Abses Otak

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu abses otak?

Abses otak adalah sebuah kondisi dimana terbentuk ruang kecil berisi nanah di otak.

Sistem imun, otak, dan lapisan jaringan sekitar membantu melindungi otak dari infeksi. Meski begitu, beberapa bakteri dan organisme lain dapat melewati lapisan pelindung ini dan menyebabkan infeksi. Saat otak berespon pada gangguan ini dengan membuat ruang kecil berisi nanah, inilah yang disebut abses.

Perlu diketahui, bahwa otak bagian dari sistem saraf pusat tubuh. Otak berfungsi sebagai sumber pusat komputer, menerima, mengambil gambar dan menyimpan data dari luar dan memberi feedback data.

Seberapa umumkah abses otak?

Abses otak adalah kondisi yang jarang dan dapat  terjadi pada semua usia, namun lebih sering terjadi pada orang usia 30-45 tahun. Risiko meningkat jika terjadi bersamaan dengan trauma kepala, penyalahgunaan obat, diabetes, kanker, AIDS, penyakit berat, infeksi wajah, telinga, hidung dan mata.

Saat mengalami penyakit ini, pasien harus dibawa ke instalasi gawat darurat rumah sakit segera. Penggunaan antibiotik, conducted tomography (CT) dan magnetic resonance imaging (MRI) akan mengurangi angka kematian 10% yang disebabkan karena abses otak. Meski begitu, hampir 50% dari penyakit berlanjut pada efek sistem saraf dan aspek perilaku setelah terapi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala abses otak?

Ada banyak tanda dan gejala abses otak. Namun gejala paling sering yaitu demam, sakit kepala, dan masalah yang berhubungan dengan sistem saraf. Masalah lain termasuk bingung, disorientasi, sulit bergerak dan komunikasi, perubahan status neurologi atau lemah pada lengan atau kaki. Di samping itu, ada juga gejala lain seperti mual, muntah, kaku leher, dan kejang.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera menghubungi dokter bila Anda sakit kepala, demam, kejang, gangguan saraf seperti masalah komunikasi atau lemah sebagian tubuh,

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab abses otak?

Abses otak adalah kondisi yang disebabkan oleh bakteri. Selain itu, orang dengan sistem imun lemah (seperti orang dengan AIDS) dan sering terkena infeksi jamur juga bisa menyebabkan terkena penyakit ini. Abses otak juga merupakan konsekuensi penyakit lain seperti sinusitis, penyakit telinga tengah, penyakit gigi, atau dari komplikasi setelah operasi pengangkatan tumor di otak.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk abses otak?

Abses otak adalah kondisi yang memiliki banyak faktor risiko, antara lain:

  • Sistem imun lemah atau rusak akibat penyakit seperti HIV, AIDS.
  • Kanker, diabetes, atau penyakit kronik lain.
  • Penyakit jantung kongenital.
  • Meningitis (radang selaput otak).
  • Obat yang mengganggu sistem imun (seperti kemoterapi)

Tidak memiliki faktor risiko tidak berarti Anda tidak dapat menderita penyakit ini. Faktor ini hanyalah referensi saja. Anda harus konsultasi dengan dokter spesialis untuk informasi lebih rinci.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk abses otak?

Penggunaan antibiotik, operasi drainase abses atau metode pengangkatan dapat digunakan untuk mengobati abses otak. Kadang-kadang antibiotik saja sudah dapat mengobati penyakit namun pada beberapa kasus, Anda butuh bantuan dari pengobatan lain. Dalam memutuskan operasi drainase abses atau metode pengangkatan (jika dibutuhkan) akan ditetapkan oleh terapis.

Untuk komplikasi operasi seperti kondisi yang memburuk, stroke, dan infeksi, konsumsi air dan obat antibiotik dapat mengobatinya. Jika jamur yang menyebabkan abses otak, obat khusus akan digunakan untuk mengobatinya.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk abses otak?

Dokter akan mendiagnosis berdasarkan riwayat medis, pemeriksaan fisik umum, atau hasil CT atau MRI otak.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi abses otak?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi abses otak:

Gunakan antibiotik sesuai anjuran dokter. Habiskan obat yang diberikan.

Sadari bahwa diagnosis sesegera mungkin akan berefek pada sistem saraf dan perilaku.

Taat pada jadwal pemeriksaan, seperti kontrol dokter dan CT scan atau MRI walaupun dilakukan berulang, untuk memastikan penyakit sudah sembuh.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 April 9, 2020

Meningitis (Radang Selaput Otak)

Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin

5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu waspada karena anak juga bisa tertular penyakit dari kucing.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting Februari 25, 2020

Kulit Anak Terinfeksi Setelah Dicakar Kucing; Apakah Akan Menular ke Anak Lain?

Dicakar kucing tidak hanya menimbulkan lecet, tapi juga bisa berisiko menimbulkan infeksi pada anak. Lantas, bila si kecil terinfeksi, apakah akan menular?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting Februari 22, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal tayang Mei 10, 2020
4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal tayang April 27, 2020
Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang April 18, 2020
Gastritis

Gastritis

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal tayang April 13, 2020