Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Telah menjadi pengetahuan umum bila melahirkan terasa sangat menyakitkan. Saking terasa sangat menyakitkannya, hal ini mulai membuat khawatir beberapa ibu baru yang cemas menghitung mundur tanggal persalinannya. Namun, sebenarnya apakah kita bisa melahirkan normal tanpa rasa sakit?

Apa yang menyebabkan rasa sakit saat melahirkan?

Rahim, yang menjadi jalur keluarnya bayi, adalah organ otot yang akan berkontraksi dengan sangat kuat, agar si bayi dapat keluar. Kontraksi inilah yang kemudian menjadi sumber rasa sakit dari proses melahirkan, dan kontraksi ini akan semakin meningkat seiring bergantinya tahapan persalinan.

Pada dasarnya, rasa sakit saat persalinan yang dialami setiap ibu berbeda-beda. Secara umum, faktor-faktor yang membedakannya dikelompokkan jadi 2 kelompok besar yakni faktor fisik dan faktor emosi.

Faktor yang mempengaruhi rasa sakit saat persalinan

1. Kram otot rahim

Otot rahim Anda bekerja keras selama persalinan untuk memperluas serviks. Kerja keras otot rahim dengan berubah-ubah posisi bersalin ini lalu menyebabkan Anda merasa lemas pada beberapa bagian seperti kaki, lengan dan punggung. Kondisi ini kemudian berpotensi memicu kram otot rahim.

2. Tekanan di berbagai bagian tubuh

Selain bagian-bagian yang telah disebutkan di atas, tekanan juga terjadi pada bagian-bagian lain seperti punggung ibu, perineum (bagian antara vagina dan anus), dan kandung kemih. Ya, sepertinya melahirkan akan penuh diisi dengan segala macam tekanan dari berbagai penjuru. Kombinasi tekanan-tekanan inilah yang juga akan mempengaruhi seberapa sakitnya proses persalinan nanti.

3. Dampak dari pengobatan

Sering kali tubuh seseorang menanggapi pengobatan medis dengan reaksi yang berbeda-beda. Guna menghindarinya, sebaiknya Anda berdiskusi dulu dengan dokter atau bidan Anda mengenai prosedur medis apa yang perlu Anda lakukan, dan pengalaman apa yang Anda miliki perihal pengobatan medis. Meskipun pada kebanyakan kasus, dampak dari pengobatan medis hanya bertahan sementara, namun usaha ini dapat membantu mengurangi kecemasan dan ketidaknyaman yang akan Anda rasakan.

4. Faktor si bayi

Faktor seperti posisi dan ukuran bayi adalah variabel yang sulit untuk dikendalikan. Pada beberapa kasus, posisi bayi yang sulit untuk dikeluarkan ini mengharuskan si ibu untuk mengejan lebih banyak, lebih lama, dan lebih kuat.

5. Faktor emosi

Tanpa disadari, keberadaan emosi negatif seperti rasa takut, tidak percaya diri, cemas, gelisah, dan sebagainya, justru akan semakin meningkatkan persepsi Anda tentang persalinan yang menyakitkan. Berdiskusilah dengan pendamping persalinan Anda dan dengarkan cerita dari para teman yang telah mengalaminya terlebih dulu sebelum Anda. Ini mungkin akan mampu membantu Anda mengurangi bahkan menghilangkan perasaan-perasaan negatif tersebut.

Lalu, mungkinkah melahirkan normal tanpa rasa sakit?

Mendapatkan pengobatan medis penghilang rasa sakit diperbolehkan selama persalinan. Hal ini biasa dilakukan dengan menyuntikkan anestesi ke salah satu bagian tubuh Anda, guna melumpuhkan bagian tubuh itu, sehingga bagian tubuh tersebut tidak akan merasa kesakitan untuk sementara waktu. Berikut beberapa anestesi yang biasa digunakan selama persalinan:

1. Anestesi lokal

Metode ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan medis penghilang rasa sakit pada daerah sekitar vagina Anda. Namun, anestesi lokal biasanya hanya akan berdampak sedikit saja pada pengurangan rasa sakit, sehingga kurang efektif untuk rasa sakit yang dialami saat melahirkan.

2. Anestesi regional

Terdiri dari epidural dan spinal. Anestesi ini benar-benar mampu mengurangi kesakitan yang muncul selama persalinan. Perbedaan keduanya adalah, pada anestesi spinal, cairan akan disuntikkan pada lapisan keras yang berada di sekitar otak dan sumsum tulang belakang Anda, sedangkan pada anestesi epidural, cairan akan disuntikkan pada kolom tulang belakang yang berada mengelilingi sumsum tulang belakang Anda.

Berdasarkan tingkat kesuksesannya dalam mengurangi hingga menghilangkan rasa sakit, anestesi epidural merupakan anestesi yang paling sering digunakan pada persalinan dibandingkan dengan anestesi lain, karena dianggap paling efektif mengurangi rasa sakit.

3. Anestesi total

Anestesi ini jarang digunakan dan hanya digunakan pada kondisi tertentu, karena pemberian anestesi total menyebabkan Anda akan tertidur selama proses persalinan.

Sayangnya, meskipun jarang terjadi, anestesi pada persalinan sesekali memberikan efek samping, seperti tekanan darah rendah, sakit kepala dan bertambahnya waktu persalinan dibandingkan dengan bila tidak menggunakan anestesi.

Kesimpulan

Pemberian anestesi hingga water birth yang diyakini mampu mengurangi rasa sakit saat persalinan, ternyata tetap memiliki dampak yang berbeda-beda pada setiap ibu yang mengalaminya. Artinya, meski beberapa wanita merasa metode ini efektif untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan, beberapa lainnya tidak merasakan pengaruh apa-apa. Hal ini juga bisa terjadi dikarenakan adanya perbedaan antara tubuh ibu satu dengan ibu yang lain dalam menoleransi rasa sakit itu sendiri.

Tapi terlepas dari bagaimana sakitnya melahirkan, seluruh rasa sakit itu pasti akan terbayar saat Anda mendengar suara tangisan bayi Anda mulai menggema mengisi ruang persalinan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
bayi terinfeksi COVID-19

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020