Histerektomi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu histerektomi?

Histerektomi adalah suatu prosedur medis untuk mengangkat rahim (uterus) dan leher rahim (serviks). Rahim atau uterus merupakan organ reproduksi tempat di mana bayi berkembang selama masa kehamilan. 

Sementara leher rahim atau serviks merupakan bagian di bawah rahim, yang menghubungkan antara rahim dengan vagina. Leher rahim biasanya menjadi jalur keluarnya bayi dari rahim menuju ke vagina saat proses kelahiran.

Ada berbagai alasan yang mendasari dilakukannya prosedur histerektomi ini, salah satunya sebagai perawatan dalam penyakit kanker. Jenis penyakit kanker yang bisa menggunakan prosedur histerektomi yakni kanker serviks (leher rahim) dan kanker rahim.

Pada beberapa kasus tertentu tertentu, operasi pengangkatan rahim maupun leher rahim ini dapat dilakukan bersamaan dengan pengangkatan indung telur (ovarium) dan tuba falopi  (oviduk). Indung telur atau ovarium merupakan organ reproduksi yang bertugas untuk menghasilkan hormon estrogen wanita. 

Sedangkan oviduk atau tuba falopi adalah saluran yang menjadi jalur penghubung antara ovarium dengan rahim. Kedua organ reproduksi ini tidak selalu diangkat selama operasi angkat rahim maupun leher rahim (serviks).

Pada beberapa kondisi lainnya, indung telur atau ovarium bisa tetap dibiarkan tanpa pengangkatan. Hal ini tergantung dari kondisi medis yang Anda alami, serta jenis dari operasi histerektomi yang dilakukan.

Kapan saya perlu menjalani operasi histerektomi?

Operasi histerektomi umumnya perlu dilakukan ketika Anda mengalami masalah kesehatan tertentu, terutama yang berkaitan dengan organ reproduksi.

Berikut berbagai penyebab mengapa operasi histerektomi perlu dilakukan :

  • Kanker serviks (leher rahim).
  • Kanker rahim.
  • Kanker indung telur.
  • Fibroid rahim atau tumbuhnya tumor jinak di dalam rahim, yang menyebabkan rasa sakit, perdarahan, maupun masalah lainnya.
  • Gangguan radang panggul.
  • Nyeri panggul kronis.
  • Perdarahan vagina abnormal.
  • Prolaps uterus atau turun peranakan, terjadi saat uterus (rahim) turun melewati serviks sehingga tampak menonjol pada vagina.
  • Endometriosis, yakni adanya kelainan saat lapisan di dalam rahim tumbuh di luar rongga rahim sehingga menimbulkan perdarahan dan rasa sakit.
  • Adenomiosis, yakni ketika jaringan di dalam rahim (endometrium) tumbuh hingga menembus ke dalam dinding otot rahim.

Dengan dilakukannya prosedur angkat rahim dan leher rahim ini, diharapkan dapat menyembuhkan atau setidaknya meringankan gejala penyakit yang selama ini Anda alami.

Apa saja jenis operasi histerektomi?

Histerektomi bukan hanya terdiri atas satu jenis, melainkan ada beberapa jenis yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh Anda.

Perbedaan dari masing-masing jenis prosedur histerektomi adalah sebagai berikut:

Histerektomi sebagian (parsial)

Histerektomi parsial adalah prosedur operasi yang dilakukan dengan mengangkat sebagian dari rahim. Namun di sini, serviks atau leher rahim tidak ikut diangkat.

Histerektomi total (sederhana)

Histerektomi total adalah prosedur pengangkatan seluruh bagian rahim, baik tubuh rahim hingga leher rahim (serviks). Akan tetapi, prosedur ini tidak meliputi pengangkatan struktur atau jaringan di sebelah rahim yang disebut parametria dan ligamen uterus.

Prosedur pengangkatan rahim dan leher rahim yang satu ini bisa digunakan untuk mengatasi masalah pada rahim maupun leher rahim. Selain itu, histerektomi total juga adalah prosedur operasi yang tidak melibatkan pengangkatan indung telur (ovarium) dan tuba falopi (oviduk).

Beberapa prosedur yang biasanya dilakukan dalam histerektomi total adalah sebagai berikut:

  • Histerektomi abdominal (perut). Prosedur ini mengangkat rahim maupun leher rahim dengan membuat sayatan bedah di area perut.
  • Histerektomi vagina. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat rahim maupun leher rahim melalui vagina. Selama prosedur bedah ini berlangsung, dokter akan melepaskan rahim dari indung telur (ovarium), tuba falopi, dan vagina bagian atas. Tak lupa, pembuluh darah dan jaringan ikat yang menyokong rahim juga akan dilepaskan terlebih dahulu sebelum mengambil rahim.
  • Histerektomi laparoskopi (laparoscopic hysterectomy). Prosedur histerektomi ini adalah pengangkatan rahim dengan menggunakan alat laparoskopi, yakni semacam tabung yang dilengkapi oleh teleskop atau kamera medis kecil di bagian ujungnya. Laparoskopi umumnya tidak melibatkan pembedahan yang besar karena mengandalkan alat khusus. Dokter nantinya dapat membuat sayatan dan mengambil jaringan sasaran melalui dengan bantuan tabung dan kamera, tanpa perlu membuat luka besar di perut.
  • Histerektomi vagina dengan laparoskopi (laparoscopic-assisted vaginal hysterectomy). Prosedur histerektomi ini adalah operasi pengangkatan rahim, leher rahim (uterus), indung telur, dan tuba falopi. Namun, prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan pada vagina menggunakan bantuan laparoskopi.

Histerektomi dengan Salpingo-Ooforektomi

Histerektomi dengan Salpingo-Ooforektomi adalah prosedur yang dilakukan dengan mengangkat rahim (uterus) bersama satu atau kedua ovarium dan tuba falopi sekaligus.

Apabila kedua indung telur (ovarium) diangkat, Anda mungkin perlu diberikan terapi pengganti hormon.

Histerektomi radikal

Histerektomi radikal adalah prosedur bedah dengan mengangkat seluruh rahim (uterus), leher rahim (serviks), jaringan sisi rahim (parametria dan ligamen uterus). Bagian atas vagina juga ikut diangkat sekitar 1 sentimeter (cm).

Sementara bagian indung telur (ovarium) dan tuba falopi bisa diangkat atau tidak, tergantung dari alasan medis yang mendasarinya. Ada lebih banyak jaringan dan organ yang dikeluarkan pada proses histerektomi radikal, ketimbang histerektomi total (simple).

Pengangkatan rahim dan leher rahim dengan metode radikal biasanya dilakukan dengan menyayat bagian perut, atau dikenal sebagai operasi terbuka (open surgery). Beberapa prosedur yang biasanya dilakukan dalam histerektomi radikal adalah sebagai berikut:

  • Histerektomi vagina radikal dengan bantuan laparoskopi (laparoscopic-assisted radical vaginal hysterectomy). Prosedur ini menggabungkan metode radikal dengan pengangkatan kelenjar getah bening pada panggul.
  • Histerektomi abdominal radikal dengan bantuan laparoskopi. Proses pembedahannya hampir sama dengan metode radikal laparoskopi pada vagina, tetapi di sini dilakukan pada perut (abdominal).

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani histerektomi?

Normal apabila Anda merasa cemas sebelum melakukan operasi pengangkatan rahim maupun leher rahim ini. Sebelum mengetahui serangkaian prosedur operasi pengangkatan rahim, leher rahim, ataupun jaringan dan organ di sekitarnya, ada hal penting yang perlu Anda ketahui.

Usai menjalani operasi angkat rahim maupun leher rahim, menstruasi Anda mungkin akan lebih cepat berhenti alias tidak mengalami menstruasi lagi (menopause dini). Ini biasanya tergantung apakah prosedur pembahan ini melibatkan pengangkatan indung telur (ovarium), entah itu hanya salah satu maupun kedua indung telur.

Jika ovarium ikut diambil, otomatis tubuh tidak akan menghasilkan hormon seks lagi. Kondisi inilah yang menyebabkan menopause terjadi lebih cepat dari yang seharusnya.

Sedangkan apabila Anda menjalani operasi angkat rahim maupun serviks tapi tanpa mengangkat ovarium, biasanya menstruasi akan kembali normal setelahnya.

Hal lain yang juga perlu diketahui yakni kemungkinan Anda untuk bisa hamil setelah melakukan operasi pengangkatan rahim maupun leher rahim (serviks). Ketika rahim atau uterus Anda diangkat, tentu tidak akan ada tempat lagi bayi bagi untuk tumbuh nantinya dalam proses kehamilan.

Secara tidak langsung, peluang Anda untuk hamil setelah menjalani prosedur ini berarti sudah tidak ada lagi. Pastikan juga Anda tidak lupa menyampaikan pada dokter mengenai obat-obatan yang mungkin sedang rutin dikonsumsi.

Pasalnya, ditakutkan ada beberapa jenis obat-obatan yang dapat berpengaruh terhadap proses operasi nantinya. Biasanya, Anda juga dianjurkan untuk beristirahat dan mendapatkan perawatan selama beberapa hari di rumah sakit pasca operasi.

Dokter juga akan meminta Anda untuk membatasi aktivitas untuk sementara waktu selama masih dalam masa pemulihan. Contohnya tidak boleh mengemudi atau mengangkat benda berat.

Di sisi lain, jangan lupa untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terkait proses dan pemulihkan operasi pengangkatan rahim dan serviks ini.

Anda bisa menyampaikan segala keraguan dan pertanyaan yang ingin Anda ketahui dari prosedur pembedahan ini agar lebih yakin untuk melakukannya.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani operasi histerektomi?

Diskusikan dengan dokter Anda seputar pengobatan terbaru yang sedang Anda jalani, alergi yang Anda miliki, dan kondisi kesehatan Anda. Sebelum menjalankan operasi, Anda akan bertemu dengan dokter anestesi dan mungkin berdiskusi seputar metode anestesi yang akan gunakan saat operasi.

Beberapa prosedur operasi mungkin mengharuskan Anda untuk berpuasa terlebih dahulu. Maka itu, penting untuk selalu mengikuti instruksi dokter mengenai kapan sebaiknya Anda mulai berpuasa sebelum operasi.

Selain itu, Anda juga akan diberikan panduan yang jelas sebelum menjalani pra-operasi, termasuk makanan dan minuman apa saja yang boleh dikonsumsi menjelang pembedahan.

Umumnya, Anda mungkin diminta untuk berpuasa selama kurang lebih 6 jam sebelum operasi dimulai. Setidaknya satu hari sebelum operasi, dokter biasanya menyarankan Anda untuk mandi menggunakan sabun khusus yang diberikan dokter guna mengurangi risiko terjadinya infeksi.

Jika Anda berencana untuk melakukan pembersihkan vagina (douching vagina) atau pembersihkan rektum (enema), sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. Sebelum histerektomi dilakukan, dokter dapat memberikan obat melalui infus (intraven) yang bertujuan untuk meminimalkan risiko infeksi pasca operasi.

Tepat sebelum operasi histerektomi dilakukan, dokter akan memasukkan kateter ke dalam kandung kemih dalam posisi tubuh Anda sedang berbaring.

Hal ini bertujuan untuk memastikan kandung kemih Anda sudah dalam keadaan kosong saat nantinya operasi dilakukan. Selanjutnya, dokter dan tim medis akan membersihkan area tubuh Anda yang hendak dibedah.

Bagaimana proses histerektomi berlangsung?

Prosedur histerektomi biasanya dilakukan dalam keadaan bius total, sehingga akan membuat Anda tertidur lelap selama proses operasi berlangsung. Dalam beberapa kondisi, operasi pengangkatan rahim maupun leher rahim (serviks) juga mungkin dilakukan di bawah pengaruh bius lokal.

Berbeda dengan bius total, bius lokal hanya akan menimbulkan mati rasa dari bagian pinggang sampai kaki. Dengan begitu, Anda masih akan sadar selama proses operasi berlangsung, tetapi tidak merasakan sakitnya.

Lama waktu berlangsungnya prosedur histerektomi kurang lebih sekitar 1-2 jam tergantung kondisi dan tingkat kesulitan saat operasi. Pertama-tama, dokter akan membuat sayatan di perut, bagian atas vagina, maupun area sekitar leher rahim agar bisa mengangkat rahim dan leher rahim Anda.

Area tubuh yang akan disayat, baik itu abdomen (perut) ataupun vagina, akan disesuaikan dengan jenis histerektomi yang Anda jalani. Setelah selesai nantinya, dokter akan menjahit organ reproduksi lainnya yang berada di sekitar rahim, ke bagian atas vagina.

Tujuannya untuk menghindari kemungkinan turunnya organ tersebut di kemudian hari. Sebagai gambaran, berikut prosedur berlangsungnya operasi angkat rahim maupun leher rahim sesuai dengan metode dilakukannya:

Histerektomi abdominal (perut)

Histerektomi abdominal adalah prosedur pengangkatan rahim maupun leher rahim (serviks) dengan membuat luka sayatan besar pada perut. Ada dua jenis sayatan yang bisa dibuat dokter, yakni:

  • Sayatan vertikal. Mulai dari bagian tengah perut atau bawah pusar, dan memanjang sampai tepat di atas tulang kemaluan.
  • Sayatan horizontal. Letaknya sekitar 1 inci di atas tulang kemaluan dan memanjang ke samping.

Jenis sayatan ditentukan oleh berbagai faktor. Misalnya penyebab Anda melakukan histerektomi, ukuran rahim, serta adanya bekas luka apabila pernah melakukan operasi di perut sebelumnya.

Histerektomi vaginal

Histerektomi vaginal adalah prosedur pengangkatan rahim dan leher rahim (serviks) dengan membuat sayatan kecil di dalam vagina. Karena dilakukan di dalam vagina, jadi tidak ada bekas luka sayatan yang terlihat.

Cara melakukan histerektomi vaginal adalah sebagai berikut:

  1. Dokter membuat sayatan di dalam vagina, sampai tepat di rahim.
  2. Dokter akan menjepit pembuluh darah rahim, dan memisahkan rahim dari jaringan ikat, ovarium, serta tuba falopi apabila hanya rahim atau rahim dan serviks yang diambil.
  3. Rahim atau beserta leher rahim (serviks) kemudian dikeluarkan melalui lubang vagina.

Dalam beberapa kasus kanker rahim, dokter mungkin tidak akan mengeluarkan rahim seluruhnya. Melainkan rahim akan dipotong menjadi beberapa potongan yang lebih kecil, baru nantinya dikeluarkan dalam beberapa bagian.

Histerektomi laparoskopi

Histerektomi laparoskopi dilakukan dengan memasukkan alat kecil yang disebut dengan laparoskop. Laparoskop adalah tabung panjang dan tipis, yang dilengkapi dengan kamera di bagian depannya.

Alat ini dimasukkan ke dalam tubuh dengan membuat sekitar 3-4 sayatan berukuran sangat kecil pada perut. Ukuran sayatan yang kecil ini biasanya tidak menimbulkan bekas setelah operasi.

Ketika dokter sudah melihat rahim Anda melalui monitor, kemudian rahim akan dipotong hingga berukuran kecil dan dihilangkan satu per satu.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani operasi histerektomi?

Setelah selesai melakukan operasi histerektomi, biasanya Anda akan dirawat secara intensif di rumah sakit sekitar 2-5 hari. Dokter dan tim medis biasanya akan memantau kondisi dan keluhan Anda, serta memberikan obat pereda nyeri maupun pencegah infeksi jika diperlukan.

Dokter juga akan membungkus vagina dengan kain kasa guna mengendalikan perdarahan setelah operasi angkat rahim dan serviks. Kain kasa tersebut baru akan dilepas dokter beberapa hari setelah operasi.

Namun, Anda mungkin masih akan mengalami sedkit perdarahan atau kecokelatan yang keluar dari vagina selama kurang lebih 10 hari. Solusinya, gunakan pembalut untuk menampung perdarahan.

Segera beri tahu dokter apabila perdarahan yang Anda alami cukup banyak bahkan menyerupai perdarahan saat menstruasi, maupun berlangsung dalam waktu lama. Dokter nantinya akan mencari tahu penyebab dan penanganan yang tepat untuk kondisi Anda.

Ketika Anda sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah, usahakan terus berjalan di sekitar rumah. Akan tetapi, hindari melakukan aktivitas fisik tertentu selama masa pemulihan ini.

Misalnya mendorong atau menarik benda yang cukup berat, mengangkat barang berat, dan melakukan hubungan seksual. Umumnya, waktu pemulihan dari operasi histerektomi abdominal (perut) cenderung lebih lama ketimbang operasi angkat rahim maupun serviks melalui vaginal dan laparoskopi.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi pada operasi histerektomi?

Histerektomi pada dasarnya adalah prosedur pembedahan yang aman. Namun, ada beberapa risiko komplikasi ringan yang mungkin terjadi setelahnya. Konsultasikan dengan dokter Anda seputar risiko yang mungkin akan Anda dapatkan dari prosedur pembedahan ini.

Komplikasi dari sejumlah prosedur medis umumnya termasuk reaksi terhadap anestesi yang tidak terduga, pendarahan, atau penggumpalan darah (deep vein thrombosis DVT). Namun, komplikasi tersebut terbilang jarang terjadi. 

Komplikasi lain yang lebih spesifik dari pembedahan ini, yaitu:

  • Infeksi pada panggul atau abses, bisa terjadi akibat infeksi bakteri.
  • Kerusakan pada struktur organ sekitar rahim.
  • Timbul fistula atau kelainan pada saluran penghubung kanalis anal dengan vagina.

Lebih lanjut, risiko komplikasi jangka panjang dari histerektomi meliputi:

  • Prolaps atau jatuhnya organ-organ pendukung rahim.
  • Rasa sakit yang tidak kunjung hilang.
  • Adesi, atau adanya jaringan luka yang saling berkait sehingga menyatukan dua permukaan organ yang seharusnya terpisah satu sama lain.
  • Gangguan saluran kandung kemih.
  • Infertilitas atau tidak bisa memiliki anak.
  • Menopause dini, khususnya apabila bagian ovarium ikut diangkat.

Risiko yang mungkin terjadi setelah operasi angkat rahim maupun leher rahim (serviks) bukan berarti bahwa prosedur ini tidak aman. Konsultasikan sebelumnya dengan dokter, sehingga dokter bisa membantu meminimalkan terjadinya risiko tersebut.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca