Supaya Aman dan Nyaman, Coba 3 Posisi Tidur Ini Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 November 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Melahirkan memang menguras banyak tenaga. Apalagi jika proses melahirkan dilakukan melalui operasi caesar, tubuh benar-benar harus istirahat agar cepat pulih. Nah, untuk mengembalikan stamina tubuh, para ibu harus cukup tidur. Namun, hal ini sering kali terganggu karena posisi tidur tertentu menimbulkan rasa tidak nyaman. Lantas, bagaimana posisi tidur setelah melahirkan yang paling baik? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Posisi tidur setelah melahirkan normal maupun caesar

Setelah melahirkan, bagian tubuh tertentu akan terasa sakit dan tidak nyaman. Entah itu sekitar vagina, payudara, dan juga perut. Bila Anda tidur dengan posisi tengkurap, tekanan meningkat dan rasa sakit akan terus muncul.

Meski rasa sakit dapat diringankan dengan obat pereda nyeri, tentu akan lebih aman jika Anda juga memperbaiki posisi tidur. Posisi tidur yang paling baik setelah melahirkan yaitu yang tidak meningkatkan tekanan dan tidak menimbulkan ketegangan otot. Hanya saja ada banyak posisi tidur yang nyaman untuk dilakukan. Jadi, sesuaikan dengan kemudahan dan kenyamanan Anda saat mencobanya.

Beberapa posisi tidur setelah melahirkan baik normal maupun caesar yang bisa Anda coba, antara lain:

1. Tidur telentang

Tidur telentang selama beberapa hari atau minggu pertama setelah proses melahirkan adalah posisi tidur yang paling nyaman. Bagian perut, vagina, atau sayatan perut bekas operasi tidak mendapat tekanan lebih sehingga rasa nyeri akan berkurang, Jika perdarahan masih terjadi, Anda bisa meletakkan bantal di bawah lutut.

Sayangnya posisi ini sedikit menyulitkan Anda untuk bangun dari tempat tidur atau duduk. Apalagi jika Anda melahirkan secara caesar, bagian perut akan mendapat tekanan. Untuk menghindari adanya tekanan pada perut saat bangun atau duduk, ambil dulu bantal yang Anda letakkan di bawah lutut. Kemudian, mundurkan tubuh Anda sedikit ke belakang sambil mengganjal punggung bawah dengan bantal.

2. Tidur menyamping

Selain tidur telentang, Anda juga bisa tidur menyamping. Namun, posisi punggung dan bokong harus tetap lurus. Jangan terlalu condong ke belakang karena bisa menekuk perut bagian depan. Anda bisa mengganjal bantal di belakang tubuh untuk menahan punggung.

Tangan yang Anda gunakan sebagai bantalan kepala atau diletakkan di depan dada dapat memudahkan Anda untuk bangun. Anda bisa mengombinasikan posisi tidur menyamping dan telentang supaya tubuh tidak pegal dan Anda tetap nyaman.

3. Tidur dengan bantal tinggi

Tidur dengan bantal tinggi yang ditumpuk dapat meningkatkan kenyamanan ibu setelah melahirkan. Posisi yang nyaris seperti orang duduk ini bisa membuat Anda tidur lebih baik dan pernapasan jadi lebih lancar. Supaya tidak pegal, Anda juga bisa mengganjal punggung bawah dengan bantal tipis. Selain itu, poisi ini memudahkan Anda untuk bangun.

Posisi tidur ini sangat direkomendasikan bagi para ibu yang memiliki sleep anea. Sleep apnea adalah gangguan tidur akibat pernapasan yang sering berhenti sejenak selama tidur. Kondisi ini sering kali menyebabkan seseorang merasa sangat lelah keesokkan harinya.

Hal-hal yang perlu Anda perhatikan

anak tidur bareng orangtua

Istirahat yang cukup akan mempercepat proses pemulihan tubuh setelah melahirkan. Jadi, gunakan waku sebaik-baiknya untuk beristirahat. Jika si kecil tidur, Anda sebaiknya gunakan kesempatan tersebut untuk tidur juga. Minta pasangan Anda bekerja sama membantu Anda merawat dan menenangkan bayi.

Jika memang diperlukan, Anda bisa menyewa pengasuh bayi atau minta tolong anggota keluarga yang lain untuk membantu Anda merawat bayi agar Anda tidak terlalu kelelahan. Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan bernutrisi untuk memulihkan stamina tubuh. Jika Anda mengalami kesulitan tidur yang tak kunjung membaik, segera periksa ke dokter.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Apa benar wanita harus pakai korset perut setelah melahirkan? Apakah ada dampak dan bahaya tertentu? Mari simak penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Ibu, Perawatan Setelah Persalinan, Kehamilan 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

5 Peran Ayah dalam Membantu Ibu yang Mengalami Depresi Postpartum

Usai melahirkan tidak sedikit ibu yang mengalami depresi postpartum. Bagaimana peran ayah membantu ibu tercinta melewati depresi postpartum?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Ibu, Masa Nifas, Kehamilan 1 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Posisi Tidur Menggambarkan Kondisi Hubungan Anda dengan Pasangan

Pergerakan saat tidur memang tidak dilakukan dengan tak sadar, tapi ternyata posisi tidur bisa menggambarkan hubungan Anda dengan pasangan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 14 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit

Manfaat Afirmasi Positif Ibu Hamil dan Ibu Melahirkan Bagi Kesehatan Jiwanya

Afirmasi positif dapat melindungi ibu hamil dan melahirkan dari stres, baby blues, hingga depresi. Lantas, apa itu afirmasi positif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 30 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perawatan luka perineum cara merawat jahitan setelah melahirkan

Panduan Merawat Luka Jahitan Perineum dan Vagina Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
manfaat tidur telanjang

7 Manfaat Tidur Telanjang bagi Kesehatan, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
darah tinggi setelah melahirkan

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
pantangan makan setelah melahirkan

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit