Gangguan Somatoform

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 April 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gangguan somatoform?

Gangguan somatisasi adalah suatu kelompok kelainan psikiatrik yang bentuknya dapat berupa berbagai gejala fisik yang dirasakan oleh pasien, tapi tidak ditemukan penyebabnya secara medis.

Gangguan somatoform dapat menyebabkan seseorang mengeluhkan satu atau lebih gejala penyakit, termasuk rasa nyeri, sakit perut, masalah neurologis, gangguan pernapasan, masalah seksual, dan lainnya. Gejala gangguan somatoform bisa saja tidak diketahui penyebab fisiknya atau kondisi medis lainnya secara umum.

Orang dengan gangguan somatisasi tidak memalsukan gejala mereka. Rasa sakit yang mereka alami adalah nyata, terlepas dari apakah ditemukan penyebab fisiknya atau tidak. Ditambah lagi, gejala sakit yang muncul akibat gangguan ini dapat menyebabkan stres emosional berat hingga memengaruhi aktivitasnya sehari-hari.

Banyak orang yang memiliki gangguan somatoform juga mengalami gangguan kecemasan. Tapi jangan khawatir. Ada banyak perawatan yang dapat meredakan gejala, untuk membantu meningkatkan kualitas hidup.

Seberapa umum kondisi ini?

Gangguan somatoform sangat umum dan lebih sering menyerang wanita dibandingkan dengan pria. Gangguan somatoform dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. Gangguan somatisasi dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Ciri-Ciri dan Gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala gangguan somatoform?

Gejala-gejala umum dari gangguan somatisasi adalah:

  • Sensasi tertentu, seperti nyeri atau sesak napas, atau gejala umum seperti kelelahan atau kelemahan
  • Biasanya, kondisi ini tidak terkait pada penyebab medis, atau terkait dengan kondisi medis, seperti kanker atau penyakit jantung, namun lebih signifikan dari yang diperkirakan
  • Satu atau beberapa gejala, atau variasi gejala dapat terjadi
  • Gejala ringan, sedang atau parah akan tergantung pada kondisi Anda

Pikiran, perasaan, dan perilaku berlebih dapat meliputi:

  • Memiliki kecemasan berlebih terhadap kemungkinan penyakit
  • Menganggap respons tubuh normal sebagai tanda penyakit fisik yang serius
  • Takut terhadap keparahan gejala medis, walau tidak ada bukti yang mendukung
  • Menganggap respons wajar fisik akan mengancam, membahayakan, atau menyebabkan masalah
  • Merasa evaluasi dan penanganan medis belum cukup
  • Takut bahwa aktivitas fisik akan merusak tubuh Anda
  • Secara berulang memeriksa kelainan pada tubuh Anda
  • Sering melakukan kunjungan medis namun tidak meredakan kekhawatiran atau bahkan memperburuknya
  • Tidak responsif terhadap perawatan medis atau sensitif secara berlebih terhadap efek samping pengobatan
  • Memiliki gangguan yang parah dibandingkan biasanya yang terkait oleh kondisi medis.

Gejala awal dan lanjutan dari keluhan yang dialami berhubungan erat dengan peristiwa kehidupan yang tidak menyenangkan atau konflik-konflik di kehidupan pasien.

Orang dengan gangguan somatoform biasanya menunjukkan perilaku mencari perhatian (histrionik), terutama karena pasien tidak puas dan tidak berhasil membujuk dokter menerima pikirannya bahwa keluhan yang dialami merupakan penyakit fisik dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab gangguan somatoform?

Beberapa hal yang menjadi penyebab gangguan somatisasi dalam diri seseorang, antara lain:

  • Faktor genetik dan biologis, seperti meningkatnya sensitivitas terhadap rasa sakit
  • Pengaruh keluarga, genetik atau lingkungan, atau keduanya
  • Sifat negatif, yang dapat memengaruhi cara Anda melihat penyakit dan gejala tubuh
  • Menurunkan kesadaran emosi pengolah masalah, menyebabkan gejala fisik menjadi fokus utama dibandingkan dengan isu emosional
  • Perilaku yang dipelajari. Sebagai contoh, “menikmati” perhatian atau manfaat lain yang didapat karena memiliki penyakit tertentu; atau “perilaku sakit” sebagai respons terhadap gejala, atau menghindari aktivitas secara berlebih, yang dapat meningkatkan tingkat ketidakmampuan.

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya lebih berisiko terkena gangguan somatoform?

