Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Telah menjadi pengetahuan umum bila melahirkan terasa sangat menyakitkan. Bahkan membayangkan rasa sakitnya, bisa membuat khawatir beberapa ibu baru yang cemas menghitung mundur tanggal persalinannya. Namun, sebenarnya apakah mungkin  melahirkan normal tanpa rasa sakit?

Apa yang menyebabkan rasa sakit saat melahirkan?

Sebelum mengetahui mungkin atau tidak melahirkan normal tanpa rasa sakit, maka ketahui dulu alasan timbulnya rasa sakit saat persalinan.

Rahim sebagai jalur keluarnya bayi, adalah organ otot yang akan berkontraksi dengan sangat kuat, agar si bayi dapat keluar. Kontraksi inilah yang kemudian menjadi sumber rasa sakit dari proses melahirkan, dan kontraksi ini akan semakin meningkat seiring bergantinya tahapan persalinan.

Pada dasarnya, rasa sakit saat persalinan yang dialami setiap ibu berbeda-beda. Secara umum, faktor-faktor yang membedakannya dikelompokkan jadi 2 kelompok besar yakni faktor fisik dan faktor emosi.

Faktor yang memengaruhi rasa sakit saat persalinan

Beberapa faktor yang menimbulkan rasa sakit selama persalinan, termasuk:

1. Kram otot rahim

Otot rahim Anda bekerja keras selama persalinan untuk memperluas serviks. Kerja keras otot rahim dengan berubah-ubah posisi bersalin ini lalu menyebabkan Anda merasa lemas pada beberapa bagian seperti kaki, lengan dan punggung. Kondisi ini kemudian berpotensi memicu kram otot rahim.

2. Tekanan di berbagai bagian tubuh

Selain bagian-bagian yang telah disebutkan di atas, tekanan juga terjadi pada bagian-bagian lain seperti punggung ibu, perineum (bagian antara vagina dan anus), dan kandung kemih. Ya, sepertinya melahirkan akan penuh diisi dengan segala macam tekanan dari berbagai penjuru. Kombinasi tekanan-tekanan inilah yang juga akan mempengaruhi seberapa sakitnya proses persalinan nanti.

3. Dampak dari pengobatan

Sering kali tubuh seseorang menanggapi pengobatan medis dengan reaksi yang berbeda-beda. Guna menghindarinya, sebaiknya Anda berdiskusi dulu dengan dokter atau bidan Anda mengenai prosedur medis apa yang perlu Anda lakukan, dan pengalaman apa yang Anda miliki perihal pengobatan medis.

Meskipun pada kebanyakan kasus, dampak dari pengobatan medis hanya bertahan sementara, namun usaha ini dapat membantu mengurangi kecemasan dan ketidaknyaman yang akan Anda rasakan.

4. Faktor si bayi

Faktor seperti posisi dan ukuran bayi adalah variabel yang sulit untuk dikendalikan. Pada beberapa kasus, posisi bayi yang sulit untuk dikeluarkan ini mengharuskan si ibu untuk mengejan lebih banyak, lebih lama, dan lebih kuat.

5. Faktor emosi

Tanpa disadari, keberadaan emosi negatif seperti rasa takut, tidak percaya diri, cemas, gelisah, dan sebagainya, justru akan semakin meningkatkan persepsi Anda tentang persalinan yang menyakitkan. Berdiskusilah dengan pendamping persalinan Anda dan dengarkan cerita dari para teman yang telah mengalaminya terlebih dulu sebelum Anda. Ini mungkin akan mampu membantu Anda mengurangi bahkan menghilangkan perasaan-perasaan negatif tersebut.

Lalu, mungkinkah melahirkan normal tanpa rasa sakit?

Mendapatkan pengobatan medis penghilang rasa sakit diperbolehkan selama persalinan. Hal ini biasa dilakukan dengan menyuntikkan anestesi ke salah satu bagian tubuh Anda, guna melumpuhkan bagian tubuh itu, sehingga bagian tubuh tersebut tidak akan merasa kesakitan untuk sementara waktu. Berikut beberapa anestesi yang biasa digunakan selama persalinan:

1. Anestesi lokal

Metode ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan medis penghilang rasa sakit pada daerah sekitar vagina Anda. Namun, anestesi lokal biasanya hanya akan berdampak sedikit saja pada pengurangan rasa sakit, sehingga kurang efektif untuk rasa sakit yang dialami saat melahirkan.

2. Anestesi regional

Terdiri dari epidural dan spinal. Anestesi ini benar-benar mampu mengurangi kesakitan yang muncul selama persalinan. Perbedaan keduanya adalah, pada anestesi spinal, cairan akan disuntikkan pada lapisan keras yang berada di sekitar otak dan sumsum tulang belakang Anda, sedangkan pada anestesi epidural, cairan akan disuntikkan pada kolom tulang belakang yang berada mengelilingi sumsum tulang belakang Anda.

Berdasarkan tingkat kesuksesannya dalam mengurangi hingga menghilangkan rasa sakit, anestesi epidural merupakan anestesi yang paling sering digunakan pada persalinan dibandingkan dengan anestesi lain, karena dianggap paling efektif mengurangi rasa sakit.

3. Anestesi total

Anestesi ini jarang digunakan dan hanya digunakan pada kondisi tertentu, karena pemberian anestesi total menyebabkan Anda akan tertidur selama proses persalinan.

Sayangnya, meskipun jarang terjadi, anestesi pada persalinan sesekali memberikan efek samping, seperti tekanan darah rendah, sakit kepala dan bertambahnya waktu persalinan dibandingkan dengan bila tidak menggunakan anestesi.

Pemberian anestesi hingga water birth yang diyakini mampu mengurangi rasa sakit saat persalinan, meski tidak benar-benar melahirkan normal tanpa rasa sakit. Hanya saja, dampaknya juga berbeda-beda pada setiap ibu yang mengalaminya.

Artinya, meski beberapa wanita merasa metode ini efektif untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan, beberapa lainnya tidak merasakan pengaruh apa-apa. Hal ini juga bisa terjadi dikarenakan adanya perbedaan antara tubuh ibu satu dengan ibu yang lain dalam menoleransi rasa sakit itu sendiri.

Namun, terlepas dari bagaimana sakitnya melahirkan, seluruh rasa sakit itu pasti akan terbayar saat Anda mendengar suara tangisan bayi Anda mulai menggema mengisi ruang persalinan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Berbagai Penyebab Bayi Lahir Prematur

Jika bayi belum cukup umur untuk keluar dari rahim, mengapa bisa keluar sebelum waktunya? Berikut berbagai penyebab bayi lahir prematur.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat metode kangguru untuk bayi prematur dan berat lahir rendah

Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
darah tinggi setelah melahirkan

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit