Gangguan Imunodefisiensi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 April 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gangguan imunodefisiensi?

Gangguan imunodefisiensi adalah gangguan yang membuat tubuh tak bisa melindungi diri dari bakteri, virus dan parasit. Ada 2 jenis gangguan imunodefisiensi, yaitu jenis yang dibawa sejak lahir (primer), dan jenis yang diperoleh (sekunder). Apapun yang melemahkan sistem imun dapat menyebabkan gangguan imunodefisiensi sekunder.

Gangguan imunodefisiensi mencegah tubuh Anda dari melawan infeksi dan penyakit. Kelainan ini membuat Anda lebih mudah terkena infeksi virus dan bakteri. Gangguan ini dapat dibawa sejak lahir atau diperoleh. Gangguan sejak lahir atau primer dibawa sejak Anda lahir. Gangguan yang diperoleh atau sekunder adalah gangguan yang Anda alami di kemudian hari dalam hidup. Gangguan yang diperoleh lebih sering dibandingkan dengan gangguan bawaan lahir.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Gangguan imunodefisiensi dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gangguan imunodefisiensi?

Gejala-gejala umum dari gangguan imunodefisiensi adalah:

Apabila masalah ini tidak merespon terhadap perawatan atau Anda tidak sembuh total seiringnya waktu, dokter dapat melakukan tes untuk gangguan ini.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab gangguan imunodefisiensi?

Sistem imun terbuat dari jaringan limfoid pada tubuh, yang meliputi:

  • Sumsum tulang
  • Kelenjar limpa
  • Bagian limpa dan saluran pencernaan
  • Timus
  • Amandel

Protein dan sel pada darah juga merupakan bagian dari sistem imun.

Sistem imun membantu melindungi tubuh dari zat berbahaya antigen. Contoh dari antigen meliputi bakteri, virus, racun, sel kanker dan darah atau jaringan asing dari orang atau spesies lain.

Saat sistem imun mendeteksi antigen, sistem akan merespons dengan menghasilkan protein yang disebut antibodi yang menghancurkan zat berbahaya. Respons sistem imun juga melibatkan proses fagositosis. Selama proses ini, sel-sel darah putih tertentu menelan dan menghancurkan bakteri dan zat asing lainnya. Protein komplemen membantu proses ini.

Gangguan ini dapat mempengaruhi bagian sistem imun. Seringkali, kondisi ini terjadi saat sel darah putih khusus atau limfosit T atau B (atau keduanya) tidak berfungsi dengan normal atau tubuh Anda tidak menghasilkan cukup antibodi.

Gangguan imunodefisiensi turunan yang menyerang sel B meliputi:

  • Hypogammaglobulinemia, yang biasanya menyebabkan infeksi pernapasan atau pencernaan
  • Agammaglobulinemia, yang menyebabkan infeksi parah secara dini, dan seringkali mematikan

Gangguan imunodefisiensi turunan yang menyerang sel T biasanya menyebabkan infeksi Candida (jamur) berulang. Imunodefisiensi turunan yang dikombinasikan menyerang sel T dan sel B. Kondisi ini dapat mematikan dalam tahun pertama jika tidak ditangani secara dini.

Orang disebut imunosupresi apabila mereka memiliki gangguan akibat obat yang melemahkan sistem imun (seperti kortikosteroid). Imunosupresi juga merupakan efek samping dari kemoterapi untuk mengatasi kanker.

Imunodefisiensi yang diperoleh mungkin merupakan komplikasi HIV/AIDS atau malnutrisi (terutama jika orang tersebut tidak mendapatkan protein yang cukup). Banyak kanker juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Orang yang pernah melakukan pengangkatan limpa memiliki imunodefisiensi, dan berisiko lebih tinggi untuk infeksi oleh bakteri tertentu, di mana limpa normalnya akan membantu melawan. Orang dengan diabetes juga berisiko lebih tinggi untuk infeksi tertentu.

Dengan bertambahnya usia, sistem imun menjadi semakin kurang efektif. Jaringan sistem imun (terutama jaringan limfoid seperti timus) menyusut, dan jumlah serta aktivitas sel darah putih menurun.

Kondisi dan penyakit berikut dapat berhubungan dengan  gangguan imunodefisiensi:

  • Ataxia-telangiectasia
  • Defisiensi komplemen
  • DiGeorge syndrome
  • Hypogammaglobulinemia
  • Job syndrome
  • Defek adhesi leukosit
  • Bruton disease
  • Wiskott-Aldrich syndrome.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk gangguan imunodefisiensi?

Dikutip dari Healthline, ada banyak faktor risiko untuk gangguan imunodefisiensi, yaitu:

  • Riwayat keluarga. Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan imunodefisiensi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengambangkan kondisi yang sama.¬†
  • Kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Terkena cairan tubuh yang terinfeksi HIV dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini.
  • Usia. Penuaan juga melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Seiring bertambahnya usia, beberapa organ yang menghasilkan sel darah putih menyusut.
  • Kurang protein. Kurangnya konsumsi protein dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana gangguan ini didiagnosis?

Jika dokter menduga Anda mungkin mengalami gangguan imunodefisiensi, dokter akan:

  • Menanyakan tentang riwayat medis Anda
  • Melakukan pemeriksaan fisik
  • Menentukan jumlah sel darah putih Anda
  • Menentukan jumlah sel T
  • Menentukan kadar imunoglobin.

Vaksin dapat menguji respon sistem imun dengan tes antibodi. Dokter akan memberi Anda vaksin, kemudian melakukan tes darah untuk melihat respons terhadap vaksin beberapa hari atau minggu kemudian.

Jika Anda tidak memiliki gangguan imunodefisiensi, sistem imun akan menghasilkan antibodi untuk melawan organisme pada vaksin. Anda dapat memiliki gangguan jika tes darah tidak menunjukkan antibodi.

Apa saja pengobatan untuk gangguan imunodefisiensi?

Perawatan untuk setiap gangguan imunodefisiensi akan tergantung pada kondisi tertentu. Contohnya, AIDS menyebabkan beberapa infeksi berbeda. Dokter akan memberikan obat untuk setiap infeksi. Anda juga dapat diberikan antiretroviral untuk mengatasi infeksi HIV jika memungkinkan.

Perawatan untuk gangguan imunodefisiensi umumnya meliputi antibiotik dan terapi imunoglobulin. Obat antiviral lain, amantadine dan acyclovir, atau obat yang disebut interferon digunakan untuk perawatan infeksi viral akibat gangguan imunodefisiensi.

Jika sumsum tulang Anda tidak menghasilkan cukup limfosit, dokter dapat melakukan transplantasi sumsum tulang (stem cell).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan imunodefisiensi?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gangguan imunodefisiensi:

  • Melakukan hubungan seks yang aman serta menghindari pertukaran cairan tubuh dapat membantu mencegah HIV/AIDS.
  • Gizi yang baik dapat mencegah imunodefisiensi diperoleh yang disebabkan oleh malnutrisi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Alkylglycerol, Bahan Alami untuk Perkuat Sistem Imun

    Alkylglycerol diklaim mampu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus melawan bakteri dan virus yang ingin menyerang tubuh. Ayo, cek fakta terbarunya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    manfaat alkylglycerol dari minyak lever ikan hiu untuk sistem imun tubuh
    Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

    Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

    Selain mendeteksi keberadaan COVID-19 di tubuh, antibodi dapat digunakan untuk melawan virus terutama pasien yang pulih dari SARS. Apa hubungan keduanya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 28 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    Tips Cepat Meningkatkan Imunitas Anak Saat DBD

    Orangtua perlu menerapkan beberapa cara untuk meningkatkan sistem imunitas anak saat DBD. Konsumsi jus buah ini membantu menguatkan daya tahan tubuh anak.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Konten Bersponsor
    meningkatkan sistem imunitas anak dbd
    Kesehatan Anak, Parenting 7 April 2020 . Waktu baca 5 menit

    3 Kandungan Jambu Biji yang Ampuh Menjaga Imun Tubuh

    Entah itu dibuat jus atau dimakan secara langung, kandungan pada jambu biji ternyata memberi manfaat untuk menjaga dan meningkatkan sistem imun Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Konten Bersponsor
    manfaat jus jambu biji
    Nutrisi, Hidup Sehat 7 April 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    probiotik meningkatkan daya tahan tubuh

    Ingin Meningkatkan Daya Tahan Tubuh? Coba Konsumsi Makanan Probiotik

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    Konten Bersponsor
    kekebalan tubuh saat hamil

    Kekebalan Tubuh Berubah saat Hamil? Ini Penanganannya

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    cara agar tidak gampang sakit

    Ini Tips Tidak Gampang Sakit dan Berisiko Tertular COVID-19 saat New Normal

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
    Konten Bersponsor
    jamur cordyceps untuk kesehatan paru

    Berkenalan dengan Cordyceps Millitaris, Jamur yang Baik untuk Kesehatan Paru

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit