4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berbagai makanan anjuran dan pantangan biasanya harus Anda turuti saat hamil. Hal ini bertujuan agar kehamilan Anda sehat dan tumbuh kembang bayi Anda dalam kandungan berlangsung dengan baik. Setelah Anda melahirkan, mungkin Anda berpikir Anda bisa bebas makan apa saja sesuai keinginan Anda. Tapi, jangan lupa bahwa setelah melahirkan tubuh Anda masih butuh waktu untuk proses pemulihan dan Anda juga dihadapkan pada masa menyusui. Nah, apa saja pantangan makan setelah melahirkan?

Pentingnya nutrisi setelah melahirkan

Tidak hanya nutrisi saat hamil saja yang harus diperhatikan, namun ternyata nutrisi setelah hamil juga harus diperhatikan. Mengapa? Setelah hamil, tubuh Anda perlu nutrisi yang baik untuk proses pemulihan tubuh setelah melahirkan. Selain itu, nutrisi ini juga diperlukan untuk memproduksi ASI dalam tubuh ibu.

Sebenarnya, kenaikan berat badan yang diperoleh selama kehamilan dapat membantu Anda menyediakan kebutuhan nutrisi saat proses pemulihan dan menyusui. Namun, cadangan ini tidak dapat menyediakan nutrisi dalam waktu lama. Jadi, setelah melahirkan Anda tetap harus memerhatikan makanan yang Anda makan.

Berbagai pantangan makan setelah melahirkan

Setelah melahirkan, tugas Anda belum selesai karena Anda harus menyusui bayi Anda. Untuk itu, Anda masih perlu memerhatikan setiap makanan yang masuk ke tubuh Anda. Ada makanan yang harus Anda konsumsi dan ada pula pantangan makan setelah melahirkan. Ingat, makanan yang Anda makan saat masa menyusui bisa sampai ke bayi Anda melalui ASI. Untuk itu, Anda mungkin perlu menghindari beberapa makanan agar ASI yang masuk ke tubuh bayi Anda tidak menyebabkan masalah.

Beberapa makanan yang perlu Anda hindari atau batasi konsumsinya setelah melahirkan adalah:

1. Makanan dan minuman berkafein

Kopi, cokelat, atau teh merupakan contoh makanan dan minuman yang mengandung kafein. Kafein tidak akan menyebabkan masalah jika hanya sedikit yang masuk ke tubuh. Namun, kafein yang masuk ke tubuh dalam jumlah banyak mungkin dapat menyebabkan masalah, seperti sulit tidur dan dehidrasi.

Tidak hanya itu, kafein juga bisa bercampur dengan ASI sehingga kafein bisa masuk ke tubuh bayi Anda. Jika bayi Anda tampak sangat tidak tenang, gelisah, dan sulit tidur, mungkin itu menjadi tanda bahwa Anda terlalu banyak mengonsumsi kafein. Cobalah untuk membatasi konsumsi kopi per hari dan lihat perbedaannya pada bayi Anda.

2. Makanan pedas

Mengonsumsi makanan pedas saat Anda menyusui mungkin dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada Anda dan bayi Anda. Makanan pedas dapat menyebabkan Anda mengalami mulas dan sakit perut, bahkan sampai diare. Hal ini tentu dapat mengganggu pemberian ASI ke bayi. Selain itu, makanan pedas juga dapat menyebabkan kolik pada bayi. Untuk itu, disarankan bagi ibu menyusui agar membatasi konsumsi makanan pedas.

3. Makanan berminyak

Makanan berminyak atau berlemak merupakan makanan yang sulit untuk dicerna. Sebaiknya hindari mengonsumsi makanan ini selama beberapa hari setelah melahirkan. Makanan berlemak dan berminyak dapat menyebabkan gangguan pencernaan, perut terasa kebakar, dan bergas.

Selain itu, terlalu banyak makan makanan yang berminyak dan berlemak juga dapat menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan. Hal ini dapat membuat Anda merasa kurang bugar dan tidak nyaman dengan tubuh Anda sendiri.

4. Makanan yang bergas dan asam

Makanan bergas dan asam dapat membuat pencernaan Anda tidak nyaman. Makanan ini mungkin juga dapat membuat bayi Anda kolik. Beberapa makanan bergas atau asam yang harus Anda hindari beberapa hari setelah melahirkan adalah kacang, kol, kembang kol, brokoli, dan minuman bersoda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Peran Ayah dalam Membantu Ibu yang Mengalami Depresi Postpartum

Usai melahirkan tidak sedikit ibu yang mengalami depresi postpartum. Bagaimana peran ayah membantu ibu tercinta melewati depresi postpartum?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 1 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Saat pandemi COVID-19, ibu hamil perlu mengikuti prosedur tindakan pencegahan sampai proses melahirkan selesai. Apa saja yang perlu siapkan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Semua ibu menyusui tentu ingin produksi ASI yang cukup untuk bayi, bahkan saat sedang menjalani puasa. Nah, agar lebih optimal, simak tipsnya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 12 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Pandemi COVID-19 memang meresahkan semua orang, termasuk ibu menyusui. Lantas, bagaimana dengan ibu yang positif terinfeksi coronavirus tetap menyusui?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 21 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melahirkan normal tanpa rasa sakit

Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Juni 2020 . Waktu baca 10 menit