Apa Saja Efek Penuaan Terhadap Sistem Saraf?

Oleh

Tanggal update April 20, 2020
Bagikan sekarang

Proses penuaan yang akan dialami akan berpengaruh pada bentuk dan fungsi  tubuh, termasuk sistem saraf. Namun, menua tidak berarti sama dengan sakit.  Untuk itu, ketahui apa saja yang akan terjadi pada tubuh ketika mengalami penuaan agar bisa mengoptimalkan kesehatan. Jadi, apa saja efek penuaan terhadap sistem saraf dan bagaimana cara meminimalkan efeknya? Mari simak paparan berikut ini.

Perubahan bentuk dan fungsi tubuh secara umum

Sebelum memahami efek penuaan terhadap sistem saraf, Anda sebaiknya mengetahui efek penuaan terhadap bentuk dan fungsi tubuh secara umum.

Berdasarkan data, jika seseorang mencapai usia delapan puluh tahun, maka akan terjadi perubahan bentuk dan fungsi tubuh sebagai berikut.

  • Berat badan pada laki-laki berkurang 12%.
  • Kecepatan metabolisme tubuh menurun 16%.
  • Jumlah alat pengecap (taste buds) pada lidah berkurang 64%.
  • Kekuatan genggaman tangan menurun 45%.
  • Kekuatan pompa jantung menurun 35%.
  • Kemampuan ginjal memflitrasi darah menurun 31%.
  • Berat otak berkurang 10-15%.
  • Aliran darah ke otak menurun 20%.
  • Jumlah serabut saraf berkurang 37%.
  • Kecepatan konduksi saraf menurun 10%.

Apa sajakah efek penuaan terhadap sistem saraf?

Pada suatu tes kognitif yang dilakukan, efek penuaan terhadap sistem saraf perempuan ternyata lebih ringan dibandingkan laki-laki. Beberapa perubahan sistem saraf yang terjadi sebagai efek penuaan yang umum terjadi, seperti:

  • Penurunan ketajaman penglihatan.
  • Penurunan pendengaran hingga ketulian (presbikusis), khususnya pada bunyi dengan nada tinggi. Hal ini juga mengganggu fungsi bicara.
  • Kemampuan menilai aroma dan mengecap berkurang.
  • Berkurangnya kecepatan dan jumlah aktivitas motorik, kecepatan reaksi, keseimbangan, kelincahan, dan kekuatan otot.
  • Perubahan refleks tendon, khususnya pada pergelangan kaki dan lutut.
  • Gangguan merasakan getaran, khususnya pada kaki.
  • Perubahan posisi dan postur tubuh serta cara berjalan yang berakibat mudah terjatuh.
  • Perubahan jadwal tidur dan kesadaran.
  • Sulit menilai rangsangan pada kulit dan rangsangan buang air kecil.

Efek penuaan terhadap daya ingat dan fungsi kognitif

Penurunan daya ingat dan fungsi kognitif lainnya dimulai pada usia tiga puluh tahun dan berlanjut seiring bertambahnya usia. Efek penuaan terhadap sistem saraf ini paling tampak pada kemampuan mengingat, belajar, menerima dan memproses informasi, dan memecahkan masalah. Istilah dari penurunan daya ingat dan fungsi kognitif lainnya disebut Minimal Cognitive Impairment.

Minimal Cognitive Impairment  (MCI), walaupun merupakan faktor risiko Demensia, tentu berbeda dengan penyakit Demensia sendiri. Pada MCI, penurunan daya ingat dan fungsi kognitif tidak memburuk dalam jangka waktu singkat dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga orang yang mengalaminya masih dapat bekerja dan melakukan fungsinya dengan baik.

Berbagai aktivitas yang berkaitan dengan usaha meningkatkan kecerdasan dan bekerja secara teratur dapat membantu mencegah perburukan MCI.

Untuk menilai apakah seseorang mengalami MCI, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter, sehingga dapat dilakukan suatu tes, yaitu Mini-Mental State Examination (MMSE). Pada MMSE, poin-poin yang akan dinilai adalah orientasi, perhatian, memori, bahasa, dan kemampuan menilai benda dan ruang.

Berbeda dengan MCI, demensia dan delirium bukan hal normal dari penuaan. Demensia merupakan hilangnya fungsi otak disebabkan oleh penyakit yang menyerang otak, misalnya Alzheimer, stroke, dan cedera otak. Delirium merupakan gangguan kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba.

Pada delirium, penderita mengalami kebingungan sehingga terjadi perubahan cara berpikir dan tingkah laku. Biasanya, delirium disebabkan oleh penyakit yang tidak berkaitan langsung dengan otak, misalnya infeksi, kadar gula darah yang tidak terkontrol, atau obat.

Efek penuaan sistem saraf pada kepribadian

Efek penuaan terhadap sistem saraf dapat berakibat pada perubahan kepribadian. Tidak seperti fungsi kognitif, perubahan kepribadian ini sulit diukur, namun mengganggu orang tua dan orang-orang sekitarnya. Pernahkan Anda merasakannya?

Orang lanjut usia menjadi sering mengatakan suatu hal berulang-ulang, menjadi lebih egois, kaku, dan sulit menerima pendapat orang lain. Mereka menjadi lebih berhati-hati dan kurang percaya diri.

Bagaimana membantu orang dengan gangguan sistem saraf karena penuaan?

Jika orang tua atau anggota keluarga Anda ada yang mengalami gangguan sistem saraf sebagai efek penuaan, Anda dapat membantunya dengan beberapa hal, seperti:

  • Carilah apa saja yang menjadi kebutuhan pasien dan berikan perhatian pada kebutuhan-kebutuhan itu.
  • Jika dibutuhkan, berikan pertolongan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Mengajak pasien melakukan aktivitas yang bermanfaat, misalnya membaca, berdiskusi atau olahraga untuk lanjut usia.
  • Berkonsultasilah dengan dokter untuk perkembangan kesehatan pasien, terutama jika terjadi perubahan kesadaran secara mendadak.

Tips menjaga kesehatan sistem saraf

Untuk menjaga kualitas hidup pada usia lanjut dan menghindari berbagai efek penuaan terhadap sistem saraf, berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan sejak usia muda.

  • Pola tidur teratur.
  • Diet teratur dan mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3.
  • Upayakan tidak mengalami stress berlebihan, seperti beristirahat sejenak, bermeditas, dan berkumpul bersama keluarga dan teman-teman.
  • Olahraga teratur.
  • Rajin membaca.
  • Isi teka-teki silang.
  • Aktif berdiskusi dengan orang lain.

Penuaan memang tidak dapat dicegah, tetapi Anda dapat mengatur proses penuaan tersebut menjadi healthy aging, yaitu menua dan tetap sehat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat April 24, 2020

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat April 17, 2020

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat April 10, 2020

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal tayang Mei 15, 2020
Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Rena Widyawinata
Tanggal tayang Mei 13, 2020
Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal tayang Mei 11, 2020
Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang April 28, 2020