Mengejan Saat Melahirkan Tak Boleh Dilakukan Sembarangan

Author: Dr. dr. Taufik Jamaan, Sp.OG Spesialis Kandungan

Mengejan, atau yang juga biasa disebut ngeden, adalah salah satu hal penting yang perlu dilakukan ketika Anda menjalani persalinan normal.

Persalinan normal adalah proses melahirkan bayi melalui vagina tanpa memakai alat bantu. Persalinan normal membutuhkan tiga faktor penting yang sering disingkat 3P: Power, Passage, dan Passenger. Artinya, untuk melahirkan secara normal, Anda harus memiliki kekuatan (power) saat mengejan; kondisi jalan lahir (passage) memadai; dan janin yang dilahirkan (passenger) tidak terlalu besar untuk melewati jalan lahir.

Jangan langsung mengejan saat merasakan kontraksi

Meski Anda tidak berniat mengejan, keinginan untuk mengejan biasanya akan muncul sebagai reaksi tidak sadar terhadap tekanan janin pada dasar panggul. Rasa tertekan atau gerakan janin jauh di dalam panggul akan menyebabkan keinginan yang tak tertahan untuk mengejan. Saat pertama kali mengalami rasa ingin mengejan ini, banyak wanita yang merasakannya seperti keinginan buang air besar.

Namun, saat Anda sudah merasa ingin mengejan ketika pembukaan jalan lahir belum sempurna, tahan dengan cara rileks, dan keluarkan semua udara dari paru-paru. Jika perlu, hembuskan udara dengan cepat untuk mencegah agar Anda tidak mengejan.

Anda atau pasangan dapat meminta perawat atau bidan untuk mengecek pembukaan saat ini. Jika leher rahim masih mempunyai daerah yang tebal, Anda tidak boleh berjongkok atau mengejan sampai leher rahim sudah membuka seluruhnya. Jika dipaksakan, leher rahim malah akan membengkak dan memperlambat perkembangan persalinan.

Meskipun kadang-kadang sulit dan tidak nyaman untuk menahan diri supaya tidak mengejan saat Anda merasakan keinginan yang kuat, lebih baik menunda pengejanan sampai leher rahim sudah terbuka seluruhnya.

Kapan harus mulai mengejan?

Pada setiap kontraksi, bayi akan semakin terdorong ke bawah sehingga menyebabkan pembukaan jalan lahir. Pembukaan disebut lengkap ketika jalan lahir sudah meregang selebar 10 cm, yang berarti pembukaan sudah sempurna dan bayi siap keluar dari rahim.

Saat sudah di tahap ini, rasa mulas akibat kontraksi rahim akan terjadi lebih cepat dan lebih lama, kira-kira 2-3 menit sekali. Kepala janin turun-masuk ke ruang panggul dan menekan otot-otot dasar panggul, sehingga secara refleks akan menimbulkan rasa ingin mengejan.

Desakan ingin mengejan ini bisa mirip dengan perasaan seperti ingin buang air besar, yang ditandai dengan anus yang terbuka. Dan saat Anda mulai mengejan, kepala janin akan mulai terlihat, sementara vulva (bibir vagina) membuka dan perineum meregang.

Anda akan merasakan tekanan yang kuat di daerah perineum. Otot perineum ini bersifat elastis, tapi bisa dokter atau bidan memperkirakan perlu dilakukan pengguntingan perineum (atau disebut juga prosedur episiotomi), maka tindakan ini akan dilakukan, dengan tujuan mencegah robekan paksa perineum Anda akibat tekanan bayi.

Kapan harus berhenti mengejan?

Proses mengejan ini dilakukan hingga sebagian besar kepala bayi mulai terlihat, atau disebut juga crowning. Anda akan merasakan jaringan alat kelamin di bagian bawah meregang dan terasa panas.

Pada saat ini, Anda harus berhenti mengejan, dan biarkan alat kelamin dan perineum (otot di antara lubang vagina dan anus) meregang perlahan-lahan di sekitar kepala bayi yang mulai muncul. Ini penting dilakukan, karena jika Anda terus menerus mendorong dan mengejan, ada kemungkinan terjadi robekan atau kelahiran yang terlalu cepat.

Saat terjadi peregangan tersebut, sensasi panas yang Anda rasakan di alat kelamin adalah sinyal penanda yang jelas bahwa Anda harus segera berhenti mengejan. Dokter atau bidan akan memberi arahan dan mengatakan pada Anda kapan harus mendorong dan kapan harus berhenti.

Bagaimana cara mengejan?

Begitu leher rahim sudah membuka penuh, Anda mungkin akan merasakan keinginan untuk segera mendorong/mengejan bersamaan dengan datangnya kontraksi. Namun beberapa wanita merasakan dorongan ingin muncul setelah istirahat sejenak dari kontraksi. Perbedaan ini dipengaruhi oleh jumlah dan kecepatan turunnya bayi, kedudukan dan posisi bayi dalam panggul, serta posisi tubuh Anda.

Jika Anda sudah di tahap pembukaan penuh, silakan mulai mengejan setiap Anda merasakan dorongan dan keinginan untuk mengejan. Dorong bayi Anda ke bawah dengan cara mengejan, dan setelah desakan untuk mengejan hilang, bernapaslah dengan ringan sampai muncul desakan untuk mengejan selanjutnya atau sampai kontraksi mereda.

Anda mungkin akan mengejan 3-5 kali di setiap kontraksi, dan setiap pengejanan berlangsung selama 5-7 detik. Manfaatkan kesempatan untuk beristirahat dan rileks di jeda waktu kontraksi.

Jenis pengejanan ini disebut “dorongan spontan”. Artinya, Anda bereaksi secara spontan terhadap desakan untuk mengejan. Jenis ini direkomendasikan jika persalinan berjalan dengan normal dan Anda tidak dibius.

Proses mengejan akan terus berlanjut di setiap kontraksi sampai kepala bayi hampir keluar. Pada saat ini, dokter atau bidan akan memberi tahu agar Anda berhenti mengejan supaya bayi dapat keluar melalui lubang alat kelamin secara perlahan.

Jika Anda menggunakan epidural untuk membius rasa sakit

Pengejanan spontan tidak mungkin dilakukan jika dilakukan pembiusan (misalnya dengan epidural) karena bius bisa menghilangkan sensasi ingin mengejan, sekaligus kemampuan Anda untuk mendorong dengan efektif.

Jika Anda mendapat pembiusan untuk mengurangi rasa sakit, bidan atau perawat yang mendampingi Anda akan memberi aba-aba kapan dan bagaimana Anda harus mengejan. Ini disebut “dorongan terpimpin”.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 20, 2018 | Terakhir Diedit: Mei 3, 2018

Dr. dr. Taufik Jamaan, Sp.OG Spesialis Kandungan
dr. Taufik Jamaan adalah Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun. Pria kelahiran Padang, 27 Juni 1966 ini ...
Selengkapnya
Dr. dr. Taufik Jamaan, Sp.OG Spesialis Kandungan

dr. Taufik Jamaan adalah Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun. Pria kelahiran Padang, 27 Juni 1966 ini dikenal sebagai salah satu dokter yang dituju oleh banyak pasangan untuk konsultasi kehamilan, USG, persalinan, dan bayi tabung atau IVF.

Saat ini, dr. Taufik Jamaan berpraktik di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda di Menteng, Jakarta Pusat, dan RS Hermina Jatinegara, Jakarta Timur.

Dokter yang sudah mendapat pendidikan dan training USG di 30 negara ini juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia, Perkumpulan Bayi Tabung Indonesia, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, dan anggota International Society of Ultrasound in Obstetric and Gynaecology (ISUOG).

Selengkapnya
Artikel Terbaru