Bruxism

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu bruxism (bruxomania)?

Bruxomania atau disebut juga dengan bruxism adalah kondisi ketika Anda menggemeretakkan, mengatupkan, menggesekkan, atau mengerat gigi. Jika memiliki kondisi ini, Anda mungkin secara tidak sadar menggemeretakkan gigi pada siang atau malam hari saat tidur (sleep bruxomania).

Sleep bruxomania termasuk dalam gangguan pergerakan yang terkait tidur. Orang-orang yang menggemeretakkan gigi atau mengerat gigi selama tidur lebih mungkin memiliki gangguan tidur lain, seperti mendengkur dan jeda pada pernapasan (sleep apnea).

Seberapa umum bruxism?

Kurang lebih 15-33% anak-anak menggemeretakkan gigi mereka. Anak-anak yang mengerat giginya cenderung melakukannya pada dua waktu puncak – saat gigi susu bertumbuh dan saat gigi tetap muncul. Banyak anak yang sudah menghilangkan kebiasaan mengerat gigi setelah kedua set gigi ini muncul dengan sempurna. Umumnya, anak-anak lebih sering mengeratkan gigi pada saat tidur dibandingkan pada saat bangun.

Namun, kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala bruxism?

Ada berbagai tanda-tanda dan gejala dari bruxomania. Berikut adalah beberapa tanda-tanda dan gejala utama dari kondisi ini, seperti:

  • Menggemeretakkan atau mengerat gigi yang cukup keras sampai membangunkan pasangan tidur
  • Gigi yang rata, retak, atau goyang
  • Enamel gigi yang rusak, mengekspos lapisan dalam gigi
  • Sensitivitas gigi yang meningkat
  • Otot rahang yang lelah atau kencang
  • Rasa sakit yang seperti sakit telinga, walau bukan masalah pada telinga
  • Sakit kepala tumpul yang berasal dari pelipis
  • Kerusakan dari mengunyah bagian dalam pipi
  • Indentasi pada lidah

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Gigi Anda rusak atau sensitif
  • Rasa sakit pada rahang, wajah atau telinga
  • Keluhan lain bahwa Anda menghasilkan suara gemeretak gigi saat tidur
  • Anda memiliki rahang yang terkunci dan tidak dapat terbuka atau tertutup dengan sempurna

Jika menyadari bahwa anak Anda menggertakan gigi – atau memiliki tanda-tanda atau gejala dari bruxism – pastikan untuk menyebutkannya apabila bertemu dengan dokter gigi.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab bruxomania?

Dokter masih belum yakin dengan pasti mengenai apa yang menjadi penyebab bruxism. Kemungkinan penyebab fisik atau psikologis dapat meliputi:

  • Emosi, seperti gelisah, stres, kemarahan, frustrasi, atau merasa tegang
  • Tipe kepribadian yang agresif, kompetitif, atau hiperaktif
  • Letak gigi atas dan bawah yang abnormal (malocclusion)
  • Gangguan tidur lain, seperti sleep apnea
  • Respons terhadap nyeri dari sakit telinga atau teething (pada anak-anak)
  • Asam lambung naik ke esofagus
  • Efek samping yang tidak umum dari beberapa obat psikiatrik, seperti phenothiazines atau antidepresan tertentu
  • Strategi bertahan atau kebiasaan untuk fokus
  • Komplikasi yang berasal dari kelainan seperti penyakit Huntington atau Parkinson

Faktor Pemicu

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk bruxism?

Ada banyak faktor risiko untuk bruxomania, yaitu:

  • Stres. Bertambahnya kegelisahan atau stres, serta amarah dan frustrasi dapat menyebabkan gemeretak gigi yang mungkin tidak Anda sadari.
  • Usia. Bruxomania umum terjadi pada anak-anak, namun biasanya hilang dengan sendirinya saat remaja.
  • Tipe kepribadian. Memiliki kepribadian yang agresif, kompetitif, atau hiperaktif dapat meningkatkan risiko bruxism.
  • Zat stimulan. Merokok tembakau, mengonsumsi minuman berkafein dan beralkohol, atau obat-obatan ilegal seperti methamphetamine atau ekstasi dapat meningkatkan risiko bruxism.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana bruxism didiagnosis?

Jika dokter menduga Anda memiliki bruxism, dokter akan menentukan penyebab dengan memberikan pertanyaan tentang kondisi kesehatan mulut, pengobatan, rutinitas sehari-hari dan kebiasaan tidur.

Untuk mengevaluasi tingkat bruxomania, dokter gigi dapat melihat:

  • Nyeri pada otot rahang
  • Kelainan gigi yang jelas, seperti gigi yang patah atau lepas atau lokasi gigi yang buruk
  • Kerusakan pada gigi, tulang dan bagian bawah pipi, biasanya dengan bantuan X-ray

Pemeriksaan gigi dapat mendeteksi kelainan lain yang menyebabkan nyeri rahang atau telinga yang serupa, seperti kelainan temporomandibular joint (TMJ), masalah gigi, atau infeksi telinga lainnya.

Bagaimana bruxomania ditangani?

Bruxomania bukanlah gangguan yang serius, namun jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan masalah yang lebih besar. Kerusakan gigi dapat terjadi apabila kondisi ini tergolong parah. Dokter dapat memberikan obat untuk meringankan rasa sakit atau merekomendasikan penawar rasa sakit yang dijual bebas. Anda juga dapat meletakkan kompres panas atau es dengan memijat area yang sakit. Pilihan perawatan untuk menghentikan bruxism meliputi:

  • Mouth guard
  • Splint
  • Penyesuaian ortodontik
  • Perubahan gaya hidup
  • Teknik relaksasi

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengobati bruxism?

Kondisi ini dapat dicegah dan diobati dengan gaya hidup yang sehat, terutama jika Anda berisiko tinggi, penting dilakukan, seperti:

  • Jika stres menyebabkan Anda menggemeretakkan gigi, tanyakan dokter tentang pilihan untuk mengurangi stres. Mengikuti konseling stres, memulai program olahraga, mengunjungi terapis fisik atau mendapatkan resep untuk relaksan otot adalah beberapa pilihan yang dapat ditawarkan.
  • Apabila gangguan tidur penyebabnya, mengatasinya dapat mengurangi atau menghilangkan kebiasaan menggemeretakkan gigi.
  • Tips lainnya untuk membantu Anda berhenti menggertakan gigi meliputi menghindari makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti cola, cokelat, dan kopi.
  • Hindari alkohol. Gemeretak gigi cenderung semakin parah setelah konsumsi alkohol.
  • Hindari permen karet karena menyebabkan otot rahang untuk bergemeretak
  • Latih diri Anda untuk tidak menggemeretakkan gigi. Jika Anda menyadari sedang menggertakan gigi pada siang hari, posisikan ujung lidah di antara gigi. Hal ini dapat melatih otot rahang untuk relaks.
  • Relakskan otot rahang pada malam hari dengan meletakkan kain hangat pada pipi di depan cuping telinga

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Yang juga perlu Anda baca