Glaukoma Sudut Tertutup

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu glaukoma sudut tertutup?

Glaukoma sudut tertutup adalah penyakit serius yang terjadi ketika tekanan di dalam mata Anda meningkat terlalu tinggi. Kondisi ini terjadi ketika cairan pada mata tidak bisa melembapkan mata seperti seharusnya.

Glaukoma sudut tertutup dapat terbagi menjadi 2 tipe berdasarkan waktu kejadiannya, yaitu akut dan kronis. Pada jenis akut, kenaikan tekanan bola mata dapat terjadi secara mendadak dan dalam waktu singkat, bahkan hanya dalam hitungan jam.

Sementara itu, glaukoma sudut tertutup kronis biasanya memiliki gejala-gejala yang berkembang dalam jangka panjang, sehingga lebih sulit untuk dideteksi.

Glaukoma sendiri merupakan penyakit yang dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Kedua jenis glaukoma yang cukup umum terjadi adalah glaukoma sudut tertutup dan glaukoma sudut terbuka.

Penyakit ini merupakan keadaan darurat dan harus ditangani dengan segera. Kondisi Anda akan ditentukan oleh diagnosis, penanganan, dan rujukan segera.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Glaukoma jenis ini, apabila dibandingkan dengan glaukoma jenis lainnya, termasuk dalam penyakit yang tidak terlalu umum. Berbeda dengan glaukoma sudut terbuka yang terjadi pada 90% kasus glaukoma.

Glaukoma sudut tertutup adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja. Namun, penyakit ini biasanya lebih umum terjadi pada pasien berusia 55 hingga 65 tahun. Ukuran lensa meningkat tajam seiring dengan bertambahnya usia, sehingga memadati area sudut ruang anterior, membuatnya lebih dangkal.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai informasi penyakit ini, diskusikan dengan dokter Anda.

Gejala

Apa gejala glaukoma sudut tertutup?

Gejala glaukoma sudut tertutup mungkin akan bervariasi pada setiap orang. Apabila Anda memiliki glaukoma yang bersifat akut, tanda-tanda dan gejala dapat muncul secara cepat dan mendadak. Ciri-ciri dan gejala glaukoma sudut tertutup akut adalah:

  • Nyeri di mata
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Penglihatan kabur atau berkabut
  • Melihat pelangi atau lingkaran cahaya setiap menatap objek yang bercahaya
  • Bagian putih mata menjadi merah
  • Ukuran pupil kiri dan kanan menjadi berbeda
  • Mendadak kehilangan penglihatan

Berbeda dengan jenis akut, Anda mungkin tidak akan merasakan tanda-tanda dan gejala apapun jika glaukoma yang Anda derita tergolong dalam jenis kronis. Oleh sebab itu, kebanyakan pengidap glaukoma kronis tidak menyadari keberadaan penyakit ini, hingga kerusakan mata sudah terlanjur parah.

Mungkin ada beberapa gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika ada gejala yang mengkhawatirkan Anda, konsultasikan pada dokter.

Penyebab

Apa penyebab glaukoma sudut tertutup?

Air mata keluar dari mata Anda melalui beberapa saluran yang terdapat di jaringan antara iris (bagian mata yang berwarna) dan kornea (lapisan luar mata yang bening). Saluran ini yang disebut dengan drainase.

Saat iris dan kornea bergerak mendekati satu sama lain, drainase antara mereka jadi tertutup. Jika terjadinya mendadak, ini dikatakan sebagai serangan akut. Namun, apabila terjadi secara bertahap, kondisi tersebut dikategorikan sebagai kronis.

Glaukoma jenis ini akan menghalangi saluran drainase air mata Anda. Akibatnya, air mata tidak bisa keluar menuju drainase, dan penumpukannya akan menyebabkan tekanan yang bisa merusak saraf mata.

Jika kondisi ini tidak ditangani segera, Anda dapat kehilangan penglihatan seluruhnya, alias menjadi buta.

Glaukoma sudut tertutup dapat dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan penyebab glaukoma itu sendiri. Kedua jenis tersebut dinamakan dengan primer dan sekunder.

1. Glaukoma sudut tertutup primer

Pada kasus glaukoma jenis primer, penyebab penyakit tidak diketahui secara pasti. Biasanya, pasien tidak memiliki penyakit lain yang memicu tingginya tekanan dalam mata. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya kelainan pada bola mata, seperti:

  • Ukuran lensa yang terlalu besar
  • Ukuran atau struktur iris yang tidak normal (disebut dengan plateau iris syndrome)

2. Glaukoma sudut tertutup sekunder

Berbeda dengan jenis primer, glaukoma sekunder dipicu oleh penyakit atau kondisi kesehatan lain yang sudah ada sebelumnya. Penyakit tersebutlah yang dapat mengakibatkan iris mata terdorong atau menyumbat drainase mata.

Beberapa kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan glaukoma jenis sekunder meliputi:

  • Katarak
  • Lensa ektopik (saat lensa mata Anda bergeser dari tempat seharusnya)
  • Retinopati diabetik
  • Iskemik mata (pembuluh darah ke mata mengecil)
  • Uveitis (peradangan pada mata)
  • Tumor

Selain kondisi-kondisi di atas, serangan glaukoma akut dapat terjadi jika pupil mata Anda melebar terlalu besar atau terlalu cepat. Ini biasanya terjadi saat:

  • Anda masuk ke ruangan gelap
  • Menggunakan obat tetes mata untuk melebarkan pupil
  • Anda stress atau sedang gembira
  • Anda menggunakan obat-obatan seperti antidepresan, obat flu, atau antihistamin

Faktor pemicu

Siapa saja yang berisiko mengalami glaukoma sudut tertutup?

Ada beberapa hal yang meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini, yaitu jika Anda:

  • Berjenis kelamin wanita (wanita 2-4 kali lebih mungkin mengalami kondisi ini dibanding pria)
  • Keturunan Asia atau Inuit
  • Mengidap rabun dekat
  • Berusia 50 tahun ke atas
  • Ada anggota keluarga yang pernah mengalami glaukoma sudut tertutup
  • Menggunakan obat-obatan yang melebarkan pupil
  • Menggunakan obat-obatan yang membuat iris dan kornea menjadi berdekatan, seperti sulfonamide, topiramate, atau phenothiazine.

Jika Anda memiliki glaukoma di salah satu mata, Anda kemungkinan besar akan mengalaminya juga di mata yang lain.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Jika Anda merasa mengalami glaukoma sudut tertutup akut, segera kunjungi dokter mata tanpa ditunda-tunda lagi, karena ini adalah kondisi darurat. Dokter mungkin akan melakukan beberapa tes untuk memastikan diagnosis, di antaranya:

  • Gonioskopi: Dokter menggunakan lensa dengan mikroskop sederhana untuk memeriksa mata Anda. Sorotan cahaya akan digunakan untuk mengecek sudut antara iris dan kornea Anda, sekaligus memastikan apakah cairan di dalam mata mengalir dengan baik.
  • Tonometri: Tes ini digunakan untuk mengukur tekanan di dalam mata.
  • Optalmoskopi: Dokter akan mengecek adanya kerusakan pada saraf optik di mata Anda dengan alat kecil yang berlampu.

Bagaimana cara mengobati glaukoma sudut tertutup?

Yang pertama akan dilakukan dokter untuk mengobati glaukoma jenis ini adalah untuk menghilangkan tekanan di dalam mata. Biasanya dokter akan menggunakan:

  • Obat tetes mata yang mengecilkan pupil
  • Obat-obatan untuk mengurangi jumlah air mata yang diproduksi

Setelah tekanan di dalam mata berkurang sedikit, dokter mungkin akan menggunakan laser untuk:

  • Iriodotomy: membuat lubang kecil di iris mata Anda, agar cairan di mata mengalir kembali. Tindakan ini bisa dilakukan hanya dalam beberapa menit, dan Anda bisa langsung pulang.
  • Iridioplasty atau gonioplasty: prosedur menarik sudut-sudut iris mata Anda dari saluran air mata.

Namun, dalam beberapa kasus, glaukoma sudut tertutup harus diatasi dengan prosedur bedah atau operasi. Berikut adalah beberapa jenis operasi yang dilakukan untuk penanganan glaukoma:

  • Operasi katarak
  • Sinekialisis
  • Trabekulektomi
  • Pemasangan alat drainase glaukoma

Meskipun glaukoma hanya terjadi pada satu mata, dokter mungkin akan mengobati kedua mata Anda, untuk berjaga-jaga.

Pencegahan

Langkah apa yang bisa saya lakukan untuk mencegah kondisi ini?

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut cara yang dapat mencegah glaukoma sudut tertutup:

1. Periksa mata secara berkala

Cara terbaik untuk mencegah kondisi ini adalah memeriksakan mata Anda ke dokter secara teratur, terlebih jika Anda memiliki risiko tinggi. Dokter dapat mengawasi tingkat tekanan dan seberapa baik air mata melembapkan mata Anda.

Jika dokter menganggap risiko Anda sangat tinggi, perawatan laser untuk pencegahan mungkin disarankan.

2. Mengetahui riwayat kondisi mata di keluarga Anda

Penyakit glaukoma sudut tertutup memiliki kecenderungan menurun pada keluarga. Jika Anda memiliki risiko lebih tinggi, Anda perlu melakukan skrining atau pemeriksaan riwayat kesehatan keluarga lebih sering.

3. Berolahraga dengan aman

Olahraga teratur dapat membantu mencegah kondisi ini dengan mengurangi tekanan mata. Diskusikan dengan dokter tentang program yang tepat untuk kondisi Anda.

4. Kenakan pelindung mata

Cedera mata yang serius dapat menyebabkan kondisi ini. Kenakan pelindung mata saat menggunakan alat-alat listrik atau melakukan aktivitas olahraga di lapangan tertutup.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Penyakit Glaukoma Akibat Sembarangan Pakai Obat Mata Kortikosteroid

Menurut penelitian, sembarangan pakai obat tetes mata kortikosteroid bisa sebabkan glaukoma. Lebih jelas soal glaukoma akibat kortikosteroid, baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit

4 Pilihan Pengobatan Glaukoma yang Paling Umum

Ada empat pilihan metode pengobatan glaukoma yang umum digunakan dokter untuk menghindari risiko kebutaan. Simak uraian lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 11 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit

Apakah Minum Teh Setiap Hari Bisa Menurunkan Risiko Glaukoma?

Pencegahan glaukoma sangat penting dilakukan untuk mencegah kebutaan yang permanen. Minum teh setiap hari diklaim bisa menurunkan risiko glaukoma, benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 26 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Gejala Glaukoma yang Harus Anda Waspadai, Berdasarkan Jenisnya

Efek glaukoma lebih parah ketimbang katarak karena kebutaan yang disebabkannya tidak dapat diperbaiki. Maka, segera waspadai gejala glaukoma sedini mungkin

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 9 Februari 2018 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat herbal tradisional glaukoma

5 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma, Mulai dari Obat Herbal hingga Makanan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit
implan glaukoma

Mengenal Implan Glaukoma, Pengobatan Termutakhir untuk Glaukoma

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Juni 2019 . Waktu baca 7 menit
katarak senilis picu glaukoma

Waspada! Terlalu Lama Dibiarkan, Katarak Senilis Bisa Picu Glaukoma

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit
penyebab glaukoma

Apa Penyebab Glaukoma, Penyakit Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 20 September 2018 . Waktu baca 7 menit