Laparoskopi Diagnostik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu laparoskopi diagnostik?

Laparoskopi diagnostik adalah operasi menggunakan sebuah teleskop medis untuk melihat bagian perut dan organ panggul. Pada beberapa wanita, perawatan ringan dapat dilakukan pada waktu yang sama.

Laparoskopi diagnostik dilakukan untuk mencari tahu penyebab nyeri perut bagian bawah dan nyeri panggul, masalah tertentu, dan infertilitas. Operasi ini juga dilakukan untuk memeriksa apakah Anda mengalami endometriosis, infeksi panggul, adhesi, kerusakan saluran tuba fallopi, kehamilan ektopik, kista ovarium atau fibroid.

Kapan saya perlu menjalani laparoskopi diagnostik?

Ketika tes lain tidak dapat menyediakan data yang cukup untuk kebutuhan diagnosis, laparoskopi  dapat menyediakan data yang diperlukan dengan rinci. Tes ini juga dapat dilakukan untuk mengambil biopsi.

Dokter akan merekomendasikan tes laparoskopi untuk memeriksa organ berikut:

  • usus buntu
  • kandung empedu
  • hati
  • pankreas
  • usus kecil dan besar
  • limpa
  • perut
  • organ panggul atau reproduksi

Dengan mengamati bagian-bagian tersebut, dokter dapat memeriksa:

  • sakit perut
  • massa perut atau tumor
  • cairan dalam rongga perut
  • sakit hati
  • efektivitas pengobatan tertentu
  • perkembangan kanker

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani laparoskopi diagnostik?

Risiko infeksi dapat terjadi. Anda mungkin akan diberikan antibiotik untuk mencegah komplikasi terjadi. Laparoskopi diagnostik mungkin dilakukan jika usus Anda membengkak, terdapat cairan di perut (ascites), atau Anda pernah melakukan operasi sebelumnya.

Apakah ada alternatif untuk laparoskopi diagnostik?

Tes darah, rontgen, dan CT scan mungkin diperlukan untuk mengetahui penyebab gejala-gejala tertentu yang terjadi pada Anda.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum laparoskopi diagnostik?

Dokter mungkin akan meminta Anda untuk tidak mengonsumsi apa pun 8 jam sebelum tes. Dokter juga akan meminta Anda untuk berhenti minum obat tertentu, termasuk obat pereda nyeri sebelum tes dilakukan. Anda tidak boleh mengganti atau mengonsumsi obat tanpa seizin dokter. Ikuti saran dari dokter dengan benar.

Bagaimana proses laparoskopi diagnostik?

Operasi ini biasanya dilakukan di bawah anestesi umum dan membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Dokter bedah akan membedah satu atau dua bagian kecil di perut Anda. Kemudian instrumen bedah dimasukkan bersama dengan teleskop sehingga mereka dapat melihat bagian dalam perut Anda dan melakukan prosedur medis ringan.

Apa yang harus saya lakukan setelah laparoskopi diagnostik?

Anda dapat pulang pada hari yang sama setelah operasi. Dokter akan memberi tahu Anda tentang apa hasil laparoskopi dan mendiskusikan pengobatan yang tepat untuk Anda. Anda boleh beristirahat selama satu sampai dua hari. Anda juga boleh mengonsumsi obat pereda rasa sakit jika Anda membutuhkannya. Olahraga teratur akan membantu Anda kembali melakukan aktivitas normal segera. Sebelum Anda mulai berolahraga, mintalah saran tim kesehatan atau dokter.

Komplikasi

Komplikasi apa yang dapat terjadi?

Komplikasi yang paling umum terjadi adalah perdarahan dan infeksi, jarang terjadi. Namun, setiap operasi memiliki risiko komplikasi, misalnya:

  • reaksi terhadap anestesi umum
  • peradangan pada dinding perut
  • pembekuan darah, yang dapat menjalar ke panggul, kaki, paru-paru. Pembekuan darah bisa menjalar ke jantung atau otak (jarang terjadi)

Ada risiko tertusuknya organ, yang dapat menyebabkan usus bocor. Perdarahan dalam rongga perut juga mungkin terjadi. Operasi terbuka (laparotomy) sebaiknya segera dilakukan jika terjadi komplikasi ini.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca