Operasi Transplantasi Kornea

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu transplantasi kornea?

Transplantasi kornea adalah operasi yang digunakan untuk menghilangkan semua bagian kornea mata yang rusak dan menggantinya dengan jaringan kornea yang sehat dari mata pendonor yang sesuai. Dikutip dari Mayo Clinic, prosedur ini dapat memulihkan penglihatan, mengurangi rasa sakit, dan memperbaiki penampilan kornea yang rusak atau sakit.

Siapa saja yang harus menjalani transplantasi kornea?

Transplantasi kornea merupakan prosedur untuk memperbaiki penglihatan mereka yang memiliki kondisi di bawah ini:

  • Kornea yang menonjol keluar (keratoconus)
  • Fuchs’ dystrophy
  • Penipisan kornea
  • Kornea tergores, disebabkan infeksi atau cedera (keratitis)
  • Kornea buram
  • Kornea bengkak
  • Kornea borok, termasuk disebabkan infeksi
  • Komplikasi disebabkan operasi mata sebelumnya

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani operasi transplantasi kornea?

Sebagian besar orang yang menerima transplantasi kornea akan memiliki penglihatan yang pulih setidaknya separuhnya. Hasil transplantasi kornea tergantung pada alasan operasi dan kondisi kesehatan Anda.

Risiko komplikasi dan penolakan kornea dapat terjadi beberapa tahun setelah transplantasi kornea dilakukan. Oleh karena itu, pastikan check up ke dokter mata setiap tahun. Penolakan kornea biasanya bisa diatasi dengan pengobatan.

Mencari donor kornea

Kebanyakan kornea yang digunakan dalam prosedur ini didapatkan dari pendonor yang sudah meninggal. Tidak seperti organ lain, seperti hati atau ginjal, orang yang memerlukan transplantasi kornea umumnya tidak perlu menunggu terlalu lama.

Ini karena banyak orang secara spesifik mengizinkan  kornea mereka untuk didonorkan setelah mereka meninggal, kecuali jika mereka memiliki beberapa kondisi tertentu. Jadi ada cukup banyak kornea tersedia untuk transplantasi dibandingkan organ lain.

Kornea bisa tidak digunakan dari pendonor yang memiliki beberapa kondisi, seperti kondisi sistem saraf sentral tertentu, infeksi, operasi mata sebelumnya, atau penyakit mata, atau dari orang-orang yang meninggal karena sebab yang tidak diketahui.

Apakah ada alternatif selain prosedur ini?

Berbagai jenis kacamata dan lensa kontak mungkin bisa membantu. Beberapa jenis keratoconus bisa diatasi dengan operasi di mana cincin plastik kecil ditempatkan di dalam kornea. Jika Anda memiliki dekompensasi endothelial, tetes mata bisa membantu. Semua metode ini akan menjadi kurang efektif jika penyakit memburuk.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum melakukan operasi ini?

Sebelum operasi transplantasi kornea, Anda akan menjalani:

  • Pemeriksaan mata menyeluruh – dokter mata Anda mengecek kondisi yang bisa menyebabkan komplikasi setelah operasi
  • Pengukuran mata – dokter mata Anda akan memeriksa berapa ukuran donor kornea yang Anda perlukan
  • Ulasan tentang semua obat dan suplemen yang edang Anda gunakan – Anda mungkin perlu berhenti menggunakan obat atau suplemen tertentu sebelum atau sesudah prosedur ini
  • Pengobatan untuk masalah mata lainnya – masalah mata yang tidak berhubungan, seperti infeksi atau peradangan, dapat mengurangi kesuksesan prosedur ini. Dokter mata Anda akan berusaha mengatasi masalah ini sebelum operasi

Bagaimana proses operasi transplantasi kornea?

Beragam teknik obat bius dimungkinkan. Operasi biasanya memakan waktu 1-2 jam. Dokter bedah Anda akan melepas bagian tengah kornea yang sakit, dan menggantinya dengan bagian kornea dari pendonor.

Dokter dapat mengganti semua kornea Anda, atau mengganti lapisan luarnya saja, atau hanya lapisan dalamnya saja. Dokter akan menggunakan jahitan kecil untuk menahan kornea atau bagian kornea yang baru pada tempatnya.

Apa yang harus saya lakukan setelah operasi?

Banyak orang harus bermalam di rumah sakit, tapi Anda juga mungkin bisa pulang ke rumah di hari yang sama. Dokter akan memberikan Anda tetes mata dan kadang obat untuk dibawa pulang.

Anda sebaiknya tidak berenang atau mengangkat barang berat sampai Anda diperiksa kembali oleh dokter bedah Anda. Sebelum berolahraga, mintalah nasihat dari dokter Anda untuk memastikan olahraga ini aman untuk kondisi Anda.

Banyak orang pulih dengan baik. Namun, mungkin membutuhkan waktu satu tahun untuk mata Anda sampai benar-benar membaik.

Anda mungkin membutuhkan operasi lain untuk mengganti bentuk kornea. Dokter Anda akan meminta Anda untuk kembali ke klinik secara rutin jadi mereka bisa memeriksa apakah transplantasi pulih dengan baik dan mengecek tanda-tanda penolakan.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Transplantasi kornea secara keseluruhan adalah prosedur yang aman. Namun, transplantasi kornea juga memiliki risiko kecil terjadinya komplikasi serius, seperti:

  • Infeksi mata
  • Meningkatnya risiko kabut dalam lensa mata (katarak)
  • Tekanan meningkat di dalam bola mata (glaukoma)
  • Masalah dengan jahitan yang digunakan untuk menempelkan kornea pendonor
  • Penolakan terhadap kornea pendonor
  • Bengkak pada kornea

Dalam beberapa kasus, sistem kekebalan tubuh Anda bisa salah menyerang donor kornea. Ini disebut penolakan, dan ini dapat memerlukan pengobatan medis atau transplantasi kornea lainnya.

Buat janji dengan dokter mata Anda jika Anda menyadari tanda-tanda atau gejala apapun dari penolakan kornea, seperti:

  • Kehilangan penglihatan
  • Rasa sakit
  • Kemerahan
  • Sensitif terhadap cahaya

Penolakan terjadi sekitar 20 persen dari prosedur ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

    Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara untuk mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

    Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

    8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

    Ada banyak hal yang menjadi penyebab sering buang air kecil, mulai dari kebiasaan minum, konsumsi obat, hingga penyakit. Apakah Anda memiliki salah satunya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pencegahan anemia

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    merawat kulit orang diabetes

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    transplantasi ginjal

    Transplantasi Ginjal

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit