home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Bingung! Coba 6 Cara Ampuh Ini untuk Mengusir Tikus di Rumah

Jangan Bingung! Coba 6 Cara Ampuh Ini untuk Mengusir Tikus di Rumah

Setidaknya sekali, rumah Anda pasti pernah kedatangan “tamu tak diundang” berupa tikus. Ya, si pengerat kecil yang biasanya langganan menghuni gudang, dapur, tempat sampah, serta selokan ini kerap membuat onar di rumah karena aksinya yang menjengkelkan. Jangan khawatir, segera cari tahu semua cara mengusir tikus melalui ulasan berikut ini!

Apa saja penyakit yang disebarkan oleh tikus?

Bukan hanya hobi merusak berbagai peralatan rumah tangga, tikus juga bisa menjadi biang kerok dari penyebaran penyakit-penyakit berbahaya yang menyerang manusia.

Sebelum mengetahui cara mengusir tikus, Anda perlu tahu ternyata tikus bisa menyebabkan berbagai penyakit.

1. Leptospirosis

Leptospirosis adalah infeksi bakteri berbentuk spiral yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Ini termasuk salah satu jenis penyakit yang bisa ditularkan oleh tikus.

Bakteri yang disebut Leptospira interrogans ini bisa dengan mudah berpindah ketika seseorang memiliki luka terbuka.

Luka terbuka tersebut kemudian bersentuhan langsung dengan air atau tanah yang mengandung urine atau darah dari hewan tersebut.

Sekadar menyentuh air, tanah, atau tanaman yang terkontaminasi bakteri tersebut juga bisa menularkan leptospirosis.

Jika dibiarkan berkembang tanpa dilakukan pengobatan, leptospirosis bisa berujung pada meningitis (peradangan selaput otak), gangguan pernapasan, kerusakan ginjal, hingga kematian.

2. Penyakit pes

Penyakit pes adalah infeksi bakteri Yersinia pestis yang dibawa oleh kutu.

Anda dapat terkena penyakit ini ketika kutu yang memiliki bakteri pes dari hewan pengerat yang terinfeksi menggigit tubuh Anda.

Tikus merupakan salah satu hewan pengerat penyebab penyakit pes, selain kelinci, tupai, bajing, dan anjing liar.

Itu sebabnya, penting untuk memahami cara mengusir tikus guna mencegah tertular penyakit PES.

3. Hantavirus

Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) adalah penyakit yang ditularkan oleh jenis hewan pengerat, seperti tikus.

HPS biasanya ditandai dengan gejala yang mirip dengan flu, tetapi bisa berkembang dengan cepat menjadi masalah pernapasan yang berpotensi mengancam jiwa.

Jika tidak diterapkan cara mengusir tikus yang tepat, partikel urine, kotoran, dan air liur tikus yang tersebar di udara dapat membuat Anda terinfeksi HPS.

Risiko penularan juga bisa terjadi ketika Anda menyentuh atau memakan sesuatu yang pernah terkena tikus sebelumnya.

4. Rat bite fever (RBF)

Menurut situs CDC, RBF disebabkan oleh infeksi bakteri Spirillum minus atau Streptobacillus moniliformis yang dibawa oleh tikus.

Penularan bisa terjadi melalui makanan dan minuman yang pernah dimakan atau terkena air liur tikus sebelumnya.

RBF tidak boleh dianggap sepele karena bisa berkembang cukup serius, bahkan berakibat fatal.

Bagaimana cara mengusir tikus di rumah?

penyakit dari tikus

Sering melihat tikus berkeliaran di rumah tentu mengganggu dan membuat khawatir.

Bahkan, kehadiran tikus kerap dinilai kurang menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Anda tentu tidak mau kebersihan diri jadi kurang optimal karena adanya hewan pengerat ini, bukan?

Berikut adalah berbagai cara mengusir tikus di rumah yang bisa Anda coba.

1. Pakai minyak esensial

Jika biasanya minyak esensial lebih banyak dipakai sebagai pewangi dan penyegar ruangan, ternyata aroma kuat minyak peppermint dan cengkeh juga bisa dimanfaatkan untuk menghalau keberadaan tikus.

Anda bisa menggunakannya bersama diffuser agar aroma minyak esensial tersebar di udara sebagai cara mengusir tikus yang membandel.

Cara lain untuk membasmi tikus adalah dengan mencelupkan bola kapas atau kain dalam minyak esensial mint atau cengkeh, kemudian letakkan di titik-titik yang sering dilalui tikus.

Meski menggunakan cara ini sendirian tidak sepenuhnya manjur untuk mengusir tikus, tetapi Anda dapat menggabungkannya dengan cara lain saat bersih-bersih rumah agar lebih efektif.

2. Pelihara kucing

Anda mungkin sudah lama tahu bahwa kucing adalah musuh besar si tikus, seperti yang digambarkan di kartun Tom and Jerry.

Itulah mengapa banyak orang yang mengandalkan kucing bukan hanya sebatas hewan peliharaan saja, tetapi secara tidak langsung juga sebagai penangkap tikus yang ulung.

Bila tidak ada anggota keluarga yang memiliki alergi terhadap kucing dan bulunya, Anda bisa menjajal cara mengusir tikus yang satu ini.

3. Gunakan perangkap tikus

Cara membasmi tikus selanjutnya yang sudah cukup umum yakni dengan memakai perangkap tikus.

Anda bisa meletakkan perangkap tikus di sudut-sudut rumah yang paling sering dilewati tikus, lalu periksa setiap pagi dan malam di kisaran waktu tikus sedang mencari mangsa.

Supaya lebih ampuh, beri suguhan makanan lezat yang akan semakin menarik tikus untuk masuk ke dalam perangkap tersebut.

Setelah tertangkap, pastikan Anda menggunakan sarung dan masker penutup mulut untuk membuang tikus tersebut ke tempat yang jauh dari rumah.

Hindari menyentuh tikus langsung dengan tangan telanjang guna mencegah terserang penyakit.

4. Buat perangkap tikus sendiri

Selain menggunakan perangkap tikus yang banyak dijual di pasaran, sebenarnya Anda bisa memanfaatkan peralatan rumah tangga yang sudah tidak terpakai untuk membuat jebakan tikus sendiri.

Beberapa peralatan rumah tangga yang bisa dimanfaatkan adalah ember, papan triplek, dan lem perekat.

Cara kerjanya yakni dengan mengoleskan bagian atas papan atau salah satu sisi ember dengan lem perekat, kemudian letakkan suguhan makan di atas lem tersebut.

Tikus yang tergiur dan hendak mengambil makanan otomatis akan melekat dengan lem dan terjebak pada papan atau ember.

5. Pakai racun tikus

Memanfaatkan aroma dari racun pengusir tikus efektif untuk membuat tikus yang bersarang di rumah mati satu per satu.

Sama seperti jebakan tikus, Anda juga harus menebarkan racun tikus di beberapa area rumah yang memang sering disinggahi oleh tikus.

Namun kelemahannya, penggunaan racun membuat tikus yang mati hanya tergeletak begitu saja tanpa alas.

Biasanya, para tikus akan mencari beberapa tempat ideal seperti jalanan, kamar mandi, atau di dekat kolam renang sebelum benar-benar mati.

Bahkan terkadang, tikus juga bisa mati di tempat-tempat yang tidak terlihat dan sulit dijangkau. Itu sebabnya, Anda baru menyadari kematian tikus setelah tercium aroma bangkai yang sudah membusuk.

Pertimbangkan kembali penggunaan racun pembasmi tikus jika Anda memiliki anak dan hewan peliharaan di rumah.

6. Telepon pengusir hama

Meski berbagai cara mengusir tikus di atas bisa dilakukan oleh siapa pun, tetapi lain cerita jika populasi tikus di rumah sudah kelewat banyak.

Pada kasus ini, Anda mungkin mau tidak mau harus memanggil tim pengendali hama yang akan membantu menangkap tikus di rumah.

Mereka biasanya memiliki cara mengusir tikus tersendiri yang tentu berbeda dengan metode Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Clean up rodent food sources and nesting sites – CDC. (2010). Retrieved March 29, 2021, from https://www.cdc.gov/rodents/prevent_infestations/clean_up.html 

Interim Guidance for Cleaning and Disinfection of Vehicles with Rodent Infestations – CDC. (2017). Retrieved March 29, 2021, from https://www.cdc.gov/rodents/cleaning/guidance-cleaning-vehicle.html 

Rodents: Directly transmitted by rodents – CDC. (2017). Retrieved March 29, 2021, from https://www.cdc.gov/rodents/diseases/direct.html 

Rat-bite Fever (RBF) – CDC. (2019). Retrieved March 29, 2021, from https://www.cdc.gov/rat-bite-fever/index.html 

Plague – Mayo Clinic. (2019). Retrieved March 29, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/plague/symptoms-causes/syc-20351291 

Hantavirus pulmonary syndrome – Mayo Clinic. (2019). Retrieved March 29, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hantavirus-pulmonary-syndrome/symptoms-causes/syc-20351838 

Cleaning your home after a problem with Rats or Mice – Newcastle-under-Lyme Borough Council. (2015). Retrieved March 29, 2021, from https://www.newcastle-staffs.gov.uk/sites/default/files/IMCE/Environment/PestControl/RodentCleanUp.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x