Herpes Zoster (Cacar Api/Cacar Ular)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu herpes zoster (cacar api/cacar ular)?

Herpes zoster adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Virus ini adalah virus yang sama dengan yang menyebabkan cacar air. Herpes zoster juga sering disebut shingles, cacar api, hingga cacar ular.

Pada saat Anda terserang cacar air dan sembuh, virus ini mungkin tidak hilang dari tubuh Anda. Virus zoster dapat hidup dan “tidur” dalam sistem saraf selama bertahun-tahun lamanya sebelum aktif kembali sebagai cacar api.

Meskipun disebabkan oleh virus yang sama, terdapat sejumlah perbedaan antara cacar air dan herpes zoster alias cacar ular (cacar api). Salah satu perbedaan yang terlihat adalah gejala yang muncul.

Jenis infeksi virus ini ditandai dengan ruam kulit yang merah dan dapat menyebabkan rasa nyeri dan terbakar.

Herpes zoster biasanya muncul dalam bentuk garis lepuhan pada salah satu sisi tubuh, biasanya di dada, leher, atau wajah. Meskipun ini bukanlah suatu kondisi yang mengancam nyawa, herpes zoster dapat sangat menyakitkan. 

Vaksin dapat membantu mengurangi risiko cacar api ini, sementara pengobatan dini dapat membantu mempercepat masa infeksi dan mengurangi kemungkinan komplikasi.

Seberapa umumkah cacar api (cacar ular)?

Kebanyakan kasus cacar api (cacar ular) dapat sembuh dalam dua hingga tiga minggu. Herpes zoster jarang terjadi lebih dari satu kali pada orang yang sama, tetapi sekitar 1 dari 3 orang akan terkena herpes zoster di suatu saat dalam hidupnya. Kondisi ini lebih umum terjadi pada lansia dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Dikutip dari DermaNet NZ, siapa pun yang pernah mengidap cacar air mungkin saja akan terserang cacar api. Herpes zoster dapat muncul pada anak-anak, tapi lebih umum pada orang dewasa, khususnya orang tua. 

Virus herpes zoster ini kembali aktif ketika Anda bertambah tua, biasanya setelah 50 tahun. Ini disebabkan oleh proses penuaan pada tubuh. 

Meski begitu, orang muda juga dapat terserang cacar ular ketika mereka mengalami sesuatu yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah, seperti:

  • Sakit atau penyakit
  • Pingsan atau kelelahan
  • Stres atau gangguan kecemasan
  • Gizi buruk
  • Kemoterapi atau terapi radiasi
  • Mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti corticosteroid atau cyclosporin

Orang dengan beberapa jenis kanker bisa berisiko 40% lebih besar dibandingkan mereka yang sehat. Biasanya, orang yang pernah terkena cacar air tidak akan terkena kondisi yang sama di kemudian hari. Kemungkinannya hanya sekitar 1%.

Cacar api dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala herpes zoster?

Gejala awal herpes zoster atau cacar api (cacar ular) biasanya adalah rasa nyeri, yang mungkin bisa parah karena berhubungan dengan satu atau lebih sistem saraf. Rasa nyeri tersebut mungkin hanya muncul pada satu tempat atau menyebar. 

Pada gejala awal, Anda mungkin merasa tidak enak badan, demam, hingga sakit kepala. Kelenjar getah bening yang mengeringkan daerah terkena sering membesar dan melunak. 

Dalam satu hingga tiga hari merasakan nyeri, ruam yang melepuh akan muncul di area kulit yang sakit. Karakteristik ruam yang muncul adalah:

  • Belang merah
  • Lepuhan berisi cairan yang mudah pecah
  • Ruam yang menyelimuti dari sekitar tulang belakang hingga torso
  • Ruam pada wajah dan telinga
  • Gatal

Kondisi ini dimulai dengan papula berwarna merah. Lesi baru kemudian akan terus meletus selama beberapa hari, melepuh atau menjadi pustular, kemudian mengeras. 

Daerah dada, leher, dahi, dan daerah pasokan saraf sensoris lumar/sakral adalah yang paling sering terkena. 

Cacar api kadang-kadang juga menyebabkan lecet di dalam mulut atau telinga, dan juga dapat memengaruhi area genital. Kondisi tersebut juga dapat berbentuk sakit tanpa ruam, atau ruam tanpa sakit. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak.

Beberapa orang mengalami tanda-tanda dan gejala lebih daripada nyeri dan ruam dalam cacar api. Gejala ini dapat meliputi:

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah kondisi ini memburuk dan komplikasi yang mungkin muncul akibat cacar api

Jika Anda mengalami satu saja tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki keraguan tertentu, segeralah berkonsultasi pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda, bisa jadi gejala yang muncul tidaklah sama.

Konsultasi ke dokter selalu menjadi langkah yang lebih baik untuk mengetahui pengobatan yang tepat untuk Anda.

Penyebab

Apa penyebab cacar api (cacar ular)?

Herpes zoster adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster, virus yang sama dengan penyebab cacar air. 

Siapa pun yang pernah kena cacar air bisa juga terkena herpes zoster. Setelah Anda sembuh dari cacar air, virus kemudian dapat masuk ke sistem saraf dan tertidur selama bertahun-tahun. 

Pada akhirnya, virus tersebut dapat aktif kembali dan bergerak sepanjang jalur saraf menuju kulit dan menciptakan herpes zoster.

Sampai saat ini, belum diketahui apa yang membuat virus tersebut “bangun” kembali. Namun, kemungkinan yang diamini para ahli adalah menurunnya kekebalan terhadap infeksi seiring bertambahnya usia. 

Varicella zoster adalah bagian dari kelompok virus yang disebut virus herpes, yang meliputi virus penyebab penyebab herpes genital. Itu sebabnya, cacar api juga dikenal sebagai herpes zoster.

Meski dalam kelompok yang sama, perlu dicatat bahwa virus penyebab cacar air dan cacar ular ini adalah virus yang berbeda dengan penyebab herpes genital, akibat infeksi menular seksual.

Apakah cacar api (cacar ular) menular?

Dikutip dari Mayo Clinic, seseorang yang mengidap cacar api dapat menyebarkan virus Varicella zoster ke siapa pun yang tidak melakukan imunisasi cacar air.

Kondisi ini biasanya tertular melalui kontak langsung dengan luka terbuka dari ruam akibat cacar api. Ketika orang yang terinfeksi menularkan virus ini, orang yang tertular biasanya akan mengalam cacar air, bukan cacar api. 

Cacar air dapat menjadi kondisi yang serius untuk sebagian orang. Selama cacar api berkerak, Anda berpotensi tertular dan perlu menghindari kontak fisik dengan siapa pun yang pernah menderita cacar air atau mendapatkan vaksin cacar air. 

Anda juga perlu menghindari orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, seperti wanita hamil, dan bayi yang baru lahir.  

Faktor-faktor risiko

Apa faktor risiko penyebab cacar api (cacar ular)?

Semua orang yang pernah mengalami cacar air berisiko mengalami cacar ular, Namun, ada beberapa faktor yang secara umum bisa meningkatkan risiko Anda terkena cacar api, yaitu:

Berusia di atas 50 tahun

Herpes zoster paling umum terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Risiko ini semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Beberapa ahli memperkirakan bahwa setengah dari orang yang berusia 80 tahun ke atas akan terkena cacar api.

Memiliki penyakit tertentu

Penyakit tertentu dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS dan kanker.

Menjalani pengobatan kanker

Radiasi atau kemoterapi dapat menurunkan resistensi terhadap penyakit dan memicu herpes zoster.

Menggunakan obat tertentu

Obat yang dirancang untuk mencegah penolakan organ saat transplantasi juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena herpes zoster. Hal ini sama halnya dengan penggunaan streoid, seperti prednison, berkepanjangan.

Komplikasi

Apa komplikasi yang mungkin terjadi saat mengalami herpes zoster?

Beberapa komplikasi langka namun serius dari herpes zoster meliputi:

Neuralgia postherpetic

Pada sebagian orang, rasa nyeri yang disebabkan cacar ular terus berlanjut hingga lukanya sembuh. Kondisi ini disebut dengan neuralgia postherpetic, dan ini muncul ketika serabut saraf yang rusak mengirimkan pesan rasa sakit yang membingungkan dan berlebihan dari kulit ke otak Anda. 

Kehilangan penglihatan

Nyeri atau ruam yang mencakup mata, yang harus diobati untuk menghindari kerusakan mata permanen

Masalah saraf

Tergantung dari saraf mana yang terkena, cacar ular dapat menyebabkan peradangan pada otak, wajah lumpuh, atau masalah pendengaran atau keseimbangan.

Anda bisa saja mengalami kehilangan pendengaran atau nyeri intens pada salah satu telinga, pusing, atau kehilangan rasa pada lidah, yang dapat menjadi gejala dari sindrom Ramsay Hunt.

Infeksi kulit

Jika luka cacar api tidak terawat dengan benar, infeksi bakteri pada kulit mungkin bisa berkembang dan menyebabkan infeksi pada kulit. 

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Kebanyakan kasus herpes zoster dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik. Maka dari itu, jika dokter mencurigai bahwa Anda kemungkinan mengalami kondisi ini, ia akan melakukan pemeriksaan ruam dan lepuhan dan dapat melakukan beberapa tes lainnya dalam beberapa kasus. Dokter juga akan mengajukan pertanyaan mengenai riwayat medis Anda.

Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter mungkin perlu memeriksa sampel kulit atau cairan dari lepuhan Anda. Ini melibatkan penggunaan swab steril untuk mengambil sampel dari jaringan atau cairan. Sampel kemudian dikirim ke laboratorium medis untuk memastikan keberadaan virus.

Apa saja pengobatan untuk herpes zoster?

Tampaknya, hingga saat ini belum ada obat khusus untuk herpes zoster. Namun, pengobatan yang tepat untuk kondisi ini adalah dengan menggunakan obat anivirus yang diresepkan. Obat antivirus untuk herpes zoster ini dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi.

Beberapa obat yang biasa diresepkan untuk herpes zoster, antara lain:

  • Acyclovir (Zovirax)
  • Valacyclovir (Valtrex)
  • Famciclovir (Famvir)

Herpes zoster dapat menimbulkan rasa nyeri berat. Itu sebabnya dokter mungkin juga akan meresepkan obat untuk meredakan nyeri akibat cacar api, seperti:

  • Krim Capsaicin
  • Antikonvulsan, seperti gabapentin (Neurontin)
  • Antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline
  • Agen yang mematikan rasa, seperti lidocaine, tersedia dalam bentuk krim, gel, spray atau patch kulit
  • Obat yang mengandung narkotika, seperti codeine
  • Injeksi termasuk kortikosteroid dan anestesi lokal.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi herpes zoster?

Ingatlah untuk mandi air dingin atau menggunakan kompres basah yang dingin pada lepuhan Anda. Ini dapat mengurangi rasa gatal dan nyeri. Jika memungkinkan, cobalah untk mengurangi atau mengendalikan stres yang Anda alami.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah cacar api?

Terdapat dua vaksin yang dapat membantu mencegah cacar ular, yaitu vaksin cacar air (varicella) dan vaksin herpes zoster (Varicella zoster). 

Vaksin cacar air

Vaksin varicella (Varivax) telah menjadi imunisasi rutin pada anak-anak untuk mencegah cacar air. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk orang dewasa yang tidak pernah terkena cacar air. 

Meski tidak dapat menjamin 100% bahwa Anda akan terhindari dari cacar air atau cacar api, vaksin tersebut dapat mengurangi kemungkinan komplikasi dan keparahan penyakit. 

Vaksin herpes zoster

Orang yang ingin mendapatkan vaksin ini punya dua pilihan, yaitu Zostavax dan Shingrix. 

Zostavax telah terbukti dapat memberikan perlindungan terhadap herpes zoster selama sekitar lima tahun. Ini adalah vaksin yang diberikan melalui suntikan tunggal, biasanya di lengan bagian atas. 

Sementara itu, Shingrix adalah alternatif yang lebih disukai dari Zostavax. Ini adalah vaksin tidak hidup yang terbuat dari komponen virus, dan diberikan dalam dua dosis, dengan dua hingga enam bulan di antara dosis. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Pilihan Obat Herpes Simpleks dan Zoster yang Biasa Diresepkan Dokter

    Herpes bisa diredakan gejalanya menggunakan obat-obatan tertentu. Apa saja pilihan obat dan cara mengobati herpes? Simak ulasan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dermatologi, Health Centers 30 Juli 2018 . Waktu baca 12 menit

    5 Kemungkinan Penyebab Kulit Terasa Gatal dan Berair

    Rasa gatal wajar terjadi. Namun, bila kulit gatal dan berair, mungkin ada beberapa penyakit yang mendasarinya. Apa saja penyebabnya? Berikut ulasannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dermatologi, Health Centers 24 Februari 2018 . Waktu baca 5 menit

    3 Pilihan Obat Herpes dari Dokter (Apa Perlu Diminum Seumur Hidup?)

    Herpes bisa diredakan gejalanya menggunakan obat-obatan tertentu. Apa saja pilihan obat herpes dari dokter? Simak pada ulasan ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dermatologi, Health Centers 13 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit

    5 Komplikasi yang Bisa Terjadi Jika Cacar Air Tidak Diobati Sampai Tuntas

    Cacar air bisa berakibat serius pada bayi, orang dewasa, dan orang dengan sistem imun tubuh yang lemah. Apa saja komplikasi cacar air yang bisa terjadi?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dermatologi, Health Centers 27 November 2017 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Cacar api pada anak dan bayi

    Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
    Jenis cacar

    Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 21 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
    Ciri-ciri dan gejala cacar api

    Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 18 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
    penyakit herpes

    Herpes

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 6 Mei 2019 . Waktu baca 12 menit