Kolesistitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kolesistitis?

Kantong empedu adalah kantong kecil yang berada di bawah hati. Ia menyimpan cairan empedu  yang dibuat hati dan menyemburkannya ke dalam usus ketika sedang makan. Cairan empedu membantu pencernaan lemak pada makanan. kolesistitis  adalah peradangan kantong empedu. Sering kali disebut serangan kantong empedu. Kolesistitis adalah kondisi yang biasanya disebabkan batu empedu karena terjebak dalam saluran yang mengambil cairan empedu dari kantong empedu menuju usus.

Seberapa umumkah kolesistitis?

Kolesistitis adalah kondisi yang umum terjadi. Ia lebih banyak memengaruhi wanita daripada pria dan biasanya lebih banyak ditemukan pada orang tua. Namun saat penyakit ini tidak disebabkan oleh kantong empedu, seringkali ia memengaruhi pria daripada wanita.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kolesistitis?

Gejala yang paling umum dari kolesistitis adalah rasa nyeri dan kram di sisi kanan atas perut. Hal ini bisa memengaruhi bagian tubuh lainnya. Gejala lainnya yaitu:

  • Nyeri di dada, punggung atas, atau bahu kanan. Nyeri ketika bernapas atau bergerak atau ketika ditekan.
  • Bersendawa, mual, dan muntah, biasanya setelah makan makanan tinggi lemak.
  • Suhu rendah
  • Kulit menguning
  • Mata terlihat putih
  • Tinja berwarna pucat
  • Kulit gatal bisa terjadi jika saluran utama yang membawa empedu ke usus terhambat batu.
  • Kantong empedu yang terinfeksi bisa menyebabkan suhu badan tinggi dan menggigil.

Mungkin ada beberapa tanda-tanda atau gejala yang tidak tercantum. Jika Anda memiliki kekhawatiran gejala, silakan konsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang ada di atas atau memiliki pertanyaan, silakan konsultasi dengan dokter Anda. Jika Anda sakit perut parah dan tidak bisa bergerak, minta seseorang untuk menghubungi dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab kolesistitis (cholecystitis)?

Kolesistitis biasanya disebabkan karena adanya batu empedu (disebut cholelithia-sis), tapi bisa juga berhubungan dengan masalah empedu yang dibuat atau disimpan di dalam kantong empedu. Jenis lainnya ini disebut acalculous, yang artinya ‘tanpa batu’. Penyebab lainnya adalah sickle cell disease, infeksi, dan diabetes. Jenis acalculous banyak ditemukan pada pria yang lebih tua, orang sakit, atau orang tua yang terbaring di tempat tidur.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kolesistitis (cholecystitis)?

Faktor-faktor risiko kolesistitis mirip seperti batu empedu. Seperti usia, jenis kelamin perempuan, kelompok etnis (seperti penduduk asli Amerika), obesitas, puasa, diet ketat, penurunan dan kenaikan berat badan berlebihan, obat, dan kehamilan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kolesistitis (cholecystitis)?

Jika operasi laparaskopi tidak dapat dilakukan, operasi standar dilakukan, yang artinya akan tinggal di rumah sakit lebih lama. Pengangkatan kantong empedu tidak memengaruhi kehidupan sehari-hari, kecuali sesekali pencernaan terganggu ketika makan makanan berlemak selama 6-12 bulan setelah pengangkatan kantong empedu. Biasanya masalah ini cepat hilang.

Jika operasi laparaskopi tidak dapat dilakukan, operasi standar dilakukan, yang artinya akan tinggal di rumah sakit lebih lama. Pengangkatan kantong empedu tidak memengaruhi kehidupan sehari-hari, kecuali sesekali pencernaan terganggu ketika makan makanan berlemak selama 6-12 bulan setelah pengangkatan kantong empedu. Biasanya masalah ini cepat hilang.

Obat-obatan juga bisa digunakan untuk melarutkan batu, tapi obat-obatan bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk bekerja dan jarang dilakukan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kolesistitis (cholecystitis)?

Dokter akan melakukan pemeriksaan dari rekam medis dan pemeriksaan fisik. X-ray, tes darah, dan USG akan menjawab. Ketika USG menampilkan hasil yang tidak jelas, dokter akan menggunakan tes x-ray spesial (HIDA scan).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kolesistitis (cholecystitis)?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut ini bisa membantu Anda mengatasi kolesistitis:

  • Katakan kepada dokter Anda kalau Anda memiliki sakit yang Anda pikir disebabkan batu empedu
  • Hubungi dokter Anda segera jika Anda demam dengan sakit perut
  • Pertahankan berat tubuh normal
  • Hindari makanan tinggi lemak
  • Jangan makan cepat-cepat atau diet ketat

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

Saat puasa, daya tahan tubuh bisa turun. Anda pun jadi rentan kena radang tenggorokan. Nah, ini dia caranya agar tetap lancar puasa saat radang tenggorokan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020 . Waktu baca 3 menit

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD adalah penyakit yang berhubungan dengan asam lambung. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 13 menit

Gastritis

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor

Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . Waktu baca 4 menit
obat penghancur batu empedu

Pilihan Obat untuk Menghancurkan Batu Empedu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . Waktu baca 6 menit