Mengatasi Payudara Bengkak Usai Melahirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/12/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebelum melahirkan, tubuh ibu sudah bersiap untuk kehadiran sang buah hati. Payudara ibu mulai membesar sebagai persiapan untuk menyusui bayi. Mungkin bagi sebagian dari Anda, hal ini menyebabkan perasaan tidak nyaman karena payudara terasa lebih besar dan berat. Tapi, demi si buah hati, ini tidak menjadi masalah bukan? Anda hanya perlu menerima segala perubahan yang terjadi pada diri Anda, dan ingat bahwa sebentar lagi Anda akan menjadi ibu.

Bagaimana payudara ibu berubah saat kehamilan?

Payudara ibu mulai membesar pada saat 6-8 minggu usia kehamilan, tetapi mungkin hal ini berbeda antar individu. Payudara membesar karena jaringan lemak dan aliran darah meningkat ke payudara, hal ini terjadi untuk membantu pertumbuhan saluran ASI dan kelenjar susu. Payudara yang membesar ini membuat pembuluh darah vena terlihat di permukaan kulit payudara ibu. Selain itu, puting dan daerah gelap pada payudara Anda juga ikut membesar.

Karena ukuran payudara yang makin membesar, sebagian dari Anda mungkin merasakan nyeri pada payudara. Menambah ukuran bra satu sampai dua nomor di atas mungkin diperlukan untuk memberikan kenyamanan.

Menginjak usia kehamilan yang lebih tua, beberapa ibu mungkin mengalami kebocoran pada payudaranya, yaitu keluarnya cairan kolostrum (ASI pertama) dari payudara ibu. Ini merupakan hal yang normal terjadi. Sebaiknya letakkan kain pada payudara Anda untuk menanggulangi hal ini.

Bagaimana payudara ibu setelah melahirkan?

Payudara masih akan membesar setelah Anda melahirkan. Ukuran payudara yang membesar menjadi tanda bahwa payudara Anda memproduksi banyak ASI yang dibutuhkan oleh bayi. Setelah melahirkan, hormon estrogen dan progesteron menurun dan hormon prolaktin, yaitu hormon yang memproduksi ASI, mulai dilepaskan dan lama-kelamaan produksinya meningkat.  Selain itu, aliran darah juga meningkat ke payudara untuk membantu payudara memproduksi ASI.

Setelah plasenta terlepas dan keluar dari tubuh, tubuh mulai melepaskan hormon prolaktin. Hormon prolaktin ini kemudian akan memberi sinyal pada payudara untuk memproduksi ASI. Produksi ASI juga dirangsang oleh isapan bayi, oleh karena itu Anda sangat disarankan untuk segera menyusui bayi setelah bayi lahir.

Jika Anda segera menyusui bayi setelah melahirkan, ukuran payudara Anda akan mulai kembali normal dalam waktu dua sampai tiga hari. Saat pertama kali Anda menyusui, bayi Anda akan mendapat kolostrum yang baik untuk membentuk sistem kekebalan tubuh bayi.

Jika ASI Anda belum keluar setelah melahirkan sehingga Anda tidak menyusui selama beberapa hari, payudara Anda akan membengkak karena ASI terus diproduksi tetapi tidak bisa keluar, terasa berat dan nyeri. Sebaiknya tetap susui bayi, coba untuk susui bayi 8-12 kali dalam sehari walaupun ASI yang keluar hanya sedikit. Hal ini tetap membantu untuk meminimalkan ukuran payudara, setidaknya ASI yang diproduksi oleh payudara ibu ada yang keluar dan ASI tergantikan dengan yang baru. Jika menyusui belum membantu untuk mengembalikan ukuran payudara Anda, Anda bisa mengompres payudara Anda dengan air hangat untuk memicu ASI mengalir keluar.

Jika Anda berencana untuk tidak menyusui bayi, payudara Anda juga akan membengkak karena ASI yang diproduksi tidak dikeluarkan sehingga menumpuk di payudara. Anda mungkin juga  merasa tidak nyaman dengan ukuran payudara Anda yang besar, berat, dan terasa nyeri. Itu mengapa sebaiknya Anda susui bayi Anda. Anda disarankan untuk menyusui bayi Anda sampai usia 6 bulan karena ASI merupakan makanan terbaik bayi.

Bagaimana mengatasi payudara yang bengkak?

Normalnya, payudara Anda akan mulai menyusut beberapa hari setelah Anda menyusui bayi Anda. Namun, jika payudara Anda tetap bengkak walaupun sudah menyusui, Anda dapat melakukan hal sebagai berikut:

  • Susui bayi sesering mungkin, setidaknya 8-12 kali dalam sehari. Ini sangat penting dilakukan untuk meringankan bengkak pada payudara Anda. Beri bayi ASI kapan pun ia memintanya, walaupun di tengah malam.
  • Pastikan bayi mengosongkan payudara Anda saat menyusui sebelum berpindah ke payudara yang lain. Serta, jangan batasi waktu bayi menyusu.
  • Pastikan juga bayi menyusu dalam posisi yang nyaman sehingga ia menyusu dengan baik dan ASI keluar dengan lancar.
  • Pijat payudara Anda dengan lembut saat menyusui untuk membantu ASI keluar.
  • Keluarkan ASI Anda menggunakan tangan dengan cara memijat payudara atau Anda bisa menggunakan pompa ASI untuk membantu meringankan payudara. Keluarkan sedikit saja, karena jika Anda mengeluarkannya terlalu banyak, payudara akan lebih banyak memproduksi ASI lagi dan mungkin bisa membuat pembengkakan lebih buruk.
  • Kompres payudara Anda dengan air hangat sebelum Anda menyusui, dan kompres payudara Anda dengan air dingin setelah menyusui.
  • Kompres payudara Anda dengan daun kol dingin, ini mungkin membantu mengurangi bengkak pada payudara Anda.
  • Pakai bra yang membuat Anda nyaman, jangan terlalu ketat. Sebaiknya pakai bra yang khusus untuk menyusui.
  • Untuk mengurangi rasa nyeri, Anda bisa minum obat acetaminophen setelah Anda selesai menyusui. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi obat.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

    Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Menyusui 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit

    Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

    ASI dari setiap ibu bisa memiliki rasa yang berbeda bergantung dari berbagai faktor seperti hormon dan makanan. Seperti apa rasa ASI?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Fakta Unik 23/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    tanda istri hamil

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit