Payudara terdiri dari beberapa kelenjar, salah satunya kelenjar Montgomery. Namun, tahukah Anda apa fungsi dari kelenjar ini? Apa saja fungsi dari kelenjar ini selama hamil dan setelah melahirkan? Ketahui selengkapnya dalam pembahasan berikut ini.
Payudara terdiri dari beberapa kelenjar, salah satunya kelenjar Montgomery. Namun, tahukah Anda apa fungsi dari kelenjar ini? Apa saja fungsi dari kelenjar ini selama hamil dan setelah melahirkan? Ketahui selengkapnya dalam pembahasan berikut ini.

Kelenjar Montgomery atau juga disebut tuberkel Montgomery (Montgomery tubercles) adalah kelenjar sebasea/minyak yang terletak pada areola payudara.
Areola sendiri merupakan area yang berwarna gelap yang mengelilingi puting susu payudara.
Kelenjar ini biasanya tidak tampak mencolok sampai akhirnya terjadi perubahan hormon pada masa pubertas, kehamilan, dan menyusui.
Kelenjar Montgomery tampak seperti bintik-bintik di sekitar areola. Kelenjar ini sering diartikan sebagai tanda hamil karena muncul lebih awal dari tanda-tanda lain, seperti pembesaran perut.
Bintik-bintik ini akan terus terlihat selama masa kehamilan dan menyusui. Jumlah dan ukuran kelenjar ini bisa bervariasi, tergantung pada masing-masing orang.
Meski kerap kali luput dari perhatian, kelenjar ini berperan penting dalam kesehatan payudara. Itu sebabnya, penting untuk memperhatikan kondisinya.

Selain berperan penting bagi kesehatan kulit puting susu dan areola, kelenjar Montgomery juga memiliki peran berikut selama kehamilan dan masa menyusui setelah melahirkan.
Kelenjar Montgomery menghasilkan sebum, yakni minyak alami yang bisa menjaga kelembapan area puting susu dan areola payudara.
Minyak alami ini membantu menjaga puting susu dan areola agar tidak kering atau pecah-pecah. Kondisi ini tentu bisa sangat menyakitkan selama menyusui.
Sebum yang dihasilkan oleh tuberkel Montgomery juga punya sifat antibakteri yang dapat melindungi puting susu dan areola dari kemungkinan infeksi.
Paparan bakteri penyebab infeksi pada kedua area tersebut dapat menyebabkan mastitis, yaitu infeksi pada satu atau beberapa saluran payudara.
Kondisi ini bisa menimbulkan gejala berupa payudara bengkak, merah, dan nyeri yang berpotensi mengganggu proses menyusui.
Hal inilah yang akan membantu bayi menemukan payudara selama prosedur inisiasi menyusui dini (IMD).
Perawatan kelenjar Montgomery merupakan bagian penting dari perawatan payudara secara keseluruhan, terutama selama menyusui. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan.
Jaga kebersihan payudara dengan membasuhnya menggunakan air hangat dan sabun berbahan ringan.
Hindari sabun dengan kandungan pewangi atau bahan kimia keras yang berisiko menyebabkan kulit payudara kering dan mudah iritasi.
Produk perawatan payudara, seperti nipple cream, dapat mengurangi rasa sakit dan menyembuhkan masalah seperti puting lecet, kering, dan pecah-pecah.
Pastikan Anda memilih produk perawatan payudara yang aman, terutama yang memiliki formula hipoalergenik (hypoallergenic) untuk mengurangi risiko alergi pada kulit.

Setelah selesai menyusui, penting untuk membersihkan area puting dan payudara. Gunakanlah handuk bersih dan berbahan lembut untuk mengeringkan payudara.
Jangan menggosok payudara terlalu kuat karena ini bisa menyebabkan iritasi dan luka. Cukup keringkan payudara dengan cara mengusap atau menepuk-nepuknya secara perlahan.
Pilihlah bra yang memberikan dukungan yang baik serta berbahan dasar katun yang memungkinkan kulit payudara untuk “bernapas”.
Bra yang terlalu ketat dan memiliki bahan kasar bisa menimbulkan iritasi dan ketidaknyamanan pada kelenjar Montgomery.
Breast pad dapat menyerap dan menampung cairan ASI yang mungkin bocor selama hamil atau menyusui.
Pastikan Anda rutin mengganti breast pad saat terasa penuh. Hal ini bisa mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur yang berisiko menyebabkan masalah pada kulit payudara.
Artikel terkait
Untuk mencegah puting lecet, oleskan sedikit ASI pada puting susu dan areola setelah menyusui.
ASI dapat menjaga kelembapan kulit di sekitar puting susu. Sifat antibakteri dan antiperadangan dalam ASI juga membantu mempercepat penyembuhan luka lecet pada puting.
Kelenjar Montgomery terlihat seperti bintik putih pada puting susu dan areola. Tak jarang, ada orang yang menganggapnya sebagai jerawat, bisul, atau sejenisnya.
Walau bintik tersebut bisa terasa sakit dan gatal, tahan keinginan Anda untuk memencet atau menggaruknya. Tindakan ini bisa merusak kelenjar dan meningkatkan risiko infeksi.
Dengan perawatan yang tepat, kelenjar Montgomery dapat berfungsi secara optimal untuk menjaga kesehatan payudara selama masa kehamilan dan menyusui.
Jika Anda merasakan gejala yang tidak normal, seperti rasa sakit, kemerahan, dan benjolan pada payudara saat hamil atau menyusui, periksakan segera dengan dokter Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Breast anatomy: Milk ducts, tissue, conditions & physiology. (2023). Cleveland Clinic. Retrieved July 11, 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/8330-breast-anatomy
Breast skin and nipple changes. (n.d.). Mount Sinai Health System. Retrieved July 11, 2024, from https://www.mountsinai.org/health-library/selfcare-instructions/breast-skin-and-nipple-changes
How breastfeeding works. (n.d.). Birth in Grampian – NHS UK. Retrieved July 11, 2024, from https://www.birthingrampian.scot.nhs.uk/how-breastfeeding-works/
Motosko, C. C., Bieber, A. K., Pomeranz, M. K., Stein, J. A., & Martires, K. J. (2017). Physiologic changes of pregnancy: A review of the literature. International journal of women’s dermatology, 3(4), 219–224. https://doi.org/10.1016/j.ijwd.2017.09.003
+Doucet, S., Soussignan, R., Sagot, P., & Schaal, B. (2009). The secretion of areolar (Montgomery’s) glands from lactating women elicits selective, unconditional responses in neonates. PloS one, 4(10), e7579. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0007579
Versi Terbaru
16/07/2024
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)