Periode Perkembangan

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Bayi, dari Janin Sampai Lahir

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Bagi calon orangtua, salah satu momen paling intim di masa kehamilan adalah mendengar detak jantung buah hati dalam kandungan. Nah, Anda sudah tahu belum bagaimana tahap perkembangan jantung janin dalam kandungan? Berikut tahapan yang perlu Anda pelajari.

Tahap pertama, pembentukan tabung dan detak jantung

Pada usia kehamilan sebulan atau 4 minggu setelah terjadinya pembuahan, umumnya detak jantung janin belum bisa terdengar meskipun jantung sudah mulai berkembang. Perlu diketahui juga, di tahap ini sebuah tabung hati yang menjadi cikal bakal jantung janin akan membelah untuk membentuk dua bagian, jantung dan katup.

Nah, pada minggu ke-5 biasanya suara detak jantung janin sudah mulai bisa terdengar. Jika Anda belum bisa mendengar jantung, tidak apa-apa dan jangan khawatir. Ini karena biasanya detak jantung baru akan terdengar jelas setelah memasuki usia kehamilan minggu ke-12.

Sedangkan di minggu ke-6 usia kehamilan, perkembangan jantung janin sampai pada pembentukan 4 rongga jantung, yakni sinus venesus, atrium primitif, ventrikel primitif dan bulbus kordis. Biasanya jantung janin akan berdetak selama 110 kali per menit. 

Dua minggu kemudian, jumlah detak jantung janin akan meningkat  menjadi 150-170 detak per menit. Ini hampir dua kali lipat dari detak jantung orang dewasa normal. Pada saat inilah dokter atau bidan biasanya mulai menempatkan alat ultrasound (USG) genggam yang disebut Doppler di perut Anda untuk memastikan dan mencatat suara dari detak janin.

Tahap kedua, pemeriksaan ultrasound dan cacat jantung bawaan

Trimester pertama

Kadang di antara usia kehamilan 6 dan 9 minggu, dokter akan melakukan ultrasound pada perut ibu hamil. Hal ini dilakukan sebagai konfirmasi kehamilan atau perkiraan jatuh tempo tangal kelahiran di masa trimester pertama ini.

Trimester kedua

Sedangkan pada proses ultrasound trimester kedua, dokter akan memeriksa struktur jantung bayi dan melihat apakah ada masalah (dikenal sebagai cacat jantung bawaan) atau tidak, dan apakah dapat ditangani.

Sekitar 36.000 bayi (atau 9 dari setiap 1.000 bayi) yang lahir setiap tahun, mengalami cacat jantung bawaan. Namun, tidak semua cacat jantung bawaan bisa terdeteksi juga sejak bayi masih berada dalam kandungan. Akan tetapi, deteksi kelainan jantung pada bayi ini sangat bermanfaat untuk dokter dalam menentukan tempat atau rumah sakit jantung mana yang bisa dijadikan tempat persalinan sesuai masalah medis yang bayi Anda alami.

Kabar baiknya adalah sebagian besar cacat jantung bawaan dapat diperbaiki dan dikelola jika terdeteksi sejak dini dan diobati secara rutin. Bila Anak Anda memiliki kecacatan jantung bawaan, anak perlu mengunjungi kardiolog secara berkala mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

janin tidak berkembang

Tahap ketiga, perkembangan jantung janin yang bisa didengar melalui stetoskop

Di usia kehamilan 12 minggu, umumnya sumsum tulang bayi sudah mulai memproduksi sel darah. Lalu, pada minggu ke-17, otak janin mulai mengatur detak jantung untuk persiapan saat ia lahir nanti.

Sedangkan 3 minggu ke depan, yakni minggu ke-20, para orangtua sudah bisa mendengar detak jantung janin lewat stetoskop. Terkadang diperlukan alat ultrasound khusus untuk memeriksa jantung janin di antara minggu ke-18 sampai minggu ke-24 masa kehamilan.

Di tahap ini juga, kapiler janin sudah mulai mengalirkan darah melalui arteri jantung ke jaringan seluruh tubuh bayi. Hal ini juga membuat darah terdeoksigenasi untuk kembali ke paru-paru. Karenanya, pembuluh darah kecil inilah yang berganti menjadi komponen utama pada sistem peredaran darah janin.

Tahap perkembangan jantung bayi saat lahir

Perkembangan jantung janin memang sudah cukup matang pada saat ini. Akan tetapi, sistem peredaran darah bayi akan terus berjalan perlahan dan mantap sampai usia kehamilan 40 minggu.

Uniknya, sistem peredaran darah semasa jadi janin dan setelah mereka lahir ternyata berbeda, lho. Saat di dalam kandungan, bayi akan bernapas lewat oksigen ibu yang dialirkan melalui pembuluh darah. Lalu setelah lahir, bayi akan bernapas lewat paru. Ingat, sebelum lahir, paru-paru bayi belum berfungsi, karena janin tidak bernapas di dalam rahim.

Tips menjaga kesehatan jantung janin

Berdasarkan penjelasan di atas, jantung bayi akan berkembang pesat selama di dalam rahim. Maka, ibu perlu perawatan yang ekstra untuk perkembangan janin. Berikut adalah hal-hal penting yang harus Anda lakukan saat masa kehamilan:

  • Mengonsumsi asam folat sebelum dan masa kehamilan bisa mencegah dan membantu menghindari penyakit jantung bawaan pada bayi.
  • Hindari rokok dan asapnya, karena para ahli mendiagnosis bahwa ibu yang merokok pada masa kehamilan bisa menyebabkan cacat jantung.
  • Jika Anda menderita diabetes tipe 2 atau diabetes gestasional, jaga agar gula darah tetap terkontrol selama kehamilan. Pasalnya ibu yang mengalami diabetes erat kaitannya dengan peningkatan risiko cacat jantung bayi.
  • Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang.
  • Rutin periksa ke dokter kandungan sesuai jadwal.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca