Plasenta Akreta, Saat Plasenta Tak Mau Lepas dari Rahim

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Definisi

Apa itu plasenta akreta?

Plasenta (ari-ari bayi) biasanya menempel pada dinding rahim selama kehamilan dan akan lepas secara spontan setelah melahirkan.

Namun pada kasus tertentu, plasenta bisa melekat terlalu dalam di dinding rahim sehingga tak kunjung lepas.

Plasenta yang tidak melepaskan diri saat persalinan dapat menempatkan ibu hamil pada risiko perdarahan vagina hebat yang kadang berakibat fatal.

Komplikasi kehamilan ini adalah plasenta akreta.

Plasenta akreta atau placenta accreta adalah kondisi yang termasuk dalam grup “plasenta tertahan” alias retensio plasenta.

Plasenta akreta adalah kondisi di mana plasenta tidak melepaskan diri dari rahim dalam waktu satu jam setelah kelahiran bayi.

Plasenta tidak hanya lekat menempel di dinding rahim, tetapi jaringan plasenta bisa benar-benar tumbuh lebih dalam ke dinding rahim.

Plasenta atau ari-ari lengket adalah satu dari beberapa komplikasi persalinan.

Jika Anda diketahui memiliki plasenta akreta di kehamilan sekarang, biasanya dokter akan memilih persalinan dengan operasi caesar ketimbang melahirkan normal nantinya, menurut Mayo Clinic.

Jadi, pastikan Anda segera memeriksakan diri ke dokter bila merasakan tanda-tanda melahirkan sudah mulai muncul.

Berbagai tanda-tanda persalinan akan mulai yakni meliputi adanya kontraksi asli persalinan, air ketuban pecah, pembukaan lahiran, dan lainnya.

Agar tidak tertukar, pastikan Anda dapat membedakan tanda-tanda kontraksi persalinan asli dan kontraksi palsu.

Bila Anda didampingi oleh seorang doula sejak masa kehamilan, doula dapat membantu Anda mengenali mana saja gejala persalinan yang sebenarnya.

Penyebab

Apa penyebab plasenta akreta?

Tidak diketahui secara persis apa yang menjadi penyebab plasenta akreta atau plasenta lengket.

Penyebab plasenta akreta atau ari-ari lengket terjadi karena adanya jaringan parut setelah operasi caesar atau operasi lainnya pada rahim.

Bahkan, plasenta previa juga dapat menjadi penyebab plasenta akreta atau plasenta lengket.

Berdasarkan American Pregnancy Association, perlengkatan plasenta atau ini dapat dialami sekitar 5-10% wanita dengan plasenta previa.

Melahirkan dengan metode operasi caesar dinilai dapat meningkatkan kemungkinan ibu mengalami perlekatan plasenta di persalinan selanjutnya.

Semakin banyak operasi caesar yang dijalani ibu setiap kali melahirkan, semakin besar pula peluang ibu untuk mengalami perlekatan plasenta.

Namun, dalam beberapa kasus, penyebab ari-ari lengket juga bisa terjadi tanpa riwayat operasi pada rahim sebelumnya.

Tanda dan Gejala

Apa saja tanda dan gejala plasenta akreta?

Wanita dengan plasenta akreta biasanya tidak menunjukkan tanda atau gejala apapun selama kehamilan.

Namun dalam beberapa kasus, kondisi ini menyebabkan pendarahan vagina selama trimester ketiga kehamilan.

Hubungi dokter segera jika Anda mengalami pendarahan vagina selama trimester ketiga kehamilan.

Jika Anda mengalami pendarahan hebat, seperti perdarahan dalam waktu kurang dari 45 menit, berat, dan disertai sakit perut, segera ke dokter.

Pilihan untuk melahirkan di rumah sakit lebih disarankan bagi ibu bila memiliki gejala terkait komplikasi apa pun selama kehamilan yang berisiko muncul saat melahirkan.

Sementara bila melahirkan di rumah, penanganan yang diterima ibu nantinya mungkin akan kurang optimal seperti saat menjalani persalinan di rumah sakit.

Tak lupa, persiapkan berbagai persiapan persalinan beserta perlengkapan melahirkan yang diperlukan oleh ibu, ayah, dan bayi saat hari kelahiran tiba.

Faktor Risiko

Siapa yang berisiko mengalami plasenta akreta?

Memiliki riwayat kelahiran sesar atau pembedahan rahim (misalnya pengangkatan fibroid rahim) diketahui meningkatkan risiko plasenta akreta untuk kehamilan di masa depan.

Semakin banyak kelahiran sesar yang dimiliki seorang perempuan, semakin besar risikonya.

Beberapa faktor lain juga diperkirakan dapat meningkatkan risiko mengalami plasenta akreta atau placenta accreta adalah sebagai berikut:

  • Plasenta previa, suatu kondisi yang menyebabkan plasenta ibu menutupi sebagian atau keseluruhan serviks (leher rahim). Perlekatan plasenta didiagnosis dalam 5-10 persen ibu hamil yang mengalami plasenta previa
  • Plasenta terletak di bagian bawah rahim.
  • Ibu hamil di usia lebih dari 35 tahun.
  • Ibu memiliki kelainan rahim, seperti jaringan parut atau fibroid rahim.

Plasenta akreta atau placenta accreta adalah kondisi yang bisa terjadi pada wanita tanpa riwayat operasi rahim atau plasenta previa.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Terkadang kondisi ini ditemukan dokter saat melahirkan. Namun dalam banyak kasus, wanita didiagnosis saat hamil.

Dokter biasanya menjalankan beberapa tes untuk memastikan plasenta tidak tumbuh ke dinding rahim bila ibu memiliki beberapa faktor risiko untuk perlekatan plasenta.

Beberapa tes umum untuk memeriksa kondisi ini termasuk tes pencitraan, seperti ultrasound (USG), magnetic resonance imaging (MRI), dan tes darah.

Jika plasenta akreta didiagnosis dan diobati dengan benar, wanita biasanya mengalami pemulihan penuh tanpa komplikasi yang langgeng.

Pengobatan

Bagaimana penanganan plasenta akreta?

Ketika dokter telah mendiagnosis Anda dengan kondisi perlekatan plasenta ini, biasanya dokter akan membuat rencana untuk memastikan bayi bisa lahir dengan aman.

Kasus plasenta akreta yang parah umumnya ditangani dengan operasi.

Pertama, dokter akan melakukan operasi caesar sebagai cara melahirkan bayi.

Selama proses persalinan dengan operasi caesar berlangsung, ibu mungkin terus mendapatkan transfusi darah bahkan hingga setelah melahirkan.

Jika perdarahan masih terus berlangsung hingga usai melahirkan, ibu perlu mendapatkan perawatan yang intensif guna memulihkan kondisi tubuh.

Selain dengan operasi sebagai penanganan plasenta akreta, pilihan lainnya yakni dengan mengangkat rahim Anda (histerektomi).

Hal ini untuk mencegah kehilangan darah serius yang bisa terjadi jika sebagian atau semua dari plasenta yang melekat pada rahim tertinggal setelah bayi dilahirkan.

Namun, begitu rahim diangkat, Anda tidak lagi memiliki peluang hamil kembali di masa depan.

Jika Anda berencana untuk hamil kembali di kemudian hari, sebaiknya diskusikan pilihan pengobatan pada dokter.

Dokter dapat membantu Anda mempertimbangan pilihan pengobatan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan tubuh Anda.

Komplikasi

Apa saja komplikasi dari plasenta akreta?

Perdarahan selama trimester ketiga mungkin merupakan tanda peringatan adanya plasenta akreta.

Bila ini terjadi biasanya akan ditindaklanjuti dengan persalinan prematur, terutama saat ibu mengalami perdarahan hebat.

Persalinan prematur dan komplikasi plasenta akreta selanjutnya adalah masalah utama bayi.

Risiko pada bayi saat persalinan sesar jarang terjadi dan meliputi cedera bedah atau masalah pernapasan.

Plasenta yang tidak mau lepas dari rahim dianggap sebagai komplikasi melahirkan yang berpotensi mengancam jiwa.

Seorang wanita dengan plasenta akreta bisa mengalami perdarahan vagina hebat yang membuatnya kehilangan rata-rata 3-5 liter darah saat melahirkan.

Sebagai perbandingan, rata-rata orang dewasa memiliki sekitar 4,5-5,5 liter darah dalam tubuh mereka.

Hal ini otomatis membuat banyak ibu yang mengalami perlekatan plasenta mau tidak mau perlu menjalani transfusi darah saat melahirkan akibat perdarahan ini.

Sebenarnya, plasenta bisa saja dibiarkan tetap utuh menempel dalam tubuh sehingga lama kelamaan jaringannya akan larut dengan sendirinya.

Sayangnya, tindakan tersebut justru bisa berujung pada komplikasi serius yang mungkin berupa infeksi rahim parah.

Infeksi parah pada rahim biasanya dapat ditangani dengan melakukan pengangkatan rahim.

Pencegahan

Bisakah kondisi ini dicegah?

Tidak ada cara untuk mencegah perlekatan plasenta.

Dokter akan memantau kehamilan Anda dengan seksama untuk mencegah komplikasi jika Anda didiagnosis dengan kondisi ini.

Dokter dan tim medis akan memantau kondisi kesehatan Anda dan menggunakan obat-obatan, menyarankn istirahat yang cukup, dan lainnya.

Berbagai hal tersebut diperlukan untuk membantu melanjutkan kehamilan hingga cukup umur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Bed Rest Saat Hamil: Untuk Apa, dan Siapa yang Membutuhkannya?

Beberapa ibu hamil mungkin diharuskan untuk bed rest saat hamil. Ini dilakukan agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. Apa yang harus dilakukan?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 31 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

Ragam Penyebab Pusing Saat Hamil Pada Tiap Trimester

Pusing dan kepala berkunang-kunang hanyalah satu dari banyaknya perubahan yang lazim terjadi saat hamil. Lantas, apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit

Apakah Fibroid Rahim Berbahaya Bagi Kehamilan?

Fibroid rahim memang tergolong sebagai tumor jinak. Namun, apakah fibroid rahim memiliki bahaya tertentu terhadap kesehatan ibu dan janin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda tanda keguguran atau abortus imminens

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyebab janin tidak terlihat saat di usg

3 Kemungkinan Penyebab Janin Tidak Terlihat di USG

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
plasenta previa adalah

Plasenta Previa: Gejala, Penyebab, dan Pilihan Pengobatannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
preeklampsia atau preeklamsia adalah

Preeklampsia, Komplikasi Kehamilan yang Membahayakan Ibu dan Janin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit