Berapa Proses Mendorong Bayi Keluar Saat Melahirkan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Melahirkan normal mungkin bukan suatu hal yang mudah dilakukan. Tapi, ini merupakan hal yang alami. Tubuh Anda dengan sendirinya mempersiapkan dirinya untuk melahirkan. Mulai dari kontraksi untuk membuka jalan keluar bayi sampai bayi Anda lahir dan juga ari-ari bayi keluar. Namun, saat melahirkan normal, Anda juga harus berusaha mendorong bayi keluar. Ini mungkin salah satu tahapan melahirkan yang menguras tenaga Anda.

Saat Anda melahirkan normal, terdapat tiga tahap yang harus Anda lewati.

Tahap pertama

Tahap ini dimulai ketika Anda mulai merasakan kontraksi untuk membuka jalan keluarnya bayi. Tubuh Anda pada saat ini tengah bersiap untuk melahirkan bayi Anda. Tahap pertama ini akan berlangsung sampai leher rahim (serviks) Anda terbuka sebesar 10 cm. Anda mungkin membutuhkan waktu selama beberapa jam sampai beberapa hari sampai serviks Anda terbuka sepenuhnya dan siap untuk melahirkan bayi. Tiap ibu hamil mempunyai waktu yang berbeda-beda dalam melewati tahap ini.

Tahap kedua

Ini merupakan tahap di mana Anda harus mengeluarkan bayi Anda. Tahap ini berlangsung saat Anda harus mendorong bayi keluar sampai bayi lahir ke dunia. Ketika leher rahim Anda sudah terbuka sebesar 10 cm, inilah waktunya Anda untuk mendorong bayi keluar. Pada saat ini, Anda harus mengatur pernapasan Anda dan mengetahui kapan waktu terbaik untuk mengejan. Rasakan naluri dan tubuh Anda, serta fokus pada kelahiran bayi Anda.

Bagi Anda yang baru pertama kali melahirkan, tahap mendorong bayi keluar ini mungkin berlangsung lebih lama, bisa sampai 3 jam. Tapi, jika Anda sudah pernah melahirkan sebelumnya dan tahap ini berlangsung lancar, mungkin Anda akan menghabiskan waktu selama 20 menit sampai 2 jam (paling lama) untuk tahap ini.

Faktor yang memengaruhi lamanya mendorong bayi keluar

Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mendorong bayi keluar tergantung dari berbagai faktor. Beberapa faktor yang memengaruhi tahap ini adalah:

  • Pengalaman melahirkan. Jika Anda baru pertama kali melahirkan normal (bahkan jika sebelumnya Anda pernah melahirkan sesar), mungkin Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk mengeluarkan bayi Anda. Otot-otot panggul Anda yang belum pernah meregang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk meregang. Ibu hamil yang sudah pernah pernah melahirkan mungkin hanya membutuhkan satu atau dua kali dorongan untuk bisa melahirkan bayi.
  • Ukuran dan bentuk panggul ibu. Tiap wanita memiliki ukuran dan bentuk panggul yang berbeda. Hal ini kemudian dapat memengaruhi bukaan panggul, besar atau sempit. Namun, semua bayi pasti bisa mengatasi hal ini.
  • Ukuran bayi. Ukuran bayi bisa lebih besar atau lebih kecil dari leher rahim (jalan keluarnya bayi). Namun, rupanya kepala bayi bisa menyesuaikan hal itu. Bayi memiliki tulang tengkorak yang tidak tetap dalam bentuk permanen. Tulang-tulang ini bisa bergeser dan tumpang tindih selama proses persalinan.
  • Posisi kepala bayi. Dalam persalinan normal, kepala bayi harus berada di bawah dan idealnya kepala bayi menghadap ke bawah (tulang ekor ibu) atau biasa disebut dengan posisi anterior. Bayi yang lahir dengan posisi anterior mungkin hanya memerlukan sedikit waktu untuk dilahirkan. Sedangkan bayi dengan posisi posterior (menghadap ke atas) membutuhkan waktu untuk keluar lebih lama. Ibu mungkin harus melalui tahapan mendorong bayi keluar lebih lama.
  • Kekuatan ibu saat persalinan. Seperti, seberapa kuat kontraksi yang dihasilkan ibu dan seberapa keras kekuatan ibu saat mendorong bayi keluar. Kontraksi yang kuat membantu leher rahim lebih cepat terbuka, sehingga bayi lebih cepat bisa dilahirkan. Kekuatan mendorong yang baik dan pengaruh baik dari faktor lainnya mungkin dapat membuat ibu hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam atau dua kali dorongan untuk melahirkan bayi.

Tahap ketiga

Tahap ketiga adalah tahap di mana bayi Anda sudah berhasil dilahirkan, tapi tubuh Anda masih akan melakukan kontraksi untuk mengeluarkan ari-ari bayi Anda. Tenang, Anda tidak membutuhkan tenaga yang sangat kuat pada tahap ini seperti yang Anda butuhkan saat mengeluarkan bayi Anda. Proses ini juga tidak memakan waktu lama. Anda pun bisa mendapatkan bantuan obat untuk mempercepat pengeluaran ari-ari bayi Anda.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Mendekati hari-H melahirkan, Anda mungkin jadi gugup dan takut. Hal ini wajar, tapi jangan sampai kecemasan ibu hamil menjelang persalinan bikin stres.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Persiapan Melahirkan, Melahirkan, Kehamilan 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Gentle Birth, Metode untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan

Gentle birth adalah metode melahirkan yang kerap digunakan karena keuntungannya. Benarkah melahirkan dengan gentle birth lebih minim sakit?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 23 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit

Bayi Sering Mengejan Akibat Sembelit, Berbahayakah?

Ketika bayi sering mengejan akibat sembelit, perlu segera dilakukan upaya untuk kembali melancarkan pencernaan agar tidak menyebabkan dampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
bayi sering mengejan atau ngeden
Gangguan Pencernaan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 14 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Operasi pengangkatan fibroid rahim (miomektomi) memang tidak mengangkat rahim sepenuhnya. Akan tetapi, masih bisakah melahirkan normal setelah miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu meninggal saat setelah melahirkan

5 Kondisi Penyebab Kematian Ibu Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
melahirkan bayi besar

Melahirkan Bayi Besar: Lebih Baik Normal Atau Caesar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
darah tinggi setelah melahirkan

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
melahirkan normal tanpa rasa sakit

Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit