Glaukoma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu glaukoma?

Glaukoma atau glukoma adalah kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh tekanan bola mata yang tinggi.

Saraf mata adalah sekumpulan serat saraf yang menghubungkan retina ke otak. Saat saraf mata rusak, sinyal yang menyampaikan apa yang Anda lihat ke otak terganggu. Secara perlahan, hal ini menyebabkan komplikasi glaukoma berupa hilangnya penglihatan atau kebutaan.

Ada beberapa jenis kondisi tekanan pada bola mata ini. Kondisi pada mata ini terbagi menjadi dua, ada glaukoma sudut terbuka, glaukoma sudut tertutup, glaukoma tekanan normal, glaukoma kongenital dan glaukoma sekunder. Jenis yang paling sering terjadi yaitu glaukoma sudut terbuka.

Seberapa umumkah penyakit ini terjadi?

Glaukoma merupakan penyakit mata yang sering terjadi. Kondisi tekanan pada bola mata dapat terjadi di semua usia namun lebih sering terjadi pada usia lebih dari 60 tahun. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kebutaan.

Anda dapat mengurangi kemungkinan tersebut dengan mengontrol faktor risiko Anda. Hubungi dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala glaukoma?

Gejala dan tanda Anda tergantung dari jenis glaukoma yang Anda derita. Namun, hampir seluruh jenis glaukoma akan menunjukkan gejala yang serupa.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala glaukoma yang umum:

  • sakit kepala berat
  • nyeri mata
  • mual dan muntah
  • penglihatan kabur
  • melihat lingkaran pelangi di sekitar cahaya
  • mata merah

Pada glaukoma jenis sudut terbuka, awalnya pasien tidak merasakan gejala. Namun, Anda mungkin melihat blind spot yang berupa area kecil pada penglihatan tepi atau pusat Anda.

Keluhan lain yang muncul adalah tunnel vision, yang berupa penglihatan mengerucut ke depan seperti terowongan atau melihat titik kehitaman yang melayang mengikuti gerakan bola mata.

Dalam kebanyakan kasus, gejala glaukoma baru muncul beberapa tahun setelah pasien mengidap penyakit ini, sehingga terkadang sulit dideteksi. Namun, pada glaukoma akut yang terjadi secara mendadak, gejala-gejala di atas bisa muncul secara tiba-tiba.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala tekanan pada bola mata. Glaukoma yang tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan. Orang berusia lebih dari 40 tahun disarankan untuk melakukan skrining untuk melihat tanda Anda mengalami kondisi tekanan pada bola mata yang berujung pada kebutaan.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab glaukoma?

Penyebab utama glaukoma yaitu tingginya tekanan bola mata yang selanjutnya menyebabkan kerusakan saraf mata. Tekanan bola mata yang meningkat dapat disebabkan oleh menumpuknya cairan yang terdapat di dalam mata.

Normalnya, cairan mengalir melalui saluran pada mata yang disebut dengan trabecular meshwork. Cairan yang menumpuk disebabkan oleh produksi yang berlebihan atau jika cairan tidak dapat dialirkan keluar dengan lancar.

Penyebab glaukoma tergantung dari jenisnya. Berikut ini adalah beberapa penyebab berdasarkan jenis glaukoma:

  • Glaukoma sudut terbuka: Ini merupakan kondisi gangguan mata yang paling sering terjadi. Pada jenis ini, sudut drainase yang dibentuk oleh kornea dan iris dalam keadaan terbuka. Penyebab glaukoma tipe ini adalah penyumbatan parsial di trabecular meshwork. Hal ini menyebabkan penumpukan cairan dan meningkatkan tekanan bola mata. Biasanya kondisi tekanan pada mata ini bisa terjadi secara perlahan.
  • Glaukoma sudut tertutup: Pada kondisi jenis ini, penyumbatan terjadi akibat sudut drainase yang tertutup atau iris menonjol dan menyumbat drainase cairan. Biasanya kondisi tekanan pada mata jenis ini terjadi perlahan tapi bisa mendadak pula.
  • Glaukoma tekanan normal: Penyebabnya bukan tekanan bola mata, tetapi belum diketahui secara pasti. Kerusakan saraf mata biasanya disebabkan aliran darah yang buruk atau hipersensitivitas. Aliran darah yang buruk dapat diakibatkan adanya penumpukan lemak, yang disebut juga aterosklerosis.
  • Glaukoma sekunder: Tekanan pada bola mata jenis ini disebabkan karena kondisi kesehatan lain atau akibat obat-obatan. Kondisi tersebut dapat berupa diabetes yang tidak terkontrol atau tekanan darah tinggi. Beberapa obat yang berisiko menyebabkan penyakit ini yaitu obat golongan kortikosteroid.
  • Glaukoma kongenital: Tekanan pada bola mata jenis ini disebabkan adanya kelainan pada saat bayi baru lahir. Kecacatan tersebut dapat mengganggu drainase dan membuat saraf mata lebih sensitif.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena penyakit ini?

Ada banyak faktor risiko yang bisa memengaruhi mata Anda mengalami kondisi ini, yaitu:

  • Usia lebih dari 60 tahun.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan pemyakit ini (orangtua atau saudara kandung).
  • Menggunakan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu yang lama, misalnya obat tetes mata kortikosteroid.
  • Memiliki penyakit lain seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, dan penyakit sel sabit.

Orang dengan diabetes juga berisiko terkena kondisi ini

Orang diabetes 40 persen lebih berisiko kena glaukoma dibandingkan orang tanpa diabetes. Semakin lama Anda mengidap diabetes, kondisi ini  makin lebih sering terjadi. Risiko juga meningkat ketika Anda bertambah tua.

Selain itu, jika Anda memiliki retinopati diabetes, Anda juga memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kondisi tekanan pada bola mata Anda. Pada retinopati diabetes, pembuluh darah yang abnormal tumbuh dan menghalangi drainase alami mata.

Penderita diabetes juga lebih mungkin mengidap glaukoma jenis tertentu, yang disebut glaucoma neovaskular. Dalam bentuk pembuluh darah baru, glaukoma yang tumbuh di iris, bagian berwarna dari mata, pembuluh darah ini menghalangi aliran normal cairan dari mata, sehingga meningkatkan tekanan mata.

Orang dengan risiko mengalami kebutaan

Hipertensi akan merusak pembuluh darah di retina, bagian belakang pada mata yang berfungsi sebagai penangkap atau reseptor cahaya penglihatan Anda. Kerusakan mata ini dapat berlanjut menjadi kebutaan apabila hipertensi Anda tidak dikontrol. Makin tinggi tekanan darah Anda dan makin lama Anda mengalami kondisi tersebut, maka lebih besar kemungkinan Anda untuk mengalami kerusakan yang berat pada mata Anda.

Ketika tekanan darah Anda tinggi, dinding pembuluh darah pada retina akan menebal, yang menyebabkan pembuluh darah menyempit dan aliran darah ke retina berkurang. Seiring berjalannya waktu, kerusakan pembuluh darah retina akibat hipertensi ini akan merusak saraf penglihatan, sehingga menimbulkan masalah penglihatan Anda, bahkan sampai menimbulkan kebutaan.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk glaukoma?

Dalam proses diagnosis, dokter akan menanyakan riwatat kesehatan Anda terlebih dahulu, serta melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh.

Berdasarkan informasi dari Mayo Clinic, berikut adalah beberapa jenis tes yang dilakukan untuk mendeteksi glaukoma:

  • tonometri, untuk mengukur tekanan bola mata
  • gonioskopi, untuk mengecek sudut pembuangan cairan pada mata
  • pemeriksaan lapang pandang untuk mencari tahu seberapa luas penglihatan Anda
  • pachymetry, untuk mengukur ketebalan kornea
  • tes untuk memeriksa adanya kerusakan pada saraf optik

Jika dari sejumlah pemeriksaan sudah menunjukkan tanda-tanda perkembangan kondisi ini, maka pengobatan perlu segera dilakukan. Dengan menjalani pengobatan, risiko perkembangan glaukoma bisa berkurang hingga 50 persen.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk glaukoma?

Ada empat pilihan metode pengobatan glaukoma yang umum digunakan dokter untuk menghindari risiko kebutaan. Berikut uraiannya:

1. Pakai obat tetes mata

Obat tetes mata untuk mengobati glaukoma tentu bukanlah obat tetes generik yang bisa Anda dapatkan dengan bebas di warung atau apotek. Obat tetes untuk kondisi ini  harus didapatkan melalui resep dokter, karena jenis dan dosisnya akan ditentukan oleh dokter berdasarkan tingkat keparahan kondisi Anda.

Obat tetes mata untuk glaukoma yang paling sering diresepkan dokter adalah:

  • golongan analog prostaglandin (latanaprost, travoprost, tafluprost, dan bimatoprost)
  • antagonis adrenergik (timolol dan betaxolol)
  • penghambat karbonik anhidrase (dorzolamide dan brinzolamide)
  • parasimpatomimetik (pilokarpin)

Obat-obatan ini dapat digunakan secara terpisah, ataupun sebagai kombinasi.

2. Obat minum

Ada dua pilihan obat minum, yaitu:

  • Golongan inhibitor karbonik anhidrase. Contohnya acetazolamide. Obat ini umumnya hanya digunakan untuk terapi singkat serangan glaukoma akut. Namun, pada beberapa kasus, obat ini dapat diberikan dalam jangka waktu panjang pada pasien yang tidak dapat menjalani operasi tapi obat tetes mata tidak lagi manjur.
  • Golongan hiperosmotik. Contohnya glisero. Obat ini bekerja dengan menarik cairan dari bola mata ke dalam pembuluh darah. Pemberian hanya dilakukan pada kasus-kasus akut dan dalam jangka waktu singkat (hitungan jam).

Akan tetapi, risiko efek samping obat minum lebih tinggi daripada obat tetes mata. Maka, obat minum kurang direkomendasikan sebagai pengobatan dari kondisi ini.

3. Laser

Ada dua jenis laser yang dapat dilakukan untuk membantu menguras kelebihan cairan dari bola mata, yaitu:

  • Trabekuloplasti. Tindakan ini biasa dilakukan untuk orang yang memiliki glaukoma sudut terbuka. Laser membantu agar sudut yang menjadi tempat drainase dapat bekerja secara lebih maksimal.
  • Iridotomi. Tindakan ini dilakukan untuk kasus glaukoma sudut tertutup. Iris Anda akan dilubangi dengan menggunakan sinar laser agar cairan dapat mengalir lebih baik.

4. Operasi

Operasi umumnya dilakukan pada kasus-kasus yang sudah tidak lagi dapat membaik dengan obat-obatan. Operasi biasanya berlangsung selama 45-75 menit.

Tindakan pembedahan yang umum untuk mengobati kondisi ini, termasuk:

  • Trabekulektomi, dilakukan dengan membuat sayatan kecil di bagian putih mata dan juga pembuatan kantong di daerah konjungtiva (bleb). Dengan demikian, kelebihan cairan dapat mengalir melalui sayatan tersebut menuju kantong bleb dan kemudian diserap oleh tubuh.
  • Alat drainase atau implan glaukoma. Tindakan ini berupa pemasangan implan serupa pipa untuk membantu mengalirkan ekstra cairan dalam bola mata.

Diskusikan lebih lanjut dengan dokter untuk mengetahui metode pengobatan seperti apa yang paling cocok untuk Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi glaukoma?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda:

  • Lakukan pemeriksaan rutin dan ikuti arahan dan saran dari dokter untuk mencegah glaukoma semakin parah.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki penyakit lain (asma, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung) atau alergi dengan obat glaukoma.
  • Selalu gunakan kaca mata pelindung jika Anda melakukan olahraga berat untuk menghindari trauma pada mata.
  • Hubungi dokter Anda jika gejala Anda semakin parah.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Obat dan Cara untuk Mengatasi Sakit Mata pada Anak yang Aman

Segera periksakan jika terlihat masalah pada mata anak. Diagnosis dari dokter dapat membantuk Anda menentukan obat mata apa yang sesuai dan aman untuk anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 31 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit

5 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma, Mulai dari Obat Herbal hingga Makanan

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang menjadi penyebab kebutaan. Kabar baiknya, ada cara rumahan untuk membantu mengatasi glaukoma. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 1 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Implan Glaukoma, Pengobatan Termutakhir untuk Glaukoma

Salah satu pengobatan untuk mengatasi kebutaan yang disebabkan penyakit glaukoma adalah pemasangan implan. Tahukah Anda mengenai implan glaukoma?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 27 Juni 2019 . Waktu baca 7 menit

Inilah 5 Penyakit Mata yang Sering Menyerang Si Kecil Selain Mata Merah

Tidak hanya mata merah, ternyata ada banyak jenis penyakit mata yang sering terjadi pada anak. Apa sajakah penyakitnya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 9 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

osteoporosis

Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Retinopati diabetik

Retinopati Diabetik

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 8 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
cara mengobati kalazion benjolan di mata

6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit