home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Sejumlah Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Trombositosis

Sejumlah Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Trombositosis

Berbagai komplikasi trombositosis dapat terjadi sebagai efek dari adanya gangguan pembekuan darah pada penderita trombositosis. Komplikasi penyakit yang ditimbulkan bisa berupa masalah kesehatan yang ringan sampai yang berakibat fatal. Untuk lebih jelasnya, simak artikel berikut, ya!

Mengapa trombositosis dapat menimbulkan komplikasi?

pembuluh kapiler

Melansir Mayo Clinic, trombositosis adalah penyakit yang menyebabkan kelainan pada darah dan sumsum tulang.

Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya jumlah keping darah (platelet) yang melebihi batas normal.

Perlu Anda ketahui bahwa keping darah berperan penting dalam proses pembekuan darah. Oleh karena itu, bila jumlahnya berlebihan dapat menyebabkan darah membeku atau menggumpal.

Kompilasi trombositosis terjadi karena penggumpalan darah menghambat aliran darah pada pembuluh.

Penyakit yang bisa ditimbulkan tergantung lokasi tempat pembuluh darah tersumbat.

Biasanya, penyumbatan darah paling sering terjadi pada pembuluh darah kapiler, yaitu pembuluh darah yang ukurannya paling kecil, seperti yang terdapat pada organ tubuh dan permukaan kulit.

Di sisi lain, efek dari trombositosis juga dapat menyebabkan perdarahan. Ini karena terjadinya ketidakseimbangan penggunaan trombosit dalam tubuh.

Akibatnya, darah menjadi kekurangan trombosit saat tubuh memerlukannya.

Berbagai komplikasi penyakit akibat trombositosis

kardiomiopati

Trombositosis terdiri dari dua jenis, yaitu trombositosis primer/esensial dan trombositosis sekunder/reaktif.

Mengutip situs National Heart, Lung, and Blood Institute, penderita trombositosis primer lebih berisiko mengalami komplikasi.

Berikut ini sejumlah efek trombositosis yang dapat terjadi.

1. Stroke

Trombositosis primer dapat menyebabkan penyumbatan di berbagai lokasi di tubuh, termasuk pada otak.

Gejala yang ditimbulkan yaitu pusing dan sakit kepala yang berkepanjangan.

Bila tidak segera ditangani, penyumbatan ini dapat menyebabkan stroke atau transient ischemic attacks (TIA).

2. Kejang

Selain menyebabkan stroke, efek trombositosis yang mengenai otak juga dapat menyebabkan kejang. Anda juga dapat mengalami kebingungan dan gangguan berbicara.

Kondisi ini tergantung dari lokasi penyumbatan darah di otak.

3. Serangan jantung

Melansir My Cleveland Clinic, efek trombositosis bisa saja menimpa pembuluh darah di jantung.

Pada kondisi yang parah, penyumbatan ini dapat menyebabkan serangan jantung secara tiba-tiba.

4. Tekanan darah tinggi

Selain serangan jantung, komplikasi trombositosis pada pembuluh darah juga dapat membuat tekanan darah meningkat.

5. Kaki dan tangan mati rasa

Efek trombositosis yang menimpa pembuluh darah pada kaki dan tangan dapat menyebabkan Anda merasa mati rasa di anggota tubuh tersebut.

Selain mati rasa, gejala lain yang juga dapat terjadi yaitu warna kulit berubah kemerahan, serasa terbakar, dan berdenyut-denyut pada telapak tangan dan kaki.

6. Tubuh mudah berdarah

Pada penderita trombositosis esensial, tubuhnya lebih mudah mengalami perdarahan seperti mimisan, memar, mulut dan gusi berdarah, serta buang air besar berdarah.

7. Masalah kehamilan

Bila dialami oleh ibu hamil, komplikasi trombositosis dapat menyebabkan berbagai masalah kehamilan, seperti keguguran dan gangguan tumbuh kembang janin.

Kondisi ini dapat terjadi bila penyumbatan darah terjadi di plasenta.

Bagaimana mencegah terjadinya komplikasi akibat trombositosis?

pengobatan trombositosis

Upaya pencegahan komplikasi trombositosis perlu disesuaikan dengan jenis trombositosis yang Anda alami. Simak penjelasan berikut.

Pencegahan komplikasi pada trombositosis primer

Penderita trombositosis primer atau esensial perlu melakukan pemeriksaan kondisi trombosit secara berkala ke dokter.

Pemeriksaan ini perlu dilakukan seumur hidup agar bisa hidup dengan normal tanpa terganggu efek penyakit trombositosis yang diderita.

Selain itu, pengidap trombositosis esensial perlu berhati-hati saat minum obat-obatan yang mempengaruhi proses pembekuan darah, termasuk pil kontrasepsi.

Hal ini bertujuan untuk mencegah risiko komplikasi trombositosis yang mungkin terjadi.

Ketika usia Anda sudah 60 tahun ke atas dan mengalami gejala penggumpalan atau pengenceran darah, dokter mungkin memberikan obat-obatan antikoagulan.

Pencegahan komplikasi pada trombositosis sekunder

Berbeda dengan trombositosis primer, trombositosis sekunder bukan merupakan penyakit bawaan.

Kenaikan jumlah keping darah terjadi karena faktor-faktor seperti:

Penderita trombositosis sekunder berisiko lebih rendah mengalami komplikasi penyakit.

Meski begitu, Anda tetap perlu melakukan pengobatan untuk mengatasi jumlah trombosit yang berlebih.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Thrombocytosis – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 24 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thrombocytosis/symptoms-causes/syc-20378315

Essential thrombocythemia – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 24 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/essential-thrombocythemia/symptoms-causes/syc-20361064

Thrombocythemia and Thrombocytosis | NHLBI, NIH. Retrieved 24 September 2021, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/thrombocythemia-and-thrombocytosis

Conditions, G. (2020). Essential thrombocythemia: MedlinePlus Genetics. Retrieved 24 September 2021, from https://medlineplus.gov/genetics/condition/essential-thrombocythemia/

Thrombocytosis: Diagnosis, Management & Treatment. (2021). Retrieved 24 September 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/13350-thrombocytosis

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto