home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas! Jika Tidak Diobati, Herpes Zoster Dapat Mengakibatkan Stroke

Awas! Jika Tidak Diobati, Herpes Zoster Dapat Mengakibatkan Stroke

Penyakit herpes zoster biasa menyerang seseorang yang sudah pernah terkena cacar air sebelumnya. Jika Anda mengalami tanda dan gejala yang mengarah ke herpes zoster, segeralah ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Menurut penelitian terbaru, jika herpes zoster tidak diobati dengan baik, komplikasinya bisa meningkatkan risiko Anda terkena stroke iskemik dan serangan jantung. Berikut penjelasannya.

Sekilas tentang penyakit herpes zoster

Herpes zoster (shingles; cacar ular) adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh virus Varicella zoster.

Gejalanya berupa kemunculan lenting-lenting berisi cairan yang terasa nyeri, berkumpul membentuk suatu area kecil di permukaan kulit alias mirip cacar air.

Bedanya, kumpulan lenting ciri penyakit herpes zoster hanya terpusat di salah satu sisi wajah atau tubuh.

Herpes zoster terjadi ketika virus yang menyebabkan cacar air menjadi aktif kembali di tubuh Anda.

Setelah Anda sembuh dari cacar air, virus tersebut akan tetap berada di dalam tubuh Anda dalam keadaan “tidur” alias tidak aktif.

Namun, pada beberapa orang, khusunya yang memiliki sistem imun lemah, virus ini bisa aktif kembali. Beberapa obat juga dapat memicu virus untuk aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster.

Kebanyakan orang yang menderita herpes zoster akan sembuh dan tidak akan terkena lagi, tetapi tetap ada kemungkinan untuk terkena herpes zoster lebih dari satu kali.

Herpes zoster yang tidak diobati dengan baik dapat meningkatkan risiko stroke

Sebuah penelitian di Inggris mencoba mencari tahu kaitan antara komplikasi penyakit herpes zoster dan risiko stroke serta serangan jantung.

Peneliti mengumpulkan data dari 42.954 partisipan yang terdiagnosis herpes zoster dan stroke iskemik, serta 24.237 partisipan yang terdiagnosis herpes zoster dan serangan jantung.

Setelah itu, mereka menghitung besarnya risiko terkena stroke atau serangan jantung dalam waktu 12 bulan setelah terdiagnosis herpes zoster.

Peneliti menemukan bahwa orang yang terdiagnosis dengan herpes zoster memiliki peningkatan risiko sebanyak 2,4 kali lebih tinggi untuk terkena stroke iskemik dan 1,7 kali lebih tinggi untuk terkena serangan jantung dalam waktu satu minggu setelah terkena herpes zoster.

Tetapi risiko ini akan berkurang secara bertahap setelah waktu enam bulan dari diagnosis herpes zoster.

Angka kejadian stroke iskemik dan serangan jantung tidak berbeda pada individu yang sudah divaksin herpes zoster ataupun belum.

Bagaimana herpes zoster dapat menyebabkan stroke dan serangan jantung?

Di dalam tubuh, virus varicella zoster menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dan saraf.

Peradangan pada pembuluh darah dapat menyebabkan penggumpalan darah sehingga mungkin menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Peradangan pada saraf dapat menyebabkan rasa nyeri yang hebat, yang disebut dengan neuralgia pasca herpetika.

Apa yang harus dilakukan apabila terkena herpes zoster?

Peneliti menemukan bahwa penyakit herpes zoster yang ditangani secepat mungkin dengan obat antiviral oral dapat mengurangi risiko stroke dan serangan jantung secara dramatis.

Pasien herpes zoster yang tidak diobati dengan antivirus memiliki hampir dua kali lipat risiko stroke lebih besar dibandingkan dengan pasien yang mendapatkan pengobatan.

Peneliti menyarankan orang-orang yang terkena herpes zoster untuk berkonsultasi dengan dokter mereka tentang pengobatan antiviral.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga merekomendasikan agar setiap orang berusia 60 tahun atau lebih untuk mendapatkan vaksin herpes zoster sehingga risiko stroke atau serangan jantung dapat dicegah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Shingles http://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/shingles/tc/shingles-topic-overview#1 Accessed 01/09/2017

Shingles may lead to stroke and heart attack http://www.medicalnewstoday.com/articles/304093.php Accessed 01/09/2017

Stroke Risk Spikes After Shingles Episode: Study http://www.webmd.com/stroke/news/20140403/stroke-risk-spikes-shortly-after-shingles-episode-study#1 Accessed 01/09/2017

Shingles increases your risk of a heart attack by 40%, study warns http://www.dailymail.co.uk/health/article-4662456/Shingles-DOUBLES-risk-heart-attack.html Accessed 01/09/2017

Shingles increases risk of heart attack, stroke https://www.sciencedaily.com/releases/2017/07/170703150000.htm Accessed 01/09/2017

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Hendry Wijaya Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x