Periode Perkembangan

Pakai Baju Ketat Saat Hamil, Apa Risikonya?

Oleh

Anda dan suami mungkin ingin menunjukkan si anugerah kecil bagi keluarga Anda dengan pakai baju ketat saat hamil. Saat ini, memamerkan kehamilan memang sudah jadi hal yang lumrah. Maka, banyak ibu-ibu hamil sengaja memakai baju ketat saat hamil supaya perutnya semakin tampak jelas. Namun, para dokter kandungan sebenarnya tak menyarankan ibu hamil untuk pakai baju yang terlalu sesak atau ketat. Berikut adalah alasan-alasannya.

Benarkah pakai baju ketat saat hamil bikin keguguran?

Banyak orang percaya pakai baju ketat bisa membuat adik bayi dalam kandungan terhimpit, bahkan sampai keguguran. Pada kenyataannya, belum ada kasus keguguran kandungan karena ibu hamil mengenakan pakaian yang terlalu ketat. Pakaian yang ketat biasanya tak sekuat itu hingga bisa menyebabkan janin atau rahim tergencet.

Risiko pakai baju ketat saat hamil

Meskipun pakai baju ketat saat hamil tak bisa bikin keguguran, ada beberapa risiko yang sebaiknya Anda hindari. Ini dia akibat-akibat dari pakai baju ketat saat hamil.

1. Menghambat aliran darah

Pada saat kehamilan, ibu dan bayi membutuhkan suplai darah yang lebih banyak dan lancar. Maka, volume darah dalam tubuh ibu hamil pun meningkat kira-kira hingga 50% dari orang biasa. Pakaian yang terlalu ketat bisa menghambat aliran darah tersebut. Jantung pun harus bekerja lebih keras lagi untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Belum lagi karena aliran darah tidak lancar, Anda mungkin jadi lebih sering kesemutan.

2. Memicu maag (heartburn)

Hindari memakai baju yang terlalu ketat, terutama di daerah perut dan pinggang. Pasalnya, proses pencernaan ibu hamil lebih lambat dari orang-orang pada umumnya. Kalau makanan yang menumpuk di lambung dan belum selesai dicerna ditekan dari luar, asam lambung dan makanan tersebut bisa naik ke kerongkongan dan menyebabkan maag.

3. Infeksi ragi vagina

Hati-hati kalau Anda pakai legging, celana jins ketat, atau pakaian dalam yang sesak. Ibu hamil biasanya memproduksi cairan vagina lebih banyak. Area kewanitaan Anda pun jadi lebih lembap. Kalau tidak ada sirkulasi udara di area tersebut, bakteri dan ragi akan berkembang biak dengan pesat. Hal ini berisiko menyebabkan infeksi ragi vagina.

4. Nyeri punggung, kaki, dan dada

Jika selama ini Anda mengalami nyeri di bagian-bagian tubuh seperti punggung, kaki, dada, dan perut, mungkin karena Anda masih sering pakai baju ketat saat hamil. Baju yang ketat akan menghambat aliran darah dan menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada bagian-bagian tubuh tertentu.

Pakaian yang aman untuk ibu hamil

Supaya terhindar dari beragam risiko pakai baju ketat saat hamil, gunakan pakaian yang longgar, menyerap keringat, dan nyaman. Pakai celana jins masih cukup aman, tetapi pastikan bagian pinggangnya cukup lebar untuk menopang perut Anda. Anda bisa memilih pakaian khusus ibu hamil atau belilah pakaian dengan ukuran yang lebih besar dari biasanya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 7, 2017 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca