Perlukah Saya Melakukan Pap Smear Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda wanita, Anda mungkin sudah sering mendengar tentang tes pap smear. Ya, metode skrining yang satu ini berfungsi untuk mencegah kanker serviks sejak dini. Selain itu, pemeriksaan ini juga gencar dilakukan untuk memastikan leher rahim Anda sehat sehingga aman bagi persalinan. Lantas, kalau sudah berhasil hamil, apakah wanita juga harus tetap pap smear setelah melahirkan? Berikut ulasannya.

Seberapa penting pap smear setelah melahirkan?

pemeriksaan pap smear tes pap smear

Dilansir dari Livestrong, wanita dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setidaknya 1 kali dalam setahun. Ini termasuk juga bila Anda baru saja melahirkan dan memiliki anak.

Banyak wanita yang mengira bahwa mereka tidak perlu tes pap smear setelah punya anak. Padahal, terlepas dari apakah Anda mempunyai anak atau tidak, wanita tetap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin.

Pasalnya, kanker serviks bisa menyerang wanita berapapun usianya. Semakin bertambahnya usia, wanita akan makin rentan terkena kanker serviks.

Terlebih lagi, menurut American Cancer Society, wanita yang pernah melahirkan lebih dari 3 kali cenderung berisiko tinggi terkena kanker serviks. Meskipun belum diketahui penyebab pastinya, para ahli menduga bahwa perubahan hormon selama kehamilan membuat sel-sel kanker lebih mudah tumbuh dan berkembang.

Kapan waktu terbaiknya?

pemeriksaan pap smear

Sebagian besar organisasi kesehatan di dunia menganjurkan para wanita untuk memulai tes pap smear saat berusia 21 tahun. Yang terpenting, wanita tersebut sudah aktif berhubungan seksual.

Jadi, walaupun usianya belum memenuhi dan sudah aktif melakukan hubungan seksual, maka ia wajib melakukan tes pap smear untuk mencegah kanker serviks. Lantas, kapan harus pap smear setelah melahirkan?

Sebagai langkah awal, sebaiknya temui dokter Anda 6-8 minggu setelah melahirkan. Pada waktu tersebut, wanita biasanya masih mengalami perdarahan setelah melahirkan, sehingga dapat mengganggu keakuratan hasil tes pap smear.

Bila perdarahannya sudah berhenti, dokter akan melihat dulu risiko kanker serviks dalam tubuh Anda. Bila Anda pernah melakukan pap smear lebih dari satu tahun atau pernah memiliki hasil abnormal di masa lalu, maka dokter biasanya menganjurkan Anda untuk segera melakukan tes pap smear setelah melahirkan.

Setelah itu, tunggu dulu sampai Anda kembali menstruasi setidaknya satu kali. Menurut American Pregnancy Association, waktu terbaik untuk melakukan pap smear setelah melahirkan adalah 10-20 hari setelah hari pertama haid terakhir Anda.

Jadi, jangan tunda lagi untuk konsultasi ke dokter mengenai tes pap smear setelah melahirkan. Semakin cepat pemeriksaan dilakukan, maka risiko kanker serviks dapat dideteksi sedini mungkin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Saat pandemi COVID-19, ibu hamil perlu mengikuti prosedur tindakan pencegahan sampai proses melahirkan selesai. Apa saja yang perlu siapkan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengobati Kanker Serviks Secara Alami dengan Obat Herbal dan Gaya Hidup

Selain tindakan medis, cara mengobati kanker serviks secara alami dengan minum obat herbal dan gaya hidup sehat dapat membantu kondisi penderitanya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Serviks, Kanker 28 Februari 2020 . Waktu baca 9 menit

3 Jenis Makanan Sehat Pencegah Kanker Serviks

Mencegah kanker serviks selalu lebih baik daripada mengobati. Makanan berikut ini bisa menjadi alternatif Anda sebagai pencegah kanker serviks. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Serviks, Kanker 27 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Jenis Obat Kanker Serviks yang Umum Digunakan

Ketika seorang wanita dinyatakan memiliki kanker serviks, salah satu perawatannya yakni dengan memberikan berbagai obat. Apa saja pilihannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Serviks, Kanker 21 Januari 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melahirkan normal tanpa rasa sakit

Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit
pantangan makan setelah melahirkan

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Juni 2020 . Waktu baca 10 menit