada leher, bahu dan lengan sepanjang daerah yang terjepit. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

HNP adalah kondisi yang bisa terjadi pada pria dan wanita di usia berapa pun. Namun, kondisi ini lebih umum terjadi pada seseorang yang berusia 30-50 tahun. Kebanyakan pasien dapat membaik setelah pengobatan.

HNP adalah penyakit yang dapat dicegah. Anda bisa terhindar dari penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hernia nukleus pulposus (HNP)?

Kebanyakan HNP terjadi di punggung bawah alias pinggang. Namun, nyeri pinggang biasa berbeda dengan kondisi akibat HNP. Kebanyakan kasus HNP tidak menimbulkan gejala. 

Tanda dan gejala tergantung pada di mana diskus berada dan apakah diskus menekan saraf. Seseorang baru mengetahui mengalami hernia nukleus pulposus ketika melakukan tes pemindaian atau gejala sudah terlanjur parah. 

Secara umum, beberapa gejala khas dari HNP adalah:

  • Nyeri lengan atau kaki. Jika HNP berada di punggung bawah, biasanya Anda akan merasakan sakit paling parah di bokong, paha, dan betis. Anda mungkin merasakan sakit di bagian kaki juga. Jika kondisinya terjadi di leher, biasanya Anda akan merasakan sakit yang paling parah di bahu dan lengan Anda. Nyeri ini mungkin menjalar ke lengan atau kaki Anda ketika batuk, bersin, atau pindah ke posisi tertentu. 
  • Kesemutan atau mati rasa. Beberapa bagian tubuh, seperti punggung, bahu, tangan, dan kaki sering mengalami kesemutan atau mati rasa.
  • Lemah otot. Otot di sekitar saraf yang terkena lambat laun akan melebah. Kondisi ini dapat menyebabkan menurunnya kemampuan Anda untuk mengangkat atau membawa barang.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika rasa sakit di punggung dan leher menyebar ke lengan dan kaki, dan terutama jika sakitnya menjadi mati rasa, kesemutan dan kelelahan. Tubuh masing-­masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab hernia nukleus pulposus (HNP)?

HNP adalah kondisi yang biasanya disebabkan oleh proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, piringan sendi Anda akan kehilangan kadar air. Kondisi ini membuat piringan sendi menjadi rapuh, pecah-pecah, bergeser, serta sulit untuk menjadi fleksibel.

Penggunaan otot punggung, untuk mengangkat benda berat juga dapat menyebabkan piringan sendi tergelincir. Dalam beberapa kasus yang jarang, Anda mungkin juga mengalami pergeseran piringan sendi ketika Anda terjatuh ke belakang.

Faktor-Faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena hernia nukleus pulposus (HNP)?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena HNP adalah:

  • Melakukan beberapa kegiatan yang berulang dan berlangsung lama seperti membungkuk atau memutar secara berlebihan.
  • Melakukan olahraga yang berat.
  • Merokok diduga dapat mengurangi suplai oksigen ke diskus, sehingga menyebabkannya lebih mudah rusak. 
  • Kelebihan berat badan karena berat badan yang berlebih akan memberikan tekanan pada piringan sendi di punggung bawah.
  • Jika orangtua, kakek, nenek, atau saudara sekandung Anda mengalami kondisi ini, Anda berisiko tinggi untuk mengalami HNP juga.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk hernia nukleus pulposus (HNP)?

Pengobatan HNP tergantung pada tingkat keparahan gejala. Sekitar 95 persen orang dengan kondisi ini sembuh tanpa operasi. Dokter mungkin meresepkan obat untuk mengurangi rasa sakit dan mengendurkan otot punggung Anda. Biasanya dokter akan meminta Anda untuk lebih banyak istirahat dan menghindari melakukan aktivitas berat sementara waktu.

Terapi fisik akan mencakup latihan khusus untuk meredakan sakit punggung juga mungkin akan direkomendasikan dokter. Ketika obat-obatan dan terapi fisik tidak efektif, dokter dapat menyuntikkan obat penghilang rasa sakit ke daerah yang terkena.

Kadang-kadang Anda mungkin memerlukan pembedahan jika gejala masih ada setelah beberapa minggu pengobatan.

Dalam hampir seluruh kasus HNP, dokter akan mengangkat sebagian piringan sendi yang menonjol Dalam kasus ini, tulang belakang mungkin perlu digabungkan dengan cangkok tulang.

Untuk memungkinkan proses menyeimbangkan tulang belakang yang membutuhkan waktu berbulan-bulan, alat keras logam ditempatkan di tulang belakang untuk memberiksan keseimbangan. Dalam kasus langka, dokter mungkin menyarankan implan diskus buatan.

Apa saja tes untuk mendiagnosis hernia nukleus pulposus?

Dikutip dari Mayo Clinic, dokter Anda akan memeriksa apakah piringan sendi Anda tergelincir berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa nyeri punggung Anda. 

Anda mungkin diminta berbaring dan menggerakkan kaki ke berbagai posisi untuk membantu menentukan penyebab rasa sakit. Dokter mungkin juga akan melakukan tes neurologis untuk memeriksa:

  • Refleks
  • Kekuatan otot
  • Kemampuan berjalan 
  • Kemampuan untuk merasakan sentuhan lembut atau getaran. 

Dalam kebanyakan kasus HNP, pemeriksaan fisik dan riwayat medis adalah dua cara yang sudah cukup lengkap untuk melakukan diagnosis. Namun, jika dokter mencurigai kondisi lain atau perlu melihat saraf mana yang terkena, Anda mungkin diminta melakukan tes pencitraan, seperti:

Selain itu,  studi elektromiogram dan saraf dapat mengukur seberapa baik listrik bergerak di sepanjang jaringan saraf. Ini dapat membantu menentukan lokasi kerusakan saraf.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hernia nukleus pulposus (HNP)?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan untuk mengatasi HNP adalah:

  • Membatasi aktivitas fisik yang terlalu berat.
  • Perbanyak istirahat.
  • Lakukan olahraga ringan untuk mengendurkan saraf-saraf yang kaku. Namun baiknya, Anda konsultasi terlebih dahulu ke dokter perihal olahraga apa saja yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan. 
  • Tanyakan kepada dokter Anda kapan Anda dapat bekerja lagi dan beraktivitas secara normal kembali.
  • Hubungi dokter jika gejala memburuk.
  • Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami lumpuh di kaki, anus sakit, kesulitan buang air kecil atau buang air besar, dan lemah otot secara mendadak pada setiap bagian dari tubuh, terutama kaki.

Bila ada pertanyaan, konsultasikan dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Hemokromatosis

    Hemokromatosis adalah penyakit keturunan yang menyebabkan tubuh menyerap zat besi terlalu banyak. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berakibat fatal.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

    Psoriasis Arthritis

    Psoriasis arthritis adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit dan persendian. Seperti apa ciri-ciri psoriasis arthritis, penyebab dan cara mengobatinya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Penyakit Asam Urat (Gout)

    Penyakit asam urat (gout) adalah peradangan sendi karena kadar asam urat yang terlalu tinggi. Cari tahu apa penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

    Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

    Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    fibromyalgia

    Fibromyalgia

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

    3 Jenis Obat Keseleo di Apotek dan Perawatannya di Rumah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    kram otot

    Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    obat pereda nyeri otot

    Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit