5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menjalani Water Birth

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Sebagai ibu, pasti Anda pernah mendengar tentang water birth. Ya, water birth merupakan salah satu metode persalinan yang dilakukan di kolam persalinan yang diisi dengan air hangat.

Apakah pernah terlintas di pikiran Anda ingin melakukan persalinan dalam air? Jika ia, ketahui dahulu metode water birth lebih lanjut. Walaupun, sepertinya menawarkan kenyamanan yang lebih pada saat proses persalinan karena dilakukan di dalam air, tetapi water birth juga mempunyai berbagai risiko.

Yang perlu Anda ketahui tentang water birth

Melakukan persalinan dengan metode yang tidak biasa membutuhkan persiapan yang lebih banyak. Terlebih lagi, rumah sakit yang menawarkan persalinan dengan metode water birth di Indonesia masih jarang.

Beberapa hal tentang water birth.

1. Water birth memiliki beberapa manfaat bagi ibu dan bayi

Air membantu menurunkan tekanan darah ibu sehingga kecemasan ibu berkurang. Air juga menurunkan kadar hormon yang berhubungan dengan stres, sehingga tubuh ibu memproduksi endorfin yang dapat mengurangi rasa sakit. Water birth juga dapat mengurangi risiko robeknya vagina ibu karena air dapat membuat lapisan perineum lebih elastis. Untuk bayi, water birth memberikan lingkungan yang mirip dengan cairan ketuban sehingga bayi merasa lebih nyaman.

2. Water birth memudahkan tahap pertama persalinan

Menggunakan metode water birth selama tahap pertama kehamilan (di mana serviks (leher rahim) melebar dan Anda merasakan kontraksi yang sering), dapat membantu dalam mengurangi rasa sakit, Anda juga tidak perlu dianestesi, serta dapat mempercepat proses persalinan. Air yang hangat dalam kolam dapat membantu tubuh Anda lebih rileks dan tenang, serta Anda lebih bisa mengontrol perasaan Anda. Hal ini bisa membantu Anda menyimpan energi yang banyak diperlukan saat proses melahirkan. Anda juga lebih bisa bergerak bebas di air daripada di tempat tidur.

3. Water birth belum tentu aman bagi bayi pada tahap kedua persalinan

Tahap kedua persalinan adalah di mana serviks sudah benar-benar melebar dan terbuka sehingga siap menjadi jalan keluar bayi saat persalinan. Dokter masih belum memutuskan bagaimana cara yang aman untuk mengeluarkan bayi pada tahap kedua ini. Dilansir dari webmd.com, Aaron Caughey dari American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan untuk berada di luar air pada saat tahap kedua persalinan. Hal ini membuat Anda mendapat penanganan yang lebih mudah dan cepat jika tiba-tiba terjadi sesuatu yang salah, seperti harus melakukan persalinan caesar darurat. ACOG juga mengatakan bahwa persalinan di dalam air belum terbukti secara ilmiah dapat memberikan manfaat bagi ibu dan janin.

4. Risiko water birth bagi bayi dan ibu

Bayi yang mengalami stres saat proses persalinan di air menyebabkan bayi bernapas di dalam air. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya komplikasi yang serius pada pernapasan bayi, seperti aspirasi mekonium, walaupun kasus ini jarang terjadi. Aspirasi mekonium terjadi ketika bayi menghirup mekonium (tinja pertama bayi) yang ada pada cairan ketuban saat proses persalinan sehingga menyebabkan masalah pada pernapasan bayi.

Water birth juga dapat mengakibatkan tali pusar rusak saat bayi diangkat ke permukaan air. Hal ini dapat dicegah dengan mengangkat bayi secara hati-hati ke dada ibu. Selain itu, water birth dapat menyebabkan bayi mengalami kejang atau tidak bisa bernapas, serta menyebabkan suhu tubuh bayi terlalu tinggi atau terlalu rendah. Ibu dan bayi juga dapat terkena infeksi.

Untuk mencegah risiko masalah pernapasan pada bayi saat persalinan di air sebaiknya ibu tetap menjaga tubuhnya dan kepala bayinya di dalam air ketika kepala bayi sudah mulai keluar. Hal ini dilakukan agar refleks napas bayi tidak dimulai terlalu cepat. Tetap rileks sampai terjadi kontraksi berikutnya yang mendorong bayi lahir. Bayi tidak akan bernapas sampai ia terkena udara karena masih mendapatkan oksigen dari tali pusar yang melekat di plasenta ibu.

5. Tidak semua ibu hamil dapat menjalani water birth

Melahirkan di dalam air mempunyai risiko tersendiri bagi ibu dan janin. Oleh karena itu, untuk mengurangi risiko dari persalinan water birth, ibu hamil harus dalam kondisi prima yang mendukungnya untuk menjalani water birth. Anda tidak bisa mencoba metode water birth, jika:

  • Umur Anda lebih muda dari 17 tahun atau lebih tua dari 35 tahun
  • Anda mempunyai komplikasi kehamilan, seperti pre-eklampsia, diabetes gestasional, dan hipertensi gestasional
  • Anda hamil bayi kembar atau lebih
  • Anda melahirkan sebelum waktunya atau lahir prematur, karena bayi perlu perawatan khusus jika lahir prematur
  • Ukuran bayi Anda sangat besar
  • Anda pernah memiliki riwayat operasi caesar atau kesulitan saat melahirkan sebelumnya
  • Bayi dalam posisi sungsang sehingga perlu dilakukan operasi caesar
  • Anda mempunyai infeksi

BACA JUGA

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca