home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Penyakit yang disebabkan oleh tikus sangat beragam, bahkan ada yang bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Oleh sebab itu, penting untuk memahami gejala hingga cara mengatasinya. Simak penjelasannya di bawah ini.

Berbagai penyakit yang disebabkan oleh tikus

Tikus dapat menyebarkan lebih dari 35 penyakit di seluruh dunia. Penyakit yang disebabkan oleh tikus dapat ditularkan secara langsung pada manusia.

Penularannya dapat melalui feses, urine, air liur, atau gigitan tikus. Sementara itu, penyakit yang disebabkan oleh kuman pada tikus juga dapat disebarkan secara tidak langsung melalui kutu, tungau, atau kutu yang memakan tikus.

Simak penjelasan soal berbagai penyakit yang disebabkan oleh kuman pada tikus di bawah ini.

1. Hantavirus

hantavirus adalah

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) pertama kali ditemukan pada tahun 1993. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit ini ditularkan oleh jenis tikus rusa, tikus berkaki putih, tikus padi, dan tikus kapas.

Penyakit dari hewan pengerat yang satu ini menular ketika Anda menghirup partikel dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang ada di udara. Anda juga bisa terinfeksi jika menyentuh atau memakan sesuatu yang bersentuhan dengan sesuatu yang pernah terkena tikus. Digigit tikus juga bisa berakibat terkena penyakit ini, meskipun kasusnya jarang.

Gejala awal hantavirus (HPS) sangat mirip dengan gejala flu, seperti:

Sekitar 4 hingga 10 hari kemudian, orang yang terkena mungkin juga mengalami batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru.

Tidak ada perawatan, obat, atau vaksin untuk mengatasi hantavirus. Namun, orang yang terkena penyakit ini harus segera mendapatkan perawatan medis di ruang perawatan intensif. Nantinya, Anda akan diberikan terapi oksigen untuk mengurangi efek dari gangguan pernapasan parah.

2. Hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS)

cara menghilangkan sakit kepala

Sama seperti hantavirus, HFRS adalah demam yang muncul bersamaan dengan perdarahan (hemoragik) dan disertai sindrom ginjal. HFRS termasuk penyakit seperti demam berdarah, demam berdarah epidemik, dan epidemi nephropathia. Penyebaran penyakit yang disebabkan oleh tikus ini serupa dengan penyakit hantavirus.

Penyakit ini biasanya berkembang di dalam tubuh mulai dari 2-8 minggu setelah terkena. Gejala awal bisa ditandai dengan kondisi di bawah ini:

  • Sakit kepala terus-menerus
  • Nyeri punggung dan perut
  • Demam
  • Menggigil
  • Mual
  • Penglihatan kabur

Terkadang, penyakit ini juga bisa ditandai dengan wajah, mata, dan kulit yang berwarna agak kemerahan. Gejala parah juga bisa muncul ketika seseorang mengalami penyakit ini, yaitu tekanan darah rendah, syok akut, hingga gagal ginjal akut.

HFRS diatasi dengan mengontrol jumlah cairan dan elektrolit dalam tubuh Anda. Selain itu, penyakit yang disebabkan oleh tikus ini juga bisa diatasi dengan:

  • Pemeliharaan kadar oksigen dan tekanan darah
  • Dialisis untuk mengatasi kelebihan cairan yang parah
  • Obat ribavirin yang diberikan melalui infus

3. Penyakit pes

penyakit pes

Penyakit pes disebabkan oleh bakteri Yersinia pestisida yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Bakteri penyebab penyakit pes ini dibawa oleh kutu yang tertular dari hewan pengerat, sehingga kutu kemudian akan menyebarkan bakteri tersebut saat menggigit tubuh Anda.

Umumnya, penyakit pes tersebar di daerah yang lingkungan padat penduduk dengan sanitasi yang buruk. Gejala penyakit pes yang paling sering terjadi, yaitu munculnya pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan, ketiak, atau leher.

Dalam beberapa kasus, penyakit pes bisa menyerang paru-paru. Kondisi ini tentu sangat membahayakan karena bisa dengan mudah menular dari orang ke orang, melalui droplet atau tetesan air liur saat batuk atau bersin. Komplikasi penyakit dari tikus ini bisa berujung pada meningitis, bahkan kematian.

Anda perlu segera dilarikan ke rumah sakit jika mengalami penyakit pes. Dokter akan menangani penyakit yang disebabkan oleh tikus ini diatasi dengan antibiotik.

4. Lymphocytic chorio-meningitis (LCM)

mengatasi sakit tenggorokan ibu menyusui

Lymphocytic chorio-meningitis (LCM) adalah penyakit dari tikus yang disebabkan oleh virus choriomeningitis limfositik (LCMV), turunan virus Arenaviridae. LCM bisa dibawa oleh hewan pengerat yang biasanya ada di rumah-rumah.

Selain itu, virus ini juga bisa disebarkan oleh hewan pengerat peliharaan seperti hamster. Jika Anda tergigit atau terkena air liur dan air kencing hewan tersebut, Anda berisiko tinggi mengalami penyakit infeksi ini.

Penyakit ini awalnya tidak akan menimbulkan gejala tertentu. Gejala baru timbul setelah 8-13 hari setelah terserang virus pada tikus ini. Anda akan merasakan gejala, seperti:

  • Demam
  • Kurang nafsu makan
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah

Selain itu, gejala lain yang muncul bisa termasuk:

  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Nyeri sendi
  • Nyeri dada
  • Nyeri testis
  • Nyeri parotid (kelenjar ludah)

Dalam kasus yang jarang terjadi, penyakit LCM bisa berkembang lebih jauh hingga menimbulkan peradangan pada sumsum tulang belakang. Jika ini terjadi, akan muncul beberapa gejala seperti kelemahan otot, kelumpuhan, hingga perubahan lainnya pada tubuh.

LCM memerlukan perawatan intensif di rumah sakit yang ditentukan berdasarkan tingkat keparahannya. Obat antiperadangan, seperti kortikosteroid dapat diberikan dalam kondisi tertentu.

5. Rat bite fever (RBF)

penyakit dari tikus

RBF adalah penyakit yang disebabkan oleh gigitan tikus. Gigitan tersebut dapat mengakibatkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Spirillum minus atau Streptobacillus moniliformis. Ketika seseorang terserang RBF, maka akan muncul berbagai gejala yang tidak biasa.

Gejala yang ditimbulkan dari rat bite fever adalah:

  • Demam
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Kemerahan pada kulit

Selain melalui gigitan, penyakit yang disebabkan oleh bakteri pada tikus ini juga bisa ditularkan lewat makanan dan minuman yang sudah dimakan atau terkena air liur tikus. Jika tidak diobati, gigitan tikus yang menyebabkan rite bite fever bisa menjadi penyakit yang bahaya atau bahkan fatal.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri pada tikus ini harus segera diatasi ketika Anda mengalami gejala-gejalanya. Dokter akan mengatasi kondisi Anda dengan antibiotik.

6. Leptospirosis

gejala leptospirosis

Leptospirosis adalah infeksi bakteri yang ditularkan oleh tikus ketika seseorang memiliki luka terbuka. Kemungkinan, infeksi terjadi saat luka terbuka yang belum sembuh tersebut bersentuhan atau terkena langsung dengan perantara, misalnya air atau tanah, yang sudah tercemar oleh urine hewan pengerat ini.

Gejala penyakit akibat bakteri pada tikus ini ada banyak, seperti:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Menggigil
  • Nyeri otot
  • Muntah
  • Kulit dan mata kuning
  • Mata merah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Ruam

Meski menular dari tikus ke manusia, bakteri penyebab leptospirosis tidak akan berpindah antar manusia. Tanpa sengaja menyentuh perantara yang telah terkontaminasi oleh urine hewan pengerat ini pun berpeluang menularkan bakteri leptospirosis.

Penyakit ini tidak boleh disepelekan. Pasalnya, leptospirosis bisa berkembang lebih parah menjadi meningitis (radang selaput otak), kerusakan ginjal, gangguan pernapasan, hingga kematian bila tidak segera ditangani.

Leptospirosis ditangani dengan antibiotik yang harus diberikan pada tahap awal infeksi. Dalam kasus yang lebih parah, Anda mungkin membutuhkan antibiotik yang diberikan melalui infus.

Penyakit-penyakit di atas dapat Anda cegah dengan memperhatikan faktor-faktor risikonya. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan membasmi hama tikus di di sekitar Anda. Segera konsultasikan gejala yang Anda rasakan kepada dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Leptospirosis | CDC. (2020). Retrieved 11 December 2020, from https://www.cdc.gov/leptospirosis/index.html

Hantavirus pulmonary syndrome – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 11 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hantavirus-pulmonary-syndrome/symptoms-causes/syc-20351838

Plague – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 11 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/plague/symptoms-causes/syc-20351291

Signs and Symptoms | Lymphocytic Choriomeningitis (LCM) | CDC. (2020). Retrieved 11 December 2020, from https://www.cdc.gov/vhf/lcm/symptoms/index.html

Diseases directly transmitted by rodents | Rodents | CDC. (2020). Retrieved 11 December 2020, from https://www.cdc.gov/rodents/diseases/direct.html

CDC – Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) – Hantavirus. (2020). Retrieved 11 December 2020, from https://www.cdc.gov/hantavirus/hfrs/index.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x