Manfaat dan Risiko Minum Pil KB untuk Mencegah Kehamilan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kontrasepsi tersedia dalam berbagai metode, mulai dari KB alami hingga IUD, kondom, kontrasepsi oral, cincin vagina, dan koyo hormon. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, baik dalam hal kenyamanan, potensi efek samping, dan efektivitas pencegahan kehamilan. Bagaimana dengan pil KB?

Cara kerja pil KB

Pil KB mengandung versi sintetis dua hormon yang diproduksi secara alami dalam tubuh wanita: estrogen dan progestin. Kedua hormon ini mengatur siklus menstruasi wanita, dan tingkat naik-turun hormon ini memainkan peran penting dalam kehamilan. Pil kontrasepsi ini tersedia dalam dua jenis, pil kombinasi (mengandung progestin dan estrogen) dan pil mini (hanya progestin).

Hormon yang terkandung dalam pil bekerja dalam tiga cara untuk mencegah kehamilan terjadi: Pertama, mencegah indung telur Anda untuk melepas sel telur agar tidak terjadi proses pembuahan. Kedua, mengubah ketebalan lendir leher rahim guna menyulitkan sperma bergerak masuk ke dalam rahim untuk mencari telur. Terakhir, mengubah lapisan dinding rahim sehingga tidak mungkin untuk sel telur yang dibuahi tertanam di dalam rahim.

Seberapa efektifkah pil KB?

Pil KB sangat efektif, terutama jika dikonsumsi secara konsisten dan mengikuti arahan dokter, setiap hari di waktu yang sama.

Digunakan secara sempurna, tingkat efektivitas pil kontrasepsi standar ini dilaporkan mencapai 99 persen. Sedikit berbeda dengan pil mini. Dilansir dari WebMD, jika digunakan secara konsisten dan sesuai dengan arahan, tingkat kesuksesan pil mini mencapai 95 persen — agak kurang efektif daripada pil KB standar.

Namun angka kesuksesan ini jugalah harus mempertimbangkan faktor lain, seperti lupa meminum dosis atau kehabisan dosis sebelum sempat isi ulang. Kekeliruan cara pakai atau keterlambatan dosis bisa menurunkan efektivitas pil hingga antara 92-94 persen.

Siapa saja yang bisa menggunakan pil KB?

Pil KB aman digunakan oleh sebagian besar wanita. Namun, pil tidak direkomendasikan bagi wanita yang memiliki berat badan berlebih dan mereka yang berusia 35 tahun ke atas yang merokok. Jika Anda tidak merokok, Anda bisa menggunakan pil hormon sampai menopause. Selain dua kondisi di atas, pil kontrasepsi ini tidak direkomendasikan untuk wanita yang pernah mengidap:

Apa saja manfaat pil KB?

Pil KB memberikan beberrapa manfaat kesehatan tambahan selain mencegah kehamilan, di antaranya:

  • Siklus menstruasi lebih teratur. Pil hormon menyebabkan siklus menstruasi terjadi secara teratur. Hal ini sangat membantu untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi terlalu cepat atau terlalu jarang. Menstruasi juga cenderung lebih ringan dan singkat.
  • Kram dan nyeri menstruasi lebih ringan (dysmenorrhea)
  • Peluang rendah anemia defisiensi zat besi. Pil ini mengurangi jumlah aliran darah saat menstruasi. Jumlah darah yang hilang memainkan peran penting untuk mencegah anemia.
  • Menekan risiko endometriosis simptomatik. Pil tidak akan menyembuhkan endometriosis, tapi mungkin akan menghentikan perkembangan penyakit. Pil KB adalah pilihan pertama untuk mengendalikan pertumbuhan endometriosis dan nyeri, karena terapi hormon melalui pil KB adalah yang paling minim efek sampingnya.
  • Menanggulangi risiko payudara fibrosistik. 70-90 persen pasien melaporkan peningkatan kondisi dari payudara fibrosistik melalui terapi kontrasepsi oral.
  • Meredakan hirsutisme. Estrogen dan progestin dalam pil akan menekan perkembangan hormon seks pria (androgen dan testosteron) yang menyebabkan pertumbuhan rambut wajah dan tubuh, terutama di dagu, dada, dan perut.
  • Mencegah kehamilan ektopik. Kontrasepsi hormon oral adalah jenis kontrasepsi terbaik bagi wanita yang berada dalam risiko tinggi akan kehamilan ektopik, kondisi mengancam nyawa.
  • Tidak mempengaruhi kesuburan, meskipun mungkin akan memakan waktu 2-3 bulan untuk bisa hamil setelah menghentikan konsumsi pil jika dibandingkan mereka yang tidak menggunakan pil KB sebagai kontrasepsi.
  • Meredakan jerawat
  • Mencegah osteoporosis
  • Mengurangi risiko kanker indung telur, rahim dan usus besar
  • Risiko kista indung telur dan kista non-kanker lainnya rendah
  • Mengelola gejala polycystic ovary syndrome (PCOS)
  • Melindungi dari pelvic inflammatory disease (PID)
  • Tidak akan mengganggu aktivitas hubungan seksual

Apa saja kekurangan pil KB?

Sebagian besar wanita mengalami efek ringan dan sementara, seperti sakit kepala, mual, nyeri payudara, perdarahan di antara menstruasi, dan perubahan suasana hati, selama tiga bulan pertama — jika efek samping tidak menghilang setelah beberapa bulan, mungkin membantu untuk mengubah ke jenis atau merek pil yang berbeda.

Beberapa efek samping termasuk jarang hingga langka, namun mungkin berbahaya. Di antaranya:

  • Serangan jantung. Peluang ini tergolong sangat kecil, kecuali jika Anda merokok.
  • Stroke. Wanita yang mengonsumsi pil KB dan memiliki riwayat migrain menunjukkan peningkatan risiko stroke, dibanding pengguna yang tidak memiliki migrain.
  • Meningkatkan tekanan darah. Wanita yang mengonsumsi pil hormon ini biasanya mengalami peningkatan tekanan darah sementara, meskipun pembacaan biasanya tetap dalam kisaran normal. Tekanan darah harus dimonitor selama beberapa bulan setelah wanita mulai menggunakan kontrasepsi oral.
  • Pembekuan darah (venous thromboembolism). Studi secara konsisten menunjukkan bahwa risiko tromboemboli vena (VTE) adalah dua sampai enam kali lebih tinggi pada pengguna kontrasepsi oral daripada non-pengguna. Namun, risiko ini hanya mempengaruhi 3 sampai 6 dari 10.000 wanita yang mengonsumsi pil KB, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).
  • Kenaikan berat badan. Hal ini sering disebabkan oleh penumpukan cairan atau penyimpanan lemak akibat estrogen di paha, pinggul, dan payudara. Kenaikan berat badan juga terkait dengan minimnya aktivitas fisik ata peningkatan asupan makanan.
  • Depresi, mudah marah, perubahan mood

Terakhir, meski efektif untuk mencegah kehamilan, tapi pil ini tidak melindungi Anda terhadap penularan penyakit kelamin. Kombinasikan penggunaan pil KB dengan kondom lateks atau kondom wanita saat berhubungan seks untuk mencegah peluang penyebaran penyakit.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca