Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Cacar api atau herpes zoster adalah infeksi lanjurtan dari virus penyebab cacar air. Artinya, Anda mungkin dapat mengalami cacar api jika sudah pernah terjangkit cacar air. Ciri-ciri cacar api sama dengan gejala cacar air, yaitu ruam berupa bintik-bintik merah di kulit. Bedanya, pola penyebarannya berkumpul pada satu bagian. Ketahui secara lebih lengkap setiap gejala herpes zoster melalui ulasan ini!

Kapan gejala herpes zoster bisa muncul?

Cacar api merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh rea-aktivasi virus Varicella-zoster. Virus yang termasuk ke dalam keluarga virus herpes ini merupakan penyebab dari cacar air.

Dengan kata lain, penyakit cacar api hanya bisa muncul pada orang yang sebelumnya pernah terinfeksi cacar air. Namun, penderita herpes zoster bisa menularkan virus ini pada orang lain. Pada orang yang belum pernah terinfeksi, saat tertular ia tidak mengalami cacar api melainkan cacar air.

Setelah sembuh dari cacar air, virus ini sebenarnya tidak menghilang, tapi tetap tinggal di dalam tubuh. Virus menetap dan bersembunyi di antara sel-sel saraf, tapi tidak aktif memperbanyak diri atau di-istilahkan sebagai virus dorman.

Virus yang semula dorman bisa aktif kembali dan menimbulkan gejala herpes zoster. Penyebab mengapa virus Varicella-zoster kembali menginfeksi tubuh sebenarnya belum bisa diketahui secara pasti.

Dari kebanyakan kasus, herpes zoster sebagian besar terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Salah satu penelitian dalam The Science Journal of the Lander College juga memperoleh kaitan antara re-aktivasi virus dengan kondisi sistem imun yang melemah.

Oleh karena itu, orang-orang usia usia lanjut yang sistem imunnya tidak lagi bekerja optimal lebih berisiko tinggi untuk mengalami re-aktivasi.

Perbedaan Cacar Air dan Cacar Api Berdasarkan Penularan dan Ciri-Cirinya

Berbagai ciri-ciri penyakit cacar api

Setelah infeksi virus kembali aktif, penderita akan mulai mengalami sejumlah gangguan kesehatan. Sama seperti penyakit cacar air, ciri-ciri umum seperti ruam kulit tidak langsung muncul. Fase infeksi cacar api akan menunjukkan dua tipe gejala yaitu gejala awal dan gejala utama:

Ciri-ciri awal cacar api

Virus yang kembali aktif akan masuk ke dalam saraf kulit dan menyebabkan rasa nyeri dan sensasi panas pada permukaan kulit yang terdampak. Rasa nyeri akan muncul pada bagian depan tubuh, seperti wajah, dada, perut hingga tangan dan kaki.

Ciri-ciri seperti ini merupakan gejala khas dari cacar api yang membedakannya dengan gejala cacar air.

Menurut National Institute of Aging, terkadang rasa nyeri pada saraf kulit ini diikuti dengan rasa kebas atau rasa gatal pada salah satu sisi tubuh. Jika penyakit ini terjadi pada anak-anak, biasanya gangguan rasa nyeri yang muncul tidak terlalu parah.

Penderita juga biasanya merasakan beberapa gangguan kesehatan lainnya di fase awal infeksi. Selain rasa nyeri di kulit, ciri-ciri awal cacar air yang bisa dialami adalah:

  • Demam
  • Nyeri otot dan sendi
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Sakit perut

Gejala utama herpes zoster

Dalam waktu 5 hari, infeksi di bagian saraf dapat menyebabkan kulit mengalami sedikit pembengkakan sehingga mulai muncul ruam merah di permukaan kulit.

Tidak seperti ciri-ciri cacar air dengan ruam yang menyebar, ruam berupa bintik kemerahan pada cacar api akan memusat pada salah satu area kulit.

Ruam ini hanya terbentuk pada salah satu bagian tubuh. Pola persebaran ruam yang memusat paling sering ditemukan di bagian lingkar pinggang.

Dalam beberapa hari setelahnya, ruam merah ini akan berubah jadi lenting atau lepuhan kulit yang berisi cairan. Lenting ini bisa menimbulkan rasa gatal atau perih yang kuat.

Lenting akan mengering membentuk kerak atau keropeng dalam waktu sekitar 10 hari. Jika lenting yang mengerak dibiarkan tanpa digaruk, lenting bisa mengelupas dengan sendirinya dalam waktu kurang dari seminggu. Lapisan kulit luar yang baru akan terbentuk selama 4 minggu kemudian.

Pada penderita berumur, 60 tahun ke atas ruam bisa terasa sangat perih. Rasa nyeri yang menjadi ciri-ciri cacar api di awal bisa menghilang ataupun terus terasa sampai ruam mengering.

Singkatnya, perkembangan gejala ruam pada herpes zoster akan melalui fase seperti berikut ini:

  • Ruam berupa bintik-bintik merah yang berkumpul di salah satu bagian kulit
  • Rasa gatal dan nyeri yang kuat muncul dari dalam kulit
  • Ruam berubah menjadi lepuhan kulit yang terisi cairan (lenting)
  • Lenting mengering dan membentuk keropeng

Komplikasi cacar api

Secara umum, cacar api bisa sembuh tanpa menyebabkan komplikasi berbahaya. Namun, beberapa orang bisa mengalami komplikasi jangka panjang. Gangguan rasa nyeri pada sistem saraf kulit yang terjadi pasca penyembuhan cacar api disebut dengan post-herpetic neuralgia (PHN).

Dalam buku Deadly Diseases and Epidemics: Chickenpox, orang berusia 6o tahun ke atas berpeluang 50 persen untuk mengalami PHN pasca sembuh dari herpes zoster. Penyakit ini bisa memperpanjang ciri-ciri rasa nyeri dan sensasi terbakar di kulit yang dirasakan saat terserang cacar api.

PHN terjadi karena virus Varicella-zoster yang aktif bereplikasi kembali dapat merusak atau bahkan mematikan sel-sel saraf.

Namun yang lebih parah, perkembangan virus bisa menyebabkan terjadinya peradangan saraf yang bisa menyebar sampai ke saraf tulang belakang atau otak. Jika ini terjadi, gangguan sinyal pada sistem saraf akan memunculkan rasa nyeri.

Ketika sel-sel saraf yang rusak beregenerasi , sel tersebut menjadi terlalu aktif dan kembali menyebabkan rasa sakit. Kerusakan saraf akibat PHN membutuhkan waktu pemulihan bertahun-tahun.

Beberapa jenis komplikasi cacar api yang juga berisiko terjadi, selain yang ditandai dengan ciri-ciri rasa nyeri berkepanjangan  adalah:

  • Herpes zoster ophthalmicus: kehilangan sebagian penglihatan  saat cacar api menyerang bagian mata.
  • Otic zoster: kehilangan sebagian pendengaran saat cacar api menyerang telinga.
  • Bell’s palsy: kelumpuhan sistem saraf.

Kapan harus memeriksa gejala cacar api ke dokter?

Diagnosis dan pengobatan cacar api dapat mencegah kondisi ini memburuk dan penyakit komplikasi dari herpes zoster.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami ciri-ciri cacar api yang disebutkan di atas, segerakan untuk memeriksakan diri ke dokter. Terutama ketika mengalami kondisi seperti:

  • Gejala cacar api muncul di dalam mata.
  • Termasuk ke dalam kelompok berisiko: berumur di atas 60 tahun, ibu hamil, memiliki sistem imun yang lemah, mengalami stres, dll.
  • Ruam menyebar hampir ke seluruh tubuh.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi dan keparahan gejala. Obat yang diberikan biasanya berupa antivirus seperti acyclovir dan obat analgesik untuk mengatasi nyeri seperti obat salep capsaicin dan obat tempel lidocaine.

Jika Anda merasakan gangguan kesehatan atau memiliki pertanyaan terkait kondisi ini, konsultasikanlah lebih lanjut dengan dokter untuk memperoleh solusi terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cacar Air

Cacar air adalah penyakit akibat virus yang sering menyerang anak dan orang dewasa. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, dan cara mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit Infeksi, Herpes 2 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Infeksi Cytomegalovirus

Cytomegalovirus (CMV) merupakan virus yang umum menginfeksi. Sekali terinfeksi, virus akan bertahan selamanya, tapi tidak menimbulkan keluhan yang berarti.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 1 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa (bullous pemphigoid) adalah penyakit kulit yang menyerang sistem imun, diawali dengan ruam kemudian berubah menjadi lenting besar.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Mengenal Penyebab Cacar Air, Siapa yang Lebih Berisiko Tertular?

Cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Selain anak-anak, beberapa orang dengan kondisi tertentu juga rentan terinfeksi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi, Herpes 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gatal di selangkangan

8 Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Ampuh Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
mononukleosis demam kelenjar adalah

Mononukleosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit herpes zoster cacar ular cacar api

Herpes Zoster (Cacar Api/Cacar Ular)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
penyakit herpes

Herpes

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit