Jenis-jenis Penyakit Mata Glaukoma Berdasarkan Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Glaukoma adalah penyakit yang merusak saraf-saraf pada mata. Penyakit ini biasanya terjadi karena adanya penumpukan cairan pada mata, sehingga mengakibatkan tekanan mata meningkat dan berdampak pada saraf mata. Penyebab meningkatkan tekanan pada mata ini pun beragam, sehingga glaukoma dapat dibagi menjadi berbagai jenis. Untuk mengetahui apa saja klasifikasi dari penyakit glaukoma, simak terus ulasannya di bawah ini.

Apa saja jenis dan klasifikasi penyakit glaukoma?

Apabila ditelusuri dari penyebab glaukoma itu sendiri, penyakit ini dapat dibagi menjadi 2 tipe, yaitu glaukoma primer dan sekunder. Glaukoma primer adalah jenis penyakit yang tidak diketahui apa penyebab pastinya, sedangkan tipe sekunder biasanya dipicu oleh penyakit atau kondisi kesehatan lain.

Dari kedua tipe tersebut, glaukoma masih bisa digolongkan lagi menjadi berbagai klasifikasi dan jenis. Masing-masing memiliki gejala dan penyebab yang bervariasi. Untuk tahu apa saja jenis glaukoma yang ada, berikut penjelasannya:

1. Glaukoma sudut terbuka

Glaukoma sudut terbuka, atau glaukoma sudut terbuka primer, adalah klasifikasi yang paling umum ditemukan. Menurut sebuah artikel dari British Journal of Ophthalmology tahun 2010, diperkirakan terdapat 44,7 juta orang di dunia yang mengidap glaukoma sudut terbuka, dan 4,5 juta di antaranya mengalami kebutaan.

Hingga saat ini, para ahli belum mengetahui apa penyebab meningkatnya tekanan di mata pada kasus glaukoma sudut terbuka. Maka itu, glaukoma jenis sudut terbuka tergolong dalam klasifikasi primer.

Pada glaukoma sudut terbuka, sudut pada mata di mana iris (bagian lingkaran mata yang berwarna) bertemu dengan kornea terbuka dengan lebar seperti kondisi normal. Akan tetapi, saluran pembuangan cairan mata tersumbat seiring dengan berjalannya waktu, sehingga hal tersebut menyebabkan tekanan mata tinggi akibat penumpukan cairan di bagian dalam mata.

Kebanyakan pengidap glaukoma sudut terbuka tidak merasakan tanda-tanda dan gejala yang berarti, sehingga terkadang mereka tidak menyadari adanya penyakit ini. Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksakan kesehatan mata secara rutin guna mencegah kerusakan mata yang lebih parah akibat penyakit ini.

2. Glaukoma sudut tertutup

Glaukoma sudut tertutup adalah salah satu klasifikasi glaukoma di mana iris mata menonjol keluar, sehingga menyebabkan penyumbatan pada sudut antara iris dan kornea. Akibatnya, cairan mata tidak dapat terbuang ke drainase (tempat pembuangan cairan pada mata) dengan baik dan meningkatkan tekanan pada mata.

Glaukoma sudut tertutup dapat terjadi secara mendadak dan sesaat (akut), atau berlangsung dalam jangka panjang (kronis). Kondisi ini biasanya ditandai dengan gejala-gejala sakit mata parah, mual, mata merah, dan penglihatan buram.

Perbedaan dari glaukoma sudut terbuka dan tertutup adalah kondisi sudut pertemuan iris dan kornea pada mata. Namun, baik glaukoma sudut terbuka maupun tertutup sama-sama memiliki risiko kebutaan jika tidak ditangani dengan baik.

3. Glaukoma kongenital

Beberapa orang hidup dengan glaukoma sejak lahir. Bayi yang telah mengalami glaukoma sejak lahir dapat dikatakan mengidap glaukoma kongenital. Diperkirakan sebanyak 1 dari 10.000 bayi yang baru lahir memiliki kecacatan pada matanya, sehingga cairan mata tidak dapat terbuang dengan baik dan tekanan pada mata bertambah.

Pada kasus glaukoma kongenital, Anda biasanya dapat segera mengetahui tanda-tanda dan gejalanya, terutama jika terjadi pada anak-anak. Segera perhatikan tanda-tanda dan gejala berikut pada anak Anda:

  • Terdapat bercak noda keruh di mata
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya
  • Mata lebih mudah berair
  • Mata terlihat lebih besar dari ukuran normal

Selain glaukoma kongenital, terdapat klasifikasi glaukoma lainnya yang bisa diidap oleh bayi dan anak-anak. Jenis glaukoma apapun yang ditemukan pada bayi dan anak-anak disebut dengan glaukoma pediatrik.

4. Glaukoma tekanan normal

Sampai di sini, Anda mungkin mengira bahwa glaukoma hanya dapat terjadi jika tekanan di bola mata meningkat. Ternyata, mata dengan tekanan yang normal pun dapat terkena masalah pula. Kondisi ini disebut dengan glaukoma tekanan normal.

Jenis glaukoma yang satu ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Bisa jadi karena saraf optik pada mata terlalu sensitif atau rapuh, sehingga bahkan tekanan normal saja bisa merusak. Atau, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kurangnya pasokan darah ke saraf optik.

Pada tahap awal, Anda mungkin tidak akan merasakan gangguan apa-apa. Namun, lambat laun Anda mungkin akan mengalami gejala kehilangan penglihatan sebagian, yang berpotensi mengarah ke kebutaan total jika tidak segera ditangani oleh dokter dan tim medis.

5. Glaukoma neovaskular

Glaukoma yang tergolong dalam klasifikasi neovaskular terjadi ketika mata memiliki pembuluh darah berlebih. Pembuluh darah tersebut bisa menutupi bagian mata di mana cairan mata seharusnya dibuang ke drainase. Akibatnya, tekanan pada mata pun meningkat.

Gejala yang ditimbulkan serupa dengan glaukoma jenis lainnya, seperti sakit mata, penglihatan kabur, dan mata merah. Glaukoma neovaskular biasanya disebabkan oleh penyakit lain yang sudah ada sebelumnya, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) atau diabetes.

6. Glaukoma pigmentasi

Glaukoma jenis ini terjadi ketika pigmen atau warna pada iris mata Anda pecah dan lepas dari iris. Pigmen yang terlepas dari iris bisa menutupi saluran cairan mata, sehingga tekanan pada mata pun menjadi tinggi.

Orang-orang yang memiliki mata rabun jauh lebih berisiko mengalami glaukoma pigmentasi. Gejala yang dapat timbul berupa penglihatan buram, atau melihat cincin berwarna menyerupai pelangi, terutama ketika Anda melihat cahaya secara langsung.

7. Glaukoma uveitis

Seperti namanya, glaukoma uveitis biasanya terjadi pada orang yang mengidap uveitis, salah satu jenis peradangan yang terjadi di mata. Sekitar 2 dari 10 orang dengan uveitis dapat mengalami glaukoma jenis ini.

Para ahli belum tahu secara pasti bagaimana uveitis bisa menyebabkan glaukoma. Namun, diduga glaukoma timbul akibat peradangan jaringan di bagian tengah mata. Akibatnya, bagian mata tempat cairan seharusnya terbuang mengalami penyumbatan. Dalam beberapa kasus, konsumsi obat kortikosteroid juga dapat memperburuk kondisi ini.

Pengobatan glaukoma akan bergantung pada keparahan penyakit yang diidap pasien. Sebagian besar kasus glaukoma, apapun klasifikasi dari penyakitnya, biasanya dapat ditangani dengan obat-obatan, laser, dan prosedur operasi seperti trabekulektomi.

Untuk menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang sebagai bentuk pencegahan glaukoma, pastikan Anda rutin menjalani pemeriksaan mata. Dengan demikian, peluang Anda untuk mengalami masalah pada mata dapat diminimalisir.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Penyakit Glaukoma Akibat Sembarangan Pakai Obat Mata Kortikosteroid

Menurut penelitian, sembarangan pakai obat tetes mata kortikosteroid bisa sebabkan glaukoma. Lebih jelas soal glaukoma akibat kortikosteroid, baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit

4 Pilihan Pengobatan Glaukoma yang Paling Umum

Ada empat pilihan metode pengobatan glaukoma yang umum digunakan dokter untuk menghindari risiko kebutaan. Simak uraian lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 11 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit

Apakah Minum Teh Setiap Hari Bisa Menurunkan Risiko Glaukoma?

Pencegahan glaukoma sangat penting dilakukan untuk mencegah kebutaan yang permanen. Minum teh setiap hari diklaim bisa menurunkan risiko glaukoma, benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 26 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Gejala Glaukoma yang Harus Anda Waspadai, Berdasarkan Jenisnya

Efek glaukoma lebih parah ketimbang katarak karena kebutaan yang disebabkannya tidak dapat diperbaiki. Maka, segera waspadai gejala glaukoma sedini mungkin

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 9 Februari 2018 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat herbal tradisional glaukoma

5 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma, Mulai dari Obat Herbal hingga Makanan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit
implan glaukoma

Mengenal Implan Glaukoma, Pengobatan Termutakhir untuk Glaukoma

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Juni 2019 . Waktu baca 7 menit
katarak senilis picu glaukoma

Waspada! Terlalu Lama Dibiarkan, Katarak Senilis Bisa Picu Glaukoma

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit
penyebab glaukoma

Apa Penyebab Glaukoma, Penyakit Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 20 September 2018 . Waktu baca 7 menit