Perlukah Saya Melakukan Pap Smear Setelah Melahirkan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Bagi Anda wanita, Anda mungkin sudah sering mendengar tentang tes pap smear. Ya, metode skrining yang satu ini berfungsi untuk mencegah kanker serviks sejak dini. Selain itu, pemeriksaan ini juga gencar dilakukan untuk memastikan leher rahim Anda sehat sehingga aman bagi persalinan. Lantas, kalau sudah berhasil hamil, apakah wanita juga harus tetap pap smear setelah melahirkan? Berikut ulasannya.

Seberapa penting pap smear setelah melahirkan?

pemeriksaan pap smear tes pap smear

Dilansir dari Livestrong, wanita dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setidaknya 1 kali dalam setahun. Ini termasuk juga bila Anda baru saja melahirkan dan memiliki anak.

Banyak wanita yang mengira bahwa mereka tidak perlu tes pap smear setelah punya anak. Padahal, terlepas dari apakah Anda mempunyai anak atau tidak, wanita tetap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin.

Pasalnya, kanker serviks bisa menyerang wanita berapapun usianya. Semakin bertambahnya usia, wanita akan makin rentan terkena kanker serviks.

Terlebih lagi, menurut American Cancer Society, wanita yang pernah melahirkan lebih dari 3 kali cenderung berisiko tinggi terkena kanker serviks. Meskipun belum diketahui penyebab pastinya, para ahli menduga bahwa perubahan hormon selama kehamilan membuat sel-sel kanker lebih mudah tumbuh dan berkembang.

Kapan waktu terbaiknya?

pemeriksaan pap smear

Sebagian besar organisasi kesehatan di dunia menganjurkan para wanita untuk memulai tes pap smear saat berusia 21 tahun. Yang terpenting, wanita tersebut sudah aktif berhubungan seksual.

Jadi, walaupun usianya belum memenuhi dan sudah aktif melakukan hubungan seksual, maka ia wajib melakukan tes pap smear untuk mencegah kanker serviks. Lantas, kapan harus pap smear setelah melahirkan?

Sebagai langkah awal, sebaiknya temui dokter Anda 6-8 minggu setelah melahirkan. Pada waktu tersebut, wanita biasanya masih mengalami perdarahan setelah melahirkan, sehingga dapat mengganggu keakuratan hasil tes pap smear.

Bila perdarahannya sudah berhenti, dokter akan melihat dulu risiko kanker serviks dalam tubuh Anda. Bila Anda pernah melakukan pap smear lebih dari satu tahun atau pernah memiliki hasil abnormal di masa lalu, maka dokter biasanya menganjurkan Anda untuk segera melakukan tes pap smear setelah melahirkan.

Setelah itu, tunggu dulu sampai Anda kembali menstruasi setidaknya satu kali. Menurut American Pregnancy Association, waktu terbaik untuk melakukan pap smear setelah melahirkan adalah 10-20 hari setelah hari pertama haid terakhir Anda.

Jadi, jangan tunda lagi untuk konsultasi ke dokter mengenai tes pap smear setelah melahirkan. Semakin cepat pemeriksaan dilakukan, maka risiko kanker serviks dapat dideteksi sedini mungkin.

Baca Juga:

Sumber