Histoplasmosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu histoplasmosis?

Histoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan karena menghirup spora dari jamur yang sering ditemukan di kotoran burung dan kelelawar. Penyakit ini sering kali menyebar ketika spora mencemari udara, sering kali selama pembersihan atau pembongkaran proyek.

Tanah yang terkontaminasi oleh kotoran burung atau kelelawar juga dapat menyebarkan histoplasmosis, sehingga petani, tukang bangunan, dan pekerja lapangan berisiko tinggi untuk tertular penyakit ini.

Kebanyakan orang yang menderita kondisi ini tidak pernah mengalami gejala dan tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi. Namun, untuk beberapa orang, terutama bayi dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, histoplasmosis bisa jadi kondisi serius.  Pengobatan efektif tersedia bahkan untuk bentuk histoplasmosis yang paling parah.

Seberapa umumkah histoplasmosis?

Penyakit ini sangat umum terjadi dan bisa mengenai pasien pada usia berapa pun. Ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala histoplasmosis?

Ada beberapa jenis histoplasmosis. Bentuk yang paling ringan biasanya tidak menimbulkan tanda-tanda atau gejala apa pun, tetapi infeksi yang parah dapat mengancam nyawa. Ketika ada, tanda-tanda dan gejala biasanya muncul 3 – 17 hari setelah paparan dan dapat meliputi:

  • Demam
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Batuk kering
  • Dada tidak nyaman

Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat menimbulkan nyeri sendi dan ruam. Orang yang pada dasarnya memiliki penyakit paru-paru, seperti emfisema, dapat terkena bentuk kronis dari kondisi ini.

Gejala histoplasmosis kronis dapat meliputi penurunan berat badan dan batuk berdarah. Bahkan, terkadang gejalanya juga dapat menyerupai gejala tuberkulosis.

Jenis penyakit ini yang paling parah biasanya terjadi pada bayi dan pada orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini disebut dengan histoplasmosis yang mewabah. Jenis ini dapat memengaruhi hampir setiap bagian tubuh, termasuk mulut, hati, sistem saraf pusat, kulit, dan kelenjar adrenal. Jika tidak diobati, histoplasmosis mewabah ini biasanya berakibat fatal.

Komplikasi akibat histoplasmosis

Histoplasmosis dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius, bahkan pada orang yang sehat. Untuk bayi, lansia, dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, potensi masalahnya sering kali mengancam nyawa. Komplikasi dapat meliputi:

  • Sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). Histoplasmosis bisa merusak paru-paru hingga ke titik kantung udara mulai terisi oleh cairan. Ini mencegah pertukaran udara yang efisien dan dapat sangat mengurangi kadar oksigen dalam darah.
  • Masalah jantung. Komplikasi lain akibat gangguan ini adalah peradangan perikardium, kantung yang menyelimuti jantung, disebut perikarditis. Ketika cairan dalam kantung ini meningkat, hal ini dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah secara efisien.
  • Kekurangan adrenal. Histoplasmosis dapat merusak kelenjar adrenal, yang memproduksi hormon yang memberikan instruksi kepada hampir setiap organ dan jaringan tubuh.
  • Meningitis. Dalam beberapa kasus, histoplasmosis dapat menyebabkan meningitis, suatu infeksi dan radang selaput yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami gejala seperti flu setelah terpapar kotoran burung atau kelelawar. Apalagi jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Penyebab

Apa penyebab histoplasmosis?

Histoplasmosis disebabkan oleh sel-sel reproduktif jamur histoplasma capsulatum. Spora ini sangat ringan dan bisa melayang ke udara ketika kotoran atau bahan terkontaminasi lainnya terganggu.

Bahkan jika pernah terkena penyakit ini sebelumnya, Anda masih bisa terkena infeksi ini lagi, dengan kemungkinan yang lebih ringan daripada infeksi pertama.

Jamur penyebab penyakit ini tumbuh subur di tanah yang kaya akan bahan organik, terutama di kotoran burung dan kelelawar. Karena itulah, jamur ini paling sering terdapat di kandang ayam dan merpati, lumbung tua, gua, dan taman. Penyakit ini bukan penyakit menular, sehingga tidak dapat menyebar dari orang ke orang.

Faktor Pemicu

Siapa saja yang berisiko terkena histoplasmosis?

Kemungkinan untuk terkena penyakit ini meningkat seiring dengan jumlah spora yang dihirup. Profesi dengan kemungkinan lebih tinggi untuk terpapar spora adalah:

  • Petani
  • Pekerja pest control
  • Penjaga unggas
  • Pekerja konstruksi
  • Tukang atap
  • Tukang bangunan dan tukang kebun
  • Penjelajah gua

Golongan yang paling berisiko untuk terinfeksi berat adalah anak-anak usia sangat dini dan lansia. Keduanya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah, sehingga lebih mungkin untuk terkena histoplasmosis mewabah, yaitu bentuk yang paling serius dari penyakit ini.

Faktor lain yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan membuat Anda lebih rentan terkena penyakit ini adalah:

  • HIV atau AIDS
  • Kemoterapi kanker intensif
  • Obat-obatan kortokosteroid, seperti prednisone
  • TNF inhibitor, sering kali digunakan untuk mengendalikan rheumatoid arthritis (rematik)
  • Obat-obatan yang mencegah penolakan transplantasi (cangkok) organ

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana dokter mendiagnosis histoplasmosis?

Mendiagnosis kondisi ini mungkin agak rumit, bergantung pada area tubuh yang terinfeksi. Meskipun pengujian biasanya tidak diperlukan untuk kasus ringan dari penyakit ini. Namun bisa jadi sangat berguna untuk membantu memilih pengobatan yang sesuai untuk kasus yang mengancam nyawa.

Tes yang tersedia untuk mendiagnosis penyakit ini memiliki batasan. Misalnya, bisa diperlukan hingga enam minggu untuk mendapatkan hasil dari beberapa tes. Dokter dapat menganjurkan kombinasi pendekatan untuk mencari bukti penyakit ini dari sampel:

  • Cairan paru-paru
  • Darah atau urine (air kencing)
  • Jaringan paru dari biopsi
  • Sumsum tulang

Para peneliti masih berusaha untuk mengembangkan alat yang lebih baik untuk mendiagnosis kondisi ini.

Bagaimana cara mengobati histoplasmosis?

Pengobatan biasanya tidak diperlukan jika kondisi yang Anda miliki Anda tergolong ringan. Namun, jika gejala Anda parah atau jika memiliki bentuk kronis atau mewabah dari penyakit ini, Anda kemungkinan akan membutuhkan pengobatan dengan satu atau lebih obat antijamur. Beberapa obat ini dapat tersedia dalam bentuk pil, tetapi bentuk yang paling kuat diberikan lewat infus.

Pencegahan

Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah histoplasmosis?

Langkah-langkah berikut ini dapat membantu Anda mengatasi histoplasmosis:

  • Hindari paparan. Jika sistem kekebalan tubuh Anda terganggu, hindari proyek renovasi dan konstruksi bangunan yang dapat membuat Anda terpapar tanah yang terkontaminasi. Sama halnya, penjelajahan gua dan mengembangbiakkan burung, seperti merpati atau ayam, tidaklah dianjurkan.
  • Semprot tanah yang terkontaminasi. Sebelum bekerja atau menggali di tanah yang kemungkinan mengandung jamur penyebab penyakit ini, semprot secara menyeluruh dengan air. Hal ini dapat mencegah jamur dilepaskan ke udara. Menyemprot kandang ayam dan kandang lain sebelum membersihkannya juga dapat mengurangi risiko Anda.
  • Pakai masker. Salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari organisme yang terkandung dalam tanah adalah dengan menggunakan masker pernapasan. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 09/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Meningitis (Radang Selaput Otak)

Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 09/04/2020 . Waktu baca 9 menit

5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu waspada karena anak juga bisa tertular penyakit dari kucing.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting 25/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Kulit Anak Terinfeksi Setelah Dicakar Kucing; Apakah Akan Menular ke Anak Lain?

Dicakar kucing tidak hanya menimbulkan lecet, tapi juga bisa berisiko menimbulkan infeksi pada anak. Lantas, bila si kecil terinfeksi, apakah akan menular?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 22/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

infeksi ginjal atau pielonefritis

Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit
infeksi kandung kemih cystitis adalah

Infeksi Kandung Kemih

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 10 menit
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . Waktu baca 4 menit
gastritis adalah radang lambung

Gastritis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 12 menit