Yang Ingin Ibu Ketahui Seputar Buang Air Besar Setelah Melahirkan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Gambar: Verywell

Kehamilan selalu dikaitkan dengan indahnya menjadi seorang ibu. Apalagi setelah Anda melahirkan. Rasanya segala kesulitan atau tantangan yang dihadapi semasa mengandung terbayar lunas. Anda pun bisa kembali menjalani hari-hari dengan normal. Tunggu dulu, tidak secepat itu. Meskipun saat-saat yang paling sulit dan menegangkan ketika bersalin telah berlalu, perjuangan Anda belum selesai.

Setelah bersalin, Anda masih harus berjuang dengan berbagai kondisi pasca melahirkan (post-partum). Salah satunya adalah buang air besar (BAB) untuk pertama kalinya sejak melahirkan. BAB setelah melahirkan bukanlah hal yang bisa disepelekan. Bagi beberapa orang, BAB setelah melahirkan bisa jadi sebuah mimpi buruk. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui soal BAB setelah melahirkan.

Apakah BAB setelah melahirkan sungguh menyakitkan?

Setelah Anda melalui proses bersalin, biasanya Anda tidak akan buang air besar selama kira-kira 2 atau 3 hari. Sesudah itu barulah Anda merasakan desakan untuk buang air besar. Bagi beberapa orang, buang air besar pertama kali setelah melahirkan bisa terasa sungguh menyakitkan. Namun, ada juga yang hanya sedikit merasakan sakit atau bahkan tidak ada masalah sama sekali ketika buang air besar pertama kali setelah melahirkan. Ini tergantung pada seberapa besar usus Anda dan seberapa kuat otot-otot perut Anda. Anda tak perlu cemas bahwa jahitan Anda (jika ada) akan sobek ketika Anda berusaha buang air besar. Jahitan yang Anda dapatkan telah dibuat sedemikian rupa untuk menahan tekanan besar.

Mengapa BAB setelah melahirkan terasa sakit?

Jika Anda melahirkan dengan normal, Anda dapat mengalami robekan pada vagina dan juga hemorrhoid yang dapat membuat BAB setelah melahirkan terasa sakit. Robekan pada vagina bisa terjadi ketika kepala atau bahu bayi Anda melewati vagina atau bisa saja ketika dokter Anda merasa diperlukan, dokter Anda melakukan episiotomi yaitu sayatan di perineum Anda (area antara anus dan vagina). Jahitan dan luka yang Anda dapat setelahnya memang dapat menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman.

Selain itu, sebagian orang juga mengalami sembelit atau wasir setelah melalui proses bersalin. Hal ini akan semakin menyulitkan Anda untuk buang air besar. Sembelit atau wasir setelah melahirkan disebabkan oleh tekanan akibat mengejan saat proses persalinan. Jika Anda sebelumnya sudah punya sejarah menderita sembelit ataupun wasir, risiko Anda kesulitan buang air besar setelah melahirkan juga jadi lebih tinggi.

Tips agar BAB setelah melahirkan lebih nyaman

Anda tak perlu khawatir berlebihan dengan proses buang air besar setelah melahirkan. Semakin tegang, Anda justru akan semakin panik dan sulit buang air besar. Karena kondisi ini sangat umum terjadi, sudah banyak pengobatan atau cara yang bisa membantu BAB Anda lebih lancar dan nyaman. Berikut adalah tips-tipsnya.

1. Minum obat pencahar

Supaya proses buang air besar lebih lancar, Anda bisa mencoba minum obat pencahar (laksatif) yang bisa melunakkan feses. Pilihlah pencahar yang aman bagi ibu menyusui, misalnya dokusat. Jika tidak yakin, konsultasikan dulu dengan dokter Anda.

2. Minum banyak air dan makan yang kaya akan serat

Sebagai pencahar alami, Anda perlu mengonsumsi banyak air putih dan makanan yang kaya serat. Perbanyak konsumsi sayuran hijau, buah-buahan yang kulitnya tak perlu dikupas seperti apel dan anggur, serta bubur oat.

3. Jangan ditunda-tunda

Semakin Anda menunda dan menahan buang air besar, Anda akan semakin kesakitan. Selain itu, feses akan semakin mengeras. Anda juga tidak disarankan untuk mengejan karena bisa menyebabkan iritasi atau luka. Jika memang terasa sangat sakit, Anda bisa minum obat pereda nyeri (ibuprofen) sebelum BAB.

4. Berjongkok

BAB akan jadi lebih lancar jika posisi lutut Anda terangkat. Maka sebaiknya Anda BAB dengan posisi berjongkok. Jika toilet yang Anda gunakan adalah toilet duduk, Anda bisa menyangga kaki dengan menaruh bangku pendek atau tumpukan buku di bawah kaki.

5. Berendam air hangat

Bagi Anda yang menderita wasir setelah melahirkan, berendamlah dalam air hangat selama 3-10 menit. Ini dapat mengurangi nyeri akibat robekan vagina. Air hangat bisa membantu meredakan wasir sehingga BAB pun bisa lebih lancar.

6. Kompres dingin

Kompres pada bagian yang luka atau jahitan akibat robekan vagina. Lakukan selema kurang lebih 10 menit.

Kapan harus periksa ke dokter?

Seharusnya buang air besar setelah melahirkan akan terasa semakin mudah dan lancar seiring berjalannya waktu. Namun, jika sudah berminggu-minggu dan Anda masih saja merasakan sakit dan sulitnya buang air besar, tak ada salahnya Anda periksa ke dokter. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, seseorang yang proses persalinnya bermasalah bisa mengalami fisura ani di mana terdapat luka pada anus. Dokter akan meresepkan obat supaya otot-otot yang tegang bisa lebih lemas.

BACA JUGA:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca