Botulisme

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu botulisme?

Botulisme adalah penyakit yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri bernama Clostridium botulinum. Clostridium botulinum memproduksi tujuh jenis racun (para ahli menamainya dari a hingga g). Bagaimanapun, hanya racun a, b, e dan f yang memiliki kemampuan untuk menyebabkan penyakit pada manusia.

Ada tiga bentuk botulisme termasuk botulisme keracunan makanan, botulisme luka, dan botulisme pada bayi.

Seberapa umumkah botulisme?

Botulisme adalah kondisi yang bisa menyerang setiap orang di segala umur. Botulisme tidak ditularkan dari perorangan. Anda dapat membatasi kemungkinan terjangkit penyakit dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Silakan konsultasi dengan dokter anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala botulisme?

Kebanyakan gejala botulisme mulai muncul dari 12 hingga 36 jam setelah makan makanan yang tercemar. Sekitar 5 hingga 10% orang terjangkit botulisme fatal. Bentuk-bentuk pertama dari botulisme adalah :

  • Ptosis (kelopak mata turun)
  • Kelemahan wajah pada salah satu atau kedua sisi
  • Pandangan ganda (satu objek terlihat ada dua)
  • Mulut kering
  • Sulit berbicara
  • Sulit menelan
  • Otot melemah

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera ke dokter jika Anda memiliki gejala botulisme. Sebab, jika tidak dirawat tepat waktu, tangan dan kaki Anda akan lumpuh. Anda juga dapat mengalami kelumpuhan otot pernapasan atau bahkan lumpuh total. Anda kemungkinan membutuhkan ventilator atau alat bantu napas.

Penyebab

Apa penyebab botulisme?

Botulisme adalah kondisi yang bisa terjadi ketika Anda makan makanan mengandung racun. Racun biasanya muncul dan berasal dari makanan yang dimasak dengan tidak benar.

Selain itu, penyakit ini juga dapat terjadi ketika bakteri masuk dari luka yang tidak Anda perhatikan. Kemudian bakteri berkembang dan menghasilkan racun. Kasus ini adalah yang paling sering terjadi orang yang menggunakan heroin jenis suntik.

Selain itu, bayi dapat keracunan karena spora (dari jamur) dari tanah ketika bermain di luar. Kemudian nantinya spora akan tumbuh dalam saluran pencernaan dan memproduksi racun di dalam tubuh.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk botulisme?

Botulisme adalah salah satu kondisi yang bisa terjadi karena adanya faktor risiko berikut:  

  • Kebersihan makanan buruk
  • Baru lahir
  • Luka yang tidak dibersihkan

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk botulisme?

Terdapat beberapa pengobatan yang berbeda untuk botulisme. Biasanya, dokter akan memeriksa dan memantau beberapa gejala tertentu, dokter juga akan memberikan Anda antiracun untuk memperlambat kelumpuhan dan membuat gejala botulisme menjadi lebih ringan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk botulisme

Botulisme memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lain, sehingga sulit untuk didiagnosis. Anda akan membutuhkan beberapa tes dalam laboratorium khusus sebelum bisa mendapatkan diagnosis pasti. 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi botulisme?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi botulisme:

  • Mayoritas kasus terjadi karena memasak makanan kalengan, khususnya sayuran. Maka dari itu, berhati-hatilah dalam proses penyajian makanan.
  • Rebus makanan paling tidak 10 menit, karena racun akan hancur pada temperatur tinggi.
  • Berhati-hatilah ketika bayi memakan madu. Banyak kasus terjadi pada anak-anak ketika mencerna madu yang terkontaminasi.
  • Pastikan luka dibersihkan. Pengobatan luka yang tepat dan tidak menggunakan obat-obat yang adiktif akan membantu mengurangi risiko botulisme yang berkaitan dengan luka.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk pemahaman lebih lanjut dan solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Makanan

Alergi makanan adalah reaksi alergi yang muncul setelah mengonsumsi suatu zat makanan tertentu. Makanan apa saya yang menyebabkan reaksi ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Alergi Makanan 1 September 2020 . Waktu baca 14 menit

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Pernah meraba ketiak Anda? Apakah menemukan benjolan di sana? Benjolan di ketiak dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit yang mungkin serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

Pielonefritis adalah infeksi pada salah satu atau kedua ginjal yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Bagaimana menanganinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Urologi, Ginjal 6 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Infeksi Kandung Kemih

Infeksi kandung kemih adalah penyakit akibat serangan bakteri pada organ yang menampung urine. Pelajari gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis gonore adalah

Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
psoriasis

Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 13 menit
makan kekenyangan

Perut Begah Akibat Makan Kekenyangan? Ini Cara Cepat Mengatasinya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 3 menit