home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Menentukan Hamil Lagi Atau Cukup Satu Anak Saja

Menentukan Hamil Lagi Atau Cukup Satu Anak Saja

Memiliki satu atau dua atau tiga anak atau lebih memang bukan keputusan yang mudah untuk diambil. Anda dan pasangan Anda harus mendiskusikannya terlebih dahulu, bisa saja keinginan Anda dan pasangan Anda berbeda. Terlebih lagi, banyak pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum memutuskan untuk hamil lagi atau tidak.

Apa yang harus dipertimbangkan saat memutuskan untuk mempunyai anak lagi?

Banyak hal yang harus Anda pertimbangkan ketika ingin mempunyai anak lagi atau tidak. Memiliki satu anak mungkin memudahkan Anda dalam membesarkan anak, tetapi mempunyai anak lebih satu mungkin akan membuat keluarga Anda lebih berwarna.

Sebelum memutuskan untuk hamil lagi, sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu hal-hal berikut ini.

1. Jarak antar kehamilan

Hamil lagi dengan rentang jarak kehamilan selanjutnya yang terlalu dekat dapat berisiko untuk Anda dan bayi Anda nantinya. Jarak kehamilan selanjutnya dengan kehamilan sebelumnya yang kurang dari satu tahun dapat meningkatkan peluang bayi lahir prematur. Bayi prematur mempunyai berbagai risiko kesehatan. Jarak kehamilan yang lebih dari satu tahun dapat memberikan kesempatan yang lebih banyak untuk tubuh Anda pulih kembali pasca melahirkan anak pertama. Sehingga, Anda dan bayi Anda tetap sehat di kehamilan selanjutnya.

Memakai alat kontrasepsi setidaknya 6 minggu setelah melahirkan merupakan cara terbaik untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan selagi Anda mempertimbangkan untuk hamil lagi atau tidak. Menyusui bayi yang baru Anda lahirkan juga dapat menjadi alat kontrasepsi alami karena menyusui dapat mencegah kehamilan. Hormon yang memicu produksi ASI dapat menekan ovulasi, sehingga Anda lebih sulit hamil ketika masih menyusui.

WHO merekomendasikan untuk meneruskan pemberian ASI sampai 2 tahun. Oleh karena itu, 2 tahun mungkin merupakan jarak kehamilan yang baik untuk Anda. Anda tidak mengorbankan kebutuhan bayi pertama yang sedang dalam masa pertumbuhan dan Anda juga dapat memberikan kondisi kesehatan yang lebih baik pada kehamilan Anda selanjutnya.

2. Umur ibu

Jika umur Anda sudah 38 tahun atau lebih dan Anda ingin mempunyai 2 anak, Anda mungkin tidak harus menunggu waktu sampai bertahun-tahun untuk hamil lagi, Anda cukup menunggu 1 tahun setelah melahirkan anak pertama untuk dapat hamil lagi. Ingat, semakin tua usia Anda saat hamil, semakin banyak risiko kehamilan yang dapat Anda alami.

Namun, jika umur Anda masih di bawah 30 Anda, Anda masih mempunyai banyak waktu untuk memutuskan kapan harus mempunyai anak lagi atau bahkan tidak. Anda bisa mengatur jarak kehamilan selanjutnya 2 tahun, 3 tahun, atau bahkan 4 tahun dari kehamilan pertama Anda. Hamil lagi di usia 30 tahun ke bawah masih mempunyai risiko masalah kesehatan yang rendah dan kehamilan juga masih mudah Anda capai.

3. Kemampuan keuangan

Salah satu hal yang tentu harus Anda pertimbangkan untuk hamil lagi adalah keuangan. Ya, untuk membesarkan anak tentunya Anda memerlukan uang. Walaupun uang bukanlah segalanya, tetapi pastinya Anda ingin membesarkan anak dalam kondisi keuangan yang stabil. Anda mungkin harus menabung sebelum memutuskan kapan harus punya anak lagi. Hal ini dapat membantu Anda merencanakan masa depan keluarga Anda.

Apa kelebihan dan kekurangan jika hanya mempunyai anak tunggal?

Sebagian besar keluarga menganggap satu anak tidak cukup. Banyak keluarga yang memimpikan mempunyai banyak anak di dalam keluarga mereka. Namun, sejalan dengan apa yang direkomendasikan oleh pemerintah Indonesia, banyak keluarga yang juga menganggap bahwa mempunyai 2 anak sudah cukup.

Banyak keluarga beralasan, keputusan mempunyai 2 anak diambil, agar anak mempunyai teman bermain atau anak tidak tumbuh menjadi sosok yang manja. Namun, menurut Bill McKibben, penulis buku “Maybe One: An Environmental and Personal Argument for Single-Child Families”, anak tunggal cenderung lebih baik di sekolah, terutama pada mata pelajaran ilmu pengetahuan, matematika, dan sastra, punya banyak teman, dan mempunyai pemikiran lebih fleksibel tentang peran gender, seperti dilansir dari Baby Center.

Keuntungan memiliki anak tunggal

Adapun kelebihan lain dari mempunyai anak tunggal adalah:

  • Anak sangat dekat dan mempunyai hubungan baik dengan orangtua
  • Anak tunggal mendapatkan hal-hal terbaik dari orangtuanya karena orangtua hanya fokus pada satu anak
  • Anak tunggal juga mendapatkan perhatian penuh dari orangtua
  • Anak tunggal tidak mempunyai masalah dengan saudara lain, mungkin juga akan jarang terjadi pertengkaran dalam keluarga
  • Anak tunggal tidak akan mengalami persaingan atau dibanding-bandingkan dengan saudara lainnya

Kekurangan memiliki anak tunggal

Di balik itu semua, tentu ada kekurangan jika Anda memiliki anak tunggal, yaitu:

  • Anak tunggal mungkin akan merasa kesepian karena ia tidak mempunyai saudara sebagai teman bermain di rumah
  • Anak tunggal bisa mendapatkan tekanan berlebih dari orangtua karena orangtua ingin anaknya menjadi seperti apa yang orangtua inginkan
  • Orangtua cenderung overprotective pada anak semata wayangnya
  • Anak tunggal mungkin akan bosan dengan keterlibatan orangtua di semua aspek kehidupannya
  • Orangtua hanya bergantung atau ditemani dengan satu anak di masa tuanya nanti

Kembali lagi, keputusan untuk menjadi orangtua dengan anak tunggal atau lebih merupakan keputusan Anda berdua dengan pasangan Anda. Terlebih lagi, keputusan untuk menjadi orangtua saja sudah merupakan sebuah keputusan besar. Mempunyai satu, dua, tiga, atau lebih adalah sama pentingnya tergantung dari kemampuan Anda. Ingatlah, berapa pun anak yang Anda punya itu merupakan tanggung jawab Anda sebagai orangtua untuk membesarkannya.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fox, Hannah. How Soon Can You Get Pregnant Again After Having A Baby? Retrieved from http://www.motherandbaby.co.uk/pregnancy-and-birth/pregnancy/pregnancy-week-by-week/how-soon-can-you-get-pregnant-again-after-having-a-baby. Accessed September 14, 2016.

Womens Health. 2011. Getting Pregnant Again. Retrieved from http://womenshealth.gov/pregnancy/childbirth-beyond/get-pregnant-again.html. Accessed September 14, 2016.

Baby Centre UK. 2015. Am I Ready for Another Baby? Retrieved from http://www.babycentre.co.uk/a545268/am-i-ready-for-another-baby. Accessed September 14, 2016.

Baby Center. Could One Child be Enough for You? Retrieved from http://www.babycenter.com/0_could-one-child-be-enough-for-you_7269.bc. Accessed September 14, 2016.

Belly Belly. 2015. Advantages and Disadvantages of Having One Child. Retrieved from http://www.bellybelly.com.au/child/one-child-families-advantages-disadvantages-of-having-one-child/. Accessed September 14, 2016.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x