Glaukoma Sudut Terbuka

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu glaukoma sudut terbuka?

Glaukoma adalah penyakit yang terjadi ketika tekanan intraokular (bola mata) meningkat, sehingga menyebabkan kerusakan pada saraf optik di mata. Akibatnya, kualitas penglihatan semakin menurun dan pasien berisiko mengalami kebutaan total. Penyakit ini terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah glaukoma sudut terbuka.

Glaukoma sudut terbuka adalah kondisi kronis yang ditandai dengan sudut drainase pada mata yang terbuka. Sudut drainase adalah saluran pembuangan cairan pada mata, yang terletak di antara iris dan kornea mata. Meski sudut drainase terbuka, cairan tidak dapat mengalir keluar karena adanya sumbatan pada jaringan penyerapan di dalam drainase.

Cairan mata yang tidak dapat dibuang akan menumpuk dan mengakibatkan tekanan bola mata tinggi. Tekanan inilah yang berpotensi merusak saraf optik dan memengaruhi penglihatan. Sebagian besar kasus glaukoma sudut terbuka tidak diketahui apa penyebab pastinya.

Penyakit ini juga sering disebut “pencuri penglihatan” karena tanda-tanda dan gejalanya yang sangat sulit dideteksi pada tahap awal perkembangannya, hingga akhirnya kerusakan pada mata sudah terlanjur parah. Kebutaan yang diakibatkan oleh glaukoma pun bersifat ireversibel, alias tidak dapat disembuhkan.

Jenis lain dari penyakit ini adalah glaukoma sudut tertutup, yaitu ketika sudut drainase pada mata tertutup dan mengakibatkan cairan tidak dapat terbuang. Kondisi ini juga tidak kalah berbahaya dengan tipe sudut terbuka.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Glaukoma sudut terbuka adalah kondisi yang paling umum terjadi bila dibandingkan dengan jenis glaukoma lainnya. Diperkirakan penyakit ini menjadi penyebab di balik 12,3% dari kasus kebutaan di seluruh dunia.

Glaukoma sudut terbuka dapat mengenai pasien pada usia berapapun. Namun, pasien berusia lanjut memiliki peluang lebih besar untuk terkena penyakit ini. Selain itu, glaukoma jenis ini cukup banyak ditemukan pada pasien berketurunan Asia dan Afrika.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala glaukoma sudut terbuka?

Sayangnya, dalam kebanyakan kasus, glaukoma sudut terbuka tidak menunjukkan gejala apapun. Biasanya, gejala dimulai dengan menurunnya penglihatan perifer, atau penglihatan di bagian samping mata. Kebanyakan pasien tidak menyadari hilangnya penglihatan perifer mereka.

Umumnya, pasien baru mengetahui ada yang salah dengan penglihatannya ketika glaukoma sudah memengaruhi penglihatan sentral. Pada saat itu terjadi, hingga 90% serat saraf optik mungkin sudah rusak dan tidak dapat disembuhkan,

Selain itu, peningkatan tekanan mata akan terjadi secara bertahap, sehingga banyak penderita yang tidak merasakan sakit di matanya. Namun, pada kasus glaukoma sudut terbuka yang bersifat akut, tekanan mata dapat meningkat secara mendadak, dan pada kondisi ini pasien akan merasakan gejala-gejala seperti sakit kepala, mata memerah, dan penglihatan buram.

Dalam kasus yang lebih parah, pasien juga akan mengalami kondisi yang disebut dengan tunnel vision, yaitu ketika pasien seolah melihat dengan matanya dari dalam terowongan yang gelap.

Gejala-gejala glaukoma lainnya yang mungkin muncul meliputi:

  • sakit kepala parah
  • nyeri mata
  • mual dan muntah
  • melihat lingkaran berbentuk pelangi di sekitar cahaya atau lampu

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab glaukoma sudut terbuka?

Menurut situs National Eye Institute, cairan mata pada pasien glaukoma sudut terbuka terserap terlalu lambat pada jaringan spons yang ada di sudut tempat iris dan kornea mata bertemu. Sudut ini yang disebut dengan sudut drainase. Dengan kata lain, sudut drainase pada mata terbuka dengan normal, namun jaringan spons di dalamnya yang bermasalah.

Padahal, seharusnya cairan pada mata terbuang ke sudut drainase dan diganti dengan cairan yang baru. Sirkulasi cairan tersebut harus berjalan dengan seimbang agar kelebihan cairan tidak menumpuk pada mata.

Ketika cairan pada mata terlalu banyak, tekanan di bola mata pun semakin meningkat. Tekanan ini yang merusak saraf-saraf optik pada mata dan memperburuk penglihatan pasien.

Sayangnya, sebagian besar kasus glaukoma sudut terbuka tidak diketahui secara jelas apa penyebabnya. Para ahli masih memperdebatkan apa yang menjadi pemicu meningkatnya tekanan bola mata dan kelainan pada struktur mata.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk glaukoma sudut terbuka?

Ada banyak faktor risiko untuk glaukoma sudut terbuka, seperti:

  • orang-orang berusia lanjut
  • berasal dari keturunan Asia dan Afrika
  • memiliki anggota keluarga dengan glaukoma
  • mengidap penyakit lain, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung
  • pernah mengalami trauma atau cedera pada mata
  • adanya tumor mata
  • memiliki mata rabun jauh atau rabun dekat
  • mengalami infeksi atau peradangan mata yang parah
  • penggunaan obat kortikosteroid

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Dokter mata akan memeriksa mata secara menyeluruh untuk mendeteksi adanya glaukoma. Berikut adalah prosedur pemeriksaan yang biasa dilakukan:

  • Gonioskopi: pemeriksaan untuk mengecek sudut drainase pada mata, agar dokter dapat mengetahui apakah Anda menderita glaukoma jenis sudut terbuka atau glaukoma sudut tertutup
  • Tonometri: pemeriksaan untuk mengukur tekanan intraokular atau tekanan pada bola mata Anda
  • Pemeriksaan saraf-saraf optik
  • Pemeriksaan ketebalan kornea mata
  • Pemeriksaan medan penglihatan: untuk mengetahui seberapa luas jarak pandang Anda

Apa saja pengobatan untuk glaukoma sudut terbuka?

Pengobatan glaukoma, khususnya untuk tipe sudut terbuka, ditujukan untuk mengurangi tekanan pada bola mata. Dalam beberapa kasus, pengobatan biasanya meliputi obat resep, laser mata, atau operasi bedah lainnya.

Memang, hingga saat ini belum ada pengobatan yang bisa mengembalikan kondisi pasien glaukoma seperti sedia kala. Namun, dengan diagnosis awal dan pengobatan yang tepat, kualitas penglihatan pasien dapat terjaga.

Berikut adalah pilihan pengobatan untuk penanganan glaukoma sudut terbuka:

  • pemberian obat-obatan tetes mata resep dokter
  • prosedur laser, seperti iridotomy
  • operasi glaukoma (trabekulektomi) untuk membuat penyaring baru pada bola mata
  • implan glaukoma, dengan memasukkan tabung silikon kecil pada mata agar cairan dapat terbuang

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi glaukoma sudut terbuka?

Perubahan gaya hidup berikut dapat membantu Anda mengatasi gejala-gejala glaukoma sudut terbuka:

  • Makan diet sehat. Makan diet sehat dapat membantu Anda mempertahankan kesehatan, tetapi tidak akan mencegah memburuknya glaukoma. Beberapa vitamin dan nutrisi penting bagi kesehatan mata, termasuk yang ditemukan dalam sayuran berdaun hijau gelap dan ikan yang kaya akan asam lemak omega-3.
  • Berolahraga dengan aman. Olahraga rutin dapat mengurangi tekanan mata dalam glaukoma sudut terbuka. Konsultasikan pada dokter mengenai program olahraga yang tepat.
  • Batasi kafein. Minum minuman dengan jumlah besar kafein dapat meningkatkan tekanan mata.
  • Minum cairan dalam jumlah sedikit, namun sering. Minum cairan hanya dalam jumlah sedang kapanpun di siang hari. Minum satu liter atau lebih cairan apapun dalam waktu singkat dapat meningkatkan tekanan mata untuk sementara.
  • Tidur dengan kepala ditinggikan. Menggunakan bantal baji yang menjaga kepala Anda sedikit terangkat, sekitar 20 derajat, telah terbukti mengurangi tekanan mata intraokular saat Anda tidur.
  • Minum obat yang diresepkan. Gunakan tetes mata atau obat lain sesuai resep dapat membantu Anda mendapatkan kemungkinan hasil terbaik dari pengobatan. Pastikan untuk menggunakan tetes mata tepat sesuai yang diresepkan. Jika tidak, kerusakan saraf optik dapat menjadi lebih buruk. Karena sebagian tetesan mata diserap ke dalam aliran darah, Anda bisa mengalami beberapa efek samping yang tidak berkaitan dengan mata Anda. Untuk meminimalkan penyerapan ini, tutup mata Anda selama satu hingga dua menit setelah menetesnya. Atau, sedikit tekan pada ujung mata dekat hidung untuk menutup kantong air mata selama satu hingga dua menit. Lap sisa tetesan yang tidak terpakai dari kelopak mata Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Penyakit Glaukoma Akibat Sembarangan Pakai Obat Mata Kortikosteroid

Menurut penelitian, sembarangan pakai obat tetes mata kortikosteroid bisa sebabkan glaukoma. Lebih jelas soal glaukoma akibat kortikosteroid, baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit

4 Pilihan Pengobatan Glaukoma yang Paling Umum

Ada empat pilihan metode pengobatan glaukoma yang umum digunakan dokter untuk menghindari risiko kebutaan. Simak uraian lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 11 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit

Apakah Minum Teh Setiap Hari Bisa Menurunkan Risiko Glaukoma?

Pencegahan glaukoma sangat penting dilakukan untuk mencegah kebutaan yang permanen. Minum teh setiap hari diklaim bisa menurunkan risiko glaukoma, benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 26 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Gejala Glaukoma yang Harus Anda Waspadai, Berdasarkan Jenisnya

Efek glaukoma lebih parah ketimbang katarak karena kebutaan yang disebabkannya tidak dapat diperbaiki. Maka, segera waspadai gejala glaukoma sedini mungkin

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 9 Februari 2018 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat herbal tradisional glaukoma

5 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma, Mulai dari Obat Herbal hingga Makanan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit
implan glaukoma

Mengenal Implan Glaukoma, Pengobatan Termutakhir untuk Glaukoma

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Juni 2019 . Waktu baca 7 menit
katarak senilis picu glaukoma

Waspada! Terlalu Lama Dibiarkan, Katarak Senilis Bisa Picu Glaukoma

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit
penyebab glaukoma

Apa Penyebab Glaukoma, Penyakit Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 20 September 2018 . Waktu baca 7 menit