Flu Singapura

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu flu Singapura?

Flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) adalah penyakit menular yang disebabkan berbagai jenis virus. Penyakit ini kerap terjadi pada anak dengan gejala berupa sakit pada mulut serta ruam di tangan dan kaki. 

Penyakit ini tidak berbahaya, tidak memerlukan perawatan spesifik, dan biasanya hilang dalam 2 minggu. Namun, dalam kasus langka, flu Singapura dapat menyebabkan komplikasi serius seperti meningitis, polio, dan bahkan kematian.

Seberapa umum kondisi ini?

Penyakit tangan, kaki, mulut (HMFD) ini paling sering terjadi pada bayi dan balita. Namun, anak yang lebih dewasa dan bahkan orang dewasa juga masih bisa terinfeksi.

Anda bisa menghindari kena penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikanlah dengan dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala flu Singapura?

Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa gejala flu Singapura yang mungkin muncul antara lain: 

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Merasa tidak enak badan
  • Lesi yang menyakitkan, merah, seperti lepuh di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi
  • Ruam merah, tanpa gatal tapi kadang disertai lepuh, pada telapak tangan, telapak kaki, dan pantat

Periode dari infeksi awal hingga masa inkubasi adalah tiga hingga enam hari. Artinya, dari pertama kali Anda terpapar virus ini, sampai gejalanya mulai muncul berada di kisaran waktu itu.

Demam sering kali merupakan gejala dan tanda pertama, diikuti oleh sakit tenggorokan, tidak nafsu makan, atau rasa tidak enak badan. 

Satu hingga dua hari setelah muncul demam, mulai akan muncul luka di mulut bagian depan dan tenggorokan. Ruam pada tangan dan kaki, atau bokong dapat terjadi dalam satu atau dua hari.

Mungkin saja ada gejala lain yang tidak disebutkan. Gejala yang dirasakan tiap orang juga bisa jadi berbeda. Untuk mendapatkan arahan yang sesuai dengan gejala dan kondisi tubuh Anda, silakan konsultasikan ke dokter.  

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau flu Singapura adalah penyakit ringan yang hanya menyebabkan demam beberapa hari dan tanda serta gejala lain yang relatif ringan.

Hubungi dokter jika anak Anda:

  • Sulit menelan dan menerima cairan, seperti minuman
  • Demam tinggi sehingga anak tidak dapat merespons paracetamol
  • Gejala memburuk dan tidak kunjung membaik dalam 2 minggu.

Penyebab

Apa penyebab flu Singapura?

Penyebab flu Singapura adalah virus coxsackievirus A16. Terkadang, Enterovirus 71 atau beberapa jenis virus lainnya juga bisa menjadi penyebab kondisi ini. Virus ini bisa ditemukan dalam kotoran dan cairan tubuh di dalam hidung dan tenggorokan. 

Virus menyebar dari satu orang ke orang lain dengan menyentuh cairan tubuh seseorang yang terinfeksi.

Flu Singapura menular melalui:

  • Air liur
  • Cairan dari lepuhan
  • Tetesan pernapasan disemprotkan ke udara setelah batuk atau bersin. 

Hand, foot, and mouth disease ini paling umum terjadi pada anak-anak karena seringnya pergantian popok dan toilet training. Pada masa ini, anak sering kali meletakkan tangan mereka di mulut.

Flu Singapura paling menular pada minggu pertama. Meski begitu, virus bisa tetap berada di tubuh selama berminggu-minggu setelah tanda dan gejala hilang. Artinya, anak Anda masih bisa menularkan penyakit ini ke orang lain. 

Beberapa orang, khususnya orang dewasa, dapat terkena virus ini tanpa menunjukkan tanda dan gejala penyakit. 

Hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau flu Singapura tidak berhubungan dengan foot and mouth disease, yang merupakan penyakit virus menular yang ditemukan pada hewan ternak. Anda tidak akan tertular flu Singapura dari hewan peliharaan atau hewan lain, begitu juga sebaliknya. 

Faktor-faktor risiko

Siapa yang berisiko kena flu Singapura?

Terdapat beberapa faktor yang membuat Anda berisiko terserang flu Singapura, yaitu:

  • Usia. Balita lebih rentan terhadap kondisi ini.
  • Kebersihan diri yang buruk. Ini akan memberi lebih banyak peluang bagi virus untuk menginfeksi tubuh.
  • Sering berada di tempat umum. Flu Singapura adalah penyakit menular sehingga jika Anda kontak dengan banyak orang dalam waktu yang lama, Anda memiliki risiko yang lebih tinggi.

Meski begitu, tidak memiliki faktor risiko di atas bukan berarti Anda tidak bisa terserang penyakit ini. Konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Komplikasi

Komplikasi akibat flu Singapura

Komplikasi paling umum dari flu Singapura adalah dehidrasi. Pasalnya, penyakit ini bisa menyebabkan luka pada mulut dan tenggorokan, sehingga membuat anak dan pasien lainnya susah dan sakit saat menelan.

Pastikan anak Anda mendapat cairan yang cukup selama terserang flu Singapura. Jika dehidrasi parah, cairan intravena (IV) atau infus mungkin diperlukan. 

Flu Singapura biasanya merupakan penyakit ringan yang menyebabkan demam serta gejala ringan.

Meski begitu, bentuk coxsackievirus yang langka dan dapat menyerang otak, sehingga menyebabkan komplikasi lain, yaitu:

Meningitis

Ini adalah infeksi langka dan radang selaput beserta cairan serebrospinal yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. 

Radang otak

Radang otak adalah penyakit parah dan berpotensi mengancam jiwa. Ini merupakan peradangan otak yang disebabkan oleh virus. Kondisi ini jarang terjadi.  

Obat & Pengobatan

Informasi yang tersedia bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Apa saja pilihan pengobatan untuk flu Singapura?

Tidak ada pengobatan spesifik untuk flu Singapura. Dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, pengobatan bersifat simptomatik untuk mengatasi keluhan yang ditimbulkan. Hal ini berarti, pengobatan yang dilakukan hanya untuk meredakan gejala yang muncul.

Berikut langkah yang dapat Anda lakukan:

  • Obat-obatan, seperti acetaminophen atau ibuprofen mungkin mengurangi demam dan membantu mengendalikan rasa sakit.
  • Berkumur dengan air garam hangat (1/2 sendok makan garam dicampurkan ke dalam segelas air).
  • Minum antacid dan menggunakan gel topikal mampu meredakan rasa sakit pada mulut.
  • Minum banyak cairan. Cairan tambahan diperlukan saat demam. Cairan terbaik adalah produk susu dingin. Es krim atau agar-agar juga dapat membantu.
  • Jangan memberikan anak makanan asin, pedas, atau asam karena hal ini bisa membuat sariawan yang dialami terasa sakit atau menyebabkan sensasi terbakar.
  • Anak-anak dengan lecet pada tangan atau kaki mereka harus menjaga daerah kulit tersebut tetap bersih dan terbuka. Cuci kulit dengan air hangat dan sabun, keringkan dengan benar.
  • Beri anak makanan lembut jika ia sulit menelan, seperti sup, bubur, atau kentang tumbuk.

Untuk menghindari penyebaran penyakit, gunakan alat makan secara terpisah yang dicuci dengan air panas. Anda juga bisa menggunakan alat makan sekali pakai.

Rebus dot dan botol susu dari botolnya secara terpisah. Jauhkan anak yang sakit dari anak lainnya.

Tes apa yang perlu dilakukan untuk kondisi ini?

Dokter akan menetapkan diagnosis dengan memeriksa gejala dan melihat ruam dan bintik. Dokter mungkin mengambil sampel kotoran atau cairan dari dalam tenggorokan untuk tes.

Dokter Anda mungkin akan dapat membedakan flu Singapura dari jenis infeksi virus lainnya dengan mempertimbangkan:

  • Umur
  • Tanda dan gejala
  • Penampilan ruam dan luka

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan alami untuk mengobati flu Singapura?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi flu Singapura:

  • Cuci tangan, terutama setelah mengganti popok dan merawat anak
  • Cuci permukaan yang terkontaminasi
  • Cuci pakaian kotor
  • Hubungi dokter jika gejala memburuk dan tidak kunjung membaik dalam 2 minggu
  • Jauhkan anak yang sakit dari orang lain
  • Gunakan acetaminophen atau kompres hangat
  • Jangan gunakan aspirin
  • Rebus dot botol susu, dot, dan peralatan makan setelah penggunaan
  • Suruh anak berkumur dengan larutan garam untuk membersihkan mulut
  • Suruh anak beristirahat sampai demam hilang
  • Berikan anak banyak cairan dan makanan lunak

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah flu Singapura?

Berikut ini adalah cara untuk menurunkan risiko terinfeksi flu Singapura:

Cuci tangan dengan benar

Pastikan untuk mencuci tangan Anda secara rutin dan benar, khususnya setelah menggunakan toilet atau mengganti popok. Anda juga perlu mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan makan. 

Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol pembunuh kuman. 

Bersihkan area umum

Biasakan membersihkan daerah yang sering digunakan dengan sabun dan air, lalu bersihkan ulang dengan larutan pemutih klorin dan air.

Jika Anda menitipkan anak di pusat penitipan, pastikan mereka memiliki standar yang ketat dan disiplin perihal kebersihan, termasuk barang-barang yang dipakai bersama seperti mainan. 

Ajarkan kebersihan pada anak Anda

Berikan contoh pada anak untuk menjaga kebersihan. Jelaskan pada mereka mengapa tidak boleh meletakkan jari, tangan, atau benda apa pun ke mulut, terlebih jika mereka belum mencuci tangan. 

Isolasi orang yang terinfeksi

Flu Singapura tergolong penyakit yang sangat menular. Itu sebabnya, orang yang telah terinfeksi harus mengurangi interaksinya dengan orang lain.

Jangan bawa anak Anda yang masih terinfeksi ke tempat penitipan anak atau sekolah sampai demam dan luka pada mulutnya sudah pulih. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    10 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Anda bisa mencegah penyakit diabetes. Namun, apa saja tindakan pencegahan diabetes yang bisa Anda lakukan? Baca lebih jelasnya di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Risky Candra Swari
    Diabetes, Health Centers November 14, 2019

    Langkah Penanganan Luka Bakar di Masing-masing Derajatnya

    Luka bakar tidak boleh sembarangan diobati dengan obat luka biasa. Seperti apa cara penanganan pertama pada luka bakar yang benar?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Novita Joseph
    Pertolongan Pertama, Hidup Sehat November 14, 2019

    Kanker Payudara

    Kanker payudara adalah sel kanker yang berasal dari payudara. Pertumbuhan abnormal membuat sel ini menjadi tumor ganas. Bisakah kondisi ini disembuhkan?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Risky Candra Swari
    Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B(K) Onk
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z November 11, 2019

    Anemia Sideroblastik

    Anemia sideroblastik adalah penyakit kelainan darah. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta mencegahnya di Hello Sehat.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novita Joseph
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z November 10, 2019

    Direkomendasikan untuk Anda

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Ihda Fadila
    Tanggal tayang April 22, 2020
    7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

    7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novita Joseph
    Tanggal tayang Februari 26, 2020
    Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

    Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Fidhia Kemala
    Tanggal tayang Februari 16, 2020
    4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

    4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
    Tanggal tayang November 15, 2019