Tanda-Tanda Pria Mungkin Tidak Subur

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Yang dibutuhkan untuk dapat hamil adalah ovum (sel telur) dari wanita dan sperma dari pria. Sperma pria harus mempunyai kuantitas dan kualitas yang baik untuk dapat menghampiri dan membuahi ovum wanita. Jika pria mempunyai jumlah sperma sedikit atau kualitas sperma buruk, maka untuk mencapai kehamilan dirasa agak sulit.

Ketidaksuburan pada pria dapat disebabkan oleh kelainan bawaan, ketidakseimbangan hormon, pembuluh darah di sekitar testis melebar, atau berbagai kondisi yang menghalangi jalannya sperma untuk sampai ke ovum.

Beberapa faktor gaya hidup juga dapat mempengaruhi kesuburan pria, seperti terlalu banyak berolahraga, stres, obesitas, merokok, minum minuman beralkohol, penggunaan obat terlarang, paparan racun dan bahaya lingkungan, dan temperatur panas pada testis yang dapat mengurangi produksi sperma.

Tanda utama pria tidak subur adalah di saat ia tidak mampu menghasilkan anak. Namun, masih ada lagi tanda-tanda lainnya.

Tanda-tanda pria mengalami masalah kesuburan

Beberapa pria tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami masalah kesuburan sampai ia menyadari bahwa dirinya sulit untuk mempunyai anak. Faktor gaya hidup atau berbagai kondisi fisik dapat membuat pria tidak subur.

Tanda pria mengalami masalah kesuburan, antara lain:

  • Mempunyai masalah pada fungsi seksual. Contohnya: sulit mencapai ejakulasi, volume cairan sperma yang sedikit, kurangnya keinginan untuk berhubungan seksual, atau kesulitan mempertahankan ereksi.
  • Nyeri, bengkak, atau terdapat benjolan di sekitar testis.
  • Infeksi saluran pernapasan yang berulang.
  • Ketidakmampuan untuk mencium bau.
  • Pertumbuhan payudara yang tidak normal (gynecomastia).
  • Menurunnya jumlah rambut wajah atau rambut pada tubuh, atau tanda-tanda lain dari kelainan hormon atau kromosom.
  • Mempunyai jumlah sperma yang lebih sedikit daripada jumlah sperma normal (kurang dari 15 juta sperma per milimeter semen (cairan yang mengandung sperma) atau jumlah sperma total kurang dari 39 juta setiap ejakulasi).

Untuk mengetahui ketidaksuburan pada pria mungkin sulit dengan hanya dilihat. Jumlah sperma saat ejakulasi pada umumnya terlihat normal, sehingga pria sulit untuk mengetahui dirinya mengalami masalah kesuburan atau tidak dengan hanya melihat cairan sperma. Oleh karena itu, Anda harus memeriksakan ke dokter untuk mengetahui secara pasti apakah Anda mengalami masalah kesuburan atau tidak. Dokter akan melakukan analisis pada cairan sperma Anda untuk mengetahui kuantitas dan kualitas sperma Anda.

Mencoba hamil dengan pria yang mengalami masalahg kesuburan

Jika Anda pria yang mengalami masalah kesuburan, jangan khawatir, karena Anda masih dapat memperbaiki kuantitas dan kualitas sperma Anda untuk dapat membuahi ovum. Perubahan perilaku dan kebiasaan dapat meningkatkan kesempatan Anda untuk mempunyai anak.

Jika jumlah sperma Anda sedikit, Anda sebaiknya mengurangi frekuensi berhubungan seksual dengan pasangan. Hal ini bertujuan untuk membangun kualitas sperma yang lebih baik. Selain itu, Anda mungkin harus mengonsumsi vitamin tambahan.

Seperti dilansir dari webmd.com, penelitian menemukan bahwa konsumsi suplemen asam folat dan seng dapat meningkatkan jumlah sperma sebesar 74% pada pria yang mengalami masalah kesuburan. Penelitian menemukan bahwa pria dengan masalah kesuburan yang mengonsumsi 5 mg asam folat per hari dan 66 mg seng sulfat per hari selama 26 minggu mengalami peningkatan jumlah total sperma sebesar 74%. Namun, jika asam folat atau seng dikonsumsi secara terpisah (tidak dikombinasikan), maka tidak ada dampak yang signifikan dari produksi sperma.

Beberapa makanan yang mengandung asam folat adalah sayuran berdaun hijau, seperti bayam, brokoli, dan asparagus; buah-buahan, seperti jeruk dan alpukat; serta kacang-kacangan. Sedangkan, beberapa makanan yang mengandung mineral seng adalah daging, ayam, seafood¸ sayuran, dan kacang-kacangan.

Bagi pria yang mengalami masalah kesuburan karena kadar hormon yang tidak normal, biasanya dokter akan menyarankan untuk terapi hormon.

Pada pria yang mengalami ketidaksuburan ringan, inseminasi buatan atau teknik reproduksi yang dibantu, seperti bayi tabung, mungkin dapat membantu. Cara lain untuk mendapatkan anak dari pria yang memiliki masalah kesuburan atau yang memiliki jumlah sperma sedikit adalah dengan intracytoplasmic sperm injection (ICSI). Ini merupakan prosedur laboratorium di mana sperma pria dan ovum wanita diambil dan kemudian satu sperma disuntikkan ke dalam telur. Selanjutnya, telur ditanamkan ke dalam rahim wanita. Namun, keberhasilan prosedur ini juga tergantung dari banyak faktor, seperti kualitas sperma pria, kualitas ovum wanita, dan usia wanita.

BACA JUGA

Yang juga perlu Anda baca