Hematoma Subdural

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hematoma subdural?

Hematoma adalah kumpulan darah dalam suatu organ atau jaringan. Otak manusia dan sumsum tulang belakang ditutupi oleh lapisan membran pelindung yang disebut meninges. Di dalam hematoma subdural atau perdarahan subdural, darah berkumpul di antara dua lapisan ini: lapisan arachnoid (atas/luar) dan lapisan dura atau meningeal.

Penyakit ini tergolong akut (cepat berkembang) atau kronis (tumbuh secara perlahan). Hematoma akut dapat mengakibatkan tekanan tinggi di dalam tengkorak (tekanan intrakranial). Hasilnya adalah timbulnya kompresi dan kerusakan jaringan otak dan dapat menyebabkan kematian.

Gejala hematoma subdural, penyebab hematoma subdural, dan obat hematoma subdural, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Perdarahan subdural sering menyerang orang yang pernah mengalami trauma kepala terutama anak-anak dan orang tua. Penyalahgunaan alkohol dalam jangka waktu yang panjang juga berisiko lebih tinggi terkena hematoma subdural karena lebih mudah jatuh atau mengalami kecelakaan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hematoma subdural?

Gejala hematoma subdural tergantung pada seberapa serius cedera yang terjadi serta ukuran dan lokasinya. Gejala bisa muncul dengan cepat atau berminggu-minggu kemudian atau lebih setelah terjadinya cedera. Sebagian orang tampak baik-baik saja pada awalnya (disebut interval lucid) setelah mengalami cedera. Namun, setelah itu, tekanan pada otak dapat menyebabkan:

  • Hilang atau berubahnya tingkat kesadaran
  • Muntah-muntah
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Disorientasi
  • Gagap berbicara
  • Lupa ingatan/amnesia
  • Kejang-kejang
  • Perubahan kepribadian
  • Pernapasan tidak normal
  • Masalah berjalan
  • Lemas tangan dan kaki pada sebelah bagian tubuh.

Hematoma subdural kronis dan sub-akut sering menyebabkan sakit kepala, rasa letih ringan, lambat berpikir, kelainan berbicara, masalah mobilitas, dan kebingungan.

Jika penyakit ini terjadi pada bayi, gejala dapat mencakup:

  • Fontanelles menggembung (“titik lunak” tengkorak bayi)
  • Sulit makan
  • Kejang fokal
  • Kejang tonik-klonik
  • Lingkar kepala bertambah besar
  • Sering mengantuk dan lesu
  • Cepat marah
  • Muntah terus-menerus

Kemungkinan terdapat beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tertentu mengenai gejala di atas, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Perdarahan subdural dapat menyebabkan kematian. Perawatan medis darurat sangat diperlukan. Carilah pertolongan medis segera setelah kepala mengalami cedera apabila:

  • Anda kehilangan kesadaran
  • Anda memiliki salah satu dari tanda-tanda dan gejala yang merujuk pada hematoma intrakranial

Kemungkinan tanda dan gejala hematoma intrakranial tidak langsung terlihat, tunggulah sampai terlihat perubahan pada fisik, mental dan emosional.

Penyebab

Apa saja penyebab hematoma subdural?

Perdarahan subdural terjadi ketika vena pecah di antara tengkorak dan permukaan otak Anda. Dikutip dari Healthline, berikut ini adalah penyebab perdarahan subdural:

Hematoma subdural akut

Jika Anda mengalami cedera otak utama, area ini dapat terisi dengan darah dan menyebabkan gejala parah. Kondisi tersebut disebut dengan hematoma subdural akut. Ini adalah tipe perdarahan subdural yang paling berbahaya. 

Perdarahan subdural akut biasanya disebabkan oleh kecelakaan mobil, pukulan di kepala, dan jatuh. Hematoma subdural ini terbentuk dengan cepat dan gejalanya muncul tiba-tiba. Sekitar 50-90% orang dengan kondisi ini meninggal karena kondisi atau komplikasinya. 

Hematoma subdural kronis

Perdarahan subdural kronis biasanya disebabkan oleh cedera kepala ringan yang terjadi secara berulang. Ini biasanya menimpa orang dewasa atau lanjut usia yang berulang kali jatuh dan membenturkan kepala mereka. Beberapa perdarahan subdural kronis terjadi tanpa penyebab yang jelas. 

Perdarahan subdural kronis bisa juga terjadi karena otak yang menyusut seiring dengan bertambahnya usia. Ini menyebabkan timbulkan ruang tambahan di tengkorak, sehingga pembuluh darah menjadi lebih mudah rusak selama cedera kepala. Gejala kondisi ini mungkin tidak akan muncul selama beberapa minggu. 

Hematoma subdural kronis lebih mudah diobati daripada perdarahan subdural akut. Namun, kondisi tersebut masih bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk hematoma subdural?

Faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko terserang perdarahan subdural:

Apabila Anda tidak memiliki faktor risiko di atas bukan berarti Anda tidak bisa terserang hematoma subdural. Faktor-faktor ini hanya untuk referensi saja. Anda harus konsultasikan dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk hematoma subdural?

Perdarahan subdural akut hanya dapat diobati dengan operasi. Prosedur bedah yang menangani kondisi tersebut disebut dengan kraniotomi. 

Kraniotomi dilakukan untuk mengangkat hematoma subdural yang berukuran besar. Dalam prosedur ini, dokter bedah mengambil bagian dari tengkorak untuk melihat bekuan darah atau hematoma. Dokter kemudian menggunakan alat isap untuk menghilangkannya. 

Untuk perdarahan subdural akut, kraniotomi mungkin menjadi prosedur yang dapat menyelamatkan jiwa, tapi masih berisiko. 

Lubang duri juga dapat digunakan untuk mengalirkan perdarahan subdural kronis dan akut yang lebih kecil. Dokter bedah akan membuat lubah kecil di tengkorak Anda dan menempatkan tabung karet di dalamnya. 

Darah dari hematoma mengalir keluar melalui lubang ini. Dokter mungkin juga akan meresepkan obat anti-kejang untuk mengobati atau mencegah kejang yang mungkin disebabkan oleh perdarahan subdural. Obat, seperti kortikosteroid juga mungkin direkomendasikan untuk mengatasi cedera otak Anda. 

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter dapat membuat diagnosis dengan mendengarkan detak jantung. Darah yang mengalir secara tidak normal melalui katup mitral akan menimbulkan suara berdesir.

Dokter mendengarnya dengan menggunakan stetoskop. Durasi serta lokasi suara tersebut membantu dokter membedakan mana katup yang rusak. Hasil sonogram jantung (echocardiogram) dapat menghasilkan sebuah diagnosis.

Tes-tes lain meliputi penyinaran dada dengan sinar-X dan penggunaan elektrokardiografi (EKG).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hematoma subdural?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi perdarahan subdural:

  • Jadwalkan pemeriksaan ulang secara rutin untuk melacak kemajuan penyakit dan kondisi kesehatan Anda
  • Ikuti instruksi dokter
  • Rawatlah gigi Anda. Sikat gigi dan gunakan benang gigi serta kunjungi dokter gigi Anda secara teratur.
  • Ubahlah diet Anda. Batasi penggunaan garam (jangan menambahkan garam ke dalam makanan Anda)
  • Jaga berat badan agar tetap sehat
  • Kurangi asupan kafein
  • Olahraga

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

    Osteoarthritis atau pengapuran sendi adalah penyakit yang membuat sendi terasa nyeri dan kaku. Berikut informasi tentang gejala, penyebab dan pengobatannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

    6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

    Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Menjalani Gaya Hidup Sehat, Kunci Lansia Bahagia di Hari Tua

    Menikmati hidup dapat meningkatkan kebugaran lansia, dan kebugaran juga dibutuhkan untuk bisa menikmati hidup. Caranya? Terapkan gaya hidup sehat ini!

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Konten Bersponsor
    gaya hidup sehat lansia
    Kebugaran, Hidup Sehat 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

    Infeksi Saluran Kemih (ISK)

    Infeksi saluran kemih (infeksi saluran kencing) adalah ketika ada bakteri pada organ saluran kencing. Apa gejalanya? Bagaimana menangani kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Urologi, Urologi Lainnya 6 Agustus 2020 . Waktu baca 13 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    makanan pedas atasi migrain

    Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    perlukah lansia minum susu

    Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

    Distrofi Otot

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
    penyakit pada lansia

    5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit