Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Bagi calon orangtua, salah satu momen paling intim di masa kehamilan adalah mendengar detak jantung buah hati dalam kandungan. Nah, Anda sudah tahu bagaimana tahap perkembangan jantung janin dalam kandungan? Berikut tahapan yang perlu Anda pelajari.

Perkembangan jantung janin tiap tahapnya

Berikut tahap perkembangan jantung janin di dalam kandungan:

Perkembangan jantung janin tahap satu, pembentukan tabung dan detak jantung

jantung

Mengutip dari What To Expect, di usia kehamilan sebulan atau 4 minggu setelah terjadinya pembuahan, umumnya detak jantung janin belum bisa terdengar meskipun jantung sudah mulai berkembang.

Perlu diketahui, di tahap perkembangan ini, sebuah tabung hati yang menjadi cikal bakal jantung janin akan membelah untuk membentuk dua bagian, jantung dan katup.

Nah, pada minggu ke-5 kehamilan biasanya suara detak jantung janin sudah mulai bisa terdengar. Jika Anda belum bisa mendengar jantung, tidak apa-apa dan jangan khawatir. I

ni karena biasanya detak jantung baru akan terdengar jelas setelah memasuki usia kehamilan minggu ke-12.

Sementara itu di minggu ke-6 usia kehamilan, perkembangan jantung janin sampai pada pembentukan 4 rongga jantung, yakni sinus venesus, atrium primitif, ventrikel primitif dan bulbus kordis. Biasanya jantung janin akan berdetak selama 110 kali per menit. 

Pada minggu ke-9 dan 10, jumlah detak jantung janin akan meningkat  menjadi 150-170 detak per menit. Ini hampir dua kali lipat dari detak jantung orang dewasa normal.

Namun setelah minggu 9 dan 10, denyut jantung janin akan berkisar 110-160 detak per menit.

Pada saat inilah dokter atau bidan biasanya mulai menempatkan alat ultrasound (USG) genggam yang disebut doppler di perut Anda untuk memastikan dan mencatat suara dari detak janin.

Perkembangan jantung janin tahap dua, pemeriksaan ultrasound dan cacat jantung bawaan

USG kehamilan

Di tahap dua, pemeriksaan perkembangan jantung janin sudah sampai tes ultrasound dan cacat jantung bawaan. Berikut rincian pemeriksaannya sesuai dengan usia kandungan tiap trimester:

Trimester pertama

Kadang di antara usia kehamilan 6 hingga 9 minggu, dokter akan melakukan ultrasound pada perut ibu hamil. Hal ini dilakukan sebagai konfirmasi kehamilan atau perkiraan jatuh tempo tangal kelahiran di masa trimester pertama ini.

Bila pertumbuhan dan perkembangan jantung janin dalam keadaan baik, ibu hamil akan mendengar detak jantung bayi untuk pertama kali di usia kehamilan 9 minggu. Kecepatan detak jantung janin sekitar 170 detak per menit.

Trimester kedua

Sementara itu, pada proses ultrasound trimester kedua, dokter akan memeriksa struktur jantung bayi dan melihat apakah ada masalah (dikenal sebagai cacat jantung bawaan) atau tidak dan apakah dapat ditangani.

Sekitar 36.000 bayi (atau 9 dari setiap 1.000 bayi) yang lahir setiap tahun, mengalami cacat jantung bawaan. Namun, tidak semua cacat jantung bawaan bisa terdeteksi juga sejak bayi masih berada dalam kandungan.

Akan tetapi, deteksi kelainan jantung pada bayi ini sangat bermanfaat untuk dokter dalam menentukan tempat atau rumah sakit jantung mana yang bisa dijadikan tempat persalinan sesuai masalah medis yang bayi Anda alami.

Kabar baiknya adalah sebagian besar cacat jantung bawaan dapat diperbaiki dan dikelola jika terdeteksi sejak dini dan diobati secara rutin.

Bila Anak Anda memiliki kecacatan jantung bawaan, anak perlu mengunjungi kardiolog secara berkala mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

Trimester ketiga

Perkembangan jantung janin memang sudah cukup matang pada saat ini. Akan tetapi, sistem peredaran darah bayi akan terus berjalan perlahan dan mantap sampai usia kehamilan 40 minggu.

Uniknya, sistem peredaran darah semasa jadi janin dan setelah mereka lahir ternyata berbeda. Saat di dalam kandungan, bayi akan bernapas lewat oksigen ibu yang dialirkan melalui pembuluh darah.

Lalu setelah lahir, bayi akan bernapas lewat paru. Ingat, sebelum lahir, paru-paru bayi belum berfungsi karena janin tidak bernapas di dalam rahim.

Perkembangan jantung janin tahap tiga, bisa didengar melalui stetoskop

fungsi dan jenis stetoskop

Di usia kehamilan 12 minggu, umumnya sumsum tulang bayi sudah mulai memproduksi sel darah. Lalu, pada minggu ke-17, otak janin mulai mengatur detak jantung untuk persiapan saat ia lahir nanti.

Sementara di 3 minggu ke depan, yakni minggu ke-20, para orangtua sudah bisa mendengar detak jantung janin lewat stetoskop. Terkadang diperlukan alat ultrasound khusus untuk memeriksa jantung janin di antara minggu ke-18 sampai minggu ke-24 masa kehamilan.

Di tahap ini juga, kapiler janin sudah mulai mengalirkan darah melalui arteri jantung ke jaringan seluruh tubuh bayi. Hal ini juga membuat darah terdeoksigenasi untuk kembali ke paru-paru.

Hal ini membuat pembuluh darah kecil berganti menjadi komponen utama pada sistem peredaran darah janin yang berhubungan dengan perkembangan jantung.

Detak jantung janin berubah sepanjang masa kehamilan

ibu hamil

Mengutip dari Healthline, detak jantung janin berubah sepanjang kehamilan karena masih dalam masa perkembangan.

Biasanya, detak jantung pertama janin dimulai antara 90 sampai 110 kali per menit di awal minggu pertama kehamilan.

Kemudian akan meningkat pada minggu ke 9-10 kehamilan, detak jantung janin biasanya mencapai 140-170 detak per menit.

Setelah itu, detak jantung janin akan norma kembali, sekitar 110 sampai 160 kali per menit. Perkembangan detak jantung janin bervariasi selama kehamilan di setiap konsultasi bersama dokter.

Dokter akan memeriksa semua jenis detak jantung janin, termasuk akselerasi (kenaikan detak jantung jangka pendek) dan deselerasi (penurunan detak jantung). Untuk akselerasi, setidaknya 15 kali per menit yang berlangsung selama 15 detik, ini tandanya jantung janin sehat.

Sementara itu, untuk deselerasi dibagi menjadi tiga tipe, awal, lambat, dan variabel tidak teratur. Deselerasi awal biasanya detak jantung normal. Sementara lambat bisa menjadi tanda bahwa janin dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Kalau deselerasi tidak teratur, detakan jantung janin bergerak sangat dinamis dan perbedaannya cukup jauh. Bahkan di tampilan mesin pemeriksa detak jantung, seperti bergerigi.

Kondisi ini terjadi karena penerimaan aliran darah tidak stabil lewat tali pusar. Pola ini berbahaya untuk perkembangan jantung janin.

Bila dokter memiliki kekhawatiran terhadap pacu jantung detak janin terlalu lambat, cepat, atau tidak teratur, ini tanda janin memiliki masalah dengan jantungnya.

Dokter akan melakukan pemeriksaan ekokardiogram janin untuk memeriksa kondisi perkembangan jantung janin lebih lanjut.

Tips menjaga kesehatan jantung janin

Berdasarkan penjelasan di atas, jantung bayi akan berkembang pesat selama di dalam rahim. Maka, ibu perlu perawatan yang ekstra untuk memaksimalkan tumbuh kembang jantung janin.

Berikut adalah hal-hal penting yang harus Anda lakukan saat masa kehamilan:

Konsumsi asam folat

Untuk membantu perkembangan jantung janin, perbanyak mengonsumsi asam folat sebelum dan masa kehamilan. Hal ini bertujuan untuk mencegah dan membantu menghindari penyakit jantung bawaan pada bayi.

Hindari rokok dan asap

Hindari rokok dan asapnya karena para ahli mendiagnosis bahwa ibu yang merokok pada masa kehamilan bisa menyebabkan cacat jantung.

Selain itu, untuk menjaga perkembangan jantung janin, hindari juga konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang.

Jaga gula darah

Jika Anda menderita diabetes tipe 2 atau diabetes gestasional, jaga agar gula darah tetap terkontrol selama kehamilan.

Pasalnya ibu yang mengalami diabetes erat kaitannya dengan peningkatan risiko cacat jantung bayi. Rutinlah melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan sesuai jadwal untuk memantau terus perkembangan jantung janin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit