Fotokeratitis (ultraviolet keratitis)

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu fotokeratitis?

Fotokeratitis adalah kerusakan kornea mata (selaput transparan di lapisan terluar mata) yang terbakar akibat paparan berlebih dari radiasi sinar UV, baik dari sinar matahari atau sumber cahaya lainnya (seperti flash kamera atau peralatan las listrik).

Kornea mata yang terbakar dapat menyebabkan rasa sakit, perubahan penglihatan, hingga bahkan kebutaan permanen.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala fotokeratitis (ultraviolet keratitis)?

Gejala fotokeratitis mungkin termasuk:

  • Rasa sakit, sedang hingga parah
  • Mata merah
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Air mata berlebihan
  • Penglihatan buram
  • Sensasi mata berpasir, seperti merasa kelilipan setiap saat

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab fotokeratitis?

Fotokeratitis disebabkan oleh radiasi UV berlebihan yang membakar kornea. Ini bisa diakibatkan oleh:

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana fotokeratitis didiagnosis?

Dokter akan terlebih dulu melakukan tes pemeriksaan dasar untuk mengamati mata Anda, dan bertanya seputar riwayat kesehatan Anda serta paparan radiasi apa yang baru-baru ini Anda alami.

  • Dokter akan memeriksa kelopak mata, pupil, dan penglihatan Anda secara keseluruhan.
  • Spesialis mata mungkin akan mengecek mata Anda lebih lanjut menggunakan lampu slit untuk mengamati permukaan lapisan mata dengan lebih detail.
  • Dokter mungkin akan meneteskan obat mata khusus yang mengandung pewarna (fluorescein) untuk membuat warna Anda menguning. Mata Anda kemudian akan disenter cahaya biru untuk mencari letak kerusakan pada kornea. Perubahan warna ini hanya bersifat sementara.

Jika dokter menemukan adanya kerusakan kornea, yang kemudian dipastikan karena paparan radiasi UV, barulah diagnosis fotokeratitis bisa diresmikan.

Bagaimana fotokeratitis diobati?

Pengobatan termasuk obat pereda nyeri yang diminum dan obat tetes mata khusus untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Selanjutnya, Anda akan diminta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dalam 24-48 jam setelahnya untuk memastikan kondisi kornea memulih.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi fotokeratitis?

Perubahan gaya hidup berikut bisa membantu Anda mengatasi fotokeratitis di rumah:

  • Lepas lensa kontak (jika memakainya) ketika merasakan nyeri atau sakit mata.
  • Pakai kacamata hitam jika Anda sensitif terhadap cahaya. Pastikan memiliki jaminan pelindung 100% dari UVA dan UVB
  • Gunakan pelumas mata atau air mata buatan untuk melembapkan mata.
  • Gunakan masker pelindung mata ketika mengoperasikan peralatan las listrik.

 Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Tips Jitu Atasi Perut Kembung pada Anak

    Perut kembung pada anak biasanya menjadi pertanda anak mengalami sembelit. Untuk mengatasi kondisi ini, ada beberapa cara jitu agar anak bisa cepat pulih.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda

    Potong Rambut di Salon Saat COVID-19 Ada Aturannya, Lho!

    Pelonggaran aturan PSBB sudah mulai direncanakan. Sejumlah salon dan tempat cukur pun mulai dibuka. Amankah potong rambut di salon saat COVID-19?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 02/06/2020

    Fungsi Penting Air Putih untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

    Air dibutuhkan oleh seluruh organ dalam tubuh, termasuk ginjal. Lantas, apa fungsi air untuk ginjal? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

    Makan di luar rumah kini menjadi hal yang tidak biasa saat pandemi COVID-19. Lantas, amankah jika sekarang makan di restoran?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 02/06/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara menggunakan disinfektan

    Perhatikan Penggunaan Disinfektan yang Baik Agar Aman dan Efektif Cegah Penyebaran Virus

    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
    penyebab tidur berlebihan

    Terus Mengantuk dan Ingin Tidur, Ini Berbagai Penyebab Anda Tidur Berlebihan

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
    Bagaimana Sesi Konseling Bersama Psikolog dan Psikiater Selama Pandemi

    Bagaimana Sesi Konseling Bersama Psikolog dan Psikiater Selama Pandemi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
    bab anak 2 tahun berwarna hijau

    Apakah Normal Jika BAB Anak Usia 2 Tahun Berwarna Hijau?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020