Ada banyak faktor pemicu yang membuat Anda lebih berisiko terkena gangguan somatisasi, yaitu:

  • Memiliki kegelisahan atau depresi
  • Memiliki kondisi medis atau sedang dalam pemulihan
  • Berisiko terkena kondisi medis, seperti memiliki riwayat keluarga yang kuat terhadap suatu penyakit
  • Mengalami kejadian penuh stres, trauma, atau kekerasan
  • Pernah mengalami trauma, seperti kekerasan seksual pada anak
  • Memiliki tingkat pendidikan dan status sosio-ekonomi yang rendah

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Dokter Anda dapat mendiagnosis penyakit ini melalui beberapa pemeriksaan fisik dan tes. Pemeriksaan fisik dan tes yang direkomendasikan dokter, antara lain:

  • Evaluasi psikologis untuk membicarakan tentang gejala, situasi stres, riwayat keluarga, kekhawatiran, masalah dalam hubungan dan isu lain yang mempengaruhi hidup Anda
  • Mengisi penilaian psikologis atau kuesioner
  • Menanyakan tentang penggunaan alkohol, obat, atau zat lainnya

Kriteria untuk diagnosis

Menurut The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) oleh the American Psychiatric Association, berikut adalah beberapa diagnosis penting yang perlu diperhatikan:

  • Anda memiliki satu atau lebih gejala somatik yang mempersulit atau menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari
  • Anda memiliki pikiran berlebih dan terus-menerus mengenai keparahan gejala, atau tentang kesehatan dan gejala, atau menghabiskan terlalu banyak waktu dan tenaga terhadap gejala dan perhatian kesehatan
  • Anda terus memiliki gejala yang mengkhawatirkan, biasanya untuk lebih dari 6 bulan, walau gejala dapat bervariasi

Bagaimana cara mengobati gangguan somatoform?

Langkah awal untuk menghentikan gangguan somatisasi adalah menerima bahwa gejala yang timbul berasal dari pikiran. Dengan sikap menerima, Anda akan lebih mudah untuk mengatasi gejala yang diderita. Kemudian, hentikan kebiasaan “belanja dokter” secara bertahap. Periksakan gejala yang Anda alami konsisten pada satu dokter dan bangun kepercayaan pada dokter tersebut.

Anda juga sebaiknya mengontrol tingkat stress yang dapat memicu gejala tersebut datang menghampiri. Caranya dengan banyak melakukan aktivitas fisik, hobi, olahraga, ataupun rekreasi bersama keluarga.

Selain itu, olahraga yang memadukan olah fisik dan pikiran seperti yoga, dapat dicoba sebagai pengalaman baru. Relaksasi dan olah napas juga dapat membantu meredakan gejala yang dialami.

Keluhan yang dialami berasal dari pikiran, sehingga Anda harus mampu mengendalikan jika keluhan tersebut mulai datang. Perbanyak komunikasi dengan keluarga dan sahabat tanpa membantu melupakan gejala tersebut. Bergabung dengan komunitas baru juga mampu mengusir gejala yang selama ini Anda alami secara bertahap.

Jika memungkinkan, Anda bisa meminta dokter kepercayaan untuk mengikuti program tertentu. Salah satu program untuk penderita gangguan ini adalah Cognitive Behavior Therapy (CBT). Terapi ini merupakan salah satu tatalaksana yang efektif untuk mengelola gangguan somatoform dalam jangka panjang.

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini penjelasan soal pilihan pengobatan gangguan somatoform:

Psikoterapi

Terapi perilaku kognitif dapat membantu Anda:

  • Memeriksa dan menyesuaikan kepercayaan dan ekspektasi mengenai gejala fisik
  • Mempelajari cara mengurangi stres
  • Mempelajari cara mengatasi gejala fisik
  • Mengurangi fokus terhadap gejala yang muncul
  • Usahakan untuk tidak menghindar dari situasi dan aktivitas karena respons normal tubuh yang mungkin muncul
  • Meningkatkan fungsi diri di rumah, tempat kerja, dalam hubungan dan situasi sosial
  • Akui depresi dan gangguan kesehatan mental lain

Pengobatan

  • Obat antidepresan dapat mengurangi gejala yang terkait dengan depresi dan rasa sakit yang sering muncul dengan gangguan gejala somatik.

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan di rumah untuk mengatasi gangguan somatoform?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gangguan somatisasi:

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Masalah Psikologis Transgender: Depresi hingga Penyalahgunaan Obat

    Transgender adalah salah satu kelompok yang paling rentan mengalami masalah psikologis akibat tekanan sosial. Apa saja contohnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Psikologi 14 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

    Apa Saja Risiko Kesehatan yang Dihadapi Seorang Psikolog?

    Setiap pekerjaan memiliki risiko tersendiri bagi kesehatan, begitu pun tenaga mental profesional seperti psikolog. Apa saja risiko tersebut?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Psikologi 7 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

    Masalah Kejiwaan yang Umum Dialami Para Lansia

    Gangguan kesehatan mental pada lansia jumlahnya semakin bertambah. Ketahui apa saja jenis, gejala, penyebab dan cara untuk menghindarinya.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Hidup Sehat, Psikologi 2 Januari 2020 . Waktu baca 3 menit

    Dampak Self Diagnosis Kesehatan Mental, Bahaya Tidak, Ya?

    Kesadaran akan kesehatan mental memang semakin tinggi, namun hal ini memicu Anda melakukan self diagnosis. Apakah self diagnosis bisa berdampak buruk?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Hidup Sehat, Psikologi 5 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bahaya cyber bullying

    Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    apa itu depresi

    Penyakit Mental

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
    psikoterapi

    Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
    perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

    Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 9 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit